Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Menjadi Saudara


__ADS_3

Setelah apa yang telah terjadi kini putri Hu Nan Liang dan Su Lilian yang bernama Hu Lilin sudah merasa lebih baik.


Hu Lilin sudah terlihat seperti manusia normal pada umumnya, Su Lilian mengajak Hu Nan Liang untuk datang mengunjungi Walikota Tian Long dan Yin Feng.


Su Lilian ingin mengucapkan rasa terimakasih sedalam-dalamnya, karena berkat bantuan Yin Feng putri tersayangnya dapat sembuh kembali dan bisa tersenyum lagi.


Hu Nan Liang yang awalnya sangat meremehkan kemampuan Yin Feng kini dia ingin mengucapkan terimakasih sekaligus meminta maaf pada Yin Feng.


Berhubung Walikota Tian Long dan Yin Feng belum pergi meninggalkan penginapan, jadi sangat mudah bagi pengawal Hu Nan Liang untuk menemukan tempat penginapan mereka berdua.


Hu Nan Liang mengajak istri dan juga putrinya untuk menemui Yin Feng, sesampainya di tempat penginapan mereka bertemu denga Walikota Tian Long dan Yin Feng keluar dari penginapan.


Dan ternyata Walikota Tian Long dan Yin Feng hendak pergi kembali ke kota Tian Jien. "Tian Long! Mau kemana kalian?"


"Kami ingin kembali ke kota Tian Jien, berhubung semuanya sudah selesai disini."


"Syukurlah.. Kami belum terlambat!" Hu Nan Liang menatap kearah strinya dengan senyuman bahagia.


"Memangnya ada apa? Sampai semuanya kau bawa kemari?"


"Sebelumnya saya minta maaf pada kalian, terutama kepada tuan penyelamat, atas apa yang seblumnya telah saya lakukan pada kalian. " Hu Nan Liang memberi hormat kepada Yin Feng.


"Sudah lupakan saja! Aku sebelumnya sudah menebak akan menjadi seperti ini!" Walikota Tian Long terlihat sedikit acuh.


"Mohon maafkanlah suamiku tuan! Kami sengaja datang kemari ingin mengucapkan terimakasih dan juga.."


Dua orang pengawal membawakan sebuah peti dan langsung menaruknya tepat dihadapan Walikota Tian Ling dan Yin Feng.


"Maafkan kami karena hanya bisa memberikan ini sebagai bentuk rasa terimakasih atas apa yang telah tuan lakukan untuk putri kami."


"Tidak perlu, akan tetapi jika kalian memaksa ya apa boleh buat." Walikota Tian Long langsung mengamankan pemberian dari Hu Nan Liang dan istrinya tersebut.


"Lilin er mengucapkan terimakasih pada tuan penyelamat." Hu Lilin membungkukkan badannya memberi hormat pada Yin Feng.


"Aku awalnya hanya menduga-duga saja, namun saat pertama kali aku melihat tubuh putrimu tidak menyangka bahwa ternyata tubuhnya ingin dijadikan sebagai wadah."


"Sekali lagi saya minta maaf, aku berjanji akan memenuhi apa yang kalian inginkan selagi saya mampu!" Hu Nan Liang nampak tidak berbohong dalam ucapannya.


"Terimakasih tuan Hu." Yin Feng mengepalkan tangannya. "Sepertinya untuk sekarang ini kami belum membutuhkan sesuatu. Akan tetapi jika lain hari kami membutuhkan bantuan, saya harap tuan Hu mau memenuhinya."


"Hahaha.. Kau tidak perlu khawatir bagi keluarga Hu pantang mengingkari apa yang telah diucapkan!"


"Baiklah kalau begitu terimakasih atas pemberiannya, kami undur diri untuk kembali ke kota Tian Jien."

__ADS_1


Hu Nan Liang mendekat kearah Walikota Tian Long lalu meletakkan tangan kanan diatas pundaknya. "Baiklah.. Maafkan atas perlakuanku sebelumnya, semoga kita masih bisa tetap berteman, atau bahkan menjadi saudara."


"Haha.. Santai saja, masalah sebelumnya sudah tidak perlu difikirkan, mulai sekarang kita berdua akan menjadi saudara! Apakah kau berkenan?"


"Hahaha. Saudara! Baiklah mulai detik ini kita berdua adalah saudara, susah senang kita akan berbagi semuanya." Hu Nan Liang dan Walikota Tian Long kemudian bersalaman.


"Haha.. Susah senang kita akan berbagi! Berarti apakah termasuk berbagi kekasih juga?" Walikota Tian Long sedikit menguji persaudaraan keduanya yang barusan terjalin.


"Jika masalah itu??" Hu Nan Liang sempat melirik kearah istri tercintanya, dan mendapati wajah Su Lilian sedikit cemberut dengan lirikan mata yang tajam.


Walikota Tian Long menepuk pundak Hu Nan Liang sedikit keras. "Tenang saja sobat! Aku tidak akan seserakah itu."


Hahahahahaaha...


Sekejap susana menjadi tidak canggung lagi mereka semua nampak sangat senang, yang awalnya antara Walikota Tian Long dan juga Hu Nan Liang cukup menegangkan kini berubah menjadi sejuk dan damai.


Akhirnya Walikota Tian Long beserta Yin Feng mulai pergi untuk kembali ke kota Tian Jien, namun ada hal yang tidak terduga saat keduanya telah memasuki hutan.


Terdapat tiga orang menghalangi jalan keduanya, dan ternyata ketiga orang tersebut memang sengaja menunggu kedatangan Yin Feng dan Walikota Tian Long.


"Kenapa kalian bertiga menghalangi jalan kami? Sebaiknya kalian cepat minggir!" Walikota Tian Long mencoba mengusir ketiganya dari jalan.


"Hahaha.. Dia hendak mengusir kita!" Hahahahha..


"Lantas jika aku tak mau kalian mau apa??" Walikota Tian Long bersiap melakukan perlawanan apabila ketiganya menyerang.


"Kalau tidak mau maka.. Terimalah ajalmu!"


Langsung saja ketiganya maju menyerang Walikota Tian Long dan juga Yin Feng, dua melawan Walikota Tian Long sedangkan yang satu melawan Yin Feng.


Pertarungan terjadi Yin Feng yang menghadapi musuh dengan tingkat kekuatan langit ditahap lima, karena dirinya ingin segera mungkin menyelesaikan pertarungan, maka seketika pedang pencabut nyawa langsung dikeluarkan.


"Jurus Tanpa Wujud."


Sang musuh tak dapat mengelak serangan dari Yin Feng hingga mengakibatkan beberapa luka tebasan mendarat pada tubuhnya. "Sialan!! Tak ku sangka dia ternyata ahli beladiri juga!"


Tanpa basa-basi saat musuh tengah terganggu konsentrasinya akibat serangan tanpa wujud, Yin Feng mendadak menghilang kemudian muncul tepat dihadapan musuh dengan pedang pencabut nyawa sudah diayunkan.


Crazzzz...


Pedang pencabut nyawa berhasil menebas kepala sang musuh hingga terpental sampai di pertarungan Walikota Tian Long dengan dua teman sang musuh.


"Ini!!" Salah satu musuh yang melawan Walikota Tian Long menengok kearah Yin Feng, dia tidak menyangka bahwa Yin Feng dapat begitu mudah menewaskan rekannya. "Sialan!! Ternyata anak itu tidak lemah!"

__ADS_1


"Kau lawan anak itu, yang ini serahkan saja padaku!" Salah satu musuh yang memiliki kekuatan di tingkat langit tahap tujuh menyuruh rekan satunya untuk menghadapi Yin Feng.


"Tidak aku sangka rekanku bisa kau bunuh dengan mudah! Ternyata tampilanmu tak semuda kekuatanmu!"


"Jangan terlalu banyak omong! Jika kau ingin bertarung sebaiknya cepat kau maju!"


"Dasar anak sombong!" Sang musuh yang telah mengetahui kekuatan Yin Feng tak ingin meremehkannya, sebab rekannya sendiri sudah tewas ditangan Yin Feng akibat terlalu meremehkan lawan.


"Tapak Kuasa Langit."


Sebuah tapak raksasa muncul dari atas langit langsung melesat kearah Yin Feng. "Hahaha.. Rasakan! Itu akibat dari kesombonganmu!"


"Awas Feng er..!" Walikota Tian Long hendak melesat kearah Yin Feng namun sang musuh menghadangnya.


"Mau pergi kemana kau! Anakmu memang lebih pantas mati! Dan sekarang giliranmu!"


Sang musuh maju menyerang Walikota Tian Long kembali, walaupun beberapa kali Walikota Tian Long dapat menahan setiap serangan musuh, akan tetapi fikirannya masih memikirkan Yin Feng.


*


Doooommm...


Ledakan besar terjadi saat tapak raksasa menghantam Yin Feng, bersamaan dengan keluarnya kepulan asap putih tebal akibat hantaman tapak raksasa mengenai tanah.


"Hahaha.. Selama ini tidak ada yang bisa menahan jurus tapak kuasa langitku!"


Akan tetapi saat kepulan asap mulai menipis terlihat sosok Yin Feng masih berdiri kokoh diatas tanah.


"Apa!! Bagaimana bisa terjadi? Tapak kuasa langit tak mampu membunuh anak ini!" Sang musuh sangat terkejut saat menyaksikan Yin Feng tidak terluka sama sekalj oleh jurusnya.


Yin Feng mencoba meregangkan otot tangan serta kakinya. "Cukup lumayan! Sekarang rasakanlah seranganku!"


Yin Feng melesat maju kearah sang musuh, akan tetapi dipertengahan jalan keberadaannya tiba-tiba tak terlihat.


"Kemana anak itu? Kenapa keberadaannya menghilang??"


Sang musuh dibuat kebingungan oleh Yin Feng akan tetapi tiba-tiba ada begitu banyak tebasan pedang tak terlihat mengenai tubuh sang musuh.


Crooottt.. Crooott..


Aaaakhhh...


Ternyata Yin Feng mengeluarkan jurus tanpa wujud saat mulai menghilang, membuat tubuh sang musuh seketika langsung tercerai berai dengan darah maupun organ dalam yang menyembur keluar.

__ADS_1


........


__ADS_2