
Aaaakhhhhhh.......
Teriakan Kingkiong yang sedang menaikkan kekuatannya, seketika tubuhnya mengeluarkan aura kehitaman yang sangat pekat.
"Naaahh, sekarang baru kita bisa main-main." Ucap Kingkiong.
Dengan melesat cepat menghampiri pria paruh baya dan melancarkan pukulan demi pukulan, namun dapat di imbangi dengan membalas pukulan oleh pria paruh baya.
"Ayooo... Keluarkan seluruh kemampuanmu kelelawar, apa hanya segini kemampuanmu." Ejek Pria paruh baya.
"Kurang ajar.. Rasakan ini."
Kingkiong yang marah karena ejekan pria paruh baya yang tidak lain adalah guru Liuking, dia pun langsung mengeluarkan sebuah pedang besar kemudian menyerang dalam kekuatan penuh dengan mengayunkan pedangnya seraya berteriak sebuah jurus.
SAYATAN KELELAWAR
Dengan sangat entengnya guru Liuking membalas dengan mengeluarkan pisau-pisau kecil yang melesat cepat.
Duaaarrrrr... Duaaarrrrr... Duaarrrrr.....
Benturan demi benturan yang kemudian disusul dengan ledakan antara sayatan pedang kelelawar dan pisau kecil guru Liuking membuat suasana menjadi mencekam.
Para guru dan murid perguruan yang tadinya hanya terdiam dan terpaku, kemudian dengan serempak menyerang anak buah Kingkiong.
Pertempuran demi pertempuran pun terjadi
__ADS_1
antara guru dan murid perguruan dan kelompok kelelawar hitam.
"Mingyin kau bawa anak kita lari dari sini biar Aku yang menghadapi kawanan perampok ini." Ujar, Fengshui sedang menghadapi kawanan perampok.
Namun sebelum Mingyin pergi menjauh, tiba-tiba dia di hadang oleh seseorang yang berpakain sama dengannya.
"Kau mau pergi kemana Mingyin."
Ujar orang itu.
"Kau ??" Ucap, Mingyin dengan wajah kaget.
"Hehehe... Iya ini Aku Dongmen."
"Namun sekarang aku sudah memutuskan untuk membunuhmu dan suamimu itu."
"Dongmen.. Kau sungguh tidak tau terimakasih, beraninya kau bersekongkol dengan perampok kelelawar hitam." Bentak Fengshui.
Tak akan aku biarkan kau membunuh suamiku.., Terimalah jurus pedangku ini.
JURUS KILATAN PEDANG
Sontak sebuah pedang secepat kilat mengarah ke Dongmen, namun tanpa Mingyin sadari ternyata kilatan pedangnya tidak mengenai Dongmen karena Dongmen dengan cepat sudah menghindari kilatan-kilatan pedangnya.
"Hehehee.. Tenang dong sayangku Mingyin." Ucap Dongmen.
__ADS_1
Fengshui pun tidak terima ia langsung melesat cepat kearah Dongmen dengan mengeluarkan pukulan-pukulan. Namun Dongmen dengan santainya membalas pukulan itu dengan pukulan juga,hingga menimbulkan suara benturan sangat keras dari bertemunya kedua pukulan tersebut.
"Mingyin cepat lariiii."Ucap Fengshui.
Mingyin yang tidak mendengarkan ucapan suaminya malah ikut menyerang Dongmen dengan pedangnya.
Sringggggggg....
Sebuah tebasan pedang yang di lancarkan Mingyin melukai Dongmen tatkala sedang beradu pukulan dengan Fengshui.
"Uhkkkkkk. Sialan kau Mingyin."
Sontak pukulan Dongmen yang tadinya hanya mengimbangi Fengshui tiba-tiba di tambah kekuatan pukulannya hingga Fengshui tak kuat menahan pukulan demi pukulan Dongmen, seketika sebuah pukulan yang sangat keras mengenai dada Fengshui ia pun terpental jauh hingga terjatuh dan memuntahkan darah.
"Suamikuuuuui." Teriak Mingyin.
"Itulah akibatnya karena kau berani melukaiku, namun aku belum mampu untuk melukaimu secara langsung. Sebab itu aku menyerang suamimu terlebih dahulu..," Ucap Dongmen.
Mingyin yang marah karena suaminya di lukai, membalas dengan jurus pedangnya.
JURUS PEDANG ANGIN
Seketika hembusan angin kencang keluar dari ayunan pedang Mingyin yang mengarah ke Dongmen.
Dongmen yang telah sedikit mempelajari jurus CAKAR IBLIS ketika di dunia dimensi, mendadak tubuhnya seperti sedang kerasukan matanya berubah menjadi merah..
__ADS_1