My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
28. Bekal


__ADS_3

Zea berjalan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit ditubuhnya. Zea berjalan menuju lemarinya memakai pakaiannya. Zea menggunakan kaos putih polos dengan celana pendek yang biasa dia kenakan saat menggunakan rok.


Taukah kalian, sekarang hatinya sedang berbunga bunga. Karena apa? tentu saja karena kini dia dan Alvin cowok nerd itu resmi berpacaran. Sepertinya layaknya gadis kasmaran ala remaja lainnya.


Zea yang biasanya harus diteriaki oleh sang mama karena sering susah bangun kini bangun lebih awal. Ada mukjizat apa sampai membuat dirinya bisa bangun awal seperti ini. Mungkin karena pengaruh dari efek bunga bunga yang sedang merekah dalam dirinya membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.


Zea kini berjalan menuruni tangga menuju kearah dapur. Senyuman tak lepas dari wajah gadis itu. Dirinya berniat membuat bekal untuk dirinya dan Alvin lantaran tadi malam dirinya mendapat pesan dari pak Burhan bahwa nanti mereka akan melakukan latihan untuk syuting film.


Hal itu membuat Zea senang dua kali lipat. Kenapa? dengan adanya latihan itulah mereka termasuk dirinya dapat menghindari pelajaran yang memuakan dan bikin jenuh. Walaupun nilai nilai Zea dikategorikan sebagai nilai yang bagus namun dia tidak menyangkal bahwa belajar itu hal yang bikin pusing tujuh keliling.


Apalagi jika yang mengajar bikin ngantuk, loyo, dan pusing. Walau belajar itu emang penting tapi jika terlalu berlebihan bakal membuat otak down. Sekali kali mereka butuh istirahat alias break. mereka harus refreshing otak sejenak.


"Pagi Ma, pagi mbok Jum." sapa Zea ke Mama Tia dan Mbok Jum yang baru kembali setelah ijin cuti.


"Pagi."


"Eh tumben anak mama jam segini udah bangun, biasanya masih molor!" Zea tersenyum simpul menanggapi ucapan mama Tia, karena itu adalah fakta.


"Zea mau bikin bekal ma, bantuin ya ma!" pinta Zea pada mama Tia.


Zea bukanlah gadis yang sempurna. Semua orang pasti punya kelebihan dan kekurangan masing masing. Dan yang menjadi kekurangan Zea saat ini adalah Kemampuan Zea dalam memasak yang 0 persen. Ah maaf ralat sepertinya terlalu berlebihan jika dianggap 0 persen. yah!! mungkin sekitar 15 persen. karena Zea cuma bisa bikin mie rebus saja.


maklum Zea sangat jarang berkutat dalam urusan dapur. mungkin hanya saat dirinya lapar dan memutuskan belajar membuat mie instan sendiri atau saat membantu mama Tia yang lagi senggan membuat kue dan hanya sekedar membantu membetuk saja.


oke balik ke kondisi saat ini,,


"Tumben kamu mau bikin bekal sendiri?" heran mama Tia.


"He-he, Zea mau bikin bekal buat Alvin ma." Zea tersipu mengutarakan niatnya.


Mama Tia memicingkan mata, "aduh aduh anak mama yang lagi kasmaran." goda Mama Tia mencolek colek pipi Zea.


"Atau jangan jangan kamu udah jadian sama Alvin ya?!" lanjut Mama Tia semakin membuat Zea merona malu. Zea hanya bisa mengangguk menjawabnya.


"anak mama udah besar ternyata, udah mulai pacar pacaran!"


"He-he, Ma bantuin Zea ya!" pinta Zea dengan senyum termanisnya semanis gula membuat siapa saja meleleh melihatnya.


Mama Tia menyambut hangat senyuma Zea lalu mengangguk. "tentu mama bakal bantu, yuk kita bikin!" Ajak Mama Tia merangkul anaknya itu.


Zea berkutat dengan alat dan bahan didapur dengan arahan mama Tia. Sesekali gadis itu kesusahan dan melukai jarinya.


"Aduh!" pekik Zea. Mama Tia menoleh melihat kearah jari telunjuk Zea yang berdarah dan memegang tangan Zea mengarahkan kearah wastafel membuat air mengalir membasahi tangannya.

__ADS_1


"Bi tolong ambilin plaster luka ya." pinta Mama Zea, dengan cepat bi Jum mengambilkannya. Mama Tia membalut jari Zea dengan plaster.


"Sakit sayang?" tanya Mam Tia khawatir.


"gak apa kok ma, perih dikit aja. Zea lanjutin motongnya lagi ya ma." ucap Zea hendak melanjutkan aktivitas memotong yang tertunda.


"Biar mama aja ya sayang yang siapin." tawar Mama Tia, Zea mengaggeleng tak setuju.


"Gak usah ma Zea aja, Zea bakal lebih hati hati kok ma." Zea kembali melanjutkan kegiatannya dan kini Zea mulai menumis bawang untuk membuat nasi goreng dengan arahan Mama Tia.


Zea menjaga jarak saat memasak takut minyak muncrat ketangannya. sesekali dirinya bergidik saat melihat minyak itu meletup, untung dia menggunakan sedikit minyak untuk menumis.


Setelah selesai dengan nasi gorengnya, Zea menyisihkannya dan mulai membuat telur yang sudah dia kocok sebelumnya dan menggorengnya di eggpen khusus namun hasilnya gagal. Tak menyerah Zea membuat lagi dan hasilnya gagal lagi dan kini mama Tia membantu Zea, jika tidak habis sudah telur untuk bahan percobaan Zea.


Selepas dari telur Zea juga menggoreng sosis, nugget, dan chicken egg roll yang merupakan Frozen food. Berbeda dengan memasak nasi goreng dan telur tadi, kini penggorengan penuh dengan minyak dan beberapa kali minyak itu muncrat membuat Zea mengaduh Karena tangan mulusnya terkena letupan minyak.


Mama Tia menggeleng gelengkan kepalanya melihat perjuangan sang putri dengan senyum bangga.


Setelah semuanya selesai dengan penuh perjuangan, Zea mulai menghias bekal makannya secantik mungkin. Zea mencetak nasi goreng yang dia masak menggunakan bentuk beruang dan mengambil nasi putih dari rice cooker membentuknya menjadi bentuk kelinci. Tak lupa Zea memberikan detail mata dan mulut pada keduanya, Zea juga menambahi sayuran yang dia bentuk sebagus mungkin. Kalok soal dekor mendekor seperti ini Zea jagonya.



...(anggep aja kayak gini)...


Zea kemudian membuat satu bekal lagi namun tidak ia hias, namun dia tata Serapi mungkin untuk dia berikan kepada para sahabatnya itu. Zea juga lantas mengambil sebuah wadah untuk ia masukan lauk yang tersisa termasuk telur gagalnya itu.


Ting tong


Suara bel berbunyi. Bi Jum berinisiatif membukakan pintu. Tak berapa lama Bi Jum kembali dan memberi tahukan bahwa Alvin telah datang. Hal itu membuat Mama Tia dan Zea mengernyit kebingungan. Pagi sekali dia datang! seru Zea.


Disisi lain mama Tiamenatap kearah jam dan tersentak kaget.


"Astaga Ze! lihat itu kearah jam. kamu gak siap siap apa?!" Sentak Mama Tia membuat Zea menoleh kearah jam dinding yang ditunjuk Mama Tia.


Mata Zea membola dan panik, "Terus ma, ini gimana?" tanya Zea melihat kekacauan sehabis memasak yang dia buat.


"Udah gak usah pikirin, kamu naik sana siap siap. Ini biar mama sama bi Jum yang beresin." Ucap Mama Tia membuat Zea bergegas menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


"Makasih ma."


Zea menaiki tangga dan menuju kearah kamar mandi dikamarnya guna mencuci tangan. Karena jari tangannya ditempeli plester luka Zea membukanya membuat meringis dan membuang ke tempat sampai. Zea ala menggantinya nanti karena ditasnya dia mempunyai plester luka yang siap sedia.


Zea sudah terlihat rapi dengan seragamnya dan plester lukanya juga sudah diganti. Dengan wajah polos dengan rambut yang terurai Zea menuruni tangga dengan tas dipunggungnya. Dia setengah berlari karena jarum jam terus berputar.

__ADS_1


Zea menghampiri Papa dan abangnya yang kini sedang berbincang bincang akrab dengan Alvin. Disana juga ada mamanya dengan tas bekal yang tadi Zea siapkan.


"Lama banget Lo dek, Alvin dah nungguin Lo dari tadi." tukas Bang Arka.


Bang Arka dan Papanya sedari tadi dikamar dan baru keluar selepas dia naik tangga dan masuk kamar.


"Maaf deh, yuk Al berangkat." ajak Zea kearah Alvin.


"Oh ya, Ini Ze bekal kamu." Mama Tia memberikan tas bekal yang dibuat oleh Zea. Zea menerimanya dengan senang.


"Ma, Pa, Bang! Zea pamit ya." ucap Zea menyalimi mereka diikuti dengan Alvin.


"Tante, Om, bang. Kami berangkat dulu ya." Pamit Alvin.


"Hati hati ya."


Keduanya kemudian berangkat menuju sekolah. Zea menyuruh Alvin mengebut lantaran mereka akan benar benar telat jika bersantai ria. Tidak ada percakapan diantara keduanya selepas mereka memasuki gerbang, Zea bernafas lega. Hampir saja mereka telat.


Zea dan Alvin kini berada diparkiran. Alvin membantu Zea yang sekarang ini notabenya adalah pacarnya. Alvin menatap kearah tas bekal yang Zea bawa dan pandangannya tertuju oleh jari Zea yang terbalut plester.


Alvin meraih tangan Zea dan melihat jari telunjuk Zea. "Ini kenapa?" tanya Alvin tajam.


"Eh gak apa kok, cuma kena gores aja." jawab Zea.


"Yaudah yuk masuk kelas, keburu gurunya masuk." ajak Zea, Alvin menurut lantaran menggenggam tangan Zea.


Zea mengajak Alvin berlari setelah mendengar bel berbunyi. Alvin mengikuti langkah kaki gadis itu. Save! aman! Zea sampai kelas dengan nafas ngos-ngosan, beda dengan Alvin yang nampak tak terjadi apapun.


Zea menuju kearah bangkunya melepaskan pegangan tangan Alvin menuju kearah sahabatnya itu. Alvin mengekor dari belakang


"Kenapa Lo Ze kek habis dikejar anjing tau gak?!" Zea tak memperdulikan duduk kebangkunya mengambil botol minum yang disiapkan Mama Tia kedalam tas bekal. Zea menawari ke Avin dan dijawab gelengan oleh pria itu.


"Widih bawa apaan Lo Ze, banyak banget!"


"Udah ah berisik Lo, tuh gurunya dan masuk."


"Ih Lo mah gitu!"


"sttt, tenang! ntar lo juga tau."


Kemudian pelajaran dimulai...


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Hai hai, masih pada nungguin gak nih!! Maaf ya kalok gak bisa up tiap hari, habis aku nulisnya kalok mood aja. Kalok gak mood gak muncul kata katanya diotak. mohon maklum 😄🙏


__ADS_2