
Setelah Yinfeng menemukan letak dari Mutiara Perak itu, dia pun mengambilnya dan segera mencari pintu dimensi lapis kedua.
"Akhirnya Aku dapat menemukan mutiara ini lebih cepat, sekarang tinggal mencari pintu dimensinya."Gumam Yinfeng.
Yinfeng menyusuri dunia dimensi lapis pertama cukup kesusahan, sejauh mata memandang sama. Seperti halnya memasuki buku kosong yang semuanya terlihat putih.
"Dimanakah pintu dimensinya ?"
Yinfeng yang sangat bingung dan lelah karena sepanjang ia berjalan belum menemukan pintu dimensinya.
Hingga tiba-tiba terlintas di fikirannya untuk berdiam diri dengan posisi duduk, kemudian ia memusatkan seluruh fikiran dan perasaan didalam hatinya.
Yinfeng yang telah memusatkan semua hal didalam hatinya, dengan secara perlahan ia menemukan titik terang keberadaan pintu dimensi tersebut.
Namun ketika dirinya membuka mata, ternyata pintu dimensi tersebut malah mendekatinya.
Secara cepat pintu dimensi itu menghampiri Yinfeng, hingga dirinya tersedot masuk didalmnya tanpa adanya persiapan.
Jeduuukkk...
Terdengar suara seperti pohon jatuh.
Aaww...
"Dimana ini ? Kenapa Aku tidak dapat melihat." Ucap Yinfeng
__ADS_1
Tatkala Yinfeng yang sedang kebingungan karena daya pandang mata tidak dapat menjangkau gelapnya tempat itu, terlintas di ingatannya akan kata guru Liuking yang menagatakan bahwa didunia dimensi lapis kedua semuanya terlihat gelap gulita.
"Apakah ini yang dinamakan dunia dimensi lapis kedua." Gumam Yinfeng
Akhirnya Yinfeng melakukan apa yang pernah ia lakukan ketika didunia dimensi lapis pertama.
Mendadak tubuh Yinfeng bersinar terang laksana lilin yang menerangi gelapnya mati lampu.
Namun walaupun tubuhnya dapat bersinar, tapi cahaya sinar tubuhnya tak dapat menerangi seluruh dimensi lapis kedua tersebut.
Dikarenakan sifat dari dunia dimensi ini memang tidak dapat terlihat hanya mengandalkan penerangan semata, harus dari hati yang bersih dan fikiran yang jernih.
"Mengapa hanya disekitar diriku saja yang terlihat, mengapa tidak seluruh dimensi ini."
"Uh... Memang kau itu laksana iblis yang mengganggu fikiran manusia." Ucap Yinfeng
"Hahahaha... Ketahuilah bocah, di dunia dimensi lapis kedua ini hanya orang yang berhati bersih dan fikiran jernih, yang dapat mendapatkan mutiara hitam seutuhnya
Sama halnya tatkala Kau diakui oleh Permata Api Abadi." Kata sosok misterius
Yinfeng memikirkan apa yang dikatakan sosok misterius dengan sangat mendalam, sampai dirinya menemukan jawaban atas kebingungannya.
"Jadi diriku harus merasakan sakit terlebih dahulu, jika ingin mendpatkan Mutiara itu seutuhnya." Kata Yinfeng
Iya, kau benar bocah... Karena Mutira Hitam ini selain dapat menambah kekuatanmu ke level selanjutnya, dia juga dapat bermanfaat sebagai nutrisi bagi Mutiara Salju Abadi.
__ADS_1
"Apaaaa ?? Nutrisi.. Aku masih tidak mengerti." Kata, Yinfeng dengan wajah bingung.
"Hahahaha, jadi Kau selama ini belum menyadari."
"Menyadari apa ? Tolong jelaskan ?"
"Mutiata SaljuAbadi yang telah Aku berikan padamu, akan tetap terus bersinar dan tetap dapat memberikan kekuatan karena ia selalu diberi makan."
"Jadi... Maksudmu !!"
"Hahaha... Iya benar. Tatkala Kau mendapatkan Permata Api Abadi itu bukan kekuatan yang ditimbulkan dari Permata tetsebut, melainkan Mutiara Salju Abadilah yang telah memberimu kekuatan.
"Mengapa bisa seperti itu, bukannya Kau pernah bilang Permata Api Abadi akan membuatku lebih kuat jika Aku satukan dengan Mutiara Salju Abadi." Kata Yinfeng
"Memang benar Aku berkata demikian, namun itu semua hanya tipuan belaka karena Mutiara Salju Abadi adalah benda yang paling dicari setelah Permata Api Abadi itu."
"Sebab itu Aku percayakan Mutiara itu kepadamu, agar kau dapat bertambah kuat dan dapat menolong dunia ini dari orang-orang yang jahat."
"Namun jangan salah, Permata Api Abadi juga membutuhkan nutrisi yang sama.
Karena keduanya sudah menyatu menjadi satu, jadi membutuhkan mutiara yang tidak sedikit."
"Camkan itu baik-baik bocah. Hahahaha."
.......
__ADS_1