My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
137. Numpang


__ADS_3

"Selamat menikmati waktu anda ketika berada di kota Paris ini tuan tuan" ujar Hugo pada keduanya. Alvin dan Geo hanya bisa tersenyum mendengarnya.


"Mari! Kita sama sama berjalan ke depan, karena saya juga akan kembali ke hotel tuan Hugo" ujar Alvin.


Hugo mengangguk. Kemudian mereka pergi berjalan keluar restoran. Di perjalanan Bella selalu berada di samping sang ayah. Sepertinya gadis kecil yang selalu lengket dan manja pada sayang ayah. Kemudian gadis itu berbisik sesuatu pada sang ayah, hingga saat Hugo dan James berada didepan mobil mereka. Keduanya berhenti dengan Hugo menatap Alvin.


"Boleh saya minta tolong sesuatu pada anda tuan Alvin?" tanya Hugo.


"Apa itu tuan Hugo?" Alvin balik bertanya.


"Boleh putri saya ini ikut bergabung dengan kalian? Saya tidak bisa mengantarnya kembali. Saya khawatir jika dia harus pulang sendiri. Bagaimana tuan Alvin? Apa anda keberatan? Jika keberatan juga tidak apa apa! Saya akan meminta orang lain melakukannya!" ujar Hugo panjang lebar namun dengan satu tujuan.


"Tentu tidak masalah! Toh yang menjadi pengemudi kita adalah sekertaris anda tuan Hugo! Saya tidak keberatan sama sekali" jawab Alvin tak bisa menolak.


"Terima kasih kalau begitu. Bella! Pere tinggal ke perusahaan dulu ya, jangan keluyuran kemana mana. Ingat itu!" tutur Hugo.


Bella mengangguk antusias, "Iya pere! Terimakasih" balas Bella.


"Saya permisi tuan Alvin! Tuan Geo!" ujar Hugo diangguki keduanya. Hugo masuk kedalam mobil bersama James sebagai supir. Kemudian mobil yang di kendarai keduanya melaju meninggal restoran.


"Dah pere!" ujar Bella melambaikan tangan.


Saat mobil sang ayah sudah menjauh. Bella menatap kearah Alvin.


"Ayo kita masuk!" ujar Alvin. Ia berjalan kearah mobil yang sudah di keluarkan Eric dari parkiran.


Eric membukakan pintu untuk Alvin dan Geo. Kemudian Alvin masuk kedalam dahulu. Tapi sebelum Geo masuk, Bella sudah mendahului masuk kedalam.


"Bolehkan?" tanyanya sambil berharap.


Geo menusap lehernya canggung kemudian mengiyakan. Mau bagaimanapun Bella dan Alvin kedudukannya sama sebagai anak CEO perusahaan. Akhirnya Geo mengangguk mengalah duduk didepan bersama Eric.


"Lah?! Kok lo di depan Ge?!" tanya Alvin menoleh kearah sebelahnya dimana ada Bella kemudian menatap Geo yang kini berpindah di samping pengemudi.


"Hai Al!" sapa Bella.


"Dia nyerobot duluan Al!" ujar Geo menggunakan bahasa sehari-hari yang tak bisa keduanya pahami.


"Cih" Alvin kembali mendengus kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa.


"Bagaimana? Apa anda sudah siap tuan tuan nona?" tanya Eric di kursi pengemudi.


"Sudah tuan Eric" jawab mereka.


Mobil itu lantas melaju. Alvin yang kesal, memilih melihat ponselnya, melihat apakah ada pesan dari Zea atau tidak.


Bibirnya pun terangkat ketika mendapati satu pesan singkat dari sang kekasih setelah lama menunggu. Rasa kesalnya kian memudar.


Alvin membuka pesan yang Zea kirimkan untuknya.


Zea mine ♡


Sibuk?

__ADS_1


Dengan sigap tanpa basa basi Alvin lantas menghubungi nomor Zea. Dengan sekali panggilan, Zea mengangkat telponnya.


"Kenapa lama sekali nge chatnya? Apa harus aku duluan baru kamu balas?" tanya Alvin dengan nada marah pada Zea walau begitu ia senang Zea mengirim pesan dulu.


"Ah maaf" jawab Zea serba salah dari balik telepon.


Harusnya ia tak mengirimi Alvin pesan jika tau dirinya akan diomeli ketika ia mengirim.


"Kalau aku nggak hubungi kamu! Kamu bisa hubungi aku duluan! Tau nggak, gimana gelisahnya aku nungguin chat kamu!" ujar Alvin lagi.


"Pftt" Geo yang ada di depan menahan tawa.


"Kenapa tuan Geo?" tawa Eric heran karena ia pikir Alvin memang sedang marah besar kepada bawahannya atau orang lain.


"Tidak apa apa" jawab Geo.


"Jangan gitu lagi! I Miss you so bad, Ze! Kamu tau seberapa rindunya aku sama kamu. Pengen rasanya aku balik kesana detik ini juga" ujar Alvin yang bisa didengar oleh semua orang di dalam mobil termasuk Bella. Geo semakin menahan tawa mendengar sikap bucin posesif yang Alvin tunjukan bahkan tanpa filter.


"Ah iya" jawab Zea canggung dari balik telpon.


"Kok gitu aja? Kamu nggak rindu aku?" tanya Alvin curiga mendengar balasan Zea yang terlampau singkat dan tak berperasaan.


"Rindu kok rindu!" jawab Zea cepat.


"Bohong!" ujar Alvin.


"Ah Al! Kamu lagi apa sekarang?" tanya Zea mengalihkan pembicaraan.


"Siapa Al?" tanya Bella dengan suara keras pada Alvin yang tentu bisa didengar oleh Zea.


Bella ingin menunjukkan pada orang yang berada di balik telpon bahwa ada dirinya disamping Alvin sekarang.


Zea yang ada dibalik sana terpaku oleh suara perempuan yang berada di dekat Alvin.


"Siapa?" tanya Zea bergumam pelan di dekat handphonenya.


Alvin menatap Bella tajam lantas merengut kesal. Ia mengabaikan Bella.


"Itu cuma anak rekan bisnis ku Ze, dia hanya menebeng untuk pulang. Kamu jangan salah paham!" ujar Alvin menejelaskan.


"Oh" Zea berseru, haruskan ia percaya?...


"Apa kau tidak percaya?" tanya Alvin merasa Zea tak mempercayainya karena balasannya yang singkat.


"Aku percaya kok hehehe!" jawab Zea sedikit meringis di akhir kalimat.


"Mm Al! Aku ijin mau mandi dulu ya, aku belum bersih bersih dari tadi. Udah gerah dan lengket!" lanjut Zea meminta izin. Padahal kini dirinya sudah bersih dan wangi.


"O-Oke! Nanti hubungi aku lagi jika kamu sudah selesai" tutur Alvin.


"Iya! Bye Al" pamit Zea ingin segera mengakhiri telpon.


"Bye sayang" balas Alvin merasa sayang bahwa pembicaraannya dengan Zea harus terhenti.

__ADS_1


Zea langsung mematikan panggilan telpon dari Alvin tanpa membalas balasan sayang yang di ucapkan Alvin.


Alvin kini meletakan handphonenya di saku kemudian menoleh menatap tajam gadis disebelahnya.


"Nona Bella! Anda tahu! Apa yang anda lakukan itu tidak sopan! Anda berbicara di saat orang sedang menelpon, apalagi dengan suara keras seperti itu. Bagaimana reaksi anda jika mendengar ada suara perempuan lain saat anda sedang menelponnya ?" tegur Alvin merasa muak dengan sikap Bella. Apalagi Alvin yakin bahwa Bella melakukannya dengan sengaja. Tidak ada kerjaan sekali, batinnya.


"Maaf tuan Alvin, saya tidak bermaksud! apakah saya menyingung kekasih anda?" tanya Bella penasaran.


"Dia tak mengatakan apa apa, tapi aku tau dia tersinggung!" jawab Alvin tak membantah bahwa yang baru saja menelponnya adalah kekasihnya.


"Saya minta maaf! Haruskah saya menjelaskan padanya tuan Alvin? Bahwasanya anda dan saya tak memiliki hubungan apapun?" ujar Bella bertanya seakan peduli, padahal ia merasa bahwa bagus jika Zea tersinggung hingga memutuskan hubungannya dengan Alvin.


"Tidak perlu! Itu akan memperburuk jika dilakukan. Saya yang akan menjelaskan sendiri nanti" ujar Alvin lantas menoleh ke luar jendela enggan menatap Bella.


Hingga perjalanan itu kian tak terasa, mereka sampai di depan rumah Bella. Rumah yang mewah tapi tak semewah kediamannya.


"Sekali lagi saya minta maaf atas kejadian tadi tuan Alvin! Lalu, Apa anda mau mampir ke rumah saya? Saya bisa memperkenalkan anda kepada Mere (Ibu) saya, itupun jika anda tak keberatan" tawar Bella berharap.


"Tidak! Mungkin lain kali saja nona Bella" ujar Alvin menolak ajakan Bella.


"Baiklah kalau begitu! Hati hati dijalan tuan Alvin, tuan Geo, untukmu juga tuan Eric" pamit Bella kecewa. Bella masih berada di samping mobil berharap sekali lagi bahwa Alvin akan berubah pikiran.


Geo dan Eric heran karena Bella masih berdiri disana.


"Apa ada lagi yang ingin anda sampaikan nona?" tanya Geo pada Bella.


"Tidak" jawab Bella.


"Kalau begitu anda sebaiknya masuk sekarang juga nona Bella. Kemudian kami akan pergi!" ujar Geo menyahut.


"Ah baik! Selama tinggal" ujar Bella.


"Sampai jumpa nona Bella" ujar Eric membalas kemudian mereka melihat Bella masuk kedalam rumah.


Setelah itu baru Eric melajukan mobil kembali kearah jalanan yang menuju ke tempat dimana Alvin dan Geo menginap.


"Apa agenda untuk hari ini Ge?" tanya Alvin pada Geo didepan kursi penumpang.


"Tidak ada Al! Kosong. Besok baru akan dimulai dan kita disana untuk mengawasi progresnya selama beberapa hari disini" jawab Geo.


"Kalau begitu! Tuan Eric, bisakah mampir ke mall dulu. Saya mau membelikan hadiah untuk kekasih dan ibu saya" ujar Alvin memerintah.


"Baik tuan Alvin" jawab Eric.


Mobil yang mereka tumpangi tidak jadi berbalik ke hotel melainkan ke pusat pembelanjaan besar yang ada di kota Paris.


Dengan harapan bahwa nantinya Zea suka dengan hadiahnya. Hingga gadis itu tak ada niat untuk pergi darinya karena kemewahan yang ia berikan.


Sampai di pusat pembelanjaan besar di kota itu. Alvin turun bersama Geo kearah sebuah toko perhiasan mewah dan disambut baik dengan pelayan toko yang ada disana.


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


__ADS_2