My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
89. Kelas yang bising


__ADS_3

Mereka masuk kedalam kelas yang telah ramai. Dari arah belakang guru datang.


"Ayo semua jangan berisik! Sekarang duduk tenang dan kita mulai pembelajarannya" ujar guru itu mengintrupsi.


Semua murid duduk dengan tenang untuk memulai pembelajaran. Kelas Zea bisa dibilang kelas yang tenang jika sudah mulai pembelajaran. Tapi namanya murid biasanya suasana tenang ini kadang menjadi bising jika sudah ada beberapa murid dikelasnya yang bertingkah.


Contohnya sekarang ini.


"Loh pak! Bukannya pelajaran bapak masih nanti ya!" serunya


"Kalian semua tenang dulu. Biar bapak jelasin!" selorohnya.


"Yaelah pak, jelasin mulu. Hati saya juga butuh penjelasan nih" sindir salah satu gadis dengan nada menggoda.


"Huhhh!" ejek seruan teman sekelasnya.


Guru itu menggeleng gelengkan kepala, "Harap tenang dan biarkan bapak berpicara. Beberapa dari kalian mungkin belum tau kalau guru kalian untuk pembelajaran pagi ini absen selema beberapa hari kedepan. Maka dari itu pembelajaran hari ini akan saya isi!" ucapnya.


"Hari ini jam pembelajaran yang saya ajar akan digabung dengan kelas yang memang masuk jam olahraga saya diawal. Dan karena ini pembelajaran olahraga, untuk siswa laki laki diharap membentuk grup untuk tanding basket dengan kelompok kelas mereka" ujarnya mengintrupsi.


Para murid di kelas itu tahu kelas yang dimaksud oleh guru itu, dikarekan pada hari kelas mereka olahraga akan banyak murid murid yang ijin keluar kelas hanya untuk melihat mereka.


"Yah pak! Kalau kita tanding dengan kelas mereka udah jelas kita kalah dong pak" ucap Niko sang ketua kelas.


"Iya pak, gak adil itu mah. Secara mereka anak basket. Tim inti pula!" ujar yang lain.


"Yeh kalian aja yang cupu!"


"Udah deh! Kalian main slow aja. Terima kekalahan!"


"Iya, gak usah banyak tingkah. Berusaha aja biar poin kalian gak terlalu jauh"


"Wah wah wah kalian ini dukung siapa sih sebenarnya"


"Ya jelas dukung mereka lah! Kita semua cewek cewek disini ya jelas dukung geng Aodra!"


"Cih parah kalian ini!" decih Niko.


Niko menoleh kearah Zea, "Ze, lo dukung siapa?" tanyanya.


"Eh gue?" Zea menunjuk dirinya sendiri membuat murid murid di kelas beserta guru didepannya menoleh pada gadis itu.


"Iya lo!"


Zea bingung, "Emm gue.."


"Udah fiks, lo dukung kita!" ujar Niko seenaknya.


"Lah! Zea kan belum milih" ucap Keyla.


"Dia semestinya harus dukung kita karena cowoknya akan ikut main bareng kita. Kalian sebagai temannya juga harus ikut dukung kita"


"Dih!" desis Keyla dan Icha bersamaan.


"Al! Lo jadi salah satu pemain kita" ucap Niko memimpin.


Guru didepan mereka mengernyit alis, "Zea jadian sama Alvin?" tanya guru itu.


"Loh pak Reno gak tau? Padahal beritanya udah menyebar lo!"

__ADS_1


"Saya kira cuma deket dan candaan aja kalau keduanya jadian" ujar pak Reno.


"Yah pak Reno kudet dong!" seru salah satu murid itu.


Zea hanya tersenyum canggung melirik kearah guru plus wali kelasnya itu. Sedangkan Alvin memperhatikan interaksi Zea dan Pak Reno. Ia memincing merasa ada yang tak beres dengan keduanya.


"Emm, yaudah sekarang kalian tentukan kelompok yang akan main dan setelahnya segera ganti pakaian. Bapak tunggu dilapangan!" ujar Pak Reno.


"Niko tolong dikoordinasikan teman temannya" lanjutnya.


"Siap pak" ujar Niko.


Pak Reno kemudian keluar dari kelas. Niko maju kedepan memimpin teman temannya.


Tuk tuk tuk


Suara spidol beradu dengan papan tulis.


"Oke guys mohon perhatiannya sebentar!"


"Sesuai dengan perintah pak Reno kita disuruh membuat tim basket. Anggota inti tim basket itu ada 5 orang. Gue akan tulis nama namanya dipapan. Yang jelas sebagai ketua kelas gue bakal ikut, setelah itu ada Alvin!" Niko menulis dipapan namanya dan Alvin.


"Oke, siapa yang mau ngajukan diri angkat kaki guys... Eh maap maksudnya angkat tangan" ujar Niko setengah bercanda.


Krikk krikk krikk krikk


Kelas itu tiba tiba sunyi seperti kuburan. Niko yang melihat teman temannya itu diam dan ada yang memalingkan muka saat ditatap hanya bisa menghela nafas.


"Hhhhh.. Ayolah guys masa nggak ada yang ngajuin diri!" ujar Niko


"Kita takut dipermalukan Nik!" ujar pria yang ada dibangku belakang.


"Yaudah gak usah pakek lama gue yang pilih. Nama yang gue tulis gak boleh protes titik" ujar Niko menahan emosi. Tangan Niko bergerak mencantumkan nama yang pria itu rasa bisa bermain basket.


"Lah lah kok gue Nik!" ujar Dimas saat namanya ditorehkan di papan.


"Gue bilang gak ada yang boleh protes ya guys!" ujar Niko kembali.


"Udah terima aja!" ucap Angga setengah tertawa pada Dimas.


"CK" decak Dimas membuang muka kemudian kembali melihat ke papan.


"Loh loh kok gue juga ikut lo cantumin Nik?" ujar Angga terkejut namanya juga ikut ditulis.


"Udah terima aja bro!" ucap Dimas menepuk bahu Angga dengan senyuman mengejek.


"Ha-ha-ha" Dimas tertawa melihat wajah sebal Angga.


"Oke guys nama nama yang ada dipapan gak ada yang boleh debat, titik." ujar Niko mengintrupsi.


Kelompok basket:



Niko


Alvin


Dimas

__ADS_1


Angga


Gara



Cadangan:



Rehan


Asep


Adit



"Njirr nama gue Septian oii, enak aja lo ganti jadi Asep" tukas Septian melihat namanya dipapan.


"Tauk lo! Itu nama gue juga salah. R-E-I-H-A-N. Reihan, bukan Rehan!" ujar Reihan tak terima.


"Udah kalian banyak bacot. Pokoknya nama nama yang disini fiks no debat!" tegas Niko.


"Mampus lo! Jadi bahan tawaan kalian pada. This is karma!" sindir Marta di kalimat akhir pada sang mantan pacar yang namanya ikut tercantum dipapan tulis


"Oii kupret! Gak usah bawa karma karma deh lo! Makan nih kurma. Mimpi apa sih gue bisa jadian sama lo!" ujar pria itu melempar biji kurma pada Marta.


"Njirr itu kurma gue!" tukas pria disebelahnya.


"Berisik!" galak Gara pada teman sebangkunya.


"Oii gara! Lo pikir gue suka gitu jadian sama lo? Lo itu harusnya bersyukur bisa jadian sama gue yang aduhai ini dengan tampang lo yang sebelas dua belas kayak orang utan di kebun binatang" ejek Marta.


"Dih! Aduhai lo bilang. Mirip Jablay kolong jembatan iya" timpal Gara mengejek.


"Apa lo bilang?" marah Marta berdiri hendak menuju kearah Gara.


"Woyy udah! Mending kalian balikan aja deh. Dari pada ribut mulu, bising kelas gara gara kalian berdua" sahut Icha disebelah Keyla.


"Ogah!" jawab keduanya serempak.


"Nah bener tuh kata si Icha, mending kalian berdua balikan aja deh" Niko menyetujui.


"Diem lo Nik, gak usah ikut ikut!" bentak Marta.


"Udah Ta, gak usah diladenin" ujar Nimas menarik Marta agar duduk kembali.


"Diem Nim, gue masih emosi nih sama tuh cowok!"


"Lo pikir gue gak emosi sama lo!" sahut Gara.


Tok tok tok tok


Bunyi ketukan pintu membuat seisi kelas menoleh kecuali Alvin yang terus memandang Zea bahkan tak dapat mengalihkan pandangannya sedetikpun pada Zea jika ada kesempatan.


"Ribut amat ni kelas!" ujar Geo masuk kedalam kelas membuat Marta dan yang lainnya diam memandang Geo.


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2