My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
131. Gagal


__ADS_3

Zea yang seketika membelak saat melihat Alvin sudah berada di belakangnya. Zea segera berlari maju hendak kabur.


Hap!


Sia sia saja itu ia lakukan karena nyatanya Alvin dapat menangkapnya kembali.


Alvin mengangkat tubuh Zea ala bridal style dengan Zea yang memberontak dalam gendongan alvin. Alvin melemparnya ke kasur dengan keras.


Tak tanggung tanggung Alvin menindihi tubuh Zea.


"Al! Aku mohon al, aku nggak mau!" ujar Zea menitih.


Alvin memandang wajah Zea yang kini berada dibawahnya tanpa ekspresi.


"Kamu taukan selama ini aku selalu mengalah sama kamu! Aku mohon Al, please, please, please" Zea memegang lengan Alvin sambil sedikit mengguncangnya.


"Kamu memberontak dan dekat dengan pria lain, Ze" ujar Alvin dingin menjelaskan kesalahan yang Zea lakukan.


Zea menggeleng, "Enggak, enggak akan lagi. Aku akan lebih menurut, please Al, please hiks hiks" Air mata Zea mengalir.


"Per*setan dengan hal itu!" amuk Alvin.


cup


Alvin menyambar bibir Zea tanpa peduli air mata yang menetes dari kelopak mata gadis itu. Alvin menekan ciumannya pada Zea hingga Zea bahkan kesulitan untuk bernafas.


Alvin menjauhkan tubuhnya sedikit, tangannya bergerak melepaskan Jersey basket dibadannya semakin membuat Zea histeris.


"Nggak mau Al! Nggak Mau!" seru Zea menangis.


Cup


Alvin tak memperdulikan kembali meraup seluruh bibir Zea, mengikat kepemilikan dibibir Zea. Menyatakan bahwa gadis yang sedang ia cium ini adalah miliknya.


Tangan Alvin ikut bergerak mengusap wajah hingga turun ke perut Zea tertutup seragam.


Tak lama kemudian saat pasokan udara Alvin menipis. Alvin melepaskan ciumannya.


"Hah hah hah! Hiks hiks" Zea sudah mulai kehabisan nafas sambil menangis. Zea menoleh kesamping enggan menatap Alvin.


Alvin memandang wajah Zea kembali. Ia bergerak mendekat wajahnya di leher Zea mencium wangi dari ceruk leher Zea. Bibir Alvin mendekat hendak memberikan isapan di leher Zea.


"ALVIN! You here?!" suara teriakan dari bawah membuat Alvin berhenti.


Alvin setengah bangkit mempertajam Indra pendengarannya.


"Boy! Kamu diatas?" teriakan itu kembali terdengar. Gagal sudah keinginannya untuk memiliki Zea.


"Daddy sama mommy mampir nih!" lanjutnya.


"Sia*lan" umpat Alvin kesal namun hal itu membuat Zea lega.


Alvin yang mendengar hal itu dengan jelas segera bangkit menuju ke lemari, memilih t-shirt untuk ia kenakan.


Alvin mendekat kearah Zea, setengah menindihi Zea. Alvin menggerakkan wajah Zea agar Zea menatapnya.


"Sekarang kamu sadar kan bagaimana pencemburunya aku?" tanya Alvin menatap kedua mata Zea tajam.


"Untuk terakhir kalinya aku lepasin kamu. Dan kamu beruntung, karena setelah ini, jika kamu kembali berulah. Aku nggak akan segan segan untuk miliki kamu seutuhnya. Ucapanku tidak main main Ze!" ujar Alvin menegaskan. Zea menggangguk.

__ADS_1


Tok tok tok


"Alvin kamu ada didalam?" tanya Mommy Mira dari balik pintu.


"Iya Mom, ini Alvin lagi sama Zea. Mommy kebawa aja dulu, nanti Alvin nyusul!" seru Alvin.


"Ohw ada Zea! oke, mommy tungguin dibawah sama papa ya! Buruan" ujar mommy Mira.


Alvin mendengar langkah kaki yang menjauhi kamar.


"Pergi ke kamar mandi, rapikan dirimu. Aku akan keluar!" ujar Alvin lebih seperti perintah.


Alvin mendekat membuat mata Zea terpejam dan menitihkan air mata.


Cup


Alvin mendaratkan ciumannya di kening Zea. Mengusap air mata Zea dengan jari jempolnya.


"Udah jangan nangis. Sana gih! Aku tungguin" ujar Alvin bangkit.


Zea yang berada dikasur lantas bangkit dengan isak tipis yang masih tersisa, Zea bangkit menuruti apa yang Alvin mau.


Alvin melihat kearah pintu yang kacau karena banyak barang yang berhamburan disana. Alvin menyingkirkannya tapi tak menata-nya kembali sebelum keluar dari kamar.


Alvin turun menuju ke ruangan depan dimana mommy daddynya sedang menunggu.


"Ngapain mommy daddy ke apartemen Alvin?" tanya Alvin berjalan mendekat.


"Jenguk kamu lah" jawab Mama Tia.


"Oh! Dari mana mommy daddy tau aku disini?" tanya Alvin curiga.


"Lagian kamu nih, punya rumah jarang banget di ampiri. Beberapa hari ini kamu cuma dateng makan malam, lalu tidur di apartemen. Lupa kalau punya mommy dirumah, iya?" lanjut Mommy Mira mengomel.


Alvin diam tak membalas membiarkan sang mommy selesai berbicara.


"Terus katanya ada Zea, mana Zea? Kangen mommy sama dia!"


"Dikamar! Tadi waktu mommy panggil, Zea lagi dikamar mandi. Bentar lagi kayaknya Zea turun" balas Alvin.


Benar saja Zea turun dari lantai dua dengan senyum tipis. Zea yang bisa akting mengulas senyum palsu dihadapan kedua orang tua Alvin.


Sedangkan Tatapan mata Alvin terpaku pada Zea, melihat kearah leher Zea karena sebelumnya ia sempat membuat tanda disana. Namun tanda kemerahan itu tidak ada.


"Om Tante" sapa Zea mendekat hendak menyalami keduanya.


"Zea udah tau kan Al?" tanya Mommy Mira diangguki Alvin, menerima uluran tangan Zea sambil mengusap kepala Zea.


"Gitu dong! Kan enak mommy juga, gak sembunyi sembunyi jadinya" ujar mommy Mira tersenyum.


"Sini Zea duduk sama mommy" ajak mommy Mira.


Namun sebelum Zea bertanya pada Alvin. Alvin menariknya untuk duduk disampingnya.


"Zea duduk sama Alvin mom" ujar Alvin menggenggam tangan Zea.


"Ish, biar Zea sama mommy sini! Kamu kan selalu ketemu Zea, biar mommy deket sama Zea. mau kamu nggak mommy restuin" ancam mommy Mira pada Alvin.


"Basi mom main anceman restu mulu!" ujar Alvin sebal.

__ADS_1


"CK, bisa bisanya! Jangan mau Ze sama anak mommy. Galak judes dingin gitu, sama kayak disebelah. Biar mommy kenalin kamu ke anak anak temen mommy yang lain"


"Mom!" seru Alvin tak terima. Daddy Exel yang ada disebelah mommy Mira bereaksi sama kesalnya dengan Alvin karena dia yang sedari tadi diam ikut terbawa.


"Tuh lihat" ujar mommy Mira tersenyum.


Zea membalas senyuman wanita cantik didepannya ini. Ia kembali amat sangat bersyukur karena keduanya datang di waktu yang tepat hingga bisa menghentikan kegilaan yang Alvin lakukan.


"Oh ya, itu mata Zea kok kayak sembab gitu. Kamu habis nangis? Alvin bikin kamu nangis?" tanya mommy Mira menyelidiki.


Deg


Zea terpaku.


"Mommy apaan sih!" seru Alvin melingkar tangannya di pinggang Zea.


"Jangan takut Zea, bilang ke mommy kalau memang Alvin bikin kamu nangis" seru Miranda.


"Em Ah nggak kok Tan! Ini gara gara kebanyakan nonton drakor dan kurang tidur. Jadi sembab kayak gini!" ujar Zea menjelaskan sambil tersenyum kecut.


"Beneran?" tanya mommy Mira memastikan.


"Iya Tan" Zea mengulas senyum agar mommy Mira


"Oh syukur deh kalau gitu"


"Iya" jawab Zea.


Zea diam saja saat Alvin asik berbincang dengan sang mommy. Ia sedikit canggung berada di hadapan keluarga Alvin apalagi tatapan Daddy Exel yang sedari tadi tertuju padanya tapi tidak bersuara.


"Mom pulang yuk!" ajak Daddy Exel tiba tiba.


"Yah kan baru sebentar dad, mommy juga belum puas, mau ngobrol sama Zea" tutur mommy Mira manja.


"Daddy udah lelah mom. Lagian Zea pasti juga udah capek" bujuk Daddy Exel.


"Huft! Yaudah deh, terpaksa!" ujar mommy Mira pasrah.


"Alvin anterin Zea pulang. Setelah itu langsung pulang ke rumah. Daddy mau ngomong soalnya" ujar Daddy Exel.


"Daddy mau ngobrol apa sama Alvin? Kenapa nggak disini aja dad, biar mommy ngobrol sebentar sama Zea" ucap mommy Mira berharap.


"Ini urusan kantor mom. Lagian dokumennya ada di rumah. Besok besok aja ya ngobrol laginya" bujuk Daddy Exel melihat kearah mata Miranda.


"Oke" ujar mommy Mira lesu.


"Yaudah Yuk" ajak daddy Exel bangkit dilanjutkan dengan Miranda ikut bangkit.


"Bentar! Zea, Ayo turun bareng Mommy" Mommy Mira ganti mengajak Zea.


Zea yang disamping Alvin ragu untuk ikut hingga tangan mommy meraih tangan Zea, mengajak Zea berjalan.


Zea menoleh melihat Alvin yang mengangguk membuat Zea bernafas lega. Ia mengikuti langkah mommy Mira, sebelumnya Zea mengambil tasnya yang berada di lantai didekat sofa mereka duduk.


Ia mengikuti mommy Mira disusul Alvin turun ke basemant.


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


__ADS_2