
Ketiaga orang tersebut menyerang kusir dan tiga pengawal secara bersamaan, yang lainnya memegang satu-satu sedangkan untuk Miubee memegang dua sekaligus.
Terlihat Boujee dan salah satu pengawal telah beberapa kali beradu senjata, sampai-sampai suara benturan kedua senjata terdengar begitu nyaringnya. Namun Boujee lebih mendominasi serangannya hingga membuat salah satu pengawal merasa terpojok.
"Bagaiman guru Xin ? Apakah kita akan diam saja melihat pengawal itu mulai terpojok." Tanya Yinfeng.
Guru Xinhai sebenarnya sudah sangat gatal tangannya ingin segera keluar untuk membantu kusir dan para pengawal itu, namun terlihat mereka masih sanggup untuk menghadapi kawanan perampok tersebut.
"Tunggu sebentar, sepertinya pengawal itu belum kalah." Ucap, guru Xinhai yang mengamati kekuatan keduanya.
Benar saja yang dikatakan guru Xinhai pengawal itu walaupun terpojok tetapi masih sanggup untuk melawan Boujee, hingga kini terlihat pertarungan keduanya imbang.
"Boleh juga kemampuanmu." Ujar Boujee.
Dalam keadaan bertarung pun Boujee masih sempat berbicara, terlihat dari gayanya seolah-olah sangat meremehkan pengawal itu. Hingga tiba-tiba pedang pengawal mampu mendarat pada tubuh Boujee.
Jleeeebbbb....
Sebuah suara tusukan pedang menancap ditubuh Boujee, namun dengan cepat Boujee mendaratkan pedangnya ketubuh penagawal itu juga. Jleebbb...
Sama-sama tertusuk pedang tapi keduanya tidak merasakan sakit, hingga kembali pedang pengawal ditusukkan lebih dalam ketubuh Boujee sampai tembus kebelakang. Jleeeeeeebbbbbb......
Aakkkhhhh...
Teriak Boujee yang merasakan sangat sakit saat pedang pengawal menembus tubuhnya, namun masih sedikit memiliki kesadaran hingga pedang miliknya ditusukkan juga lebih dalam ketubuh pengawal tersebut.
Jleeebbbbb..... Akkkhhhhh...
Teriakan pengawal yang merasakan sakit juga saat pedang Boujee menembus badannya, hingga tidak berselang lama pengawal itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan darah mengalir deras dari badannya.
Boujee juga mengalami pendarahan hebat mencoba mencari tempat untuk menghentikan darah yang keluar, dengan pedang masih menusuk badannya dia mencoba untuk menjauh. Namun naas tiba-tiba dirinya sudah tak sadarkan diri sebelum kepala telah lepas dari lehernya.
Seseorang dengan cepat memenggal kepala Boujee sebelum dirinya dapat menghentikan pendarahan pada tubuhnya. Ternyata orang itu tidak lain adalah sang kusir yang telah membuat lawannya termundur dengan cepat dirinya menjauh mendekati Boujee.
"Hemm.. Boujee itu akibat dari mulut besarmu." Gumam Miubee.
Dengan cepat Miubee maju menyerang sang kusir tapi belum sempat dirinya mendekatinya, sebuah pedang hendak menyambar kepalanya sontak dirinya langsung melawan dengan pedangnya.
__ADS_1
Traaang...Traaaang... Traaaang...
Kedua senjata yang beradu menimbulkan bunyi suara yang terdengar nyaring, ternyata ketiga kawanan perampok yang baru datang adalah pemimpin kelompok dari Kalajengking Merah.
Yang sengaja mengawasi kelompok Boujee dari jauh, untuk memastikan apakah kelompok yang dipimpin Boujee mampu menyelesaikan tugasnya. Hingga terdengar suara pluit dari Boujee menandakan dirinya membutuhkan bantuan.
Terlihat walaupun pengawal itu mampu menghalangi Miubee, tetap saja dirinya merasa tersudut karena kekuatan serang Miubee yang terlihat lebih akurat. Saat Miubee hendak mengayunkan pedangnya ke tubuh pengawal. Tiba-tiba bola-bola api muncul dan menyerang dirinya.
Duaaarrr... Duarrrr...
Suara ledakan dari bola api yang menghantam tanah, ternyata Miubee cukup cepat refleknya hingga bola api tak mampu mengenainya.
Namun berbeda dengan dua temannya yang ternyata sedang serius menghadapi pengawal, hingga keduanya tak mampu menghindari bola-bola api yang mengahar kearah mereka.
Membuat dua teman Miubee mengalami luka pada bagian tangannya, hingga memaksa keduanya mundur terlebih dahulu.
"Kurang ajar.. Siapa yang berani-beraninya menyerangku dari belakang." Teriak Miubee.
Terlihat empat orang berjalan mendekati mereka dua diantaranya adalah gadis cantik dengan masing-masing memegang pedang ditangannya, dan dua laki-laki satunya terlihat lebih tua yang satu lagi terlihat lebih muda.
Namun ternyata laki-laki yang terlihat lebih muda berjalan lebih depan dengan api kecil ditangannya.
"Ohhh.. Kau bocah ingusan, berani-beraninya menyerangku.. Apakah kau sudah bosan hidup ?" Bentak Miubee.
"Hahaha.. Jika kau berani majulah." Ucap Yinfeng mengejek.
"Kurang ajar.."
Seketika Miubee merasa diremehkan dan dengan cepat maju menyerang Yinfeng, namun saat pedang Miubee hendak menyentuh Yinfeng, tiba-tiba dirinya tak dapat bergerak.
Ternyata Yinfeng telah mengeluarkan Terkaman Harimau yang membuat Miubee terlihat mematung, tapi itu tidak berlangsung lama saat Yinfeng hendak mendekati Miubee tiba-tiba Miubee mampu mengerakkan tangannya.
Traaaang...
Ayunan pedang Miubee mampu ditahan oleh Yinfeng.
"Hah.. Tidak buruk kau bocah ingusan, tapi hari ini adalah akhir dari hidupmu." Sebuah bayangan pedang dengan cepat mengarah kearah Yinfeng.
__ADS_1
Yinfeng dengan cepat membuat sebuah bola api besar berlapiskan es, yang digunakan untuk menahan bayangan pedang milik Miubee.
Duuaaaaaaaaarrrrr.....
Ledakan dahsyat terjadi hingga menimbulkan pohon-pohon disekitarnya tumbang dan hancur berkeping-keping, belum lagi tanah tempat bertemunya bola api es besar dan bayangan pedang terlihat membentuk kubangan yang cukup besar.
"Bagaimana mungkin bocah ingusan itu mampu memiliki kekuatan segitu besarnya." Gumam Miubee.
Dua teman Miubee dan dua pengawal yang sedang beradu serang tiba-tiba menghentikan pertarungannya, saat mendengar sebuah ledakan besar yang terjadi di tempat Miubee dan sang kusir.
Saat mereka melihat ternyata Miubee sedang berhadapan dengan seorang anak kecil, membuat dua teman Miubee terdiam sejenak karena tak percaya ledakan yang ditimbulkan berasal dari kekuatan anak kecil tersebut.
Dua pengawal yang melihat dua teman Miubee sedang lengah, dengan segera menambah kekuatan serang pada pedangnya dan mengayunkan ke tubuh masing-masing lawan.
Craaaasttt...
Suara tebasan pedang yang mengenai badan lawannya, membuat kedua teman Miubee mengalami luka tebasan cukup parah dibagian pundaknya hingga tak mampu membalas tebasan pedang tersebut.
Belum sempat keduanya hendak menghindar dari dua pengawal, tiba-tiba sebuah tebasan pedang kembali mendarat pada lehernya, hingga membuat kepala lepas dari badannya.
Melihat kedua teman Miubee hendak melarikan diri, ternyata sang kusir dengan cepat melesatkan pedangnya membuat dua teman Miubee langsung menemui ajalnya dengan kepala telah terpisah dari badannya.
Melihat situasi yang sudah tidak memungkinkan bagi Miubee untuk melawan, saat dirinya mengetahui bahwa kedua temannya telah mati dan juga dirinya tidak mungkin menghadapi mereka semua sendirian.
Akhirnya Miubee berinisiatif untuk pergi menjauh dari mereka semua, dengan secara tiba-tiba dirinya melompat menjauh sebelum melemparkan bola kecil.
Duaaaaarrr...
Lemparan bola kecil Miubee pun meledak hingga menimbulkan sebuah asap putih pekat menyelimuti mereka semua, menggunakan elemen anginnya Lourin akhirnya mampu menghilangkan asap putih pekat yang menghalangi jarak pandang mereka. Saat asap putih pekat sudah menghilang ternyata Miubee pun sudah tidak terlihat.
"Hemm.. Hanya segitukah kemampuan kelompok kalajengking merah." Ujar sang kusir.
Yinfeng sempat membandingkan antara kawanan perampok yang pertama kali mereka temui saat hendak menuju Kota Tianjien, dengan yang ditemuinya saat ini sungguh berbeda jauh.
Terlihat kawanan perampok yang saat ini lebih hebat dibandingkan dengan pertama kali mereka temui, membuat Yinfeng memiliki pandangan bahwasannya masih ada yang lebih hebat dibandingakan dengan kawanan perampok yang telah mereka temui.
Setelah Miubee melarikan diri dari mereka semua, sang kusir dan tiga pengawal yang tersisa membawa mayat teman pengawalnya untuk dikuburkan. Baru setelah itu mereka semua melanjutkan perjalanannya kembali.
__ADS_1
...........