Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Kitab Pemberian Sang Ayah


__ADS_3

Guru Liuking yang menyaksikan Yinfeng terdiam ketika menerima kitab Teratai Api sempat heran dan bertanya-tanya.


"Ada apa dengan anak ini, mengapa sedari tadi hanya terdiam saja. Setelah menerima kitab ini" Gumam guru Liuking.


"Yinfeng..., Yinfeng...," Panggil, guru Liuking sambil menggoyangkan badan Yinfeng.


Yinfeng yang terkejut ketika ia merasa tergoncang badannya langsung tersadar.


"Ahhhh... Ada apa kakek, apa yang barusan terjadi denganku." Ucap, Yinfeng yang pura-pura tidak tau.


"Kau sedari tadi hanya terdiam membisu ketika menerima kitab ini. Memang apa yang kau rasakan nak ?" Ujar guru Liuking.


"Aku merasa seperti dibawa kealam bawah sadarku kakek ketika memegang buku ini." Ucap Yinfeng.


"Lalu apa yang terjadi ketika kau masuk kealam bawah sadarmu."


"Aku merasa ada sesuatu yang amat hebat didalam kitab ini kakek. Namun Aku belum bisa memastikan apakah sesuatu yang hebat itu." Jawab Yinfeng.


"Hemmm..., Mungkinkah didalam kitab ini ada sesosok yang amat hebat." Gumam guru Liuking pelan.


Ketika guru Liuking melamun membayangkan sosok hebat yang bersemayam didalam kitab tersebut, tiba-tiba ia tersadar saat Yinfeng memanggil ketiga kalinya.

__ADS_1


"Kakek..., Kakek..., Kakek guruuuuuu."


"Ahhhhh... Ada apa Yinfeng, mengapa kau memanggilku dengan sangat keras." Ucap, guru Liuking sambil memegang telinganya.


"Hehehee.. Habis kakek guru malah gantian yang melamun." Ucap Yinfeng.


"Lantas bagaimana caranya kakek untuk diriku dapat mempelajari kitab ini."


"Hemmm. Mari.. Kakek guru akan ajak kau kesuatu tempat yang dipenuhi dengan api abadi."


"Api abadi ??" Dimanakah itu kakek yang ada api abadi. Dan apa yang dimaksud dengan api abadi itu ?" Tanya Yinfeng.


"Api abadi itu : Api yang tidak akan pernah padam sampai kapanpun."


Guru Liuking kemudian mengantarkan Yinfeng ke sebuah tempat dimana terdapat berbagai api yang berkobar. Sesampainya ditempat Yinfeng terperanga akan banyaknya api yang sedang berkobar.


"Kakek guru inikah tempat yang dimaksud dengan api abadi ?" Tanya Yinfeng.


"Iya nak, sekarang ikuti kakek guru. Kakek akan antar kau di sebuah tempat yang mana adalah pusat jantung api itu berada." Kata guru Liuking.


Setelah berjalan kurang lebih sepuluh menit dengan melewati jalan setapak dimana samping-samping jalan adalah api yang berkobar-kobar, akhirnya mereka berdua sampai ditempat jantung api.

__ADS_1


"Kita sudah sampai nak, apakah kau sudah siap untuk melakukan pemurniannya." Tanya guru Liuking.


"Saya siap kakek. Lantas bagaimana caranya ?" Tanya Yinfeng.


"Kau hanya cukup mengalirkan elemen esmu ke seluruh tubuh untuk menetralisir panasnya api abadi, supaya tidak terlalu panas."


"Setelah kau mengalirkan elemen es keseluruh tubuhmu, setelah itu kau masuklah kedalam kobaran api abadi itu." Ucap, guru Liuking sambil menunjuk kearah jantung api abadi.


Yinfeng menuruti semua yang dikatakan guru Liuking dengan mengalirkan elemen esnya keseluruh tubuh lalu kemudian ia masuk kedalam kobaran api abadi.


Tatkala pertama memasuki kobaran api abadi Yinfeng merasakan akan panasnya api abadi tersebut, hingga memaksa Yinfeng menambahkan energi elemen esnya keseluruh tubuh.


"Ternyata api abadi ini sungguh lebih panas daripada api biasa." Gumam Yinfeng.


Setelah memasuki lebih dalam Yinfeng melihat ada sebuah kilauan cahaya berwarna merah yang sangat menyilaukan.


"Kialuan apa itu." Gumam Yinfeng.


"Mungkinkah ini yang dinamakan jantung api abadi."


...

__ADS_1


Harap para reader jika menemukan kesalahan dalam penulisan langsung komentari.. Author akan sangat berterimakasih


__ADS_2