
Tak jauh dari Yin Feng berdiri terdengar suara teriakan yang sangat keras, ternyata ada sebuah goa dimana raja binatang iblis beristirahat.
"Suara itu.. Sepertinya rencanaku berhasil." Yin Feng segera terbang mencari sumber suara tersebut, dia kemudian menemukan ada sebuah goa yang tak jauh dari tempat pertarungan.
Saat Yin Feng mendaratkan kakinya ketanah tepat di depan mulut goa ia menemukan berbagai tulang belulang, dan tercium bauh yang sangat busuk. "Uhh.. Nampaknya raja binatang ini tak pernah mandi."
Yin Feng mencoba untuk tetap memasukinya walaupun dengan menutup kedua hidungnya, namun baru dua langkah ia mendekati mulut goa kembali raja binatang iblis mengaum.
Haauuurrrrr.....
Suara dan daya teriakannya membuat Yin Feng hampir terpental, dengan menyilangkan kedua tangannya kedepan ia berusaha untuk dapat mempertahankan pijakannya.
Namun tiba-tiba ada sesuatu yang muncul dari mulut goa mengarah pada Yin Feng, dengan kecepatannya ia pun dapat menghindari serangan yang datang.
Dan terlihat sebuah kepala muncul pertama kali dari mulut goa baru disusul dengan badannya. "Ternyata sang raja adalah seekor kadal raksasa, namun apakah itu?"
Yin Feng merasa ada yang aneh dengan raja binatang iblis, dikepala sang raja terdapat sebuah batu mutiara yang tertancap kuat. "Apakah itu yang dinamakan mutiara emas??"
Raja binatang iblis tak menunggu lama saat Yin Feng masih memikirkan akan mutiara emas, sang raja menjulurkan lidah panjangnya untuk menyerang Yin Feng.
Untung saja Yin Feng menyadari ada bahaya yang datang menghampirinya. "Kau ini.. Tak bisakah kau menungguku selesai berfikir." Serangan raja binatang iblis tak mengenai Yin Feng, namun ternyata para anak buah dari sang raja mulai berdatangan.
"Aih sial.. Jika sebanyak ini mana mungkin aku dapat mengalahkan rajanya, yang ada saat aku berhadapan dengannya tenagaku sudah tinggal sedikit."
Terlihat sekitaran 50 binatang iblis berbentuk kadal muncul dengan semua tingkatan, baik mutiara hijau, mutiara merah bahkan mutiara ungu. "Tak ada pilihan lain." Sudah lama Yin Feng tak memanggil temannya.
Di pejamkan matanya lalu di panggillah temannya. "Monklie.. Monklie.. Aku membutuhkan bantuanmu." Ternyata di dunia dimensi Monklie sedang sibuk berlatih.
Namun saat Yin Feng memanggilnya tak pernah sedikit pun ia mengabaikan panggilan Yin Feng, secara cepat Monklie sudah perpindah ke dunia dimana Yin Feng memanggilnya.
Monklie muncul tepat di tengah-tengah kerumunan kadal iblis yang hendak menyerang Yin Feng, namun instingnya kini sudah teramat tajam dengan bahaya sehingga secara cepat serangan kadal iblis dihalau dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Kau datang disaat yang tepat teman." Ucap Yin Feng sangat mengetahui siapa yang telah datang. "Lama aku tidak bertarung bersamamu teman." Ujar Monklie.
"Iya teman.. Aku sangat membutuhkanmu untuk menghadapi kawanan kadal iblis ini, urusan rajanya biar aku saja." Ujar Yin Feng.
"Baiklah itu tak jadi masalah." Monklie segera melesat maju menyerang kawanan kadal iblis satu persatu dengan kecepatan kilat, sampai membuat Yin Feng terpana akan peningkatan kekuatan Monklie. "Lama tidak bertemu ternyata Monklie sudah sekuat ini!! "
Yin Feng tak mau larut dalam ketakjuban akan peningkatan Monklie, akhirnya ia melesat kearah raja kadal iblis yang berada tak jauh dari kerumunan anak buahnya.
Walaupun ada beberapa kadal iblis yang mengahalanginya untuk menyerang sang raja, namun dengan sekali kibasan jurus tanpa wujud membuat kadal iblis yang menghalanginya terpental dan langsung tak bernyawa.
Kini giliran sang raja kadal iblis dan Yin Feng, sedangkan Monklie sedang disibukkan dengan para anak buah raja kadal iblis. "Sebaiknya kita tentukan saja siapa yang lebih hebat." Segera Yin Feng mengibaskan dua kali jurus tanpa wujud kearah raja kadal iblis.
Saat serangan itu mengenai badan sang raja ternyata jurus tanpa wujud tak begitu mempan terhadap kulit raja kadal iblis. "Haah.. Tidak mungkin, ternyata kulit sang raja lebih kuat."
Lidah raja kadal iblis melesat dengan cepat menyerang Yin Feng, walaupun beberapa kali menghindarinya tetap saja Yin Feng tak bisa bergerak bebas.
Lidah raja kadal iblis tetap saja secara cepat dapat membaca pergerakkan Yin Feng, sampai beberapa kali lidah raja kadal iblis hanya mengenai batang pohon.
Awalnya Yin Feng tak begitu memperhatikan apa yang terjadi saat lidah raja kadal iblis mengenai batang pohon, namun serangan selanjutnya membuat raja kadal iblis menjeda serangannya.
Yin Feng amat terkejut dengan apa yang terjadi, batang pohon serta daun-daunnya berubah menjadi busuk lalu kemudian melebur menyatu ke dalam tanah. "Dahsyat sekali, bagaiman jika itu mengenaiku! "
"Kau tak perlu khawatir manusia, cukup gunakan saja jurus yang kedua." Suara Kien Chang membuat Yin Feng kaget. "Ah kau ini mengagetkanku saja, lalu bagaimana caranya?"
Sambil beradu serang dengan raja kadal iblis Yin Feng tetap mendengarkan arahan dari Kien Chang, untuk dapat menggunakan jurus kedua dari pedang pencabut nyawa.
"Bila jurus pertama kau hanya mengayunkannya, di jurus kedua ini kau cukup mengalirkan tenagamu dan mengangkat pedang itu keatas." Ucap Kien Chang.
"Apa?? Semudah itukah!!" Yin Feng tak menyangka bila jurus kedua hanya cukup seperti itu saja. "Kelihatannya memang mudah, akan tetapi itu tak semudah yang kau bayangkan." Kien Chang terdiam sejenak sebelum melanjutkannya kembali.
"Jurus kedua ini membutuhkan koneksi jiwamu dan menyatukannya bersama kekuatan pedang tersebut." Ujar Kien Chang.
__ADS_1
"Baiklah akan aku coba." Segera Yin Feng mengangkat pedang pencabut nyawa keatas, dan mengendalikan alam jiwanya untuk menyatu dengan kekuatan pedang tersebut.
Yin Feng merasakan seolah alam jiwanya terasa sejuk dan damai, dan ia merasakan seolah di dalam alam jiwanya sedang musim gugur.
Beberapa kelopak bunga terbang menghiasi alam jiwanya. "Mengapa tiba-tiba aku merasa alam jiwaku begitu sejuk." Dalam hati Yin Feng hanya merasa bingung.
"Itu adalah tanda bila kekuatan pedang pencabut nyawa mulai menyatu dengan alam jiwamu." Kien Chang menjawab kebingungan Yin Feng, seolah mengerti apa yang sedang difikirkan anak itu.
"Kalau begitu apakah aku sudah bisa menggunakan jurus kedua?" Yin Feng mencoba bertanya akan kemampunnya untuk menggunakan jurus kedua dari pedang pencabut nyawa.
"Coba saja, kau akan mengetahuinya langsung." Ucap Kien Chang.
Ternyata jurus kedua dari pedang pencabut nyawa bisa dinamai Jurus Kelopak Jiwa, karena jurus ini ternyata tidak menyerang pada tubuh luar.
Melainkan menyerang pada organ dalam dan juga menyerang jiwa para mahkluk, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan yang cukup fatal bagi makhluk yang terkena jurus tersebut.
Yin Feng mencoba menggunakan jurus kedua. "Jurus Kelopak Jiwa." Bersama dengan di keluarkannya jurus tersebut, jiwa Yin Feng seolah keluar bersamaan dengan keluarnya sebuah hembusan angin yang sejuk mengarah kearah raja kadal iblis.
Nampaknya hembusan angin itu yang membuat mahkuk dapat secara langsung tak sadarkan diri, larut dalam kesejukan serta kenyamanan.
Hembusan angin itulah yang dapat menembus dan memasuki ruang jiwa milik sang lawan, saat hembusan angin memasuki ruang jiwa dan hendak merusaknya tiba-tiba terhalangi. Hembusan angin itu kemudian berubah menjadi sesosok manusia.
Sosok itu adalah Yin Feng. "Dimana aku ini? " Yin Feng belum sadar jika jiwanya terbawa masuk kedalam ruang jiwa raja kadal iblis, namun saat sesosok manusia berkaki dan berekor kadal muncul.
Yin Feng baru mengerti ada dimana dirinya. "Nampaknya aku berada di dalam ruang jiwa."
"Hahaha.. Jangan harap kau dapat merusak ruang jiwaku." Nampak raja kadal iblis bisa berbicara bahasa yang sama dengan Yin Feng.
Tak hanya tubuh luar yang kuat ternyata raja kadal iblis juga memiliki ruang jiwa yang begitu kuat, dan ternyata semua itu karena Yin Feng belum dapat menguasai jurus kelopak jiwa dengan sempurna.
Sehingga apa bila jurus tersebut berhadapan dengan seseorang di tingkat puncak energi langit, maka jurus tersebut akan memudar dan menempatkan jiwa pemilik kedalam ruang jiwa lawan. "Sial.. Apakah aku terjebak disini?" Gumam Yin Feng.
__ADS_1
"Tenang saja manusia, kau masih dapat mencoba menggunakan jurus itu walaupun di dalam sana." Kien Chang masih mencoba untuk menumbuhkan keyakinan pada diri Yin Feng.
.......