My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
166. Keributan


__ADS_3

"Lo nggak ngabari Alvin Ze, kalau mau berangkat?" ujar Keyla mengingatkan.


Zea menoleh, "Oh ya! Gue lupa! Bentar" ujar Zea mengambil handphonenya di saku. Ia mendial nomor Alvin.


Alvin ♡ calling!!


Zea menunggu sesaat hingga panggilan terhubung.


"Halo Al! Pagi" sapa Zea.


"Pagi!" jawab Alvin dari seberang telpon. Dahi Alvin disana mengernyit mendapat panggilan dari Zea yang tak seperti biasanya.


"Ini, aku mau berangkat kerumah Keyla buat ambil barang Keyla yang ketinggalan, jadi.." ujar Zea terpotong.


"Kamu tunggu disana! Aku bentar lagi sampai" sahut Alvin memotong.


"Ah gitu! Oke!" jawab Zea.


Zea melirik kearah Keyla.


"Kalau gitu aku tunggu ya! Hati hati!" ujar Zea.


"Iya!" sahut Alvin.


Zea mematikan panggilan telpon dari Alvin.


"Kita tunggu bentar ya Key!" ujar Zea.


"Oke Ze!" jawab Keyla.


"Kita duduk disana dulu!" tutur Zea menunjuk ke teras yang menjadi tempat duduk Alvin dan Arka semalam.


Keduanya duduk sembari menunggu kedatangan Alvin.


Tin


Zea menoleh, melihat mobil Alvin yang sudah sampai di depan rumah. Zea dan Keyla bangkit.


Zea membuka pintu rumah, lalu ia berteriak.


"Ma! Zea, Keyla, sama Alvin berangkat!" pamit Zea langsung menutup pintu.


"Ayo Key!" ajak Zea menghampiri Alvin.


"Yuk!" Zea berdiri di depan Alvin, memandang pria tinggi itu.


Keyla masuk ke pintu belakang, sedangkan Alvin menggandeng Zea membawanya ke pintu samping kemudi. Membukakan pintu untuk Zea, meminta gadis itu masuk.


"Masuk!" ujar Alvin.


Tanpa banyak berbicara, Zea masuk dan Alvin mulai mengitari mobil, ia masuk ke pintu kemudi lalu menyalakan mobil menuju rumah Keyla.


Sesampainya di rumah Keyla. Gadis itu keluar di temani Zea.


"Kamu tunggu sini bentar ya Al! Aku mau nemani Keyla bentar!" seru Zea pada Alvin.


"Iya!" jawab Alvin.


Zea dan Keyla masuk kedalam rumah. Mereka melewati ruang keluarga disana masih ada kedua orang tua Keyla dan keluarga paman Keyla.


"Pagi Om, tan!" Zea menunduk menyapa mereka.


Berbeda dengan Keyla. Gadis itu langsung berjalan melewati mereka begitu saja menuju kamarnya. Zea menoleh, melihat Keyla yang sudah berada di depan.


"Permisi Om, Tan!" seru Zea dengan segera melewati mereka menyusul Keyla kedalam kamar gadis itu.


Di dalam kamar ia melihat Keyla kembali mengambil tas besar. Gadis itu mengambil bukunya yang tertinggal di meja belajar, memasukan kedalam tas yang ia bawa dari rumah Zea.


Setelah itu gadis itu mulai memindahkan beberapa pakaiannya dan beberapa benda dengan asal kedalam tas.


"Bantuin gue Ze!" seru Keyla.


Zea sontak terpaku melihat Keyla yang bergerak kesana kemari mengambil barang barangnya. Juga beberapa bukunya masuk kedalam tas itu.


"Lo mau pindahan Key?" seru Zea, menata tas besar Keyla agar muat lebih banyak.


"Gue nggak tau sampai kapan mereka disini! Makanya gue buat persiapan!" ujar Keyla menjelaskan.

__ADS_1


Tok tok tok


"Keyla! Mama masuk!" ujar wanita paruh baya itu.


Pintu kamar Keyla di ketuk dan dibuka.


Keyla menarik resleting tasnya, menutup tasnya yang kepenuhan.


"Loh! Keyla mau kemana?" tanya mama Keyla bingung datang menghampiri.


"Keyla mau nginep dirumah Zea, Ma! Keyla nggak bakal pulang sampai mereka pergi dari sini!" tegas Keyla dengan kesal langsung keluar kamar.


"Keyla!" panggil papa Keyla melihat putrinya itu dengan seenaknya melewatinya.


Zea mengikuti dari belakang, menggaruk tengkuknya kasar. Keyla adalah orang yang nekat jika sudah terdesak.


grepp


"Keyla! Mau kemana?" tukas seorang pria muda mencekal tangan Keyla.


Zea menatap pria itu, sepertinya ia adalah anak paman Keyla. Zea menimang penampilan laki laki itu.


"Apaan sih lo! Lepasin nggak!" seru Keyla memberontak. Laki laki itu menggenggam kuat tangan Keyla.


Dug


"Aww" Keyla menendang tulang kering pria itu hingga menjerit dan tangannya terlepas.


"Lo!" seru pria itu mendelik sambil menunjuk.


"Keyla!" bentak papa mama Keyla datang dengan marah atas sikap Keyla yang dibilang keterlaluan.


Keyla mendekat kearah Zea, menggenggam tangan Zea.


"Ayo Ze! Ntar telat!" Keyla menarik Zea keluar rumah dengan cepat.


"Keyla! Mau kemana kamu? Kembali ke sini, cepat!" teriak papa Keyla murka.


Keyla tak mendengarkan terus membawa Zea keluar rumah. Gadis itu membuka dan menutup pintu dengan kasar lalu bergegas menuju Alvin yang menunggu disana.


Alvin yang mendengar suara teriakan dari rumah Keyla, keluar dari mobil. Melihat Zea dan Keyla yang buru buru keluar rumah.


Alvin melihat beberapa orang mendekat dan berteriak memanggil nama gadis itu. Alvin mengendikan bahu, ia tak peduli.


Ia masuk kedalam mobil, menyalakan mesin mobil. Melajukannya menuju sekolah. Meninggalkan mereka yang mencoba menghentikan mobilnya.


Keyla dan Zea terengah-engah di belakang.


"Lo bener bener nekat banget sih Key!" ujar Zea menyandarkan kepalanya di jok mobil, sambil melirik Keyla.


Keyla ikut menyandarkan kepalanya di jok mobil dan menatap kearah Zea.


"Sorry jadi bawa bawa lo, Ze!" seru Keyla menghela nafas lega sambil tersenyum.


Zea mengangguk menggenggam tangan Keyla, "It's okay! Gue di pihak lo!" ujarnya.


Keduanya tertawa membuat fokus Alvin terpecah kearah kedua gadis itu.


Hingga mereka sampai di sekolah. Alvin memarkirkan mobilnya di parkiran.


"Tas lo tinggalin aja disini! Nanti pulang sekolah pindahin ke rumah gue. Bolehkan Al?" ijin Zea.


"Boleh!" ujar Alvin datar namun kedua matanya tulus menatap Zea.


Keyla terpaku, "Thank you guys!" seru Keyla.


Zea mengangguk, "Yuk masuk!" ajak Zea.


Mereka masuk melewati lorong menuju kelas. Mereka duduk di bangku masing masing.


Beberapa orang mulai berdatangan masuk kedalam kelas. Disusul Icha datang menghampiri mereka.


"Hai! Gimana?" ujar Icha meletakan tasnya di kursi. Ia duduk disamping Keyla.


"Gue cabut dari rumah!" seru Keyla membuat Icha tercengang.


"Serius?" Keyla mengangguk.

__ADS_1


"Wah! Selamat Key! Lo mberontak lagi! Keep applause buat keberanian lo!" seru Icha memberikan selamat pada Keyla. Nyali Keyla emang besar, bukan sekali ini saja hal ini terjadi. Segala bentuk ancaman telah dikerahkan orang tua Keyla agar Keyla menurut. Tapi tak kalah dari mereka, Keyla justru menjadi.


Fasilitas keuangan Keyla pernah dicabut, pernah diusir dari rumah, bahkan pernah hampir tidak diakui sebagai anak. Tapi inilah Keyla, tak kenal takut. Apalagi ia punya dua sejoli yang kerap membantu. Jadilah orang tua Keyla selalu menyerah menghadapi gadis itu. Membiarkan Keyla melakukan hal apapun yang dia mau.


Kring


Bel sekolah berbunyi dan pembelajaran dimulai. Jam demi jam berlalu hingga kini Zea, Keyla, dan Icha sedang berada di kantin. Sedangkan Alvin menghilang entah kemana.


"Kalau duit lo dicabut gimana Key?" ujar Icha sambil memakan makan siangnya.


"Ya kayak dulu, tinggal pergi aja ke arena! Dapet duit! Mudah banget, lagian gue masih punya simpanan kok. Jadi untuk beberapa minggu ini, no problem!" ujar Keyla. Zea dan Icha hanya mengangguk angguk kepala secara serentak.


Hingga bel berbunyi dan mereka harus kembali ke kelas masing masing untuk melanjutkan pelajaran.


•••


Kringg


Bel pulang berbunyi. Ketiga gadis itu plus Alvin berada di dalam satu mobil yang sama.


Alvin membawa mereka pulang kerumah Zea. Pria yang sedang mengemudi itu kerap pasrah ketika dirinya tak dihiraukan oleh ketiga gadis yang asik berbincang itu.


Hingga mereka sampai dirumah Zea.


"Mau mampir?" tawar Zea pada Alvin.


"Nggak usah! Aku ada janji!" ujar Alvin menolak.


"Ohw oke!" Zea mengangguk kemudian turun dari mobil bersama Keyla dan Icha.


"KEYLA!" bentak seseorang keluar dari rumah Zea setelah mendengar suara mobil Alvin dari luar.


Mama dan Papa Zea beserta kedua orang tua Keyla keluar dari rumah. Nampaknya mereka sedang menunggu kehadiran gadis itu.


Keyla terpaku sesaat, hingga saat ia sadar. Keyla ingin segera menjauh dari sana.


Grepp


Tangan Keyla di cekal.


"Mau kemana lagi?" ujar Zea cemas. Mata Zea melebar menggeleng pada Keyla.


Keyla memelas ikut menggeleng, ia tak ingin bertemu kedua orang tuanya. Zea dan Icha paham hal itu.


Zea segera berpikir cepat sebelum orang tua Keyla sempat mendekat. Dengan buru buru, Zea membuka pintu mobil Alvin, meminta kedua temannya itu masuk kedalam dengan cepat.


"Masuk! Buru!" ujar Zea.


"Zea! Jangan ikut ikut!" tegur Mama Tia.


Zea menggeleng menatap Mama Tia. Ia langsung memutari mobil Alvin, membuka pintu di samping kemudi. Zea masuk kedalam.


"Ayo Al! kita pergi, please!" pinta Zea pada pria itu.


Tok tok tok tok


Pintu kaca mobil Alvin diketuk kencang oleh ketiganya. Alvin menatap mata Zea penuh permohonan.


"Keyla! Zea! Icha! Keluar!" tegur Mama Tia dari luar.


"Keyla keluar!" bentak papa Keyla.


"Keyla keluar nak! Ayo bicara sama mama!" ujar mama Keyla.


Tok tok tok tok


Pintu kaca Alvin terus diketuk dengan keras.


"Alvin buka pintunya!" seru papa Hendra.


Alvin terus memfokuskan pandangannya pada Zea. Alvin mendekat pada Zea.


"Take and give! Beri aku hadiah nanti! Deal?" ujar Alvin setengah berbisik mengulurkan tangan.


Zea mengangguk dengan cepat. Ia menjabat tangan Alvin, "Oke! Akan kuberikan apapun!" ujar Zea refleks karena terlalu tegang.


Alvin kembali ke posisi dengan smirk. Ia menyalakan mesin mobilnya dengan segera ia meninggalkan tempat itu, mengabaikan suara suara yang memanggil mereka.

__ADS_1


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2