My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
87. At night


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam. Keyla dan Icha sudah tergeletak di kasurnya. Acara nobar alias nonton bareng drama Korea telah usai. Dan kini mereka tepat karena mengantuk.


Namun berbeda halnya dengan Zea yang kini masih terjaga. Zea menyelusuri segala hal di handphone barunya dengan ditemani lampu tidur disampingnya.


Ting...


Sebuah pesan masuk dari Alvin membuat Zea terhenyak. Ia membuka pesan dari Alvin.


Alvin ♡♡


Kenapa belum tidur?


Zea sontak menatap sekeliling.


"Dari mana Alvin tau gue belum tidur?" gumam Zea heran.


Ting..


Pesan dari Alvin kembali muncul dilayar handphonenya.


Alvin ♡♡


Kok gk dibalas


Jari jemari Zea lantas mengetik membalas pesan Alvin.


Zea


Belum ngantuk


Balas Zea klise. Bohong jika di jam yang hampir mendekati tengah malam ini dirinya tidak mengantuk. Zea mengantuk tapi ia enggan untuk tidur.


Tiba tiba saja panggilan masuk dari Alvin datang. Mata Zea membelak langsung mengangkat panggilan itu. Ia takut membangunkan kedua sahabatnya yang kini tertidur. Zea berjalan menjauhi keduanya.


"Kenapa belum tidur? Apa kamu ingin sesuatu?" tanya Alvin dari balik panggilan.


"Tidak Al" jawab Zea.


"Bilang padaku jika kamu menginginkan sesuatu" ujar Alvin.


"Iya" jawab Zea singkat.


"Tidurlah sekarang. Apa perlu ku nyanyikan agar kamu bisa tidur?" Zea sontak menggeleng.


Namun ia menyadari bahwa Alvin tak bisa melihat gelengannya.


"Nggak usah Al. Ini aku sudah mulai mengantuk. Kalau gitu aku tidur dulu ya!" seru Zea hendak mematikan panggilan.


"Jangan ditutup!" tegas Alvin. Zea menahan jarinya untuk tidak menyentuh tombol power.


Panggilan itu diakhiri sejenak lalu berganti dengan video call yang menampilkan wajah menahan Alvin yang sedang duduk di balkon berpadu dengan langit malam.


"Tidurlah sekarang. Jangan dimatikan!" titah Alvin. Zea mengangguk berjalan ke kasur dimana sudah ada dua sahabatnya yang sedang tidur.


Zea berbaring dikasur setelah menempatkan handphonenya disampingnya.


"Night my girl" ujar Alvin disaat Zea memejamkan mata.


Zea sebenarnya gugup saat ada orang yang memperhatikannya dikala ia tidur. Namun ia mengabaikan rasa itu karena kantuk yang kian menyerang dan tak bisa ia tahan lagi.


"I love you Ze!" lirih Alvin melihat Zea yang sedang tidur. Zea tak lagi bisa mendengar ucapan cinta dari Alvin dikala ia yang sudah tertidur lelap.


...****************...


"Ehm!" rengkuh seseorang terbangun dari tidurnya.


Keyla yang pertama kali bangun melihat Zea dan Keyla yang masih terlelap.


Mata Keyla yang menyipit karena bangun tidur melihat handphone disamping Zea yang menyala dengan samar. Keyla mengambil handphone guna mematikan tanpa tahu handphone Zea kini masih terhubung dengan Alvin.


"Udah bangun!"

__ADS_1


"What?" pekik Keyla membelak mata. Kedua matanya membola melihat wajah tampan Alvin yang kini nampak segar sehabis mandi.


Alvin yang mendengar pekikan Keyla seketika tersadar bahwa itu bukan Zea. Setelah mengguyur tubuhnya tadi Alvin merasa bahwa Zea sudah bangun dan mengangkat handphonenya yang masih terhubung, tanpa Alvin tau gadis yang mengakat panggilan ialah Keyla.


Zea dan Icha yang mendengar pekikan Keyla seketika terkejut dan bangun dari tidurnya.


"Kenapa Key? Kenapa?" Zea bertanya. Takut terjadi sesuatu pada Keyla.


"Kenapa sih Key! Pagi pagi udah teriak teriak aja!" keluh Icha yang terbangun karena teriakan Keyla.


Zea dan Icha melihat ke arah Keyla mencari tau apa yang membuat gadis itu berteriak. Keduanya menatap handphone Zea yang dipegang oleh Keyla.


"Ze!" panggil Alvin dari balik sana. Zea tersentak kaget karena panggilan video call dengan Alvin masih terhubung.


"Gila!" pekik Icha.


"Gila gila gila. Ganteng banget!" jujur Icha tanpa sadar mengagumi wajah Alvin.


Keyla dan Icha sontak menoleh kearah Zea. Zea tertegun sesaat juga menatap keduanya.


tok tok tok


"Ze, Key, Cha! Ayo bangun! Hari ini kalian masih masuk sekolah" panggil Mama Tia dari luar membuat mereka menoleh kearah pintu.


"Iya ma! Ini udah bangun kok" balas Zea.


Zea kembali menatap Keyla dan Icha.


"Ehm!" deheman Alvin dari sebrang sana.


Zea mengulurkan tangannya mengambil handphone-nya ditangan Keyla.


"Key! Mandi dulu sana. Setelah itu gantian Icha. Gue mandi di bawah!" tutur Zea mengintrupsi.


"Oke" jawab keduanya mengangguk.


Keyla lantas berdiri dan berjalan menuju kamar mandi dan tersisa dirinya, Icha, dan Alvin.


"Al, aku matiin ya! Aku mau kebawah dulu" ijin Zea.


"Gak usah Al, biar aku bareng Keyla sama Icha sekalian" tolak Zea.


"Kalian bareng aku, pokoknya nanti aku jemput kamu" ujar Alvin memaksa dan tak ingin ditolak.


Zea menghela nafas, "Oke" jawabnya. Lalu video call diakhiri.


Icha memperhatikan Zea yang berkomunikasi dengan wajah bengong. Tak tahu apakah gadis itu sudah sadar atau belum.


"Gue mandi di bawah ya Cha" ucap Zea. Gadis itu mengangguk.


Zea turun dari kasur meletakan handphonenya dinakas menghubungkan daya handphonenya agar kembali terisi. Kemudian ia berjalan kearah lemari pakaian mengambil seragam yang nanti ia kenakan lantas turun ke lantai bawah.


"Pagi ma!" sapa Zea melihat mama Tia melintas.


"Pagi" jawabnya.


Zea tak berbincang bincang lagi dengan mama Tia langsung menuju kamar mandi di lantai itu.


Zea yang telah selesai mandi kembali menuju lantai atas. Ia membuka pintu melihat Keyla yang sudah berdandan sedangkan Icha masih di kamar mandi.


Zea mendekat kearah Keyla mengambil sunscreen dan sunblock untuk ia kenakan. Tak lupa Zea memoles bedak dan pelembab bibir.


"Tas kalian masih dimobil?" tanya Zea pada Keyla sambil menyisir rambutnya.


"Iya Ze" jawab Keyla.


"By the way, lo udah tau kalau Alvin seganteng itu?" tanya balik Keyla.


"Udah! Gue juga baru tau, baru baru ini!" jawab Zea.


Keyla duduk diatas ranjang sedangkan Zea mengemasi barang-barangnya yang akan ia bawa ke sekolah

__ADS_1


tok tok tok


Pintu kamar Zea kembali diketuk.


"Non! Dipanggil mama, disuruh makan" celetuk Mbok Jum dari luar.


"Iya mbok, bentar lagi kita turun kok" sahut Zea setengah berteriak. Setelah mendengar jawab Zea mbok Jum kemudian pergi turun kebawah.


"Cha! Dipanggil mama buat makan nih! Lo dikamar mandi ngapain aja sih! Ngeremin telur!" ujar Zea pada Icha dengan suara keras.


"Iya Ze, bentar lagi! Gue masih pakek sabun" balas Icha dari dalam kamar mandi.


"Kayaknya gue salah suruh lo mandi duluan Key!" ujar Zea.


Keyla mengangguk, "Gue tadi juga terlalu shock sampai okein ucapan lo!"


"Gue lupa kalau Icha mandinya kayak siput" lanjutnya.


Zea dan Keyla menghela nafas merutuki kecerobohan yang mereka buat dan menunggu sesaat. Semoga aja Icha di beri hidayah agar gadis itu mandi lebih cepat.


Zea dan Keyla menunggu sedikit lebih lama hingga pintu kamarnya kembali di ketok.


"Zea, Keyla, Icha! Cepetan turun kebawah, sarapan! Itu Alvin juga udah nungguin dibawah! Kalian mama tungguin dari tadi kok gak turun turun " teriak Mama Tia dari balik pintu.


"Iya ma! Ini lagi nungguin Icha gak selesai selesai. Habib ini kita turun kok" sahut Zea kembali.


"Yaudah buruan lo! Nanti kalian telat lagi berangkat ke sekolahnya" ujar Mama Tia kembali.


"Iya ma, Tan" balas keduanya.


Zea dan Keyla bangkit berjalan menuju pintu kamar mandi.


"Cha! Buruan, lo ngapain aja sih dari tadi"


"Cepet Cha!"


teriak keduanya.


"Iya iya sabar, gue udah selesai nih!" balasnya.


Zea dan Keyla terkesipa. kurang sabar apa mereka menunggu gadis itu yang waktu mandinya melebihi keduanya jika digabungkan.


Cklekk


Icha keluar dari kamar mandi dengan rambut basah yang ditutupi dengan handuk.


"Lama banget sih lo Cha!" keluh Keyla.


"Lo mandi atau tapa sih!" lanjutnya.


"Ya mandilah!" jawabnya.


"Udah, buruan lo ganti baju Cha! Kita tunggu dibawah"


"Yah! Tungguin gue lah" pinta Icha.


"Yaudah kita tungguin, buruan!"


Icha kemudian mengenakan seragamnya.


"Kayaknya kita harus bertindak nih Key" ujar Zea.


"Iya Ze!" jawabnya.


Mereka mendekat kearah Icha.


"Sini Cha, kita bantu. Lo diem aja!" ujar Zea mendudukan Icha di bangku meja riasnya.


Icha kemudian diam dan menurut. Tangan Zea bergerak mengeringkan rambut Icha dan menyisirnya. Sedangkan Keyla berurusan dengan wajah Icha. Mengoleskan sunscreen, cream, bedak, dan pelembab bibir, juga tak lupa mengoleskan lip cream natural dibibir Icha seperti kebiasaan gadis itu.


Hanya dalam beberapa menit Icha sudah siap dan ketiganya segera menuju kebawah ketempat mama Tia, papa Hendra, Arka, serta Alvin berada.

__ADS_1


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2