Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Saling Berebut


__ADS_3

Ternyata sosok yang ada didalam goa adalah seekor singa sayap bertanduk emas , sang singa terlihat dalam keadaan terluka di sayap kirinya.


Kemungkinan para pendekar yang ikut mengawasi sedang mengincar tanduk emas yang ada pada singa tersebut.


Yang dikabarkan tanduk milik sang singa dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan senjata ditingkat bumi.


"Tanduk emas milik sang singa itu yang membuat para pendekar bersabar untuk mengawasi dari awal." Walikota Tian Long akhirnya dapat menebak apa yang sedang diincar para pendekar yang ada.


Walaupun singa sayap bertanduk emas sedang terluka pada sayap kirinya, tapi banyak dari kawanan srigala yang masih merasa takut padanya.


Haaauuurrrr....


Sang singa mengaum membuat kawanan srigala menjadi waspada, tapi tiba-tiba justru dari arah belakang seekor srigala berlari dan melompat hendak menyerang sang singa.


Sang singa membalasnya dengan mengibakan tangan kanannya, tidak sampai disitu kawanan srigala seketika langsung menyerangnya secara bersamaan.


Terjadilah perkelahian hebat antara kawanan srigala dan singa sayap bertanduk emas, tapi justru pemimpin dari kawanan srigala masih berada dikejauhan mengawasi situasi.


Saat perkelahian tersebut mengakibatkan banyaknya menewaskan kawanan srigala, akhirnya sang pemimpin marah.


Aaauuuu....


Dari kejauhan pemimpin srigala berlari dan langsung menerkam sang singa tepat mengenai sayap kanannya, digigit sayap kanan sang singa hingga terkoyak.


Belum lagi sayap kirinya yang sudah terluka ternyata juga sedang jadi mangsaan anak buah srigala yang lain.


Haaaauuuurrr...


Sang singa merasa kesakitan akibat serangan kawanan srigala yang berjumlah sangat banyak, mengkoyak-koyak kedua sayapnya bahkan tubuhnya kini mengalami luka cukup serius.


Dengan sekuat tenaga sang singa tidak menyerah begitu saja, dia tetap melancarkan serangan-demi serangan pada pemimpin srigala maupun anak buahnya.


Membuat pemimpin srigala pun terkena cakaran dari kuku sang singa pada wajahnya, sedangkan pada anak buah srigala banyak cakaran sang singa yang langsung menembus ke jantungnya.

__ADS_1


Pertarungan sengit tinggal menyisahkan sang singa dan pemimpin srigala, sebab anak buah yang masih tersisa tidak mau turun untuk membantu pemimpin mereka.


Justru mereka memilih untuk pergi meninggalkan pemimpin mereka sendirian menghadapi sang singa sayap bertanduk emas.


Pendekar diarah barat akhirnya memutuskan untuk keluar dan menuai hasil dari buah kesabarannya. "Ah sepertinya hari ini kita akan mendapatkan panen besar." Salah satu pendekar dengan tingkat langit akhir tahap 6 merasa senang.


Pendekar dari arah barat ternyata termasuk ketua dari salah satu perguruan yang memiliki nama Perguruan Bangau Putih. "Kalian berdua hadapi srigala itu, untuk masalah singa bertanduk emas biarkan aku sendiri yang menghadapinya."


"Nampaknya kita tak perlu repot-repot menghadapi kedua binatang itu," ujar Pendekar diarah selatan pada rekannya, yang ternyata mereka dari perguruan Singa Emas.


"Tampaknya bukan hanya kita saja yang menginginkan tanduk singa itu," ujar salah satu pendekar yang ada diarah timur.


Diarah barat ada pendekar dari kerajaan Bangau Putih, diarah selatan ada pendekar dari perguruan Singa Emas sedangkan diarah timur para pendekar yang berasal dari Macan Kumbang.


Cukup lama pertarungan dari pendekar dari perguruan Bangau Putih dengan singa tanduk emas serta pemimpin srigala.


Membuat pendekar dari perguruan Singa Emas tak tahan melihatnya. "Ah jika terus menunggu seperti ini membuatku bosan, lebih baik kita ikut bertarung saja."


Pendekar dari perguruan Singa Emas akhirnya memutuskan untuk keluar dan ikut menyerang dua binatang tersebut. "Hah!! Ketua dari Bangau Putih ternyata memang lemah! "


"Oh ternyata ketua Du dari perguruan Singa Emas tertarik juga untuk mendapatkan singa tanduk emas ini?" Ketua dari perguruan Bangau Putih Hu Tian Ming segera menjauh dari singa tanduk emas saat mengetahui bahwa ketua dari perguruan Singa Emas ikut serta.


"Ternyata ketua Hu hanya segitu kemampuannya, membunuh singa yang sudah sekarat saja tidak becus." Ketua dari perguruan Singa Emas yang bernama Du Lan Teng meremehkan kemampuan dari ketua Hu Tian Ming.


"Hah jika ketua Du memiliki kemampuan silahkan saja." Ketua Hu Tian Ming mempersilahkan ketua Du Lan Teng untuk mencoba sendiri menghadapi singa tanduk emas.


"Oh kalau begitu lihatlah kemampuanku ini!" Ketua Du Lan Teng langsung mengeluarkan pedang pusakanya dengan diangakatnya keatas pedang tersebut seketika bayangan pedang besar terlihat diatas kepala Du Lan Teng.


Diayunkan pedang tersebut kearah singa sayap bertanduk emas, namun sang singa bertanduk emas membalas serangan pedang dari Du Lan Teng dengan sebuah bola cahaya yang keluar dari mulut singa tersebut.


Duaaarrr..


Ledakan besar terjadi antara serangan pedang milik Dun Lan Teng dengan bola cahaya milik singa bertanduk emas yang saling beradu.

__ADS_1


Du Lan Teng terpental cukup jauh dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya, sedangkan singa bertanduk emas mengalami luka yang sangat parah, bahkan membuat dua sayap dan kakinya patah.


Rouuurrr...


Singa bertanduk emas merasa kesakitan dengan meronta-ronta.


Dua pendekar dari perguruan Bangau Putih yang menghadapi pimpinan srigala mengalami kesulitan dalam mengalahkan pimpinan srigala tersebut.


"Ini kesempatanku untuk mengambil tanduk emas yang ada dikepala singa itu." Hu Tian Ming berencana untuk langsung mengambil tanduk emas yang ada dikepala singa menggunakan senjatanya.


Saat Hu Tin Ming sudah berada dekat dengan singa tanduk emas, tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara yang sangat dia kenal. "Jangan harap kau bisa mengambilnya dari pandanganku." Ternyata sosok tersebut adalah ketua dari perguruan macan Kumbang yang bernama Lu Jian.


"Oh rupanya sedari tadi kau menunggu saat-saat seperti ini! Dasar rubah licik." Hu Tin Ming tak terima akan sosok Lu Jian yang memanfaatkan kesempatan.


"Haha.. Jika seperti ini kan aku tak perlu repot-repot mengeluarkan tenaga penuhku."


Saat Hu Tian Ming dengan Lu Jian sedang beradu mulut, tiba-tiba Du Lan Teng sudah melesat maju menghampiri singa tanduk emas dan siap untuk menebas tanduk emasnya.


"Kalian berdua jangan harap bisa mendapatkan tanduk emas yang sudah menjadi milikku ini." Du Lan Teng langsung membunuh singa bertanduk emas, dan menebas tanduk emas yang ada dikepala singa tersebut.


"Sialan kau Du Lan Teng!" Hu Tian Ming tak terima akan perbuatan Du Lan Teng yang sudah mendahuluinya untuk mengambil tanduk emas.


"Berikan tanduk itu maka aku tidak akan membunuhmu!" Lu Jian mengamcam Du Lan Teng jika tidak mau memberikan tanduk emas itu padanya.


"Hahaha.. Apa yang sudah ada ditanganku adalah milikku, jika kalian berdua menginginkannya maka ambillah sendiri." Du Lan Teng segera melesat pergi menjauh dari Hu Tian Ming serta Lu Jian.


"Jangan lari kau rubah sialan!" Hu Tian Ming segera melesat menyusul Du Lan Teng, disusul dibelakangnya Lu Jian pun ikut mengejar.


Tapi saat Du Lan Teng hendak melesat pergi lebih jauh tiba-tiba ada serangan yang melesat dengan cepat kearahnya, dua buah belati terbang secara akurat mengenai bahu kanan dan kiri Du Lan Teng. "Sialan siapa itu yang berani menyerangku!"


.........


**Sudikah pembaca sekalian untuk membaca juga novel keduaku

__ADS_1


Pendekar Lembah Siluman,


atas kunjungannya author ucapkan terimakasih**..


__ADS_2