My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
165. Lupa kabar


__ADS_3

Zea kembali ke rumah bersama Keyla karena ia menawarkan Keyla untuk menginap di rumahnya.


Ia sampai di depan rumah, melihat ada sebuah motor yang terparkir di depan rumahnya.


Zea mengernyit, mengangkat alisnya. Siapa yang sekiranya malam malam begini datang kerumahnya? Apalagi itu seperti bukan motor milik Arka dan semenjak Arka kuliah pria itu jarang membawa teman temannya datang ke rumah jika tidak terlalu penting.


Mobil Zea berhenti di depan rumah. Ia melihat ada dua pria yang duduk di depan rumahnya sedang mengobrol berbicara akrab satu sama lain. Salah satunya Arka dan yang satu tidak terlihat karena sedang memunggunginya.


"Lo masuk dulu Key, gue mau markir mobil bentar" seru Zea pada Keyla.


"Oke!" jawab Keyla.


Keyla turun dari mobil dan Zea hendak memarkirkan mobil. Namun pria yang menjadi lawan bicara abangnya itu tiba tiba berbalik membuat Zea terhenti.


Zea seketika membeku, ia diam menatap Alvin yang mendekat.


tok tok tok tok


Pintu kaca mobil Zea di ketuk dan Zea dengan segera membuka kaca mobilnya menghadap Alvin.


"Kenapa nggak bisa di hubungi?" tanya Alvin to the point. Pria itu mencondongkan wajahnya masuk kedalam mobil membuat Zea gugup.


Zea terdiam sejenak. Ia baru ingat bahwa telponnya ia silent sejak ia mulai kegiatan spa karena tidak ingin di ganggu dan fokus pada Keyla. Tapi tidak di sangka bahwa akan selama ini dia dan kedua sahabatnya itu pulang.


Zea tersenyum lebar sembari meringis, "Maaf, lupa! He-he-he, Handphonenya aku silent!" jawab Zea apa adanya. Zea memelas berharap Alvin luluh.


Alvin diam tak ada balasan menatap Zea seakan menyelidiki.


"Em! Al! Aku mau parkir mobil dulu ya, please!" seru Zea mendorong pundak Alvin pelan agar menjauh.


Alvin terdiam kaku. Ia mencoba bersabar dan mengalah, dengan pelan Alvin menyingkirkan membiarkan Zea memarkirkan mobilnya ke garasi.


Setelah ia memarkirkan mobil. Zea mendekat pada Alvin, Keyla, dan Arka yang ada di depan pintu.


"Kalau gitu, Abang tinggal dulu ya Ze!" tutur Arka melihat kedatangan Zea.


"Iya bang!" Jawab Zea berseru.


Arka masuk kedalam rumah meninggalkan mereka.


"Gue juga! Kalian ngobrol aja berdua!" seru Keyla melambaikan tangan pada Zea. Zea mengangguk sebagai balasan.


Keyla masuk kedalam rumah Zea tanpa canggung langsung menuju kamar Zea.


Kini hanya tinggal dirinya dan Alvin saja malam ini.


"Ekhmm!" Zea berdehem mengurangi rasa canggungnya dengan Alvin.


"Dari mana?" tanya Alvin mendekat pada Zea.


"Spa!" jawab Zea tak ingin berbohong. Ia menunduk takut.


Sedangkan Alvin mengernyit.


"Sampai jam segini?" tanyanya


Zea mengangguk sambil melirik Alvin yang lebih tinggi darinya.


"Hah!" Alvin menghembuskan nafas panjang.


Ia sudah berjanji tak akan memata mata-i Zea sejak perjalanan ke pegunungan, maka dari itu ia tak tahu kemana Zea pergi. Tapi tak mendapatkan kabar dari Zea selama beberapa jam ini sungguh membuat ia frustasi.


Zea yang terus menatap Alvin berinisiatif membujuk pria di depannya itu. Zea memegang baju Alvin sambil mendongak menatap Alvin.

__ADS_1


"Maaf!" ujar Zea memelas. Kedua matanya bertatapan dengan Alvin.


Melihat wajah penyesalan Zea membuat Alvin terkesima.


'Apa ini berhasil?' batin Zea bimbang.


"Maafin aku!" tambah Zea lagi.


"Hah! Oke! Jangan ulangin lagi!" ujar Alvin langsung memeluk Zea erat.


'Berhasil!' batin Zea tersenyum puas.


"Iya!" Zea mengangguk dalam pelukan Alvin tanpa membalas pelukan pria itu.


Malam ini Alvin memeluk Zea erat hingga Zea merasa sesak.


"Em Al!" panggil Zea saat Alvin tak kunjung melepaskan pelukannya.


Mendengar panggilan Zea, Alvin sedikit menjauh menatap gadis itu.


"Itu, Aku udah nggantuk! Besok masih sekolah! Boleh aku masuk?" ujar Zea bertanya sambil menunjuk kedalam rumah.


Alvin menatap kearah Zea tanpa menoleh. Wajah Zea emang nampak lelah, tapi ia masih tak sanggup melepaskan gadis itu.


"Ya?" tambah Zea lagi.


"Oke!" jawab Alvin dengan berat hati.


2-0, semudah itulah Alvin mengijinkan Zea untuk pergi malam ini. Zea bersorak senang dalam hati.


Zea tersenyum tipis memandang Alvin, "Makasih!" ujar Zea. Alvin mengangguk pelan.


Zea bergerak kearah pintu, membuka pintu rumah. Ia masuk kedalam.


"Malam!" balas Alvin.


cklekk


Zea menutup pintu rumah. Ia berjalan ke kamarnya dengan buru buru. Ketika masuk kedalam kamar, hal yang pertama Zea lihat adalah Keyla yang sudah berbaring di ranjangnya.


Zea bergerak menuju jendela kamarnya. Ia mengintip dari sela sela kaca, melihat Alvin yang mulai menaiki motor sportnya.


Alvin menoleh kearah jendela kamar Zea, ia dapat melihat jelas Zea yang juga sedang melihatnya.


Alvin melambaikan tangan, seketika membuat Zea gugup langsung menjauh dari jendela kamarnya.


Tak lama suara motor Alvin terdengar dan tak lama pula, suara motor pria itu menghilang. Nampaknya Alvin sudah pergi dari rumahnya.


Zea dengan segera masuk menuju kamar mandi guna membersihkan diri. Dengan bathrobe di tubuhnya, Zea keluar kamar mandi sambil memperhatikan Keyla yang sudah tertidur nyanyak di kasurnya.


Ia dengan segera mengambil piayama kesayangannya di dalam lemari lalu ikut bergabung dengan Keyla.


"Malam Key!" gumam Zea pelan menyelimuti tubuhnya dan Keyla.





Pagi sekali, Zea bangun dari tidurnya. Setelah ke spa dan tidur malam tadi, tubuh Zea terasa lebih ringan dan ia merasa nyenyak. Spa emang terbaik.


Zea dengan segera masuk ke kamar mandi tanpa membangunkan Keyla yang masih tertidur pulas.

__ADS_1


"Hah! Seger banget!" seru Zea sedikit menggigil berlarian kecil menuju lemarinya guna menggunakan seragam sekolahnya yang sudah di siapkan.


Zea memakai seragam sekolahnya bertepatan dengan bangunnya Keyla.


"Ukhhh! Pagi!" renguh Keyla merenggangkan tubuh seraya bangun dari tidurnya.


"Pagi Key! Buruan mandi sana, udah jam berapa nih!" balas Zea bergurau dengan Keyla.


Keyla menoleh jam dinding di kamar Zea.


"CK! Masih jam segini juga! Rajin amat!" seru Keyla berdecak.


Hari ini Zea memang bangun lebih pagi dari biasanya.


Dengan segera Keyla menuju kamar mandi, lalu ia melakukan persiapan untuk berangkat sekolah.


Keyla dan Zea yang sudah berseragam sedang terduduk di kasur. Zea membantu Keyla memasukan buku yang gadis itu bawa dari rumah untuk pembelajaran nanti.


"Yah! Kayaknya buku gue ketinggalan lagi Ze!" seru Keyla memperhatikan tas besarnya yang ia bawa dari rumah.


"Yaudah balik aja! Nanti gue temenin!" ujar Zea santai.


"Oke!" jawab Keyla bimbang.


Zea menepuk bahu Keyla menyuruh Keyla berdiri dan membawa tasnya. Mereka menuju ruang makan untuk sarapan pagi.


"Susunya non!" ujar mbok Jum menyerahkan dua gelas susu di hadapan Keyla dan Zea.


"Makasih mbok!" jawab keduanya.


Zea mengambil roti gandum yang tersedia diatas meja beserta selai dan mengolesnya.


Ia mengoleskan selai di roti yang ia ambil lalu memberikannya pada Keyla.


"Makan Key!" ujar Zea penuh perhatian.


"Thanks!" ujar Keyla.


Mereka menyelesaikan sarapan pagi dengan nikmati ditemani segelas susu hangat. Hingga papa, mama, dan Arka datang ke meja makan saat mereka menyelesaikan meminum segelas susu.


"Pagi Ma, Pa, bang!" sapa Zea.


"Pagi Om, Tan, Bang!" sapa Keyla agak canggung karena kondisinya sekarang, tak seperti biasanya.


"Pagi!" jawab mereka.


"Ma! Zea udah selesai. Kami berangkat dulu ya, sekalian Keyla mau ambil barang dirumah!" pamit Zea pada keluarganya itu.


"Oke hati hati!" jawab Mama Tia.


Keyla dan Zea berpamitan setelah itu mereka mengambil tas masing masing, bergerak ke dekat pintu guna mengambil sepatu yang ada di rak.


"Nih, Key!" ujar Zea memberikan sepatunya pada Keyla.


"Eh nggak usah Ze! Gue pakek flatshoes gue yang kemaren aja. Ntar gue ganti di rumah!" ujar Keyla menolak.


"Ck, udah pakek aja! Yuk!" seru Zea.


Zea menatap Keyla setengah memaksa dan akhirnya Keyla mengalah, mengenakan sepatu milik Zea.


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


__ADS_2