
Mama Tia bersidekap menatap kearah Zea yang kini juga menatap kearahnya dan sang suami dengan sorot mata yang penuh harapan.
"Ada apa?" tanya Mama Tia pada Zea, berlagak seperti tak tahu apa yang Zea inginkan.
Zea menautkan jari jarinya sembari membuat wajah semelas mungkin agar ia dikasihani dan aksinya meminta ijin berhasil.
Zea menatap kearah keduanya seraya memohon.
"Zea minta sesuatu boleh?!" tanya Zea berbasa-basi dahulu.
"Kamu mau sesuatu?" Zea mengangguk "Emangnya kamu mau minta Apa?" ujar Mama Tia balik bertanya.
"Emm itu" Zea melirik ke Arka, agar abangnya itu membantu ia berbicara. Tapi sayang, Arka tak menghiraukan bahkan memalingkan muka.
Zea yang dihiraukan sontak melebarkan mata berekspresi sebal dan cemberut.
Zea kembali menatap kedua orangtuanya dengan senyum semanis mungkin.
"Ma, Pa! Lusa, Zea mau ikut abang muncak, boleh ya?" tanya Zea seraya memohon.
Keduanya kemudian saling bersitatap antara mengijinkan atau tidak.
"Boleh" jawab Mama Tia membuat mata Zea kembali melebar dan bibir Zea membentuk huruf O. Zea sontak tersenyum lebar karena senang. ia menghampiri kedua orangtuanya memeluk mereka erat.
"Makasih Ma, makasih pa" ujar Zea amat antusias.
"Sama sama" balas keduanya.
"Abang! Zea ikut Abang ke puncak" teriak Zea riang memberitahukan pada Arka bahwa kedua orangtuanya mengijinkannya untuk ikut.
"Iya, Abang tau" jawab Arka menanggapi sang adik.
"Yeiyy! Kalau gitu, Zea mau ngabari Icha sama Keyla dulu deh" ujar Zea menghentikan aksi antusiasnya.
"Ma, pa, Bang, Zea mau pamit ke kamar dulu ya. Bye semua!" lanjut Zea berpamitan, pergi ke lantai atas.
Zea masuk kedalam kamarnya, mengirim pesan kepada Keyla dan Icha.
Group
Zea
Girls! Gue mau ikut Bang Arka mendaki lusa. Kalian mau ikut nggak?
Zea mengirim pesan kepada keduanya lantas menunggu sejenak
Ting
Pesan Zea terbalas
Keyla
Seriusan lo?
IKUT!!!
balas Keyla terlihat sama antusiasnya dengannya
Ting
balasan kembali masuk
Icha
Gue juga mau ikut......
Icha nampak juga sama antusiasnya dengan Keyla. Melihat kedua sahabat nampak bersemangat, Zea membalas.
Zea
__ADS_1
Boleh boleh
Tapi ada syaratnya
Dahi Icha dan Keyla yang berada di kamar masing masing mengernyit.
Keyla
Syarat apaan?
Keyla bertanya, juga mewakili Icha. Zea mengetik, memberikan jeda.
Zea
Syaratnya, Kalian nggak boleh nyusahin plus kalian harus ijin dulu ke ortu kalian dan ortu kalian harus bilang ke bang Arka kalau ngijinin kalian ikut
ketik Zea panjang di layar handphonenya menjelaskan pada kedua sahabatnya sesuai yang apa Arka katakan kepadanya
Icha
Yah! harus bilang bunda ya?
Zea
Iya Cha
Icha khawatir jika Nantinya bundanya tidak akan mengijinkan untuk ikut.
Icha
Oke
Ntar deh, gue coba bilang
Zea
Sip 👍
Keyla
Girls, gue udah bilang nyokap gue dan dia ngijinin, gue seneng banget dong 😌😌
Zea
pantesan gak nongol dari tadi
Icha
Yah udah ijin, gue aja masih ragu buat bilang ke bunda
Keyla
Buruan lo bilang Cha! Lebih cepet, lebih baik kan
Icha
iya juga sih
oke deh gue coba ngemis ke bunda sekarang
doain ya girls
Zea/Keyla
Okay
Icha beranjak dari kasurnya mengelilingi rumah mencari keberadaan sang bunda.
"Bun!"
__ADS_1
"Bunda" panggil Icha ke seluruh penjuru rumah tapi tak juga menemukan keberadaan sang bunda.
"Bunda mana sih! Perasaan tadi ada" gumam Icha pusing setelah mengelilingi seluruh penjuru rumah.
"Ah mungkin di rumah Satya kali ya! Coba gue kesana" ujar Icha menebak nebak, melangkah kakinya ke rumah Satya.
Icha masuk ke rumah Satya yang sudah seperti rumahnya sendiri. Mencari keberadaan sang bunda.
"Bunda mami!' panggil Icha setengah berteriak ke seluruh penjuru rumah sama seperti yang ia lakukan di rumahnya.
"Nei! Mami sama bunda di dapur!" sahut mami Satya dari arah dapur.
"Nah kan, apa gue tebak. Bunda pasti ada disini' ujar Icha melangkah kan kakinya menuju kearah dapur, dimana bundanya berada.
"Mi! Bun!" sapa Icha mendapati keduanya sedang mengotak atik bahan makanan, mencoba masakan baru.
"Lagi buat apa mi? Bun?" tanya Icha berbasa basi sekaligus penasaran melihat apa yang keduanya buat dan lakukan.
Dahi Icha seketika mengernyit melihat cairan kental berwarna hijau yang sepertinya terbuat dari tumbuh-tumbuhan sedang dimasak oleh kedua wanita itu.
"Nih lagi buat pea pesto pasta!" jawab Bunda Icha.
Bahkan dari namanya saja Icha sudah tidak yakin. Apa lagi melihat bagaimana mami Satya mulai mencampurkan pasta yang berbentuk spaghetti kedalam wajan.
"Itu buat makan malam mi, Bun?" tanya Icha bergidik membayangkan makanan itu masuk kedalam mulutnya.
"Iya ini buat dinner nanti! Kamu juga harus cobain karena ini makanan sehat dari kacang polong, kacang hazelnut dan daun basil alias kemangi. Nanti kita coba sama sama ya!" seru Bunda Icha terlihat bersemangat.
Tubuh Icha langsung lemas tak berdaya. Ia? Mencobanya? Ingin sekali Icha geleng geleng kepala.
Biasanya ketika kedua wanita paruh baya itu sedang bereksperimen, Icha akan menolak dengan tegas bahkan kabur dari rumah. Namun apa daya kini, dirinya yang tak bisa lagi melakukan itu karena ia membutuhkan ijin dari sang bunda agar bisa ikut Zea dan Keyla pergi mendaki. Tentunya ia harus menuruti kemauan sang bundanya itu.
Jam kian berjalan. Rupanya tak hanya satu masakan itu saja yang dibuat oleh kedua wanita itu. Rupanya keduanya juga membuat masakan Korea yang identik dengan sayuran dan daging diatasnya yang ketika dimakan, semuanya dicampur aduk. Masakan apalagi itu kalau buka bibimbap. Sungguh membuat orang tegang saja kedua wanita itu.
Seketika, Icha bernafas lega karena jika makanan itu ia bisa memakannya dan tidak aneh dengan rasanya. Karena ia pernah wisata kuliner dengan Zea dan Icha, mencoba makanan Korea seperti di drama drama dan ia suka.
Icha yang sudah nampak bersih dan segar karena sehabis mandi. Berjalan kembali ke rumah Satya karena sebelumnya ia berpamitan untuk mandi dan tentunya Icha kembali mengundur niatnya untuk meminta ijin menjadi malam nanti selepas dinner.
Icha yang mengenakan pakaian sehari hari datang kerumah Satya. Ia melihat Satya yang sudah berada didalam rumah bersama papinya dan maminya di ruang keluarga.
"Bunda mana Mi?" tanya Icha pada wanita itu membuat mereka yang ada di ruangan itu menoleh.
"Loh! Bunda kamu mah ada dirumah Nei. Kamu nggak denger suara mobil papa kamu datang?" jawab Mami Satya, kemudian bertanya.
"He-he-he, Nei tadi lagi mandi Mi. Mungkin nggak denger gara gara suara air" jawab Icha cengengesan.
"Bohong banget suara air! Bilang aja lo nggak kedengaran gara gara suara lo yang cempreng itu. Bahkan, kalau lo lagi di kamar mandi pun lo suka banget kan nyanyi nyanyi nggak jelas, Dasar anak alay!" ujar Satya mendapat senggolan tangan dari sang papi plus juga tatapan yang menyuruh Satya untuk tidak berbicara sembarang.
Icha geram melayangkan tatapan sinis ke Satya.
"Satya! Jaga perkataan kamu!" tegur papi Arka mendelik marah pada Satya.
"Marahin Satya Pi, marahin. Dia itu suka banget gangguin Nei, sampai Nei kesel sama dia" ujar Icha mengadu pada papi Satya.
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
...*Pea pesto pasta*...
...*Bibimbap*...
Menu dinner Icha dan Satya family....
Note: Maaf baru update, baru bisa pegang handphone lagi. Karena Kemarin gak ada waktu sama sekali. Bangun pagi, langsung aktivitas lalu pulang pulang langsung tepar🥺😟
__ADS_1
Sekali lagi maaf atas keterlambatannya.. Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan, makasih ♡♡♡