Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Pengumuman


__ADS_3

"A...aaku."


"Sebenarnya juga sudah lama mencintaimu Kakak, namun Aku menyembunyikannya."


"Jadi apakah Kamu mau menikah denganku Mingyin ?" Tanya Fengshui.


"Iya Aku mau menikah denganmu Kakak."


Jawab Mingyin.


Mendengar jawaban Mingyin seketika Fengshui melompat kegirangan hingga tak menyadari keberadaan gurunya yang ada di sampingnya.


"Ehhh... Guru, Maaf."


Fengshui merasa malu setelah tersadar dari kegembiraannya.


"Hemmm,, Tidak apa Fengshui guru bisa memakluminya. Jika memang Kalian sudah saling mencintai besok Kita akan umumkan tanggal pernikahan kalian."


***


Keesokan harinya guru Liuking memerintahkan semua murid dan guru di perguruan Macan Putih untuk berkumpul di aula.


"Ada apa sih ini."


Pertanyaan berbagai murid perguruan yang merasa bingung karena di kumpulkan di aula.


"Ada apakah ini guru, kenapa semua guru dan murid di suruh berkumpul di aula ?" Tanya Dongmen.


"Biasanya ketika semua guru dan murid di kumpulkan, ada berita baik bisa juga berita buruk.'' Jawab guru Loutan.


Tak berselang lama setelah semua guru dan murid berkumpul di aula, guru Liuking berdiri dan maju.

__ADS_1


"Saya memohon maaf kepada para guru dan murid untuk meminta waktunya sebentar, karena hari ini saya mau mengumumkan kabar baik. Seminggu lagi dua muridku yaitu Fengshui dan Mingyin akan melangsungkan pernikahan." Ucap guru Liuking.


"Apaaa ?? Mingyinku. Mau menikah dengan Fengshui Ini tidak bisa di biarkan."


Dongmen bergumam dalam hati.


Dan di harapkan untuk semuanya bisa memeriahkan acara tersebut.


Sekian dan terimakasih atas kehadiran semuanya.


Guru Loutan yang telah memperhatikan gerak-gerik muridnya, sebenarnya sudah memahami kalau Dongmen mencintai Mingyin, namun pura-pura tetap santai.


"Muridku..,''Panggil guru Loutan.


"Kau tidak perlu bersedih, jelas-jelas Mingyin tidak pernah menganggapmu ketika Kau sering bertemu dengannya."


"Sebaiknya kau lupakan saja dia, ingat kita masih memiliki misi."


"Iya.. Guru mengerti."


"Tapi kau harus ingat nanti tatkala aku bertarung dengan guru mereka Liuking, Kau tidak akan mudah untuk mengambil kitab itu


(Kitab jurus Tapak Pembakar Sukma)."


"Karena pasti Fengshui dan Mingyin tidak akan membiarkanmu mendapatkannya."


"Hemm... Tunggu dulu guru."


"Kenapa aku harus mengambil kitab itu ketika guru bertarung dengan guru Liuking."


"Kenapa tidak ketika pernikahan sedang berlangsung saja, Jelas-jelas itu waktu yang tepat untuk bisa mengambilnya secara diam-diam."

__ADS_1


"Waah,, Kau benar juga Dongmen..Kenapa tidak terpikirkan olehku."


"Hehehee, Jelas murid lebih pintar guru.


Biar nanti Aku bisa mempelajarinya terlebih dahulu guru."


"Hehehe... Kau memang murid yang pintar Dongmen."


"Ayok sekarang ikut guru,akan guru ajarkan sebuah jurus kepadamu."


"Waaah.. jurus yang itu guru, Aku tidak sabar dari kemarin."


"Oh iya guru, kemarin sewaktu Aku mencari kitab di perpustakaan Aku mendapatkan kitab ini."


Sambil menyodorkan kitab kepada gurunya.


"Ini ?? Bukannya ilmu kegelapan.


Bagaimana kau bisa mendapatkannya."


"Entah guru, ketika Aku memejamkan mata dan memilih dengan hati nurani Kitab ini yang muncul di hadapanku."


"Hemmm... Berarti ketika Kau memilih dengan hati nurani ada hawa kejahatan di dalam hatimu."


"Namun tidak masalah, mungkin ini sudah takdirmu memiliki kitab tersebut."


"Yang guru ketahui kitab ini harus diberi setetes darah terlebih dahulu untuk dapat membukanya, dan untuk mempelajari kitab ini tidak akan semudah yang kau bayangkan."


Minta dukungannya ya sobat..


untuk Like dan Vote nya..😁😀😂😊

__ADS_1


__ADS_2