
Lou Rin, Xio Ning er, Heiun dan Heiuni kemudian memutuskan untuk tinggal di rumah panti.
*
Setelah apa yang menimpa kota, ternyata saat itu Walikota Tian Long dan yang lainnya buru-buru mendatangi rumah panti, karena mereka khwatir bahwa rumah panti tak luput atas kekejian Xuan Cong dan anak buahnya.
Benar saja setibanya mereka pemandangan pertama yang mereka lihat adalah bergeletakkan mayat-mayat anak panti, bahkan juga para pengurus panti yang banyak dimutilasi.
Yin Feng menelusuri satu persatu jasad tersebut tak mendapati keberadaan dari Heiun dan Heiuni, kemudian ia menelusuri ke setiap ruangan dan tempat di rumah panti.
Akan tetapi tetap saja tidak menemuka keberadaan dari kedua kakak beradik itu, justru saat Yin Feng melihat ke sebuah ruangan ternyata ada sebuah pintu mengarah ke sebuah tempat kusus.
Saat Yin Feng menelusurinya sungguh sangat terkejutnya ia mendapati ada sesosok wanita tengah terikat.
Dulu Yin Feng memang pernah adu tanding dengan sosok tersebut, dia adalah Qiu Lien wanita cantik idaman para laki-laki yang ada di rumah panti.
Yin Feng mendapati Qiu Lien dalam keadaan tak berkain sedikit pun, tubuhnya penuh akan luka goresan serta luka lebam yang terikat disebuah tiang.
Yin Feng yang penasaran mendekat dan memastikan apakah Qiu Lien masih hidup atau justru sudah mati, ketika tangan kanan Yin Feng menyentuh tangan kanan Qiu Lien hendak memastikan denyut nadi.
Rupanya Qiu Lien sempat membuka matanya dan berkata sambil terputus-putus. "To.. Tolong bunuh saja aku, agar penderitaanku ini berakhir."
Bukan kata-kata pertolongan untuk menyembuhkannya, justru kata-kata yang terlontar dari mulut Qiu Lien malah menyuruh Yin Feng untuk segera mengakhiri hidupnya.
Yin Feng yang kebingungan menanggapinya tak ingin melaksanakan permintaan Qiu Lien, justu dirinya segera mencarikan kain yang dapat menutupi seluruh badan Qiu Lien.
Setelah mendapatkan kain Yin Feng menutupi tubuh Qiu Lien dengan kain tersebut, dan melepaskan ikatan yang mengikat kedua tangan serta kaki Qiu Lien.
Yin Feng yang cukup kebingungan akhirnya menggendong Qiu Lien untuk keluar ruangan dan hendak mengabari Walikota Tian Long dan yang lainnya.
__ADS_1
Namun saat Yin Feng berhasil keluar dengan membawa Qiu Lien, justru saat itu Qiu Lien yang sedikit masih memiliki tenaga lepas dari gendongan Yin Feng langsung mengambil sebuah pedang yang tergeltak didekat mereka.
Disaat itu juga Qiu Lien langsung menusukkan pedang tersebut tepat pada jantungnya, seketika darah segar mencuat keluar dan mengalir deras dari tubuh Qiu Lien, bersamaan langsung terjatuhnya ia ke tanah.
Yin Feng yang panik langsung menghampirinya. "Apa yang kau lakukan? Mengapa kau memutuskan untuk mengakhiri hidupmu sendiri? "
"I.. Ini sudah jadi pilihanku, aku lebih baik mati daripada hidup terbayang-bayang kehinaan." Tak berselang lama setelah perkataannya selesai Qiu Lien pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Tidak berselang lama Walikota Tian Long dan yang lainnya datang. "Apa yang telah terjadi Feng er? " Walikota Tian Long tentu penasaran sebab darah yang keluar dari tubuh Qiu Lien termasuk masih segar, dan seperti baru saja telah terjadi sesuatu padanya.
"Ini bukan seperti yang kalian lihat, aku menemukan Qiu Lien disebuah tempat dengan keadaan kedua tangan dan kakinya terikat di tiang tanpa sehelai kain sedikit pun."
"Lalu kenapa sekarang pedang itu bisa menancap ditubuh gadis tersebut." Salah seorang warga yang ikut menemani Walikota Tian Long untuk melihat keadaan rumah panti tiba-tiba ikut bicara.
Beberapa warga yang ikut bersama mereka sedikit berprasangka buruk pada Yin Feng, yang terlihat dari tatapan mata mereka pada Yin Feng.
"Tenang dulu semuanya, biarkan aku menjelaskannya terlebih dahulu." Yin Feng yang sudah bingung malah seperti tertuduh melakukan pembunuhan.
Kegaduhan pun terjadi akibat salah satu warga ada yang tidak percaya, membuat yang lainnya menjadi ikut-ikutan.
Ditengah kegaduhan Qin Xua melepaskan aura dingin dari dalam tububnya, membuat semua yang ada disana merasakan dinginnya aura yang dikeluarkan Qin Xua.
"Kalian semua jangan asal menuduh, bukankah kalian belum mendengar penjelasan dari kak Yin Yin. " Qin Xua yang mulai naik emosinya tak terima jika Yin Feng dituduh sebagai pelakunya.
"Iya benar apa yang dikatakan Qin er, kalian semua jangan main asal menuduh bukankah Feng er ini yang telah menyelamatkan kalian semua." Walikota Tian Long ikut angkat bicara. "Jika saja tidak ada Feng er apa yang akan terjadi pada kalian semua? Apa kalian sudah melupakan kebaikannya begitu saja? "
Mendengar perkataan Walikota Tian Long semua warga yang disana tiba-tiba langsung tertunduk diam tanpa suara.
Barulah setelah itu Walikota Tian Long mempersilahkan Yin Feng untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya.
__ADS_1
Cukup panjang Yin Feng menerangkan dari awal ia menemukan sebuah pintu yang mengarah ke sebuah tempat kusus, dan disitu dia menemukan Qiu Lien dalam keadan tak mengenakan sehelai kain pun dalam keadan kaki dan tangan terikat di tiang.
Sampai pada saat Qiu Lien hendak dibawa menemui Walikota Tian Long, barulah disitu Qiu Lien melepaskan diri mengambil pedang yang tergeletak dan menusukkan tepat pada jantungnya.
Setelah semuanya mendengar penjelasan panjang lebar Yin Feng barulah mereka semua dapat menyimpulkan, bahwa Qiu Lien trauma serta tak ingin manahan malu seumur hidup maka dari itu dia memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Semua warga meminta maaf pada Yin Feng karena telah sembarangan menuduh, dan setelah itu mereka semua membereskan mayat-mayat yang ada serta membersihkan keseluruhan dari rumah panti.
*
Dipagi harinya karena Heiuni semalaman tak dapat memejamkan matanya, kali ini dirinya tak bersemangat sedikit pun.
Lou Rin, Xio Ning er dan Heiuni memang sengaja berada dalam satu kamar, sedangkan Heiun berada pada kamar yang lain.
Lou Rin dan Xio Ning er yang baru terbangun melihat kearah Heiuni, saat mereka mendapati Heiuni tengah dalam keadaan murung mereka berdua mendatanginya.
"Ada apa Heiuni? Apa yang membuatmu murung seperti ini?" Xio Ning er yang merasa kasihan mencoba untuk bisa menghibur Heiuni.
"Rasanya baru kemarin aku memiliki keluarga kak, tapi sekarang semuanya telah tiada." Heiuni mengungkapkan kesedihannya dengan mata yang berkaca-kaca, seperti hendak meneteskan air mata.
"Sabarlah Heiuni, kan masih ada kak Heiun, kak Ning er dan juga kakak." Lou Rin mengatakan hal demikian sambil tersenyum kearah Heiuni.
Tiba-tiba Heiuni langsung memeluk erat tubuh Lou Rin. "Terimakasih kak, jika bukan karena kak Lou Rin dan juga kak Ning er mungkin saya dan kak Heiun sudah dijual kepada orang lain."
Sontak Lou Rin dan Xio Ning er saling berpandangan karena heran. "Heiuni tau darimana jika kalian akan dijual? "
Padahal saat itu Lou Rin dan Xio Ning er mengira bahwa Heiun dan Heiuni sedang dalam keadaan pingsan, namun darimana dia bisa mengetahui bila Lou Rin menebusnya.
Disitu Heiuni kemudian menceritakan bahwa dirinya ternyata sudah sadarkan diri, akan tetapi karena tubuhnya lemah sehingga dirinya terlihat seperti orang yang masih pingsan.
__ADS_1
Padahal kedua telinganya masih jelas mendengar percakapan antara Lou Rin dengan pria tua penjual Heiun dan Heiuni.
"Oh, itu tidak masalah Heiuni, justru kami sangat senang bisa melihat kalian berdua kembali, walaupun dengan cara yang seperti itu." Lou Rin dan Xio Ning er kemudian saling memeluk Heiuni.