
Saat Zea berangkat. Alvin telah kembali dari Perancis. Ia dan Geo melangkah keluar dari bandara menuju kearah lobi dimana supir kediaman Immanuel sudah menunggu keduanya disana.
"Gue mau langsung ke rumah Zea" ujar Alvin sambil berjalan ke parkiran bandara.
Keduanya yang telah bertemu sang supir kini sedang diarahkan kemana mobil jemputan mereka diparkiran. Sedangkan di belakang mereka seorang porter mengikuti sambil mendorong barang barang keduanya dengan troli.
"Yaelah Al! Baru juga nyampe, dah mau ngapel aja" balas Geo menyahut.
"Bener bener mirip om Exel aja lo, bukan wajah, bukan sifat, bucinnya pun sama!" lanjut Geo berbicara ketus.
"Berisik lo, udah beberapa hari gue gak ketemu dia. Bahkan telpon dia aja susah karena gue sibuk. Lo tau sendirikan!" tutur Alvin membalas.
Geo diam karena ia tahu seberapa kalutnya Alvin saat sedang berada di Paris. Dengan kesibukan yang pria itu dapatkan juga gangguan perempuan yang sangat menggangu Alvin sehingga waktu pria itu untuk menghubungkan Zea pun berkurang.
Hingga puncaknya dua hari terakhir lalu, Alvin sama sekali tidak bisa menghubungi Zea. Alvin yang ingin lebih fokus dengan pekerjaan tanpa gangguan apapun dan ia ingin segera pulang bertemu Zea. Mematikan semua komunikasinya dan hanya terfokus kepada pekerja.
"Ambil kunci mobil!" perintah Alvin pada Geo.
Geo menurut, meminta kunci mobil pada sang supir yang sedang membantu porter manaikan barang barang keduanya ke bagasi. Geo berbicara beberapa hal yang kemudian diangguki oleh sang sopir dan Geo menyerahkan uang pada kedua pria itu.
"Nih!" ujar Geo menyerahkan kunci pada Alvin.
Alvin melihat sang sopir sudah menutup pintu bagasi dan menyelesaikan memasukkan barang-barangnya dan Geo. Melihat barang barangnya sudah terangkut semua, Alvin masuk kedalam mobil memasang seat belt.
ia menyalakan mesin mobil, mengendarai mobil yang dibawa oleh supir dengan Geo disampingnya.
"Apa nggak gue aja yang bawa Al?" ujar Geo menawarkan diri untuk menjadi pembawa mobil.
"Nggak usah! Lo terlalu lama kalau bawa mobil" ujar Alvin ketus, menolak tegas tawaran Geo.
Geo hanya bisa menggelengkan kepala dan membiarkan Alvin menyetir. Karena pria itu adalah bosnya.
"Lo udah bilang kan ke supir kalau gue mau mampir ke rumah Zea?" ujar Alvin masih memfokuskan pandangannya ke jalan. Menyalip kendaraan demi kendaraan dengan lihainya.
"Udah! Gue udah bilang ke sopir untuk kasih tau tanmy kalau lo mau apel" jawab Geo membalas.
Alvin mengangguk, "Oke" balas Alvin.
Alvin yang telah melajukan mobilnya dengan kencang tak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di rumah Zea.
"Lo tunggu disini bentar! Gue mau masuk" perintah Alvin melepaskan seat beltnya.
Ia menyuruh Geo menunggu untuk berjaga jaga.
"Iya" balas Geo.
Geo melihat Alvin keluar, memencet bel rumah Zea. Hingga seorang wanita paruh baya yang Geo tau adalah Mama Zea keluar dari dalam rumah. Alvin disambut hangat oleh mama Zea. Dapat Geo lihat Alvin menyalimi wanita itu, hal yang langkah menurut Geo.
Kemudian Alvin nampak berbincang dengan wanita itu membelakangi Geo. Kedua mata Geo mengernyit saat melihat Alvin nampak mengepalkan tangan.
'Apa mungkin gue salah lihat?' batin Geo. Tapi dengan segera ia tepis karena kedua matanya tak seburuk itu hingga bisa salah lihat.
Ia melihat Alvin mendekat dengan raut wajah bercampur emosi. Alvin masuk kedalam mobil dengan kesal hingga nenimbulkan suara dentuman keras saat pria itu menutup pintu.
"Kenapa?" tanya Geo melihat wajah kesal Alvin.
"Mana handphone gue?!" Alvin justru memerintah, mengabaikan pertanyaan Geo.
Geo mengeluarkan handphone Alvin yang berada dalam tas kecilnya yang ia letakan di dashboard mobil.
"Nih!" ujar Geo menyerahkan handphone Alvin.
__ADS_1
Alvin mengambil handphonenya, menyalakan handphone yang ia matikan dua hari yang lalu dan ia titipkan pada Geo.
Handphone Alvin menyala dan yang pertama kali Alvin lihat adalah notifikasi chat yang bermunculan dari layar handphonenya.
Alvin membuka room chatnya. Pertama tama ia melihat chat dari Zea.
Zea mine ♡
Alvin, lusa aku ijin mau ikut bang Arka muncak
Maaf kalau aku nggak balas chat kamu selama beberapa hari kedepan
Lusa
Alvin aku berangkat
Aku berangkat bareng Icha, Keyla, dan temen temen kamu
Aku bakal jaga diri
Zea nampak memberikan informasi mengenai dirinya saat ingin perjalanan mendaki. Namun sayangnya Alvin tidak mengaktifkan handphonenya untuk membalas bahwa ia tak mengijinkan. Ia takut terjadi sesuatu dengan Zea.
Kemudian ia melihat chat lain. Ada pesan dari Joe yang menjalankan tugasnya untuk mengawasi Zea. Bahkan di chat sebelumnya Joe juga memberitahukan pada Alvin bahwa Zea dan kawan kawannya ingin pergi mendaki bersama Arka dan teman sekampus pria itu.
Hal yang membuat Alvin meradang adalah ketika mengetahui bahwa rata rata teman Arka adalah pria. Juga Joe juga nampak mengabadikan gambar dimana ada teman temannya juga, seperti yang Zea katakan.
Alvin membalas pesan Joe.
Alvin
Posisi?
Pesan itu langsung terjawab
Alvin melihat isi handphonenya. Mengecek alamat yang Joe kirimkan memindahkannya ke navigasi mobil.
Alvin memasang seat beltnya kembali. Kemudian ia melajukan mobilnya dengan kencang.
Geo melihat apa yang Alvin lakukan. Bahkan ia melihat kemana arah tujuan yang Alvin tuju.
"Gila! Lo mau nyusulin Zea?" tanya Geo tak percaya.
"Ya! Ada masalah?" Alvin memfokuskan pandangannya ke jalan. Ia bertekad bahwa hari ini ia harus bertemu Zea.
"Lo yakin bisa nyusul dia? Lihat aja jarak lo sama dia aja udah sejauh ini. Butuh dua jam kalau lo mau nyusulin dia, itupun Zea masih jalan" ujar Geo menekan tindakan yang Alvin lakukan sekarang.
"Berisik lo! Kalau lo nggak mau ikut, lebih baik lo turun! Gue udah nggak tahan buat ketemu dia" sentak Alvin menjelaskan seberapa frustasinya dia saat ini.
Geo tak membalas. Ia memandang kearah navigasi yang menunjukkan arah jalan.
"Gue cuma mau ngingetin! Lo sama sekali nggak ada persiapan untuk pergi ke gunung Al, Lo yakin mau pergi?!" Geo kembali membujuk sembari menjelaskan seberapa buruk yang Alvin lakukan sekarang.
"Itu gampang! Joe akan menyiapkan segalanya" tutur Alvin mengandalkan.
Geo kembali bergidik, menatap Alvin aneh.
"Serah lo dah Al! Gue ngikut" ujar Geo mengiyakan apa yang Alvin inginkan.
Alvin pun tak peduli mau Geo ikut atau tidak karena tujuannya sekarang adalah bertemu dengan Zea.
Alvin terus mengemudikan mobil yang ia tumpangi dengan cepat, bahkan terkadang Alvin tak segan menerobos rambu rambu yang ada.
__ADS_1
Beberapa menit, bahkan sudah beberapa jam berlalu. Alvin mengawasi jalan sembari melihat update-tan terbaru yang Joe kirimkan.
Joe mengirimkan gambar dimana kini Zea dan rombongan sedang beristirahat di sebuah tenda makan yang menjajakan aneka street food.
Disana nampak bagaimana senangnya gadis itu mengikuti acara itu bersama Keyla dan Icha tentunya. Juga, teman teman anggota gengnya yang juga berada disana.
Melihat wajah Zea itu, membuat rasa semangat Alvin untuk segera bertemu menjadi menggebu. Alvin semakin menaikan kecepatannya sampai batas akhir. Ia tak peduli jika nantinya ia mendapatkan tilang karena terlalu cepat dalam berkendara.
...****************...
Di tempat Zea....
Zea yang sudah menyelesaikan makannya kini diam sambil meluruhkan perutnya yang terasa kenyang.
Gadis itu mengeluarkan handphonenya dari saku. Mengecek siapa tau saja ada yang menghubungi. Namun nihil! Tak ada pesan penting masuk kedalamnya.
Kemudian gadis itu membuka chatnya dengan Alvin.
Ckrekk
Zea memfoto dirinya sendiri, menunjukan ke Alvin bahwa ia disini baik baik saja.
Ia yakin Alvin akan marah padanya saat mengetahui apa yang kini ia lakukan. Tapi Zea terlalu suntuk untuk tidak mengikuti apa yang ia inginkan.
Setelahnya, Zea kembali fokus ke sekitar. Ia ingin liburannya kali ini berkesan di dirinya.
Selain ingin bersenang-senang. Zea juga ingin menghibur dirinya sendiri. Menjauhkan dirinya dengan gangguan apapun.
"Gimana? Udah selesai semua kan? Yuk lanjutin perjalanan" ujar Bram mengomando.
"Yuk yuk, gue uda nggak sabar juga" ujar Ivan dengan antusias.
Mereka mulai bangkit hendak menuju parkiran dimana mobil mereka terparkir di samping jalan besar.
"Yuk Ze!" ajak Icha menggandeng tangan Zea.
Zea menggangguk. Mengikuti langkah rombongan dengan Icha dan Keyla disampingnya.
Sembari berjalan Zea menatap ke kanan kiri. Melihat bagaimana ramainya tempat tersebut. Melihat bagaimana para pedagang berinteraksi dengan pembeli.
"Ze, Ze" panggil Icha dan Keyla membuat Zea terfokus pada keduanya.
"Kenapa?" tanya Zea.
"Itu" tunjuk Keyla kearah depan.
Zea mengikuti arah yang ditunjuk oleh Keyla.
Deg
"Alvin" ucap Zea melihat siapa pria diujung sana yang sedang menatapnya dengan penampilan kacau.
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Hai guys!
Aku mau minta Maaf yang sebesar besarnya karena nggak updet selama beberapa hari lalu. Karena aktivitas yang padat buat aku susah banget buat pegang handphone karena nggak ada waktu.
Apalagi 2 hari yang lalu, aku habis keserempet. Sebenernya nggak papa sih, cuma lecet dikit. Tapi karena kaget dan shock, jadi makin drop parah ༎ຶ‿༎ຶ
__ADS_1
Sekali lagi maaf atas keterlambatannya, semoga masih nungguin dan nggak bosen (っ˘̩╭╮˘̩)っ
Thank You ♡♡