My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
14. Marah


__ADS_3

Alvin melajukan motor maticnya membelah jalanan. Sesekali dia mengumpat karna sepeda motor yang dia kendarai tak secepat motor sportnya. Sampailah dia di kediaman mewah keluarga Immanuel. Dia melangkah kakinya menuju kamarnya tanpa memperdulikan sapaan dari pelayan bahkan dari sang Mommy disana.


Alvin memasuki kamar yang bernuansa hitam, membaringkan tubuhnya di kasur berukuran super king size itu. Alvin memejamkan mata, menghela nafas sambil menjernihkan pikirannya. Dia berusaha membuat tak kehilangan dirinya. Namun tak bisa, dirinya masih frustasi setelah mendengar cerita bang Arka. Alvin beranjak menuju kamar mandi membanting pintu kamar mandinya lalu berdiri dibawah guyuran shower, menyalakan air dingin yang langsung mengguyur tubuhnya dalam keadaan masih berpakaian lengkap. Ia butuh mendingkan kepalanya, sebelum pikirannya bertindak diluar kendali. Naasnya dia masih belum bisa menjernihkan kepalanya, pikirannya masih kalut akan Zea. Wanita itu, wanita yang kini mengisi hati dan pikirannya. Dirinya mulai tak bisa menjauh dari Zea, dirinya ingin selalu berada disamping gadis itu apa pun yang terjadi.


Alvin yang belum tenang, menghentikan guyuranya. Dirinya kini berdiri didepan cermin didekat pintu kamar mandi. Dirinya menatap tajam seseorang yang ada dicermin itu.


"Sialan padahal gue udah coba nahan sisi buruk gue, gue gak bisa ngebiarin. Hal ini menjadi lebih buruk" runtuk Alvin menatap pantulan dirinya pada cermin. Alvin membasahi wajahnya dan mengusap wajahnya kasar, dia beralih melihat cermin lagi dengan nafas berat.


"Hah..hah.., Zea Zea Zea, dia milikku gak akan kubiarkan siapapun mencoba merebut. Termasuk pria sialan seperti Zion." ucap Alvin dengan nafas berat menatap tajam dirinya dicermin.


tok tok tok


Ketukan pintu dikamar mandi menyadarkan Alvin, Alvin menoleh kearah pintu.


"Al kamu baik baik saja?" tanya mommy Mira khawatir ketika melihat raut marah anaknya saat memasuki rumah. Alvin tidak mengunci kamarnya membuat mommy Mira bisa masuk.


"I am okay mom, Alvin lagi mandi nih. Mommy turun aja temani daddy." teriak Alvin agar bisa didengar mommy Mira. Alvin lantas membersihkan dirinya, sehabis mengajak Zea jalan yang berkedok olahraga.


Alvin kini menemui kedua orang tuanya yang berada diruang tengah. Alvin menggunakan pakaian casual sambil memegang kunci motor sportnya.


"Mom dad." sapa Alvin datar.


"Kamu ada masalah Al?" tanya Mommy Mira khawatir.


"Nggak ada Mom, Alvin mau pergi dulu ya!" ucap Alvin meninggalkan ruangan itu tanpa menghiraukan ucapan Mommy Mira selanjutnya dan daddynya seperti biasa, hanya menatap datar Alvin. Dia merasa Alvin bisa menyelesaikan masalahnya sendiri seperti sebelum sebelumnya.


...****************...


Alvin mengendarai motornya dengan kecepatan diatas rata rata, tujuannya sekarang adalah basecamp Aodra. Pikirannya masih kalut mengetahui apa yang terjadi diantara Zea dan Zion. Dia akan menghancurkan bajingan itu berkeping keping.


Alvin sampai dibasecamp, Dia berjalan masuk kedalam menatap kedepan dengan wajah marah. Para anggota yang melihat raut muka Alvin tak berani menyapa. Semua anggota Aodra sudah berkumpul disana atas perintah Alvin lewat Geo.


Dia duduk di sebuah kursi yang dikhususkan untuknya. Alvin biasanya duduk disembarangan tempat yang ada disana. Tapi ketika dia duduk di kursi khusus itu artinya dia sedang serius dan tidak dapat diganggu gugat. Bahkan oleh teman teman baiknya itu. Dan semua orang yang melihat Alvin duduk dikursi itu menundukkan kepala, menunjukan loyalitas.


"Mulai sekarang gue perintahkan pada kalian semua tanpa terkecuali, hancurkan semua orang yang berhubungan dengan Zion. Buat pria itu berharap untuk mati saja setelah melihat orang disekitarnya menderita." titah Alvin dengan marah.


Zion! nama itu terbenak dalam pikiran semua orang. apa yang dilakukan pria yang selalu menantang sang king itu, sampai sampai membuat bosnya itu marah besar seperti ini.


"Bagaimana soal Zion, apa ikut kami hancurkan juga?" Geo bertanya, saat ini hanya Geo yang berani berbicara. Walau Geo sendiri ragu akan keputusan untuk angkat suara ini, karena tak pernah dia tak pernah lihat Alvin semarah ini. Semarah apapun Alvin dia akan memikirkannya bersamanya untuk mencari solusi yang terbaik. ataupun dia akan memikirkannya sendiri dalam kondisi tenang, tidak seemosi sekarang. Namun kini Alvin berbeda, keputusannya mutlak. Sangat jarang dia melihat Alvin yang seperti ini.


"Gue yang akan hancurkan bajingan itu sendiri, beraninya bajingan sialan itu menyentuh milik gue. Bajingan sialan itu, gue bakal hancurin lo berkeping keping sampai lo mohon lebih baik mati dari pada hidup" ucap Alvin mengepalkan tangan, ucapannya itu dapat didengar semua orang yang ada disana. Semua orang bergidik ngeri melihat wajah Alvin, karena jika Alvin sudah seperti ini dia tak akan segan segan untuk membunuh.


Sifat Alvin yang mereka amati selama ini ada dua. Yang pertama adalah Alvin yang bijaksana dalam menghadapi segala masalah walaupun Alvin masih dalam sikap angkuh dan bruntalnya itu, dan yang kedua adalah Alvin yang seperti sekarang ini. Alvin yang tak memikirkan perasaan, Alvin yang dengan tak segan segan menghukum seseorang yang melanggar aturannya, bahkan Alvin yang seperti ini tak segan segan membunuh siapa pun yang menentangnya ataupun yang mencari masalah padanya. Mereka sangat menakuti Alvin yang seperti ini dan berusaha tak membuat kesalahan sedikitpun.


"Gue pergi dulu, gue mau semuanya beres saat gue kembali" ucap Alvin pergi meninggalkan ruangan, membuat semua orang bernafas lega.


...****************...


Alvin sampai didepan rumah Zea. Dia ingin memastikan keadaan gadis itu. Dia mencoba menahan emosinya yang sudah dipuncak, dia tak ingin Zea mengetahui sifatnya ini.

__ADS_1


"holy sh*it, gue lupa gue lagi gak berpenampilan kayak nerd" umpat Alvin saat menyadari penampilannya.


Alvin menghela nafas, lalu menaiki motornya kembali dan melajukannya menuju apartemen. Dia tak ingin pulang kerumah karena nantinya dia akan direpotkan oleh sang Mommy yang bertanya aneh aneh.


Alvin memakirkan motornya di basemant khusus yang berada di apartemen. Dia menelpon Geo menyuruh pria itu untuk mengantarkan motor maticnya yang ada dirumah beserta kaca mata yang dia tinggalkan. Geo yang mendapat perintah menuruti permintaan Alvin. Sambil menunggu Geo datang Alvin mencoba mengirim pesan kepada Zea, semoga gadis itu bisa merubah moodnya.


Alvin


Hai Ze, lagi apa?


tak mendapat jawaban dari Zea, Alvin mencoba mengirim pesan lagi.


Alvin


Zea are you okay?


Alvin mulai cemas padahal belum sampai 5 menit ketika dia mengirim pesan, namun dia sudah tidak sabaran.


Ting


pesan masuk dari Zea membuat Alvin tersenyum.


Zea mine


Hai Al, lagi tiduran aja kok.


Alvin


Gue gak cemas kok Ze


Alvin menggoda Zea, mana mungkin dia tak cemas. Belum 5 menit tak mendapat jawaban dari Zea aja udah membuat pikirannya kemana mana.


Zea mine


Ngeselin lo Al, dasar cupu, culun, nyebelin lagi😤😤


Melihat balasan Zea membuatnya terkekeh,


"Manis sekali, pengen gue kurung dirumah." ucap lirih Alvin.


Alvin


Tapi lo suka kan?


Zea mine


Gak siapa juga yang suka sama lo


Alvin

__ADS_1


Okey fine, kalok gitu gue gak akan ganggu lo lagi


Zea mine


Alvin Lo kok gitu sih Al, gue cuma bercanda. masak gitu aja marah, baperan Lo!!


Alvin terkekeh melihat itu, gadisnya itu bener bener menyenangkan suasana hatinya. Dia yang marah sedari tadi bisa mencair, hanya karna balasan chat dari Zea. Melihat balasan Zea membuatnya ingin lebih menggoda gadis itu.


Alvin


Bodo ah, gak usah cari gue lagi.


Zea mine


Alvin Al maaf deh, jangan ngambek lagi dong.


Alvin tak membalas, ingin melihat balasan Zea lagi yang mengkhawatirkannya.


Zea mine


Alvin Lo bener bener marah ya?


Alvin Al 🥺🥺


Langkah kaki mendekat, Alvin masih fokus melihat pesan masuk dari Zea sambil tertawa sendiri, tanpa menyadari ada orang yang masuk ke apartemennya.


"Al" sapa pria itu tapi tak mendapat balasan.


"Alvin Al" tepukan bahu Alvin, masih tak mendapat sang empu yang sedang asik dengan hpnya itu. bahkan Alvin menepis tangan pria itu.


"Alvin Woy" Geo, pria itu berteriak mengagetkan Alvin.


"Shitt!! ngagetin aja lo Ge" maki Alvin menatap tajam Geo.


"Ye, Lo gue panggil dari tadi gak nyahut nyahut. malah asik senyam senyum sendiri ngelihatin hp, udah jadi bucen kayak Daddy Lo ha? huft" dengus Geo menggerutu menatap Alvin kesal. Geo kini tak lagi takut kepada Alvin ketika melihat mood soibnya itu sudah membaik.


"Mana?" minta Alvin tanpa membalas ucapan Geo. Geo paham dengan sifat kawannya itu, menyodorkan kunci motor dan kaca mata bulat Alvin. Alvin masuk kedalam kamar, berdiri menatap cermin. Dia menata rambut dan gaya berpakaian serta memakai kaca mata bulatnya itu. Penampilan nerdnya sangat sempurna.


"Nih, bawa pulang" Alvin melempar kunci motornya kearah Geo, dengan Sigap Geo menangkapnya.


Alvin berjalan kebastmant, kearah sepeda motor maticnya itu diparkirkan. Sekarang tujuannya adalah pergi kerumah Zea. Kearah rumah gadis yang sedang kalut karena tak mendapat balasan darinya itu.


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Halo semua, sebelumnya makasih banyak buat yang udah support ceritaku. Mau cerita nih hehehe.. Sebelumnya aku gak ada semangat sama sekali buat ngetik part ini, karena pusing habis perjalanan jauh. Tapi tetep aku paksain buat ngetik karena dapet komen penyemangat. Dan maaf banget ya, kalok part kali ini pendek dan banyak kesalahan.


Thank you and happy reading 。◕‿◕。 ♡

__ADS_1


__ADS_2