
Setelah Yinfeng memasuki kobaran api abadi ia melihat suatu cahaya merah yang menyilaukan, namun ia belum berani mencari tau akan asal dari cahaya itu.
Yinfeng segera duduk bersila untuk memulai pemurnian.
Segala tenaga dalam dan elemen es ia keluarkan untuk terus bertahan dari panasnya api abadi, hingga ia mampu bertahan untuk lebih lama lagi.
Namun naas karena pemakaian tenaga dalam dan elemen es yang berlebih, membuat tenaga Yinfeng terkuras banyak.
Hingga akhirnya tubuh Yinfeng yang tadinya tidak terpengaruh oleh api abadi karena aliran tenaga dalam dan elemen esnya, lama kelamaan mulai memerah karena api abadi sedikit demi sedikit membakar kulit Yinfeng.
"Ahhhh. Sial.. Aku mulai kelelahan. Apalagi tenaga dalam dan energi elemen esku sudah hampir habis, apa yang harus Aku lakukan." Gumam Yinfeng.
Yinfeng yang kebingungan karena ia mulai kelelahan, tiba-tiba sosok misterius datang mengganggu fikirannya kembali.
"Hahahahaa. Dasar kau bocah.. Sudah Aku katakan sebelumnya, bahwa kau tidak akan sanggup melalui pemurnian ini." Ucap sosok misterius.
"Diam kau." Bentak Yinfeng.
"Hahahahaha.. Sudah mau jadi sapi panggang masih sok kuat kau bocah."
"Jika kau tidak diam akan Aku bakar kitab itu." Ancam Yinfeng.
"Aahahaha.. Lucu sekali kau bocah, coba saja kau bakar kitab itu.."
"Kau tidak takut jika Aku membakar kitab itu." Ucap Yinfeng.
__ADS_1
"Kenapa Aku harus takut Ahahahaha..,
Kau saja tidak bisa keluar dari sini." Ujar sosok misterius.
"Hemmm.. Benar juga." Ucap Yinfeng.
"Hahahaha.. Jika kau mau Aku bisa membantumu."
"Ahhh.. Mana mungkin kau mau membantuku, lagian kau kan sudah berjanji jika Aku sanggup melewati pemurnian dan memahami kitab itu, kau akan menjadi pengikut setiaku." Ucap Yinfeng
"Hahahaha.. Memang benar. Tapi Aku membantumu karena Aku memiliki satu syarat."
"Hahaha.. Sudah Aku duga, mana mungkin sosok sepertimu mau membantuku cuma-cuma."
"Hahahaa.. Lantas bagaimana ? "
"Hemmm.. Baiklah Apa syaratnya." Tanya Yinfeng.
"Nah begitu dong. Hahaha.."
"Syaratnya kau harus membantuku untuk memiliki tubuh kembali."
"Apaa ?? Bagaimana caranya ?" Ucap Yinfeng yang terkejut.
"Caranya kau harus menemukan sebuah kitab yang didalamnya memiliki tatacara untuk penyatuan roh jiwa." Ucap sosok misterius.
__ADS_1
"Lantas dimanakah Aku bisa mendapatkan kitab tersebut." Kata Yinfeng.
"Kau harus pergi kearah barat, disana nanti ada bukit dan di bukit itu terdapat sebuah goa."
"Namun goa itu tidak sembarang orang dapat memasukinya, karena hanya orang yang mempunyai permata api abadilah yang dapat membuka goa tersebut."
"Baiklah jika nanti Aku sudah tumbuh dewasa, akan Aku cari kitab itu." Ucap Yinfeng.
"Hemm, Bagus. Janji adalah hutang yang harus dibayar jika kau mengingkarinya,
Kau akan tau akibatnya. Ahahahahaa."
"Sekarang cepat bantu Aku untuk dapat bertahan dan menyelesaikan pemurnian ini." Ujar Yinfeng.
Seketika sosok misterius mengeluarkan mutiara putih seputih salju.
"Aku akan memasukkan mutiara salju abadi ini ke Jiwamu, agar elemen esmu lebih kuat dan akan bertambah hebat." Ucap sosok misterius.
"Mutiara salju abadi ?" Ucap, Yinfeng yang merasa heran.
Sosok misterius tidak menanggapi keheranannya Yinfeng, malahan sosok misterius itu mulai memasukkan mutiara salju abadi ke jiwa Yinfeng.
Tiba-tiba tubuh Yinfeng yang telah terbakar api abadi mulai sedikit demi sedikit kembali seperti sedia kala.
Yinfeng yang mulai menyadari akan energi dari mutiara salju abadi, perlahan tubuhnya terselimuti oleh salju, yang membuat api abadi tak lagi dapat membakar tubuh Yinfeng.
__ADS_1
........