My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
212. Duduk 1 meja


__ADS_3

"Ambil meja! Kita gabung" ujar Satya bertebal muka tanpa aba aba meminta meja.


Julian dan Satya langsung menggeser meja yang ada disamping meja Zea. Menjadikan meja mereka menjadi satu, membuat beberapa pengunjung menonton aksi mereka.


"Pelayan!!" seru Julian melambaikan tangan memanggil saat ia sudah menyelesaikan tempat duduknya.


Para pria itu duduk satu meja dengan Zea dan kawan kawan.


Pelayan tadi datang menghampiri mereka untuk menanyakan pesanan.


"Silahkan!!" Tutur sang pelayan.


"Pilih aja! Gue yang bayar" ujar Satya dengan nada angkuhnya.


"Ah gak perlu Sat, kita bisa bayar sendiri. Makasih!" balas Zea menolak terlebih dahulu.


Tapi Satya tetap memaksa mereka unt memesan sepuasnya dan ia yang akan membayar nanti. Kelakuan Satya membuat Icha menghela nafas.


Icha mengambil buku menu lalu Ia melihat kearah para sahabatnya yang sepertinya sedikit was was dengan dirinya.


"Kenapa kok diam aja? Dia yang bilang mau mentraktir kita loh!! Gak usah tanggung tanggung, pilih aja sesuka kalian. Apa mau gue pilihin? Gue pilihin ya?" tutur Icha dengan nadanya yang marah tertahan.


Zea dan Keyla menggeleng, memperingati Icha agar menahan diri.


"Gue aja yang pilihin! Kelamaan" seru Icha.


Icha membuka buku memperlihatkan pada pelayan itu, "Permisi, saya mau ini ini ini ini terus ini ini ini. Oh ya dessertnya masing masing satu ya kak, udah itu aja!! Saya tunggu, jangan lama lama ya kak!!" ujar Icha lalu menutup buku menu.


Keyla, Zea, Ayu, dan Julian seketika menahan nafas saat melihat apa saja yang dipesan Icha.


"Bangkrut lo Sat!! Parah" seru Julian turut prihatin dengan sahabat karibnya itu.


Zea yang dari tadi memperhatikan merasa hal ini tak bisa dilanjutkan.


"Mbak..." panggil Zea namun terpotong.


"Siapin aja yang tadi dia tunjuk!! Saya yang akan bayar" ujar Satya lalu mengeluarkan kartu atm-nya menyerahkan pada pelayan itu dan diterima dengan hati hati.


"Baik, silahkan tunggu hidangannya ya kak!!" ujar pelayan itu lalu pergi.


Icha masih dengan cueknya mengacuhkan Satya yang ada disampingnya.


"Stt Ze!! Ini gak papa gini? Itu tadi mahal banget loh! Apa gak sebaiknya kita ikut bayar juga?" seru Ayu merasa khawatir.


Zea menepuk pundak Ayu, mencoba menenangkan gadis itu yang masih shock dengan apa yang Icha sahabatnya itu lakukan.


"Tenang aja! Nanti aku coba kongsi sama Keyla. Walaupun nanti kayaknya aku harus numpang makan dulu sementara sama kamu" ujar Zea.


Ayu mengangguk memahami.

__ADS_1


Hingga pesanan mereka tiba. Zea juga Ayu yang melihat makanan didepan mereka meringis saat pelayan menyodorkan bill terlebih dahulu karena banyaknya pesanan yang mereka pilih. Pelayan itu membawa mesin atm ke hadapan Satya untuk membayar.


"Ini kartunya kak! Selamat menikmati" ujar sang pelayan lalu pergi meninggalkan mereka.


"Ayo makan makan!! Gak usah malu malu. Bukan uang kita juga!!" ujar Icha menyungging senyum, lalu ia mendapat senggolan dari Keyla sebagai teguran.


"Cha!!" tegur Keyla.


Tapi Icha nampak tak peduli, gadis itu mencomot potongan daging steak dengan garpu lalu menyuapkan kemulutnya.


Zea dan Keyla yang melihat kelakuan Icha menghela nafas.


"Ayo makan dulu! Jangan pikirkan hal lain!" tutur Zea. Lalu gadis itu mulai menusuk daging steak yang sama.


"Thank you Sat" ujar Zea menunjukkan garpunya lalu menyuap kedalam mulut.


Mereka mulai makan dengan diam, tanpa ada gelagak tawa.


Zea memperhatikan makanan dimeja. Walaupun sudah beberapa suap yang masuk kedalam mulutnya, namun meja itu masih terasa penuh.


'Nanti minta pelayan bungkus aja dari pada dibuang' batin Zea.


Kemudian ia memasukan suapan terakhir desert kedalam mulutnya. Ia kenyang, mereka kenyang.


"Aku mau ke toilet dulu ya!" ujar Zea bangkit seraya menghirup udara dalam karena ia yang kekenyangan.


"Oke hati hati" balas Icha.


Ia keluar dari toilet menemukan pelayan yang tadi melayani mejanya.


"Permisi!" seru Zea memanggil.


Zea mengatakan satu dua patah kata kepada pelayan itu kemudian dijawab dengan anggukan.


"Baik, akan saya siapkan tempatnya kak" ujar Pelayan itu cepat tanggap.


"Makasih" balas Zea tersenyum ramah. Kemudian Zea kembali ke meja yang masih terasa aura permusuhan yang ntah kapan akan selesai.


Zea duduk ditempatnya semula.


"Gue tadi bilang ke pelayan untuk bungkus makanan sisanya. Kalian nanti bisa bawa balik ke hotel ya, lagian sayang kalau dibuang" ujar Zea pada kawan kawannya.


Hingga semua selesai dan pelayan menyerahkan kantong yang didalamnya berisi sisa makanan yang beberapa bahkan ada yang masih belum tersentuh.


skipp..


Mereka keluar dari restoran lalu berjalan secara berdampingan, menyusuri pantai dengan tujuan kembali ke hotel.


Grepp..

__ADS_1


Tangan Icha dipegang membuat gadis itu menoleh.


"Ayo bicara, kita gak boleh begini terus" ujar Satya serius.


Keyla mengawasi, "Cha sebaiknya lo bicarain masalah lo sama Satya baik baik dulu. Lagian kita ini mau liburan masa lo badmood melulu. Suasananya jadi gak enak kalau kita gini terus, Ya? Lo bicarain dulu, kita tunggu di hotel. Good luck!!" ujar Keyla menanggapi dengan suara pelan diantara ia dan Icha


Icha diam, "Kita tunggu dihotel!!" Keyla menepuk bahu Icha kemudian ia mengkode Zea dan Ayu untuk meninggalkan gadis itu berdua dengan Satya. Begitu pula Julian dan Kenan yang juga ikut pergi.


skipp..


Zea, Keyla, dan Ayu tergeletak dikasur. Mereka berbaring sambil menunggu kedatangan Icha.


Zea merangkak, meraih handphonenya yang tercas disamping kasur. Ia belum menghubungi Alvin semenjak ia datang kesini.


Zea menyalakan handphonenya dan saat handphonenya menyala kembali, sebuah panggilan muncul dilayar handphonenya membuat Zea panik dan secara tak sengaja mengangkat panggilan video itu.


Wajah Zea dan Alvin terpampang jelas dilayar handphonenya.


Alvin diam mengamati daerah sekitar Zea.


"Dimana?" tanya Alvin dengan wajah serius melihat Zea.


Otak Zea berputar mencari alasan. Zea ingin membuka mulut namun suara Icha yang masuk kedalam kamar membuat ia runyam.


"Guys!! Gue udah selesai bicara sama Satya! Dia gak bakal ganggu rencana liburan kita lagi, yeiyy!! " seru Icha berteriak.


Alvin memicingkan mata kearah Zea.


tutt..


Dengingan panggilan terakhiri terdengar dari ponsel Zea


Zea melihat kearah Icha merenggut.


"Kenapa kenapa? Kok merengut gitu?' ujar Icha merasa aneh dengan tatapan Zea.


Zea melihat kearah layar handphonenya menerima pesan terbaru dari Alvin.


Alvin


Aku kesana sekarang


Zea langsung menghela nafas melihat isi pesan. Ia menunjukkan isi pesannya pada dua sahabatnya.


"Sorry!!" seru Icha.


"Hancur sudah rencana liburan istimewa kita. Satu selesai satu datang lagi" seru Keyla patah semangat karena liburan yang selama ini ia dambakan sebentar lagi akan menjadi kacau balau.


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2