
"Oooo.. Lantas apa saja syarat dan kriteria untuk mengikuti turnamen itu kakek." Tanya Yinfeng.
"Untuk syarat dan kriterianya seseorang harus sudah mencapai tingkat kekuatan raja dan harus memiliki keahlian dalam bersenjata." Jawab guru Liuking.
"Keahlian dalam bersenjata ??" Ujar Yinfeng dengan menaikan alisnya, lalu bertanya.
"Kalau masalah umur, apakah ada ketentuannya kakek ?" Tanya Yinfeng.
"Untuk masalah umur tidak jadi patokan, asalkan seseorang itu sudah mencapai tingkat kekuatan raja walaupun masih terlihat seperti anak-anak, Maka ia diperbolehkan mengikuti turnamen tersebut." Kata guru Liuking.
"Dan asal kau tau nak, sebenarnya didalam darahmu sudah mengalir ilmu pedang yang diwarisi ibumu." Kata guru Liuking.
"Benarkah itu kekek." Ucap, Yinfeng yang penasaran.
"Benar nak. Sekarang ambilah pedang yang kakek belikan waktu itu, kakek akan ajarkan kepadamu tekhnik berpedang."
Yinfeng yang sangat bersemangat ingin belajar berpedang, segera mengambil pedang miliknya yang dibelikan oleh guru Liuking dan kembali menghadap guru Liuking.
Setelah Yinfeng kembali dengan pedang di tangannya, baru guru Liuking mengeluarkan pedangnya dari gelang ruang, dan memberikan metode pembelajaran cara menggunakan pedang.
"Sekarang kau lihat kakek guru nak."
"Cara memegang pedang yang benar adalah seperti ini." Kata, guru Liuking sambil mempraktekkan memegang pedang.
"Jika kau ingin memenangkan pertarungan dalam berpedang, kau harus mengetahui langkah-langkahnya terlebih dahulu nak."
__ADS_1
Kata guru Liuking.
Pertama. keluarkanlah pedangmu sebelum kau mulai bertarung.
Kedua. Baca situasi tempat bertarung, di arenakah atau di tempat yang bebas.
Ketiga. Memulailah dengan berhati-hati saat kau ingin bertarung.
Keempat. Usahakan tetap tenang dan santai saat musuh memulai pertarungan duluan.
Kelima. Kau perhatikan gerak-gerik lawanmu, kau mungkin akan dapat mempelajari ilmu berpedang lawan saat kau memperhatikannya.
Keenam. Keluarkanlah jurus pamungkasmu saat musuh lengah dan mulai lelah.
Guru Liuking berkata sambil mempraktekkan gerakan-gerakan dalam berpedang.
"Aku sudah faham kakek." Jawab Yinfeng.
"Bagus.. Jika kau sudah faham maka kakek guru akan ajarkan kepadamu sebuah jurus.
Yang mana jurus ini sangat cocok sekali denganmu, karena dapat kau padukan dengan elemen air maupun elemen esmu."
Kata guru Liuking.
Guru Liuking seketika mengangkat pedang dengan kedua tangannya sambil meneriakkan sebuah jurus.
__ADS_1
JURUS KILATAN PEDANG
Dengan mengayunkan pedangnya, seketika sebuah angin keluar dari pedang tersebut membentuk sebuah kilatan pedang berbentuk seperti sabit melengkung.
Gedubraakkkkk...
Tiba-tiba terdengar suara pohon yang jatuh terpotong oleh kilatan pedang tersebut.
Yinfeng yang menyaksikan jurus tersebut, melotot dengan mulut yang menganga dan tanpa kata-kata karena takjub akan akibat dari jurus itu.
"Nah nak, Jika jurus ini kau gabungkan dengan elemen esmu, maka seseorang yang terkena jurus ini akan membeku sebelum akhirnya hancur berkeping-keping." Kata guru Liuking.
"Namu jangan kau gunakan itu kecuali saat kau sudah terpojok dan terdesak." Ucap guru Liuking menambahi.
"Baik kakek, sekarang Aku ingin mencobanya." Ucap Yinfeng.
Yinfeng pun kemudian melakukan apa yang guru Liuking ajarkan, tidak butuh waktu lama untuk Yinfeng dapat memahami semua tekhnik jurus berpedang yang sudah di ajarkan.
Hingga ia mencoba sebuah jurus yang telah diperlihatkan oleh guru Liuking.
Diangkatlah pedang dengan kedua tangannya, sambil meneriakkan sebuah jurus.
JURUS KILATAN PEDANG
Seketika keluar kilatan angin berbentuk sabit yang mengenai pohon, namun tanpa Yinfeng sadari ternyata ia sangat berlebihan ketika mengeluarkan tenaganya.
__ADS_1
Bukannya terpotong tapi malah menimbulkan kehancuran pada pohon yang terkena jurus itu.