Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Arena Pertarungan 2


__ADS_3

Ning'er yang telah memenangkan pertarungan tidak terlihat bahagia melainkan terlihat sangat serius, sebab dirinya baru merasakan kekuatan dari peserta pertama cukup memaksanya untuk menggunakan jurus Bulan Purnama lebih awal.


Lourin melihat Ning'er mendadak bingung dengan sikap Ning'er yang tidak ada kebahagian setelah dirinya memenangkan pertarungan, hanya wajah yang terlihat serius seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa Ning'er ? Mengapa kamu terlihat sedang memikirkan sesuatu." Tanya Lourin.


"Tidak Lourin, hanya saja Aku bingung mengapa kita bisa satu grup dengan perguruan dan Kerajaan XinZue yang sangat terkenal kehebatannya itu." Ucap Ning'er.


"Aku pun sebenarnya sama dengan apa yang telah kau fikirkan." Ucap Lourin.


"Sudah, itu tidak jadi masalah buat kita yang penting kita harus tetap berusaha terlebih dahulu." Ujar guru Xinhai.


"Iya, kita kerahkan kemampuan yang kita punya, masalah menang atau tidaknya kita percayakan saja dengan kemampuan kita masing-masing." Yinfeng menyemangati teman-temannya yang sempat bingung.


"Yakinlah dalam diri kalian, bahwa kalian mampu menghadapi itu semua." Ucap guru Xinhai.


*


Baiklah untuk pertarungan selanjutnya Arena 1 Xishuan dari perguruan Bangau Putih melawan Lioyen dari perguruan Singa Emas.


Arena 2 Jienli dari perguruan Rajawali melawan Doelba dari perguruan Alap-alap.


Arena 3 Batian dari perguruan Badak Merah melawan Dixier dari perguruan Landak Paku.

__ADS_1


Arena 4 Houlie dari perguruan Macan Kumbang melawan Yinfeng dari perguruan Macan Putih.


"Bagi semua peserta yang telah di panggil silahkan menaiki Arena masing-masing."


Doooong...


Bunyi gong tanda pertarungan dimulai.


Terlihat di Arena 1 Xishuan segera melesat maju menyerang Lioyen dengan sebuah tinjuan, namun tidak disangka tinjuan yang hendak di lesatkan pada tubuh Lioyen mendadak Xishuan terhenti dan tidak bisa menggerakkan badannya.


"Hemm.. Mau mencoba menyerangku, itu tidak mungkin." Ucap Lioyen.


Dengan segera Lioyen mendaratkan sebuah pukulan di wajah Xishuan hingga dirinya terpental hampir keluar Arena.


"Opst.. Hampir saja Aku membuatmu keluar." Ucap Lioyen dengan menutup mulutnya.


"Eits.. Sabar dong, Aku kan baru ingin main-main denganmu." Ucap Lioyen.


Dengan emosi Xishuan kembali maju dengan sebuah pukulan yang diam-dian telah di lapisi dengan api di tangannya, seketika tinjuan itu mengenai Lioyen, namun secara tiba-tiba Lioyen berubah menjadi batang kayu besar.


Membuat pukulan tersebut hanya mengenai batang kayu bukan Lioyen, namun secara tiba-tiba Lioyen sudah berada di belakang Xishuan, dan didaratkan sebuah pukulan talak mengenai punggung Xishuan sehingga terdengar bunyi seperti tulang yang patah.


"Ah kurang seru bertarung denganmu, lebih baik Aku akhiri saja." Ujar Lioyen.

__ADS_1


Dengan cepat Lioyen menghilang dan mendaratkan pukulan keras mengenai wajah Xishuan hingga terpentak keluar Arena sampai bermandikan darah yang keluar dari mulutnya.


Di Arena 2 terlihat Doelba sedang menyerang Jienli dengan bertubi-tubi, namun Jienli masih tetap bisa mengimbangi serangan Doelba, sampai pada akhirnya Doelba mengeluarkan jurus pukulannya.


Dengan cepat Jienli membuat pertahanan dengan sebuah perisai pelindung, jurus pukulan Doelba tidak sanggup menembus perisai pelindung milik Jienli.


Ketik Doelba menghentikan jurus pukulannya tiba-tiba Jienli dengan cepat melesat maju dengan mengalirkan listrik di tangannya, mengenai tubuh Doelba yang mengakibatkan Doelba mengalami luka sengatan pada tubuhnya sampai tubuhnya tidak dapat bertahan dari sengatan listrik tersebut dan jatuh terkapar.


Di Arena 3 pertarungan yang berjalan cukup sengit hingga membuat Batian cukup mengalami kelelahan karena terlalu memaksakan diri menggunakan tenaganya, begitu juga sebaliknya Dixier mengalami kelelahan karena menahan setiap serangan yang di lesatkan oleh Batian.


Membuat keduanya termundur untuk menghimpun kekuatannya kembali, tapi ternyata Batian lebih cepat dalam menstabilkan kekuatannya kembali, dengan cepat melesat maju mengarahkan sebuah jurus tinjuan badak ke arah Dixier.


Jedduaaakkk..


Sebuah tinjuan keras telak mengenai dada Dixier hingga dirinya terpental jauh sampai keluar Arena, sebelum akhirnya terjatuh di tanah dengan luka cukup parah.


Sedangkan di Arena 4 Yinfeng yang terlihat cukup tenang beradu berbagai pukulan dengan Houlie, sampai sudah tidak terhitung lagi berapa pukulan sudah Haulie lesatkan namun tidak ada satu pun yang dapat mengenai Yinfeng.


Semuanya dapat dengan mudah Yinfeng hindari dengan sesekali menahan dengan kedua tangannya, membuat Houlie kebingungan dan sempat kelelahan.


Namun kemudian Houlie berhenti dan mundur ke sudut Arena untuk menghimpun kekuatannya kembali, Yinfeng membiarkan Houlie untuk menstabilkan kekuatannya terlebih dahulu.


Dirinya tidak ingin terburu-buru untuk maju menyerang Houlie dengan memberikannya kesempatan, Houlie kembali maju menyerang Yinfeng namun ternyata diam-diam Houlie telah menghimpun kekuatannya dan memusatkan pada kedua tangannya.

__ADS_1


Yang membuat setiap pukulan Houlie terasa cukup kuat, hingga memaksa Yinfeng menambah sedikit kekuatannya untuk dapat mengimbangi setiap pukulan-pukulan yang Houlie lesatkan.


........


__ADS_2