
Guru Liu King dan Dou Han nampak keduanya sedang mengeksekusi Cou Lang maupun Lou Pou, walaupun Dou Han sempat mengalami luka goresan pedang pada tubuhnya.
Namun itu tak membuatnya sakit dengan ketrampilan dan kelincahannya dalam menggunakan pedang, Cou Lang mampu ia kalahkan dengan luka sayatan maupun luka tusuk yang membekas ditubuh Cou Lang.
Cou Lang nampak masih hidup, dengan nafas yang tersendat-sendat karena darah sudah memenuhi mulutnya. "Uhukk.. Kalian tidak akan bisa lolos."
Tanpa fikir panjang Dou Han mulai mengayunkan pedangnya, seketika terhentilah nafas Cou Lang karena ajal telah menjemputnya.
Begitu pula dengan guru Liu King nampak Lou Pou sudah terkapar tak berdaya antara hidup dan mati, dengan pedang milik guru Liu King tengah menempel dileher Lou Pou.
Tak dapat berkata lagi hanya kedua mata Lou Pou yang melotot memandangi guru Liu King, seolah-olah ia mengancam. Dengan perlahan pedang guru Liu King mulai digesekkan keleher Lou Pou, darah mengalir deras dari leher Lou Pou bersamaan dengan nyawa yang mulai meninggalkan jasadnya.
Karena jarak antara Walikota Tian Long, guru Liu King maupun Dou Han yang cukup jauh, sehingga Walikota Tian Long terpaksa berteriak untuk memanggil keduanya.
Dengan segera Dou Han dan guru Liu King mendekat menghampiri Walikota Tian Long. "Ada apa tuan Long? Mengapa kau nampak terburu-buru ?" Tanya guru Liu King.
"Yin Feng memerintahkan kita untuk cepat pergi dari sini." Ucap Walikota Tian Long.
"Apaa benar Feng er memerintahkan seperti itu?" Guru Liu King nampak ragu, serta tak percaya.
"Benar kek, karena disana ia sedang menghadapi Panglima Cobra dengan bisa mematikan." Ucap Walikota Tian Long.
"Ini tidak bisa dibiarkan, biar aku ikut membantunya." Guru Liu king yang tak terima segera bergerak untuk membantu Yin Feng, namun Walikota Tian Long menahannya. "Tidak kakek.. Feng er telah berjanji akan menyusul kita nanti, kita percayakan padanya saja."
Guru Liu King nampak masih tak terima akan permintaan Yin Feng tersebut, namun dirinya sadar mungkin Yin Feng memiliki cara agar dapat selamat dari ancaman Panglima Cobra tersebut.
"Lalu bagaimana dengan penduduk desa ini tuan?" Dou Han mencoba bertanya.
"Aku serahkan padamu untuk penduduk desa ini, jika masih ada yang selamat segera bawa mereka pergi dari sini." Ujar Walikota Tian Long.
Dou Han segera menyusuri kerumah-rumah penduduk, mencoba mencari adakah penduduk yang masih bisa diselamatkan. Namun setelah menyusurinya tak satupun ia mendapati penduduk yang selamat.
Hanya terdapat jasad yang sudah banyak bergeletakkan ditanah, maupun didalam rumah. Ada sesuatu yang membuat Dou Han nampak terkejut. "Mengapa jasad-jasad ini bisa kering tak berdaging?" Gumam Dou Han dalam hati.
Tak mau mengambil pusing ia segera meninggalkan desa tersebut, dan menyusul Walikota Tian Long serta guru Liu King yang Sudan lebih dahulu meninggalkan desa.
**
"Hahaha.. Jadi ini yang telah kau rencanakan !! Baiklah kau memang layak menjadi lawanku." Nampak dari wajah Panglima Cobra sedikit kekesalan, dia tidak menyangka akan rencana Yin Feng.
Sedikit pun dia tidak mengerti dibalik rencana yang telah Yin Feng rencanakan, hingga kepergian Walikota Tian Long, guru Liu King, Dou Han dan juga Qin Xua tak dapat ia tahan.
__ADS_1
Walaupun begitu ternyata Panglima Cobra sudah menyiapkan seekor ular kecil yang kusus untuk mengikuti jejak kepergian Walikota Tian Long dan kawan-kawan.
Ternyata Panglima Cobra mencoba menampakkan wajah kekesalan, agar Yin Feng tidak curiga bahwa dirinya sudah menyiapkan ular kecil.
Yang sengaja diperintahkan untuk mengetahui lokasi kepergian Walikota Tian Long dan kawan-kawan. Agar dengan mudah Panglima Cobra dapat menemukan dimana mereka bersembunyi.
Kali ini Yin Feng ingin mencoba untuk menggunakan pedang Pencabut Nyawa, dengan dikeluarkannya dari kalung ruang hampa.
Sebuah suara yang tidak asing tiba-tiba terdengar saat Yin Feng mengeluarkan pedang Pencabut Nyawa dari kalung ruang hampa miliknya. "Sepertinya aku mencium adanya aroma makanan untukku."
"Penciumanmu sangat tajam rupanya, jika kau ingin makanan maka bantulah aku mengalahkan Panglima Cobra itu." Ucap Yin Feng.
"Hah..!! Hanya seekor ular sawah kau tidak sanggup menghadapinya? Ujar Kien Chang.
"Bukannya aku tidak sanggup, namun dia memiliki racun yang sangat mematikan." Ucap Yin Feng.
"Hemm.. Cocok sekali setelah aku meminum darahnya, pastinya aku akan bertambah kuat. Baiklah aku akan memberimu kekuatan untuk dapat mengalahkan ular sawah itu. " Ujar Kien Chang.
Seketika tubuh Yin Feng sangat ringan sekali dan kekuatannya pun bertambah kuat, Yin Feng kemudian mengeluarkan pedang Pencabut Nyawa dari sarungnya.
Kien Chang sengaja belum memberi tahu kehebatan serta jurus mematikan dari pedang Pencabut Nyawa, bila dahulu saat pedang Pencabut Nyawa masih berada ditangan sesepuh Qiu Han.
Saat tiga jurus yang diberikan Kien Chang kepada sesepuh Qiu Han, mampu membunuh pendekar pada tingkatan bumi serta pendekar diawal tingkatan langit.
Jika hanya pendekar dipuncak tingkatan langit itu bukan masalah, dua jurus tersebut bahkan sampai dapat melukai pendekar tingkatan langit yang sudah mampu mencapai Jiwa Suci bisa disebut juga Pendekar Suci.
Itu akan mengalami luka cukup parah akibat serangan dua jurus pedang Pencabut Nyawa, namun masih bisa diselamatkan walaupun membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Saat pedang Pencabut Nyawa mulai dikeluarkan aura yang dipancarkan sangatlah hebat, sampai membuat Panglima Cobra mengalami sesak nafas.
"Senjata apa sebenarnya yang digunakan anak itu?" Dalam hati Panglima Cobra bertanya-tanya, ia merasakan susah bernafas akibat aura yang terpancar dari pedang Pencabut Nyawa.
Diayunkan pedang Pencabut Nyawa kearah Panglima Cobra, tak ada bayangan maupun hembusan angin. Dengan secara tiba-tiba dan tak terduga Panglima Cobra hanya merasakan tekanan kuat mengarah pada perutnya.
Sudah telat bagi Panglima Cobra untuk menghindarinya, ternyata serangan pedang Pencabut Nyawa tak memiliki bentuk bahkan sampai tak terlihat oleh mata telanjang.
Panglima Cobra hanya mampu menahan dengan pedang miliknya yang sudah dialiri tenaga dalam, namun tetap saja serangan pedang Pencabut Nyawa mampu membuatnya terpental jauh dan merasakan sakit pada tubuhnya.
Panglima Cobra sangat terkejut akan kekuatan serang pedang Pencabut Nyawa, padahal saat menahannya Panglima Cobra sudah melapisi dengan tenaga dalam.
Namun efek dari serangan itu masih dapat membuat Panglima Cobra merasakan sakit serta memuntahkan darah. "Pusaka apa sebenarnya yang digunakan anak itu?"
__ADS_1
Pertama kalinya Yin Feng menggunakan pedang Pencabut Nyawa, cukup terkejut akan kekuatan dari pedang tersebut. "Memang tidak diragukan lagi, bila pedang ini dianggap sebagai pusaka hebat."
"Hahaha.. Itu baru permulaan, kau akan tahu bagaimana kehebatan pedang itu selanjutnya." Ujar Kien Chang.
Kien Chang pun mulai memberi tahu akan tiga jurus yang sudah dikuasai oleh sesepuh Qiu Han. Ternyata tiga jurus yang sudah dikuasai sesepuh Qiu Han antara lain yaitu :
Jurus Tanpa Wujud
Jurus Kelopak Jiwa
Jurus Hembusan Kematian
Sebenarnya tanpa Yin Feng sadari dirinya sudah memasuki tekhnik dasar dari Jurus Tanpa Wujud, tinggal perlu memfokuskan fikiran serta mengalirkan tenaga dalam pada pedang Pencabut Nyawa. Agar Yin Feng bisa menggunakan Jurus Tanpa Wujud secara sempurna.
"Sepertinya pusaka ditangannya itu tidak bisa dianggap remeh." Gumam Panglima Cobra.
Panglima Cobra semakin bersemangat setelah serangan pertama yang sudah dapat membuatnya memuntahkan darah, kini dirinya mengubah bentuk tubuhnya.
Panglima Cobra merubah bentuknya kebatas sempurna, dengan tubuh banyak dipenuhi oleh sisik, lidah yang menyabang, gigi bertaring dan juga kedua kaki yang berubah menjadi seperti ekor ular.
"Tak ku sangka ternyata kau memiliki kemampuan yang dapat membuat diriku merubah bentuk kebatas maksimal." Ujar Panglima Cobra.
Panglima Cobra mulai menyerang Yin Feng menggunakan ekornya, dengan gerakan cepat Yin Feng dapat menghindarinya dengan mudah.
Tak hanya sekali dua kali Panglima Cobra mengibaskan ekornya, namun berkali-kali sampai tak memberi Yin Feng kesempatan untuk bernafas.
Sambil terus tertawa Panglima Cobra tetap mengibaskan ekornya kearah Yin Feng, kali ini Yin Feng menggunakan ilmu terbangnya untuk menghindari setiap kibasan ekor Panglima Cobra.
Saat Yin Feng menemukan celah untuk dapat menggunakan jurus pertama dari pedang Pencabut Nyawa yaitu jurus Tanpa Wujud, sangat sempurna sekali dengan mengalirkan tenaga dalam yang cukup.
Yin Feng mengibaskan pedang Pencabut Nyawa, "jurus Tanpa Wujud" Tak ada bentuk tak ada hembusan angin namun terasa sebuah tekanan dari setiap ayunan pedang.
Panglima Cobra tak mau kedua kalinya ia terkena serangan dari Yin Feng, secara cepat ia membuat dinding perlindungan untuk menahan jurus Tanpa Wujud.
Namun kali ini serangan yang Yin Feng keluarkan tak sama dengan saat pertama kali ia mencoba menggunakan Pedang Pencabut Nyawa, benar saja dinding Panglima Cobra tak dapat menahan serangan dari jurus Tanpa Wujud.
Benturan antara dinding pelindung dan juga jurus tanpa wujud, membuat Panglima Cobra tak kuat menahannya lebih lama. Akhirnya Panglima Cobra pun mengalami luka parah pada tubuhnya.
Bahkan sampai membuat lengan kiri Panglima Cobra terputus, karena tetap mencoba menahan serangan jurus tanpa wujud.
.......
__ADS_1