My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
106. pembully di Immanuel


__ADS_3

"Hah! Lelah gue" keluh Julian saat mereka sampai di kantin sekolah.


Mereka kembali ke sekolah Immanuel setelah lelah berkeliling kesana kemari demi memberi peringatan.


"Oii lu!" panggil Julian pada seseorang yang lewat.


"Ya?" pria itu mendekat kearah mereka.


"Pesenin gue es jeruk sama nasi goreng. Kalian mau gak?" tutur Julian pada yang lain.


"Gue mau late aja!" jawab Kenan.


"Lo?" tanyanya pada Geo.


"Gue samain kayak kenan!" ujar Geo.


Sedangkan Satya, pria itu masih diam dan merenung.


"Oii Sat" panggil Julian membuatnya tersentak dan menoleh.


"Apa?" tanyanya.


"Lo mau pesen apa? Bengong aja lu!" tukas Julian.


"Nggak deh, kalian aja!" balas Satya.


"Yakin lo gak mau?" tanya Julian.


"Iya " jawabnya.


"Yaudah." Julian mengendikan bahu. "Nasgor 1, es jeruk 1, sama late 2. Udah itu aja, nih duitnya. Buruan ya, gue udah laper soalnya!" titah Satya menyerahkan beberapa uang pada pria itu. Pria itu mengangguk dan segera pergi memesankan apa yang mereka mau.


"Lo kenapa sih Sat? Kusut banget! Bukannya udah beres ya?!" tanya Julian pada Satya yang masih merenung.


"Belum" jawab Satya.


"Ha? Emang masih tersisa siapa lagi sih? Sumpah, banyak banget yang gangguin tuh cewek, dan lo nya gak peka akan itu semua? Parah sih lo Sat!" tukas Julian menggeleng gelengkan kepalanya.


"Mana bisa gue peka dan tau kalau sikap dia saat ketemu gue selalu ngajak berantem. Image dia di mata gue itu, dia strong women. Masa sama gue aja berani sama yang lain nggak!" ujar Satya membela diri.


"Dia berani sama lo karena dia udah kenal lo dari lama Sat. Lagian masa lo gak mikirin cewek cewek disekitar lo, bisa aja mereka cemburu dan iri sama Icha dan berakibat buruk sama tuh cewek!" ujar Julian.


"Hah! Dia coba tutupin itu semua dari gue Jul! Dia tutupin itu dari gue! Mana tau gue kalau dia seperti itu. Bahkan ortu gue aja gak tau soal masalah Icha dibully karena keluarga Icha yang juga menutupi. Gimana gue bisa tau masalah ini kalau dianya aja nutup akses buat gue?" Satya menunjukkan emosinya.


"Tapi bisa aja lo cari tau seluk beluk tentang kesaharian dia apa lagi lo itu_" kata Julian terpotong.


"Oke stop! Udah Jul, Hal seperti ini emang gak terduga. Satya gak tau hal ini. Jadi stop, dari pada berdebat kayak gini mending kalian mikirin solusi gimana ngehadapin sisanya" Geo bersuara.


Kemudian keduanya diam dan saling merenung.


"Gue gak akan lepas tanggung jawab Jul! Gue akan beresin ini semua dan minta maaf ke dia" tutur Satya.

__ADS_1


"Oke bagus deh kalau gitu! Gue dukung apapun yang bakal lo lakuin, gue akan bantuin lo!" ujar Julian.


"Thanks bro" ujar Satya. Keduanya tersenyum.


"Tapi sebelum itu! Gue mau makan dulu. Laper gue!" ucap Julian melihat pria yang membawakan pesanannya.


Pria itu meletakkan pesanan mereka dimeja.


"Thanks" ujar Julian dan diangguki oleh pria itu.


Bau nasi goreng dari Julian sangat menggugah selera. Julian merapikan tata letak nasi gorengnya juga minumannya dan Satya memperhatikan itu sedari tadi.


"Enak tuh kayaknya! Gue mau Jul!" ujar Satya mengambil sendok Julian tanpa permisi.


Hap


Satya melahap nasi goreng Julian masuk kedalam mulutnya membuat Julian yang masih belum selesai menjawab tercengang.


"Nasi goreng gue!" pekik Julian tersadar.


"Minta dikit!" ujar Satya kembali memasukan nasi goreng kedalam mulutnya dengan takaran sendok makan yang menggunung.


Geo dan Kenan yang melihat ekspresi Julian tertawa.


"Yang sabar bro!" ejek Kenan pada Julian.


"Temen luknut emang Lo sat!" keluh Julian menatap sinis pada Satya. Yang ditatap hanya bisa cekikikan.


Julian mengambil sendok diatas piring yang sudah diletakan Satya kembali . Ia menyendok nasi gorengnya dengan tatapan nanar karena porsinya sudah berkurang.


"Udah selesai?" tanya Satya yang melihat piring juga gelas di meja yang sudah kosong tak terisi.


"Udah!" jawab mereka, sedangkan Julian hanya menjawab seadanya karena ia masih kesal Satya mencuri nasi gorengnya.


"Sekarang lo mau apa? Kita ikutin lo!" tutur mereka mendukung Satya dari belakang.


"Gue akan keruang siaran dan panggil mereka semua yang terlibat!" ucap Satya diangguki yang lain.


"Oke lo duluan!"


Satya bangkit dan mereka juga bangkit dari duduknya. Melewati lorong, menuju ke ruangan siaran. Sesampainya disana mereka menyalakannya.


"Permisi! Bagi nama nama yang gue panggil silahkan datang ketaman Aodra saat ini juga!" tutur Satya dengan nada dingin menggema di seluruh sekolah dan hal ini dapat didengar oleh Zea, Icha, Keyla dan Alvin yang ada di dalam kelas.


"......." Satya mulai bersuara memanggil Nama nama yang tertera dihandphonenya.


Para murid yang ada didalam kelas dibuat sangat keheranan. Bahkan ada yang bersorak gembira karena Satya memanggil namanya. Ia pikir pria itu akan memberikan kejutan padanya.


Setelah selesai menyebut nama nama mereka. Ia, Kenan, Julian, dan Geo pergi ke taman belakang yang sudah ada beberapa orang.


Mereka kedatangan beberapa orang disana. Bahkan ada yang tidak ia panggil namanya juga ikut datang.

__ADS_1


"Yang tidak gue panggil silahkan pergi dari sini sebelum gue murka!" ujar Satya membuat mereka takut dan meninggalkan tempat itu dan hanya tersisa mereka mereka yang ia panggil tadi.


"Hai Satya, Kenan, Geo, Julian" sapa para gadis itu mencairkan situasi namun diabaikan oleh mereka.


Pandangan Satya menelisik kearah mereka. Emosinya yang semula stabil kini meningkatkan karena mengingat apa yang mereka lakukan pada Icha.


"Kalian_!" Satya bersuara.


"Apa kalian ingat apa lakukan pada Icha, Ha?!" tanya Satya dengan nada tajam membuat mereka menegang. Mereka tau apa yang dimaksud Satya.


"Maksud kamu apa Sat?" tanya Salah satu diantara para gadis itu pura pura tak mengerti.


"Mengirim pesan pesan ancaman pada gadis itu. Menggunakan bahasa kotor dan tercela pada gadis itu. Membuat masalah dengan menyenggol atau menghina Icha saat berada disekolah. Apa lagi? Kalian pikir gue bakal diam aja atas apa yang kalian lakukan?" ujar Satya murka.


"Satya Satya, bukan seperti itu. Kita cuma main main! Benerkan guys?!" ujar Salah satu wanita membela diri. Gadis gadis yang lain mengangguk menyetujui.


"Main main kalian bilang? Karena kalian suka main-main, ayo kita bermain. Berlutut sekarang juga!" sentak Satya kemudian beberapa orang disana menurut karena takut.


"Sialan! Siapa kalian beraninya berbuat seenaknya kayak gitu ha?" Satya murka dengan tangan yang mengepal.


"Maaf Satya kita salah! Kita janji gak akan lakuin itu lagi" pinta salah satu gadis.


"Kalian pikir bisa lepas seenak itu ha? Gak bakal, gue jamin! Karena mulai hari ini kalian akan menjadi budak di Immanuel school!"ujar Satya menegaskan.


"Jangan harap kalian bisa sekolah dengan tenang setelah ini!" lanjutnya menegaskan.


Ucapan Satya membuat mereka menegang dan serasa tak percaya.


"Mampus! Rasain kan lo! Sirik banget jadi cewek" tukas Julian mengejek.


"Sebagai langkah awal! Bersihkan taman Aodra yang sudah berantakan kini. Jangan ada sampah yang tertinggal dan bunga bunga ditaman yang rusak atau kalian tanggung sendiri resikonya." titah Satya masih dengan nada yang dingin.


Mereka kemudian mengangguk dan mulai tergesa gesa membersihkan taman Aodra ditengah matahari yang terik kini.


Satya melihat kearah pekerja dadakan yang dapat dilihat mereka bekerja dengan peluh di tubuh mereka.


Mereka terus bekerja dengan Satya yang terus mengawasi ditempat yang teduh. Ia tak mengindahkan rengekan para gadis itu yang lelah, kepanasan, kehausan, bahkan ada yang sampai tumbang. Satya bersikap datar, tak memperdulikan maupun merasa kasian karena ia tahu gadis itu hanya berpura pura.


"Oii bangun! Kalau lo terus pura-pura. Jangan salahin gue ngehukum lo dengan hal yang lebih buruk dari hari ini!" ancam Satya dengan suara keras terdengar di telinga gadis itu. Gadis itu buru buru bangkit dengan sedikit berpura pura.


Satya terus memperhatikan kearah para gadis yang sedang kesusahan itu dengan hati dingin. Mereka layak mendapatkannya, bahkan apa yang saat ini mereka terima masih belum cukup sebagai balasan untuk Icha, batin Satya.


"Satya!" panggilan suara dari belakang membuat mereka menoleh.


Icha datang bersama Zea, Keyla, dan Alvin.


"Apa yang lo lakuin?" tanya gadis itu.


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak,


Happy Reading ♡♡


__ADS_2