Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Jurus Yang Sama


__ADS_3

Yinfeng yang merasakan setiap pukulan Houlie terasa begitu kuat, membuatnya sedikit manambah kekuatan untuk dapat mengimbanginya, dengan beberapa kali Houlie berhasil membuat Yinfeng terpojok.


Namun tetap saja Houlie belum dapat melukai Yinfeng, hingga akhirnya Houlie kembali ke sudut Arena dan mengeluarkan senjatanya yang berbentuk dua kapak kecil berlambang Macan Hitam.


"Aku akan segera mengakhirimu." Ucap Houlie.


Houlie melepaskan sebuah kilatan pedang ke arah Yinfeng, dengan mudahnya Yinfeng tetap menghindari semua kilatan-kilatan pedang itu, Houlie semakin emosi dibuat oleh Yinfeng yang hanya terus-terusan menghindar tanpa adanya perlawanan.


"Apakah hanya segini kemampuanmu." Ucap Yinfeng.


"Kurang ajar, kau berani meremehkan aku.., terimalah ini."


JURUS CAKARAN MACAN


Sebuah teriakkan Houlie yang mengeluarkan sebuah jurus berpedang dari pedang berlambang macan miliknya.


Yinfeng ketika mendengar jurus yang di keluarkan oleh Houlie sempat merasa heran, mengapa begitu mirip dengan jurus Cakaran Harimau miliknya. Yinfeng membuat sebuah pertahanan dari es untuk menahan semua jurus cakaran macan milik Houlie.


Namun ternyata pertahanan es milik Yinfeng belum mampu menahan jurus cakaran yang di keluarkan oleh Houlie, hingga sebuah retakan terlihat dari prisai es yang Yinfeng buat sebagai pertahanan.


Dengan cepat Yinfeng mengeluarkan elemen apinya untuk menyerang cakaran macan milik Houlie, sebuah ledakan terjadi saat elemen api milik Yinfeng beradu dengan cakar macan milik Houlie.

__ADS_1


Namun naas satu cakaran berhasil menembus elemen api milik Yinfeng hingga membuat Yinfeng secara reflek menghindarinya, namun cakaran tersebut sudah mengenai sedikit tangan kiri Yinfeng.


Hingga membekas subuah luka sedikit panjang di tangan kiri Yinfeng.


Awalnya para penonton melihat peserta yang satu perguruan dengannya saja, namun saat mengetahui pertarungan Yinfeng dan Houlie begitu mencolok karena Houlie yang begitu cepat mengeluarkan Pusakanya, dan Yinfeng yang mampu mengeluarkan dua elemen sekaligus.


Membuat pertarungan Yinfeng semakin menarik untuk di saksikan, banyak yang beranggapan bahwa Houlie akan memenangkan pertarungan ini, namun tidak sedikit pula yang menganggap Yinfeng belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.


Yinfeng yang menerima luka pada tangan kirinya segera menyembuhkan luka itu dengan tenaga dalamnya, tak dapat di percaya semua mata melihat Yinfeng dengan mudahnya mengobati luka pada tangan kirinya.


Semuanya dibuat Yinfeng terheran-heran anak sekecil itu mampu mengobati lukanya sendiri, belum sempat mereka di buat heran kini Yinfeng membuat mereka semua terkejut saat Yinfeng mengeluarkan pedang berwarna perak dengan ukiran kepala harimau putih.


Siapa yang tidak tau akan sebuah pusaka sempat menggegerkan seluruh perguruan di dataran Barat ini, yang dulu seseorang dengan pusaka tersebut mampu menaklukkan seluruh perguruan-perguruan dengan tidak ada yang berani mengganggunya.


Guru Xinhai juga tidak percaya jika Yinfeng ternyata memiliki Pedang Pusaka Macan Putih, guru Xinhai tau bahwa hanya Ketua Perguruan lah yang memliki pusaka tersebut dan tidak mengira Ketua perguruan menyerahkan pusaka itu kepada Yinfeng.


"Pantas saja ketika di desa Suijie Yinfeng sangat percaya diri dapat mengalahkan semua srigala iblis tingkat Mutiara Ungu sendirian, ternyata ini yang dia sembunyikan." Batin guru Xinhai.


Namun setelah mereka mengetahui bahwa Yinfeng dari perguruan Macan Putih, seakan semua pertanyaan dalam hati mereka terjawab sudah, bahwa dahulu pemilik pedang pusaka tersebut adalah Ketua dari perguruan Macan Putih.


Berarti Yinfeng adalah seorang yang sangat di percaya oleh Ketua Perguruan itu, hingga sebuah pedang pusaka yang pernah menggemparkan dunia persilatan saja di berikan kepadanya, dan banyak yang beranggapan mungkin Yinfeng belum mampu untuk menggunakan pedang pusaka tersebut.

__ADS_1


Namun ternyata seiring berjalannya waktu pusaka lainnya ikut bermunculan setelah pedang Harimau Perak sempat menjadi pedang pusaka yang tak terkalahkan.


Salah satu pusaka yang bermunculan setelah pedang Harimau Perak adalah, sebuah pusaka yang membuat dua perguruan itu kini menjadi yang ditakuti dan di segani, dua perguruan itu ialah perguruan Macan Kumbang dan Perguruan Singa Emas.


Yinfeng membalas perlakuan Houlie dengan sebuah jurus yang sama, dengan mengayunkan pedangnya sambil meneriakkan sebuah jurus.


JURUS CAKARAN HARIMAU


Berpuluh-puluh cakaran melesat dengan cepat menyerang Houlie, Houlie membalasnya dengan jurus yang sama namun berbeda perguruan.


JURUS CAKARAN MACAN


Berpuluh-puluh cakaran beradu satu sama lain, hingga akhirnya cakaran Harimau milik Yinfeng mengalahkan cakaran Macan milik Houlie, dan membuat Houlie menerima beberapa cakaran di tubuhnya.


Darah segar mengalir dari luka cakaran tersebut, hingga Houlie tak sanggup untuk berdiri kembali baru sang wasit menghentikan pertarungan dan Yinfenglah pemenangnya.


"Kurang ajar.., tunggu giliranku berhadapan denganmu, akan Aku habisi kau." Gumam Felixian.


"Xiowhu.., jika kau berhadapan dengan murid perguruan Macan Putih, buat dia menderita agar mengetahui siapa kita." Ujar Felixian yang memuncak amarahnya.


Panitia pun mengumumkan pemenang dari setiap Arena.

__ADS_1


Babak kedua berakhir Arena 1 dimenangkan oleh Lioyen dari perguruan Singa Emas, Arena 2 dimenangkan oleh Jienli dari perguruan Rajawali, Arena 3 dimenangkan oleh Batian dari perguruan Badak Merah dan Arena 4 dimenangkan oleh Yinfeng dari perguruan Macan Putih.


__ADS_2