
Zea Pov
"Hah, lega!!" seruku keluar dari bilik toilet.
Aku menghadap kaca, melepas masker dan topiku, kemudian mencuci muka.
"Ah!!" seruku tersentak kaget. Tanpa sadar aku membasahi wajahku yang tertutup riasan.
Dengan cepat ku ambil tisu di dalam tas kemudian menyeka seluruh wajahku.
"Hah! Luntur deh jadinya, mana gak bawa make up lagi!" seruku saat melihat warna gelap diwajahku memudar.
"Sudahlah! Ayu pasti udah nunggu lama"
Ku buang tisu yang baru ku pakai di tempat sampah kemudian keluar dari kamar mandi.
Brakk...
Aku tersentak kaget saat tubuhku tiba tiba terdorong hingga ke dinding. Aku mendongak kemudian membelak. Jantungku berdetak dengan kencang.
"Akhirnya ketemu!!" ujarnya membuatku shock hingga tak bisa berkata.
'Jadi aku tadi, tidak salah lihat! itu memang dia' batinku mencerna situasi saat ini.
Bibirku terkatup rapat tak bisa berbicara.
Aku memandangnya dengan tatapan dalam begitupun dia. Diantara kami tak ada yang berbicara sama sekali.
Hingga perkataan Alvin menyadarkanku.
"Sudah puas?" tanyanya memandang ku dengan tatapan yang sulit ku mengerti.
Ctakk..
Ku tepis tangan Alvin yang memegang ku, membuat ku kini saling berhadapan dengannya.
"Aku harus pergi! Temanku sedang menunggu" ujarku tanpa basa basi, menegaskan pada Alvin.
Alvin tersenyum smirk lalu tertawa kecil.
"Hahaha! Lucu sekali. Sepertinya kamu menganggap enteng diriku Zea !!" tutur Alvin dengan ketus. Matanya menatapku tajam, hingga aku tak berani melihatnya langsung.
Sejujurnya aku sedikit takut, tapi aku berusaha berani. Aku mencoba tuk tak merespon dan mencari cela dengan memandang mata hitam Alvin. Tapi seluruh raut wajah Alvin tak bisa terlihat olehku. Aku tak tau bagaimana perasaan Alvin saat ini, apakah pria di depanku ini marah? Senang? Sedih? Kecewa? Aku tak bisa merasakan emosinya.
'Jika sekarang aku bilang aku tak mengenalnya sepertinya terlalu mendadak dan tak masuk akal. Ia tak akan percaya!' batinku berpikir.
"Zea! Kamu dimana? Ini kamar mandinya disebelah mana sih?" panggil seseorang dari jauh seperti sedang mencari diriku.
Aku menoleh ke arah lorong keluar kamar mandi.
"Sedang melihat apa?" tanya Alvin tak melepas pandangannya padaku bahkan sedetikpun.
__ADS_1
"Aku harus kembali! Mereka mencari ku" ujarku berharap Alvin berbelas kasih. Walaupun aku sendiri tak yakin bahwa Alvin akan melepaskan ku.
Ku dorong sedikit badan Alvin agar pria itu menyingkir dan dengan cepat aku keluar dari kamar mandi.
Aku tersentak kaget saat keluar dari kamar mandi, ternyata ada Joe yang berdiri di samping lorong yang seperti sedang menunggu.
Tap
Aku kembali tersentak karena dari belakang Alvin dengan tiba tiba mengenggam tanganku.
"Zeara!!" panggil seseorang dari jauh mendekat. Aku menoleh melihat Ayu yang datang padaku.
Ku toleh kembali pada Alvin yang tampak acuh.
"Apa mau saya singkirkan tuan? Agar anda bisa bicara berdua dengan nona Zea!" tukas Joe tiba tiba membuatku kaget dan menoleh.
Ku lihat Ayu yang semakin mendekat.
"Kita bicara lain waktu! Aku harus pergi sekarang. Ya? Please!!" mohon Zea menahan tangan Alvin yang masih menggenggam tangannya.
Alvin dihadapanku seakan tak bisa berkata bahkan sekarang pria itu diam tak tahu apa yang ia pikirkan.
"Zea" panggil Ayu sampai di dekat ku. Ia melihat kearah dua laki laki di sebelah ku dengan takut.
"Ini siapa Zea? Kamu kenal?" tanya Ayu padaku.
Aku bingung harus menjawab apa.
Aku kembali melihat kearah Alvin dan berpikir dengan tenang.
'Sepertinya tak bisa dihindari lagi!' pikirku serius.
"Kembali denganku" ujar Alvin membuka suara setelah diam beberapa saat.
Aku meneguk ludah merasa khawatir.
"Ayo bicara dulu! Kita cari tempat yang tenang. Em Yu, apa kamu bisa kembali dulu ke lain. Aku mau bicara sebentar dengan Alvin" tutur ku mantap.
Alvin nampak tak bergeming dengan keputusan ku yang tiba tiba.
"Joe antarkan!" perintah Alvin bahkan tidak menoleh sedikitpun.
"Baik Tuan! Mari!" ujar Joe menuntun Ayu untuk pergi.
Ayu nampak melihat ku dan aku mengangguk sebagai jawaban.
'Pergilah!' batin ku mengkode Ayu untuk pergi. Setidaknya jika aku kenapa napa, aku bisa memiliki Ayu sebagai jaminan untuk mengadu kepada orang tua ku.
...****************...
Author POV
__ADS_1
Ayu mengikuti kemauan Zea. Ia pergi bersama Joe menuju tempat teman-temanya berada.
"Loh Yu! Kok sendiri? Ara mana?" tanya Dea melihat Ayu datang namun tak bersama Zea.
"Ini siapa?" tanya Febi melihat kearah Joe.
Joe tampan namun ia terlihat seram dimata mereka.
Ayu menggeleng, "Nggak tau! Zea bilang ini kenalanan lamanya. Kurang ngerti juga" ujar Ayu menjawab pertanyaan mereka.
Joe tak banyak bicara, bahkan tak menyapa saat ia ditanya tentang identitasnya membuat mereka canggung akan kehadirannya.
Hingga 1 jam berlalu, namun Zea juga tak kunjung kembali. Sedangkan Ayu disana nampak gelisah karena orang tua Zea menitipkan Zea untuk dijaga olehnya sebelumnya, begitupula orang tuanya yang menyuruhnya untuk mengawasi Zea.
"Aku khawatir! Aku mau pergi cari Zea dulu" tutur Ayu bangkit dari duduknya.
Joe dengan sigap menghadang, mencegah Ayu untuk pergi. Sontak apa yang dilakukan Joe menjadi pusat perhatian teman teman Zea.
"Jangan mencari dan tetap disini! Tuanku akan datang jika ia ingin!" seru Joe memperingati.
Teman teman Zea nampak melihat Joe aneh. Apa apaan dengan kata kata tuan dan kalimat formal yang ia ucapkan. Mereka sama sekali tak mengerti.
Ayu menyingkirkan tangan Joe yang menghadangnya.
"Budhe nitip Zea ke aku, jadi aku harus cari Zea sekarang, kalau gak bapak sama ibuku bakal marah ke aku jika Zea kenapa napa" tegas Ayu merasa ia tak boleh abai dalam hal ini.
Joe sama sekali tak bergeming.
Ayu mencoba melewati Joe lagi namun kali ini Joe berbuat kasar. Ia menggenggam pergelangan tangan Ayu dengan keras hingga Ayu meringis. Dito sebagai laki laki yang melihat itu langsung bangkit.
"Auww" rintih Ayu.
"Kamu ngapain? Lepasin!" seru Dito menggenggam tangan Joe yang memegang Ayu, berusaha melepaskan genggaman ditangan Ayu. Tapi ia tak berhasil.
"Ucapanku tadi itu peringatan! Itu artinya kalian harus tetap disini sampai tuanku datang. Paham?!" tegas Joe dengan keras.
Joe memandang mereka tajam tak berbelas kasih. Membuat mereka seketika merinding, takut akan kehadiran Joe.
"Yu!!" panggil seseorang dari kejauhan dengan suara panik.
Mereka menoleh dan melihat Zea bersama seorang pria.
"Joe! Lepas" perintah pria itu seketika membuat Joe melepaskan
Zea datang menghampiri Ayu menanyakan 'apakah ayu baik baik saja?' Ayu mengangguk menyatakan ia baik baik saja.
Joe mundur membiarkan Alvin mendekat pada mereka.
Teman teman Zea yang melihat kedatangan Alvin nampak tercengang melihat paras dan wibawa Alvin yang memukau dimata mereka.
TBC
__ADS_1
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ