
Zea melihat pertandingan yang kini berada dilapangan sedang berlangsung sengit, tapi walau begitu skor Immanuel school lebih unggul.
"Go Kenan go Kenan go!"
"Julian semangat"
"Cowok dengan headband biru semangat! Ganteng banget sih!"
"Iya ganteng, Kalau nggak salah namanya Daniel" ujar gadis disebelahnya.
"Daniel semangat!"
Para perempuan yang berada di lantai atas melihat pertandingan ikut berjerit menyoraki permainan mereka. Walaupun sebelumnya mereka sudah diusir supaya tidak membuat gaduh, namun para gadis itu justru melawan lantaran tak terima, kenapa Zea dan kawan kawan diijinkan sedangkan mereka tidak. Akhirnya sang pelatih melerai dan membiarkan para gadis itu untuk menonton.
Prit prit pritttt......
Peluit berbunyi panjang mengakhiri pertandingan.
Daniel yang membawa bola diakhir permainan melempar bolanya kecewa kelantai, membiarkan memantul dan menggelinding. Padahal ia berusaha untuk membuktikan seberapa hebat dirinya pada Zea namun alhasil dia kalah. Apalagi saat permainan ada Alvin yang selalu menghalangi dalam mencetak poin. Membuat permainan basket Daniel seketika pudar.
"Oii nih ada pizza! Mau kagak? Buruan! Gue dah ngebet pengen dari tadi" seru Icha berteriak pada sekumpulan pria didepannya.
"Huss Cha!" seru Keyla menegur.
"Habis gue udah gak sabar Key! Dah pengen dari tadi!" ujar Icha berseru.
Mereka memang menunggu agar para pria didepannya itu selesai agar bisa makan bersama. Sedangkan Icha sangat kesal lantaran sedari tadi ia benar benar tak sabar bahkan semenjak makanan mereka telah datang, walau yang mengantar bukanlah Joe melainkan satpam gerbang sekolah yang dimintai Joe untuk membawa pesanan Zea, Keyla, dan Icha masuk kedalam sekolah.
Zea disamping kedua gadis itu membiarkan karena saat ini ia sedang berhadapan dengan Alvin yang kini menyeka keringat dengan handuk.
"Hai Ze!" sapa Daniel datang kembali.
"Hai" sapa Zea balik.
"Boleh gue minta minum lo? Minum gue habis nih!" ujarnya melihat kearah botol minum yang Zea pegang.
Alvin melirik kearah Daniel sinis, mengambil botol minum Zea.
"Ini milik gue" ujar Alvin menegaskan. Alvin lantas membuka penutup botol Zea, meminum air yang tersisa setengah didalamnya dihadapan Daniel langsung hingga habis.
Daniel yang melihat itu seketika terdiam.
"Maaf!" ujar Zea enggan.
"Gak papa kok Ze" ujar Daniel mengulas senyum.
__ADS_1
"Ekhm nih Dan, lebih baik lo minum punya gue aja" ujar teman Daniel dibelakangnya, memberikan minumannya pada Daniel.
"Thanks" ujar Daniel, menerima.
"Bro! Makan pizza bareng bareng yuk" ujar Geo ramah pada tim lawan latihan.
"Wih seru nih! Bolehlah" ujar teman Daniel mendekat kearah Geo sambil menarik Daniel.
Zea hendak menoleh kearah samping. Dimana Icha dan Keyla yang sedang unboxing kotak pizza, namun pandangan Zea dihalangi oleh tubuh Alvin yang menutupi. Lantaran Alvin tak ingin Zea melihat Daniel yang juga ada disana.
"Jangan dilihat" tegas Alvin dengan sorot mata yang dingin. Zea tak bersuara namun mengangguk kecil, mencoba kembali bersabar akan sikap cemburu Alvin saat ini.
Tapi Daniel terus menerus menunjukkan rasa ketertarikannya pada Zea. Terus menerus melempar senyum pada Zea saat pandangan keduanya bertemu karena ketidak sengaja, hingga hal itu membuat Alvin muak.
"Ge, ini udah selesai kan?" tanya Alvin berbalik pada Geo.
"Lah baru sekali main Al!" jawab Geo mengambil pizza dari box.
"Gue ada urusan, gue balik dulu! Lo ijinin Gue!" ujar Alvin pada Geo. Alvin mengemasi barang barangnya dan botol minum Zea masuk kedalam tasnya, kemudian mengambil jaket yang ada di dalam tasnya menyampirkan kelengang. Alvin membawa tasnya juga tas Zea.
"Ayo" ajak Alvin merangkul bahu Zea.
"Lah Al! Mau kemana? Kita kan masih istirahat" ujar Satya melihat Alvin hendak pergi membuat tim lawan yang sedang menikmati pizza bersama ikut melirik kearah Alvin. Dimata mereka Alvin merupakan seorang pro basket lantaran pria itu yang paling banyak menyetak poin saat pertandingan kali ini dan skill Alvin dibilang sangat jago.
Julian dan Satya hendak mengejar.
"Biarin aja" cegah Geo. Membuat keduanya menatap heran kearah Geo. kenapa tidak menghentikan Alvin? Apalagi yang mereka lihat Alvin seakan menahan kesal juga marah dan itu yang membuat mereka takut.
"Loh itu Alvin mau kemana?" tanya sang pelatih melihat Alvin yang berjalan ke pintu keluar.
"Alvin sedang ada urusan pak! Dia bilang ke saya, ijin pulang dulu" ujar Geo menyampaikan.
Icha dan Keyla yang ada disana ikut bingung saat Zea kembali meninggalkan keduanya.
"Dia siapanya Zea sih?" tanya Daniel ikut heran pada anggota geng Aodra didekatnya. Lantaran sikap Alvin yang seenaknya membawa Zea pergi.
"Pacar" jawab Kenan. Membuat udara disekitar Daniel seakan berkurang.
"Serius?" tanya Daniel tak percaya.
"Iya, Itu Alvin, pacar Zea" timpal Geo.
"Bro karena gue baik. Gue saranin ke lo, mending lo jangan ngarep sama Zea atau deketin Zea lahi, kalau nggak bisa bisa lo.." ucapan Julian terhenti menunjukan peragaan leher yang dilibas namun hal itu tak terjadi karena mendapat senggolan dari Satya. Memberitahukan bahwa masih ada Keyla dan Icha dengan melirik kedua membuat Julian membuka mulut.
'Hampir aja keceplosan' batin Julian.
__ADS_1
"Kalau nggak apa Jul?" tanya Icha penasaran.
"Emm, kalau nggak... Itu kalau nggak bisa bisa lo bakal lebih patah hati.. Hahaha!" seru Julian sambil cengengesan.
"Ohw kirain" seru Icha.
Dilain sisi Zea dibawah keluar oleh Alvin.
"Al, tunggu!" ujar Zea namun Alvin seakan tak mau tahu terus menggenggam tangan Zea berjalan cepat ingin meninggalkan sekolah.
Zea terus memanggil Alvin karena ia sadar bahwa dirinya kembali meninggalkan Icha dan Keyla disana. Bisa aja keduanya juga ikut kebingungan dan kesal padanya.
"ALVIN" Bentak Zea membuat Alvin kaget langsung menoleh melihat Zea.
"Bisa nggak sih lo jangan semena mena begini! Gue capek tau nggak" sentak Zea frustasi hingga ucapan Lo-Gue kembali muncul dari lisan Zea.
Tentu saja Alvin yang mendengar itu menjadi semakin marah. Tak tahukah Zea bagaimana cemburunya dia sekarang karena ada pria lain yang terus menebarkan senyum pada Zea. Bahkan Alvin sempat mendengar percakapan Daniel dan temannya yang mengatakan bahwa di pertandingan kali ini Daniel akan mencoba mengesankan Zea. Bahkan dengan tak tanggung tanggung Daniel mengatakan untuk mencoba mendekati Zea.
Alvin yang tidak mau hal itu terjadi diliputi amarah mencoba menghalangi Daniel. Walau poin yang biasanya ia cetak kali ini lebih sedikit dari biasanya karena Alvin yang terlalu fokus pada Daniel membuat tanpa sadar bola Alvin direbut.
"Kamu berani sama aku sekarang" ujar Alvin memegang bahu Zea erat.
"Gara gara tuh cowok, kamu kembali berani sama aku?! Jawab! Kamu mau aku habisi dia ,ha?" marah Alvin pada Zea.
"Bu, bukan gitu Al! Maaf aku salah ngomong. Tapi gak seharusnya gara gara itu kamu jadi marah dan ninggalin latihan dengan seenaknya begini" ujar Zea berusaha sabar menghadapi Alvin yang marah.
"Alasan!" seru Alvin langsung kembali menarik Zea dengan erat hingga Zea kesulitan mengikuti langkahnya.
"Ikut!" sentak Alvin.
Alvin sampai diparkiran membawa Zea masuk kedalam mobilnya, menutup keras hingga menimbulkan suara
Bakk
Kemudian Alvin berputar cepat masuk kedalam pintu kursi pengendara membuang semua barang yang ia bawa kebelakang menyisakan jaketnya yang kemudian ia pakai.
Alvin menoleh kearah Zea yang seakan terpaku dan mematung ditempat. Tubuh Alvin condong ke arah Zea mengambil seatbelt disamping Zea. Alvin yang bergerak kearahnya, mendorong badan Zea agar menyender, lantas membuat Zea memejamkan mata hingga bunyi cklikk dari seatbelt yang terpasang membuat mata Zea kembali terbuka sedikit demi sedikit.
Alvin sudah tak ada didepannya. Zea tak tahu apa yang kini Alvin lakukan karena Zea tak berani menoleh. Hingga mobil Alvin menyala dan melaju keluar dari area sekolah dengan kecepatan tinggi. Bahkan dijalan, Alvin tak mematuhi rambu-rambu yang ada, menyetir mobilnya membalap pengendara didepannya. Ngebut ngebutan dijalan, mengabaikan makian orang orang akan kelakuan meresahkan Alvin.
Hingga beberapa menit kemudian tibalah mereka di gedung apartemen Alvin.
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
__ADS_1