
Zea bangun dari tidurnya. Zea memegangi kepalanya yang terasa berat. Dirinya hanya ingat bahwa setelah minum minuman yang tidak dia tahu apa itu, membuatnya menggeliang dan jatuh tertidur.
Zea menatap sekeliling ruangan itu dan dua orang yang tertidur disebelahnya. dirinya sadar bahwa sekarang berada dikamar Icha.
"Key, Cha. Bangun!" Seru Zea menggoyang goyangkan badan kedua orang itu.
Kedua orang itu menggeliat dan Icha menepis tangan Zea tak ingin diganggu. Zea yang kesal dengan kedua orang itu berbaring menyamping menindihi tubuh keduanya.
Bugh
"Aduh aduh, berat. Apaan sih ini" aduh Icha mencoba menyingkirkan badan Zea.
"Aduh! Zea minggir OYY, lo berat" keluh Keyla.
Zea yang melihat Keduanya membuka mata menyingkir. Kedua sahabatnya itu duduk menyender di senderan ranjang manatap kearah Zea yang mengganggu tidur mereka.
"Apaan sih lo Ze, ganggu banget tau gak lo" sercah Icha.
"Kalian kebo banget sih, lihat tuh udah siang, masih aja tidur" kata Zea menunjuk ke arah jendela.
"Lo gak tau ya!! kita itu capek, kemaren itu Zion nyerang markas Aodra_" ucap Keyla terpotong.
"Ha? Zion nyerang Aodra?" potong Zea.
"Iyee gak tau kan lo? Gara gara cowok lo, si king marah. Terus nyuruh semua orang buat muterin sirkuit Aodra yang luas itu. Kami juga kena, kecuali lo. Gara gara lo mabuk terus ketiduran" gerutu Icha.
"Hehehe... Sorry, Sorry, gue juga gak tau kalok minuman yang gue minum itu bikin mabuk. Tapi untung juga gue mabuk, jadi gak ikut kena deh hihihi" jawab Zea cengengesan melihat kedua temannya.
"Cih!" decih keduanya beranjak tidur kembali.
"Eh eh kalian berdua kok malah tidur lagi sih" ujar Zea.
"Brisik lo Ze, udah jangan ganggu kita" ucap Icha tak memperdulikan Zea yang mecebik bibir. Keyla mengikuti Icha berbaring tidur.
Zea yang ditinggal tidur oleh kedua temannya mencabik bibir, keluar dari kamar. Dirinya menuju kearah dapur. Rumah Icha sekarang ini sedang sepi karna kedua orang tua Icha sedang pergi keluar kota.
Zea menuju kearah kulkas mengambil botol mineral dari sana. Zea meneguknya supaya rasa mabuk yang masih tersisa berkurang.
Zea kembali ke kamar yang masih ditempati dua kebo itu. Dirinya mengambil handphonenya yang berada dalam tas.
Melihat pesan masuk dari orang yang dia diamkan selama seminggu ini.
Alvin si culun
Hai Zea, pagi
__ADS_1
Zea
Hai Al Pagi juga
Eh salah. Hai Juga, siang Alvin
Mendapat balasan dari Zea membuat Alvin terkekeh. Tak berapa lama Zea mendapat vidcall dari Alvin. Zea mengangkat panggilan itu nampak wajah culun Alvin dari sebrang telpon.
"Hai Ze" sapa Alvin
"Hai juga Al" jawab Zea.
"Lagi dimana Ze?" tanya Alvin padahal dirinya tau pasti dimana gadis itu berada.
"Lagi dirumah Icha" jawab Zea.
"Kamu gak sekolah Al?" tanya Zea saat melihat pria itu mengenakan pakaian biasa.
"Gak, Hari inikan hari bolos berjamaah"
"Bhahahaha.." tawa Zea seketika pecah.
Sekarang ini seharusnya mereka masuk sekolah. Mendapat hukuman yang begitu berat dari King, tak membuat niat mereka berpesta sampai hampir menjelang pagi sirna. Walaupun mereka tau bahwa esok adalah waktu sekolah, mereka tetap memilih untuk bersenang senang dan kebanyakan orang yang hadir dipesta memang orang dari sekolah dimana anggota Aodra berada.
"Ada acara apa emang?" tanya Alvin.
"Kamu pergi ke pesta?" sentak Alvin pura pura terkejut, Zea dari balik layar mengangguk.
"Gue denger denger kemarin Zion nyerang markas Aodra, lo gak apa kan?" tanya Alvin kembali dengan raut khawatir. Alvin benar benar jago akting.
"Gue baik kok." jawab Zea.
"Gue bakal pastiin sendiri, gue ketempat lo. sharelock sekarang!"
Alvin mematikan panggilan telponnya sepihak. Zea hanya menghela nafas akan sikap Alvin yang mulai semene mena. Tapi dia masih menuruti apa yang dikatakan Alvin.
Zea menengok ke arah kedua temannya yang masih asik molor. Dirinya masuk menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya dan mengenakan pakaian yang emang sengaja dia bawa untuk menginap dirumah Icha.
Zea merenung sembari menunggu kedatangan Alvin. Karena bosan dirinya mengambil handphonenya kembali.
Penjelajahan media sosialnya pun terjadi. dirinya melihat story yang dibuat oleh kedua sahabatnya itu. Disana nampak kedua sahabatnya mentag akun medsos geng Aodra.
Zea yang penasaran, menekan dan terlihat akun tersebut memiliki banyak follower namun hanya mengikuti 5 orang saja. Zea yang kepo menjelajahi akun tersebut. Disana dia melihat foto foto anggota Aodra mengenai kegiatan mereka.
Dia kembali ke arah orang yang diikuti oleh geng Aodra. disana terpampang nama nama anggota inti Aodra yang dia kenal, termasuk akun dengan nama 'King'. Zea yang dibuat penasaran membuka akun tersebut. Akun yang memiliki banyak followers, bahkan melebihi dirinya. Zea melihat postingan terakhir disana nampak foto seorang pria dengan rambut gondrongnya yang difoto dari samping.
__ADS_1
'Tampan! perfect! but i don't like' batin Zea.
Tapi ntah kenapa dia tak bisa mengalihkan perhatian dari foto itu. Jiwa keponya yang lebih kuat membuat Zea membuka komentar dari postingan itu. Seperti yang dia duga, komentar komentar itu berisi pujian untuk pria itu
Zea tak memperdulikan hal itu kembali menscrool foto foto lain. Disana kebanyakan foto yang diambil candit dan tidak menampakan wajah full pria itu, paling mentok adalah foto separuh muka yang diambil dari samping. Walau diambil dari samping Zea menganggumi pria itu. Hanya sekedar mengagumi saja. Tapi dirinya bersikap tidak peduli. Mau bagaimana lagi dia sedikit trauma dengan laki laki perfeksionis sampai batas tertentu.
Zea kembali sibuk melihat lihat sampai suara derapan motor telah sampai didepan rumah.
Ting tong
suara bel membuat Zea terjengkang dan tangannya tak sengaja menekan tombol follow diakun king. Zea yang tak memperhatikan keburu buru turun kebawah, seakan dirinya yakin bahwa orang yang ada dibawah adalah Alvin.
Yap! Benar saja. Pria dengan tampilan cupunya itu sedang berada didepan pintu. Dengan wajah tersenyum melihat Zea yang membuka pintu.
"Lo gak apa kan?" tanyanya memegang bahu Zea mengecek keadaan gadis itu.
"Gue gak apa Al" jawab Zea dengan senyum manisnya.
"Syukur deh!" ucap Alvin mengacak-ngacak rambut Zea membuat rambut gadis itu berantakan sangking gemasnya dengan senyum manis gadis itu.
"Jangan diacak acak Al, suka banget mainin rambut gue" ucap Zea sebal.
"Hehehe.." kekeh Alvin mencubit pipi lembut Zea.
Alvin menggenggam tangannya menuntun Zea kearah kursi yang ada didepan rumah. Zea menerima semua perlakuan Alvin.
Keduanya bertatapan lekat tanpa ada kata kata apapun.
"Alvin gue laper" kata Zea dengan puppy eye, seketika membuat Alvin semakin gemas oleh gadis itu. Ingin sekali dirinya mengecup bibir Cherry Zea seperti kemarin malam.
"Yuk makan!" ajak Alvin membuat Zea sumringah.
"Gue ambil tas dulu." kata Zea menunjuk kearah dalam rumah. Zea beranjak masuk kedalam rumah.
Selagi menunggu Zea, Alvin mengambil hp disakunya. Dirinya membuka dan nampak notifikasi dari media sosialnya. Disana nampak foto Zea yang tersenyum manis. Dirinya lantas mengikuti balik akun tersebut.
Tak hanya itu Alvin memposting sebuah gambar dimana tangannya dan tangan Zea bertautan yang dia ambil ketika Zea tertidur. Dengan Caption 'Mine' tak berlangsung lama banyak sekali like dan komen yang bermunculan.
Zea yang muncul dari balik pintu, membuatnya mengalihkan perhatian pada gadis itu. Berada didekat Zea selalu membuat perasaannya aneh. Dirinya selalu senang dengan gadis itu, dirinya selalu seakan ingin dekat dan melihat gadis itu hingga tak ada jarak diantara mereka. Namun itu semua dia tahan.
Alvin ingin Zea bahagia. Namun jika Zea melakukan sesuatu yang membuat dirinya menjauh dari gadis itu sendiri. Alvin tak akan segan segan melakukan cara licik untuk membuat gadis itu selalu ada didekapannya.
Alvin sempat merasa bahwa ini hanya obsesi semata saja. Tapi pikiran itu disangkal olehnya. Jika itu hanya obsesi semata maka dirinya tak akan ingin ada rasa membuat Zea bahagia. Dirinya akan mamaksa gadis itu menjadi miliknya tanpa memperdulikan perasaannya, persis seperti apa yang dia lakukan selama ini.
TBC
__ADS_1
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Happy Reading 。◕‿◕。♡♡