
"He, sabar dong cantik." Ucap seseorang anak yang memegang tangan Ning'er.
"Lepaskan tanganku." Ucap Ning'er dengan menarik tangannya.
Yinfeng yang mulai emosi melihat Ning'er dan Lourin tetap di ganggu oleh anak-anak dari perguruan Macan Kumbang, mendadak mengeluarkan elemen esnya yang membekukkan tiga anak tersebut.
Seluruh mata memandang ke arah mereka sampai-sampai banyak yang tidak percaya bahwa anak seusia Yinfeng dapat mengeluarkan elemen es yang membekukkan ketiga anak Macan Kumbang.
Namun ada juga yang menganggap Yinfeng cari masalah karena mau berurusan dengan perguruan Macan Kumbang, yang sangat terkenal kekuatannya serta ke sombongannya dan banyak menindas yang lemah.
Namun tiba-tiba bongkahan es yang mengurung anak perguruan Macan Kumbang retak dan hancur, tiga anak tersebut akhirnya dapat keluar dari bongkahan es milik Yinfeng.
Datanglah seseorang sedikit tua berbaju hitam putih, berjenggot sedikit panjang dan postur tubuh yang lumayan tinggi.
"Siapa namamu Nak ?" Tanya orang tua itu.
"Saya Yinfeng Kakek." Jawab Yinfeng.
"Hemm.., apa nama perguruanmu."
"Perguruan Macan Putih Kakek."
"Hemm.., maafkan atas kesalahan muridku ini." Ujar Kakek tua itu.
__ADS_1
"Tidak masalah Kakek, sebenarnya Aku tidak berniat membekukkan mereka, namun mereka yang mencari masalah terlebih dahulu." Yinfeng yang menjelaskan.
Saat tiga murid itu hendak menyangkal bahwa yang di katakan Yinfeng tidak benar, namun kakek tua itu mendadak memandangi mereka dengan tatapan yang tajam, seolah mengisaratkan bahwa nanti saja jika ingin bertarung ketika di Arena pertarungan.
Tiga murid Macan Kumbang pun tersenyum tanda mereka setuju atas yang difikirkan gurunya.
"Saya guru Liuntai sedangkan mereka ini Felixian, Xiowhu dan yang ini Houlie."
"Mereka muridku hendak menantangmu di Arena pada Turnamen Bergengsi nanti, apakah kau bersedia Nak ?" Ujar guru Liuntai.
Lourin dan Ning'er memandang ke arah Yinfeng seolah menginginkan Yinfeng menerima tantangan itu, agar mereka tau kehebatan murid perguruan Macan Putih.
"Jika memang seperti itu Aku terima tantangan Kakek." Ucap, Yinfeng penuh dengan percaya diri.
Saat Yinfeng sudah menyetujui tantangan yang diberikan padanya, guru Xinhai datang menjemput mereka untuk beristirahat di ruang yang telah panitia siapkan. Namun guru Xinhai terkejut yang ternyata Yinfeng Lourin dan juga Ning'er sedang bersama guru Liuntai dari perguruan Macan Kumbang.
"Yinfeng, Lourin, Ning'er apa yang sedang terjadi ?" Tanya guru Xinhai.
"Guru Liu.., Anda disini juga." Ujar guru Xinhai.
"Hemm, iya Aku menemani muridku ini." Jawab guru Liuntai.
"Yasudah Nak sampai bertemu di Arena."
__ADS_1
Ucap, guru Liuntai yang kemudian pergi bersama tiga muridnya itu.
Terlihat guru dan murid yang sama-sama sombongnya, sampai pertanyaan guru Xinhai yang dijawabnya dengan nada acuh sebelum akhirnya pergi.
"Sebenarnya apa yang terjadi ?" Tanya guru Xinhai pada mereka bertiga.
Lalu Lourin dan Ning'er pun menjelaskan perkara yang sebenarnya terjadi antara mereka dan tiga murid perguruan Macan Kumbang yang mengganggu mereka.
Hingga guru Liuntai menantang Yinfeng untuk bertarung dengan muridnya di Arena nanti saat Turnamen Bergengsi.
"Hemm, seperti itu.., memang perguruan Macan Kumbang selalu saja sombong sejak dulu maupun sekarang." Ucap guru Xinhai.
"Guru Xin.., sebenarnya seberapa kuat guru Liuntai tadi ?" Tanya Yinfeng.
"Memang kenapa ?"
"Sewaktu Aku membekukkan tiga muridnya tadi, mendadak bongkahan esku retak lalu hancur saat guru Liuntai datang."
"Hemm.., mungin tadi guru Liuntai menggunakan tenaga dalamnya untuk menghancurkan bongkahan esmu."
"Yasudah mari kita rehat dulu, biar besok kalian fit saat memulai pertarungan." Ajak guru Xinhai yang mengajak mereka ke ruang yang tealah di siapkan.
Mereka pun menuju ruangan masing-masing yang telah panitia siapkan, untuk Lourin dan Ning'er berbeda rungan dengan guru Xinhai dan juga Yinfeng, namun tetap berdekatan ruangan mereka.
__ADS_1
......