My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
45. Taruhan Rey


__ADS_3

Semua persiapan selesai, waktu 3 jam sudah habis, mereka dihimbau untuk naik kebus. Alvin dan Zea ingin naik ke bus ditahan oleh keempat pemuda itu.


"Alvin Zea!" panggil mereka.


"Kalian pakai mobil gue" serunya membuat Alvin menatapnya tajam.


"Mobil Geo lo bawa, dia mau gunain mobil yang lain" jelasnya.


"Yaudah gue bawa ke rumah King" mengambil kunci dari tangan Geo.


"Lo ikut kita drifting lah, Kalau sewaktu waktu mobilnya gue pakai gimana?"


Alvin menghela nafas tak habis pikir dengan cara mereka memaksakan kehendaknya.


"Yaudah!" Alvin pasrah membuat mereka senang tak karuan tapi masih menjaga ekspresi agar tak girang.


"Kita berangkat agak nanti, ajak juga cewek lo!" ucap mereka lalu pergi meninggalkan keduanya.


Alvin berbalik kearah Zea, gadisnya itu diam tak bersuara sedikitpun.


"Kamu naik bus aja, biar aku sendiri!"


Zea menggeleng, "aku ikut!" ucapnya.


Alvin menghela nafas, dirinya tahu Zea tak kan suka tempat itu. Makanya dia mengajak balik naik bus karena tidak ada minat ikut kegiatan Aodra kali ini.


Keyla dan Icha datang menghampiri merasakan keheningan diantara keduanya, "kalian kenapa?" tanya Keyla.


"Kita ikut acara drifting Aodra" jawab Zea. Mata Icha dan Keyla berbinar-binar.


"Wah asik dong! Kita juga ikut kalok gitu!" seru keduanya.


"Kamu kalok gak mau jangan dipaksa, mending naik bus. selagi busnya belum jalan" bujuk Alvin.


"Lo kenapa sih, orang Zeanya udah setuju juga. Malah disuruh naik bus. Jangan jangan dia mau cari cewek lain disana Ze, kan kalok acara gini pasti banyak cewek cewek seksi disana" Icha memanas manasi.


"Bener Ze, jangan dibiarin" tambah Keyla.


Alvin menghela nafas berat, "hal itu gak akan terjadi, hati gue udah milik Zea. Udah penuh sama nama Zea semuanya!" ujarnya.


"Siapa coba yang bakal percaya?" tanya Icha lebih tepatnya pernyataan, Zea yang mendengar hanya menampilkan senyum lebar.


"Trush me Ze" Alvin menggengam kedua tangan Zea, kemudian yang digenggam mengangguk bahwa ia percaya padanya. Kedua sahabat Zea memutar bola mata jengah melihat keduanya.


"Yaudah, yuk Ze, kesana!" ajak Alvin kekumpulan murid yang tidak ikut kedalam bus. Sahabat Zea mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


...****************...


Perjalanan mereka mulai ketika hari sudah gelap dan tepat pukul 10 malam sampailah mereka diwilayah drifting. Suara deru mobil saling bersautan.


Sepanjang jalan hanya terdapat beberapa lampu membuat jalan remang remang dan berkelok. Jalanan yang mereka lewati hanya dapat terlihat jika menggunakan cahaya dari lampu mobil.


Alvin mengendarai Bugattinya dengan santai berbeda dengan Zea yang sedikit menegang mengingatkan tentang saat dimana dia masuk kedalam dunia Zion.


Alvin menoleh kearah Zea menggengam tanggannya bahwa dia yang ada disamping Zea. Mendapat gengaman tangan dari Alvin membuat Zea tenang karena semenjak Zion berurusan dengan geng Aodra dimarkas. Pria itu tak lagi terlihat.


Alvin memarkirkan mobil dideretan mobil yang disana. Kedatangan mobil yang mereka kendarai membuat mata semua orang terkagum. Mengerubungi mobilnya.


Tanpa memperdulikan sorakan Alvin keluar dalam mobil dengan pandangan dingin membukakan pintu untuk Zea, sebenarnya Zea menolak tapi Alvin kekeh.


Rey yang melihat kedatangan Alvin dan Zea menghampiri mereka.


"Zea" panggil Rey. Zea menoleh, melihat bahwa Rey ada disana.


Sedikit mengherankan Rey yang notabenenya ketua osis bisa berada disini.


Zea mengangguk membalas sapaan Rey. Rey menatap pria disamping Zea tajam dengan tangan mengepal ketika melihat tautan tangan keduanya.


"Alvin! Bisa lo ikut gue sebentar" serunya. Alvin memasang smirk entah apa yang direncanakan pria didepannya yang selalu menatapnya dengan permusuhan.


"Oke" jawab Alvin.


Zea ragu untuk mengijinkan Alvin pergi tapi dia tak bisa mencegah ketika ditarik oleh kedua sahabatnya.


Alvin dibawa Rey ketempat lain sedikit jauh dari pandangan Zea. Alvin menatap pria itu datar dan tajam, begitu pula sebaliknya.


"Mari buat taruhan!" seru Rey. Alvin tersenyum sinis.


"Coba gue dengar" jawabnya.


"Lo balapan sama gue diarea. Yang kalah jauhin Zea" serunya. Alvin tergelak tawa mendengar penuturan Rey, karena tebakan dia akan apa yang Rey katakan tepat sasaran.


"Karena lo bikin gue ketawa, tantangan lo gue terima!" ucap Alvin mengusap sudut matanya yang berair.


"Tapi inget satu hal!" Alvin mengacungkan jarinya, "Setelah ini, sampai lo berani deketin Zea lagi. Lo bakal terima akibatnya!" serunya menatap tajam Rey.


"Hah! Gue heran dari mana rasa percaya diri lo muncul" ejek Rey pada Alvin dengan tawa meremehkan.


Pertandingan antara Alvin dan Rey dimulai. Alvin menghubungi Geo sebelum pertandingan agar Zea tidak melihat dia balapan dengan Rey. Karena Alvin tak ingin deretan kecurigaan Zea bertambah.


Balapan keduanya dimulai tanpa Zea sadari. Rey yang melajukan mobilnya dengan segenap kemampuannya, dirinya ingin menunjukkan bagaimana jarak antara dirinya dan Alvin. Namun dengan segenap kemampuannya itu dia masih tak dapat mengatasi jarak antara dirinya dan Alvin yang sudah maju melesat melewatinya, melewati tikungan tikungan tajam dengan mudahnya.

__ADS_1


Rey sampai digaris finish terlihat Alvin menunggunya sambil menyenderkan tubuhnya dibadan mobil dengan tangan terlipat. Buku buku jarinya mengepal, mencengkeram STIE mobil erat. Ingin sekali dia tanjap gas menubruk pria itu namun apa daya yang kesadarannya masih waras dan tak ingin mengakhiri hidupnya karena membuat kekacauan di area Aodra.


"See!! Gue menang dan ingat ini taruhan yang lo bikin" ucap Alvin enteng lalu pergi meninggalkan Rey dengan rahang mengeras dan tangan mengepal.


...****************...


Alvin menghampiri Geo yang memperhatikan Zea dan kedua sahabatnya. Menepuk bahu Geo membuat ia menoleh.


"Selesai?" tanyanya.


"Hm"


"Sorry! Julian sama Satya maksa gue!" ujarnya saat dirinya terlibat akan kehadiran Alvin disini.


"Nope" (No problem: gak masalah)


Keduanya diam sampai Alvin membuka suara, "Gue bawa Zea pulang!" ujarnya.


Geo menoleh hendak protes, "Kalok anak anak gak puas, suruh mereka hadepin gue" ungkap Alvin membuat dia tak lagi membuka mulut.


"Gue cabut!" Alvin menepuk bahu Geo singkat meninggalkan pria itu, mengajak Zea pulang. Jelas diterima dengan senyuman oleh Zea, walau Julian dan Satya hendak protes namun ditahan oleh Geo. Karena Alvin sudah muncul disini itu tandanya mereka menepati ucapan bahwa Alvin akan datang.


Keyla dan Icha pun juga memutuskan ingin pulang bersama Zea, walau sebenarnya mereka tidak rela. Tapi bagaimana lagi, mereka tak akan berani keacara drifting seperti ini jika tak ada Zea. Akhirnya mereka pulang menggunakam mobil Julian.


Alvin mengantar Icha lebih dulu, tapi Keyla ikut turun karena tak kuat lagi menahan kantuk dan memutuskan menginap dirumah Icha. Setelah itu dia menuju rumah Zea.


Keduanya sampai didepan rumah Zea. Alvin membantu Zea menurunkan tasnya yang ada dibagasi.


"Sini Al biar aku aja, kamu buruan pulang, kamu pasti lelah!" ucap Zea meraih tasnya dari tangan Alvin. Alvin tak mendebat ucapan Zea.


"Kalau gitu aku pulang, kamu masuk dan istirahat yang cukup, selama 2 hari aku gak akan datang biar kamu bisa istirahat, jangan keluyuran dan jangan lupa balas chatku" tutur Alvin mengusap rambut Zea.


"Kalok gitu aku pulang" Alvin meraih wajah Zea mengecup kening Zea membuat mata Zea memejam.


"Love you By" ujarnya setelah melepaskan kecupan didahi Zea, membuat Zea tak dapat lagi menahan senyumnya.


Zea kemudian berbalik karena gugup, Alvin memperhatikan Zea yang berjalan kearah pintu.


Ia menekan bel menunggu sebentar, Bi Jum membukakan pintu. Sebelum ia masuk gadis itu berbalik dan mengucap sesuatu dari bibinya yang membuat Alvin tersenyum.


"Love you too"


Dengan hati gembira karena mendapatkan balasan dari Zea, Alvin meninggalkan rumah Zea pulang ke apartemen karena ia akan tidur disana karena jaraknya lebih dekat.


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2