Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Kesombongan Panglima Srigala


__ADS_3

Saat ketiga anak buah kalajengking kembali ternyata pedang milik Panglima Kalajengking tengah menempel dileher ayah dari Nona Qin Xua yaitu Qin Wou Xue.


"Lebih baik cepat kau akhiri hidupku, agar aku segera menemui istriku disana." Ujar, Qin Wou Xue yang telah siap jika harus menemui ajalnya saat itu sambil mendongak keatas.


"Hahaha.. Bila itu yang kau mau, baiklah akan aku kabulkan permintaanmu." Ujar Panglima Kalajengking.


Panglima kalajengking terlihat belum menyadari kedatangan tiga anak buahnya itu, namun ketika hendak menebas leher Qin Wou Xue Panglima Kalajengking tak sengaja menoleh sebentar.


"Oww.. Rupanya kalian bertiga sudah kembali, mana kedua orang itu ?" Teriak Panglima Kalajengking.


Ketiga anak buah itu bukannya menjawab malah saling suruh. "Kamu aja yang jawab Dou." Ujar salah satu anak buah.


"Kenapa malah aku yang disuruh jawab." Ucap Shou Dou.


Melihat ketiga anak buahnya bukannya menjawab pertanyaan, malah saling suruh akhirnya tanpa pikir panjang Panglima Kalajengking mengayunkan pedangnya.


Dalam sekejap tiga anak buahnya sudah jatuh bersimbahkan darah, dengan kepala telah lepas dari badannya. "Anak buah tak berguna." Ucap Panglima Kalajengking.


Setelah melihat tiga anak buah Panglima Kalajengking tak berhasil menangkap Qin Xua, barulah Qin Wou Xue dapat bernafas lega. "Syukurlah anakku tidak ketangkap oleh anak buahnya."


"Apa kau sudah dapat bernafas lega sekarang ?" Bentak Panglima Kalajengking.


"Hahaha.. Sekarang aku sudah dapat pergi dengan tenang, dan kau tunggu saja ajalmu akan sangat mengerikan bila dibandingkan denganku."


"Terlalu banyak omong." Panglima Kalajengking langsung mengayunkan pedangnya keleher Qin Wou Xue, seketika darah mengalir deras dan kepala terpisah dari bdannya.


"Aku harap bukan anak gadis orang ini yang diinginkan Yang Mulia Raja." Gumam Panglima Kalajengking.


Kemudian Panglima Kalajengking menugaskan anak buahnya untuk membawa semua barang-barang beserta kereta kudanya, dan kembali ke kerajaan Dark Houl.


***


Yin Feng yang sudah berhasil membuat tubuh ilusi akhirnya berpamitan kepada temannya Monklie untuk kembali kedunia asal. "Sepertinya aku harus kembali sekarang."


"Hemm.. Baiklah jika kau membutuhkan bantuan, jangan ragu-ragu untuk memanggilku." Ujar Monklie.


"Baik.. Aku pergi dulu teman, terimakasih." Ujar, Yin Feng yang kemudian menghilang dari hadapan Monklie.


Dalam sekejap Yin Feng sudah berada di kamarnya. "Sebaiknya aku langsung menemui kakek, agar dia tidak terlalu khawatir."

__ADS_1


Yin Feng mencoba melangkah keluar kamar untuk menemui guru Liu King, namun saat dirinya ke kamar guru Liu King dia tidak mendapati guru Liu King disana.


"Kemana kakek, kenapa di kamar tidak ada." Gumam Yin Feng.


Yin Feng kemudian beranggapan bahwa guru Liu King mungkin sedang di rumah Walikota Tian Long, akhirnya dirinya mencoba pergi ke kediaman Walikota.


Benar saja saat Yin Feng hendak memasuki kediaman Walikota, terlihat dua pelayan wanita tengah berdiri didepan pintu masuk. "Anda yang bernama Yin Feng ?" Tanya salah satu pelayan.


"Iya benar saya Yin Feng."


"Kalau begitu mari ikut kami." Ajak dua pelayan wanita.


Ternyata selama Yin Feng berlatih di dunia dimensi, guru Liu King sering diajak Walikota Tian Long untuk berbincang-bincang sambil minum teh.


"Bagaimana Kakek ? Apakah Yin Feng sudah kembali ?" Tanya Walikota Tian Long.


"Belum Tuan Tian Long." Jawab guru Liu king.


"Hemm.. Lalu kapan dia akan.." Belum sempat Walikota Tian Long menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


"Permisi Tuan apakah kakek ada didalam ?"


"Ohh.. Masuk nak, kau sudah kembali rupanya." Ucap Walikota Tian Long dari dalam.


Yin Feng kemudian masuk menemui mereka berdua. "Iya Tuan saya baru saja kembali dari dunia dimensi."


"Kemari nak duduk, ada yang ingin aku bicarakan padamu." Ujar, Walikota Tian Long yang mempersilahkan Yin Feng untuk duduk di sampingnya.


"Begini nak, sebenarnya aku sudah ingin membicarakan ini dari kemarin, namun kata kakek Liu King kau sedang berlatih di dunia dimensi."


"Hehe.. Maaf Tuan aku terlalu bersemangat ingin segera mengikuti Turnamen itu."


"Hahaha.. Ini yang aku sukai darimu nak, kau selalu bersemangat." Ujar, Walikota Tian Long sambil menepuk-nepuk pundak Yin Feng pelan.


"Lalu apa yang ingin Tuan sampaikan padaku ?"


"Hemm.. Begini nak, karena Turnamen sudah tinggal menghitung hari, maka persiapkanlah segalanya dari fisikmu,tenagamu, dan juga perlengkapanmu."

__ADS_1


"Memang tinggal berpa hari lagi Tuan ?" Tanya Yin Feng.


"15 hari lagi baru kita akan berangkat."


"Hemmm.. Baik Tuan akan aku persiapkan semuanya." Ujar Yin Feng.


Setelah membicarakan tentang keberangkatan untuk menuju Turnamen Bergelar, mereka bertiga kemudian meneruskan dengan berbincang-bincang sambil minum teh.


***


Di kerajaan Dark Houl sekembalinya Panglima Kalajengking dan anak buahnya, ternyata ada sebuah tontonan yang membuat mereka sedikit terhibur dan sedikit jengkel.


Sebab tontonan itu yaitu pertarungan antara Panglima Srigala dengan Panglima Gajah, terlihat Panglima Gajah tengah mengeluarkan jurus pertahanannya untuk menahan serangan dari Panglima Srigala.


"Lagi-lagi Srigala itu, selalu saja membuat ulah." Gumam Panglima Kalajengking.


Memang diantara Panglima-panglima yang lain, Panglima Srigala yang paling terkenal dengan kesombongannya. Selalu saja meremehkan yang lainnya.


Banyak sebenarnya dari Panglima lain yang tidak suka dengannya, namun karena Panglima Srigala adalah termasuk Panglima kesayangan dari Yang Mulia Raja.


Oleh sebab itu tidak ada yang mau berurusan dengannya lebih jauh jika masih di kerajaan Dark Houl. "Rasanya ingin sekali aku mematahkan tulang-tulangnya." Gumam Panglima Kalajengking.


Namun tiba-tiba pertarungan antara Panglima Gajah dan Panglima srigala berhenti, karena ada seorang Panglima yang melerai keduanya.


"Sudah Panglima Srigala." Ujar, Panglima Beruang dengan menggenggam tangan dari Panglima Srigala.


"Jangan ikut campur kau Beruang." Teriak, Panglima Srigala yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Panglima Beruang.


"Hehe.. Aku hanya tidak suka dengan sikapmu yang sombong itu."


"Hah.. Jika tidak suka lalu kau mau apa ?" Bentak Panglima Srigala.


Seketika Panglima Beruang mengangkat Panglima Srigala dan hendak membantingnya ketanah, namun lagi-lagi terdengar suara Yang Mulia Raja Mougie hingg memekakkan telinga.


"Hentikaaaaan... Jika masih diteruskan, jangan salahkan jika kalian semau akan mati hari ini."


Mendadak masing-masing dari mereka pun langsung pergi menjauh, namun terdengar kembali suara Raja Mougie yang memanggil seorang Panglimanya.


"Dan kau Panglima Srigala." Mendadak Panglima Srigala menghentikan langkahnya. "Segera datang dan temui aku.. Sekarang."

__ADS_1


Seketika Panglima Srigala bergegas untuk mendatangi Yang Mulia Raja Mougie, dirinya beranggapan bahwa Raja Mougie memanggilnya karena ada sesuatu yang ingin Panglima Srigala itu sendiri yang mengerjakan.


Namun duagaannya ternyata salah, saat Panglima Srigala telah sampai dihadapan Raja Mougie, ternyata Raja Mougie sudah memasang dengan wajah murka. "Kau selalu saja membuat ulah, jika aku tidak memberimu pelajaran hari ini kau pasti tidak akan berhenti."


__ADS_2