
"Jadi orang kerajaan juga ikut dalam Turnamen ini ?" Tanya Yinfeng.
"Iya, sepertinya di Turnamen kali ini kerajaan XienZue ingin mencoba ikut berpartisipasi."
"Lalu untuk perguruan Elang Putih dengan Bangau Putih manakah yang paling hebat guru Xin." Tanya Lourin.
"Mengenai kehebatan, dua Perguruan itu sama-sama hebatnya namun masih ada perguruan yang lebih terkenal kehebatannya." Ujar guru Xinhai.
"Sungguh guru Xin.. perguruan manakah itu." Ucap Ning'er.
"Perguruan itu adalah Macan Kumbang dan Singa Emas, mereka terkenal kehebatannya sejak dulu hingga sekarang."
"Sepertinya tidak mudah untuk bisa menang di Turnamen ini." Ujar Ning'er.
"Walaupun tidak mudah tapi kita tidak boleh menyerah terlebih dahulu, harus tetap semangat." Ujar Lourin.
Selesai berbincang-bincang mereka pun meneruskan perjalanan yang sudah semakin dekat menuju tempat tujuan yaitu Kota TianJien.
Hanya butuh waktu setengah hari akhirnya mereka pun tiba di pintu masuk Kota Tianjien, terlihat empat orang prajurit yang bertugas menjaga Kota Tianjien, sambil mendata para rombongan yang hendak memasuki Kota tersebut.
Ternyata Turnamen kali ini yang di selenggarakan di Kota Tianjien langsung di hadiri oleh perwakilan Kerajaan Dataran Barat XienZui dan juga Wali Kota TianJien.
Jadi wajar jika pengawalan dalam Turnamen kali ini sangat-sangat ketat.
Dengan menyodorkan sebuah token lambang perguruan dan para prajurit mendata jumlah orang dalam perguruan tersebut, baru rombongan di perbolehkan untuk memasuki Kota.
__ADS_1
Setelah mengikuti antrian akhirnya giliran mereka untuk menunjukan identitas perguruan dan di data, setelah selesai baru mereka di perbolehkan masuk.
Seketika mata Yinfeng, Ning'er dan Lourin yang menyaksikan pemandangan di Kota TianJien sampai tidak berkedip, karena baru kali ini mereka dapat melihat Kota dengan semegah itu.
Berbagai bangunan-bangunan yang menjulang tinggi dengan hiasan di depannya, serta sebuah pita warna-warni yang terbentang jauh di pinggiran jalan, berbagai wanita menyambut kedatangan para tamu dengan berpakaian adat Kota.
Seakan menambah meriahnya acara Turnamen kali ini, tidak lupa juga terlihat di pinggiran jalan banyak para penduduk yang berjualan berbagai aneka barang, baik itu pedang, pisau, golok dan lain sebagainya.
Terlihat juga berbagai tanaman dan pil kelas menengah di jajakan di sini, bahkan Mutiara dengan berbagai warna dan kualitas juga ada, namun yang paling menarik bagi Yinfeng adalah sebuah bangunan yang cukup indah dan megah berdiri di sudut sebelah kanan dengan papan nama bertuliskan Asosiasi Mentari Senja.
"Ternyata di Kota Tianjien ini Asosiasi Mentari Senja lebih besar dari pada yang ada di kota kecil Wuxian." Gumam Yinfeng.
Ning'er dan Lourin yang sudah tidak tahan dengan segera melihat-lihat berbagai barang yang di jual, sedangkan guru Xinhai menyuruh Yinfeng untuk menjaga keduanya saat dirinya hendak mencari tau dimana letak ruangan mereka.
Lourin dan Ning'er sangat antusias melihat-lihat berbagai barang, saat mereka hendak membeli sebuah mutiara yang terlihat sangat menawan dengan pepaduan warna merah dan ungu.
"Hay cantik.., bolehkah kami berkenalan." Sapa seorang anak muda.
Namun Ning'er dan Lourin hanya mengacuhkan mereka.
Tapi tiba-tiba salah seorang anak tersebut menarik tangan keduanya memaksa untuk ikut bersama mereka, Ning'er dan Lourin marah dan membrontak dengan menendang kaki anak tersebut.
"Jangan lancang kalian." Bentak Ning'er.
"Hahaha, cantik jangan galak-galak dong." Ucap salah seorang anak tersebut.
__ADS_1
"Siapa kalian ? Berani lancang kepada kami." Bentak Lourin.
"Hehe, kalian tidak tau siapa kami, kami dari murid inti perguruan Macan Kumbang yang sangat terkenal kehebatannya."
Yinfeng yang menyaksikan Lourin dan Ning'er sedang di ganggau oleh tiga orang segera menemui mereka.
"Maaf ada apa ya, mengapa kalian mengganggu teman saya." Ucap Yinfeng dengan soapan.
"Hei anak kecil.., jangan ikut campur, kau lebih baik pulang terus minta ***** sama ibumu sana." Jawab, salah seorang yang terlihat dengan badan sedikit gemuk.
Yinfeng tidak menanggapi omongan orang tersebut dengan marah, namun malah sebaliknya dengan sangat santainya.
"Oya Aku lupa jika ada urusan sebentar dengan temanku ini." Jawab Yinfeng dengan segera menarik tangan Ning'er dan Lourin menjauhi tiga orang tersebut.
Namun dengan cepat tiga orang itu menghadang Yinfeng dan membentaknya.
"Anak kecil.., jangan sok jadi pahlawan kamu ya, tidak tau apa siapa kami."
"Maaf Aku hanya tidak mau ribut dengan kalian." Ucap Yinfeng.
Tiba-tiba Yinfeng di dorong oleh salah satu orang tersebut hingga terjatuh.
"Hahahaha.., kamu anak kecil bisa apa."
Ning'er yang sudah jengkel dengan perlakuan anak tersebut dengan segera hendak memukulnya, namun tangan Ning'er di tahan oleh anak yang lain.
__ADS_1
.....