Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Akhir dari penyerangan


__ADS_3

JURUS PUKULAN SERIBU BAYANGAN


Seketika itu munculah beribu bayangan menuju ke arah Dongmen.


Dongmen yang menyadari akan dahsyatnya jurut itu sempat tertekan, dengan membalas mengeluarkan jurus juga.


JURUS TAPAK API MEMBAKAR SUKMA


Duuuaaaaaarrrr...


Kedua jurus bertemu saling berbenturan hingga terjadi ledakan yang besar membuat tanah dan pepohan di sekitar pertempuran hancur.


Karena tingkat kekuatan dongmen terpaut jauh di bawah kekuatan Liuking yang membuat Dongmen akhirnya terluka cukup parah.


"Uhuk... Uhuk. Pak tua memang cukup hebat jurus mu,bnamun tunggu saja pembalasanku."


Duammmm...


Dongmen melemparkan serbuk boom beracun, seketika asap pekat berwarna hitam muncul dari ledakan tersebut.


"Uhuk... Ukhuk. Kurang ajar, ternyata asap ini beracun. Aku harus menyelamatkan bayinya terlebih dahulu agar tidak terkena asap beracun ini."


dengan kecepatan penuh Liuking pergi untuk mengambil bayi tersebut, lalu pergi menjauh dari asap beracun itu.


****

__ADS_1


Didalam perguruan.


"Bohoooong." Jawaban serempak para guru dan murid perguruan.


"Dia dan muridnya Dongmen yang telah merencanakan ini semua ketua." Jawab salah satu guru perguruan.


"Loutan ternyata kau tega mengkhianatiku, tak kusangka dirimu berani merencanakan ini semua." Ucap Wunghan.


"Ampuni aku ketua, aku telah di butakan karena dendam." Ucap Loutan.


"Tidak ada maaf bagimu, sekarang terimalah hukumanmu ini." Ucap Wunghan.


Dengan tangan diarahkan kedepan, seketika dari tangan Wunghan muncul asap berwarna ungu membentuk seekor naga yang siap menyemburkan apinya.


Kobaran api yang sangat panas keluar dari naga asap ungu milik Wunghan.


Loutan yang tidak mau mati begitu saja langsung mengeluarkan jurus walaupun dengan sisa-sisa tenaga, karena jurus yang sudah ia gunakan tatkala melawan Liuking menguras cukup banyak tenaga dalamnya.


JURUS PANCARAN API


Seketika keluar semburan api yang sangat dahsyat melawan naga asap ungu milik Wunghan, namun tanpa Loutan kira jurus yang dia kuasai itu tidak mampu melawan naga asap ungu, malah api yang di semburkan dari jurus Pancaran Api milik Loutan semuanya di telan oleh naga asap ungu milik Wunghan.


"Hahahaha. Kau pikir mampu melawanku, sangat sia-sia jika kau melawan. Kenapa tidak kau terima saja ajalmu Loutan."


Ucap Wunghan.

__ADS_1


Loutan yang merasa putus asa karena jurusnya tidak berguna saat berhadapan dengan naga asap ungu, kemudian berganti menyerang dengan piringan tajamnya.


JURUS PIRINGAN GANDA


Seketika dua piringan tajam mengarah ke naga asap ungu, namun karena sifat asap tidak bisa di sentuh membuat piringan itu menembus asap naga ungu begitu saja.


Namun ternyata piringan itu bukan menyerang naga asap ungu, melainkan Wunghan yang mengendalikannya.


"Hahaha... Sudah aku duga, Kau tidak mungkin menyerang naga asap ungu, karena sifat asap yang tidak mudah di sentuh dengan benda apapun."


Dengan sangat cepat Wunghan telah menghindari serangan dari piringan tajam kemudian segera mengarahkan naga asap ungu ke Loutan dengan menyemburkan api.


Wuuussssyyyy.


Semburan api yang amat besar langsung membakar Loutan yang tidak sempat membuat pertahanan,


Akhhhh... Akhhhhhhh....


Suara erangan Loutan yang terbakar api naga asap ungu, dengan sekuat tenaga Loutan mencoba memadamkan api tersebut, namun apalah daya ternyata api itu bukan hanya membakar tubuhnya saja, api itu juga menyedot seluruh energi dalam dirinya.


"Hahaha... Percumah saja kau memberontak dan ingin memadamkan api itu, karena api iti tidak akan pernah padam kecuali kau sudah menjadi abu." Ucap Wunghan.


Lama kelamaan tubuh Loutan terkikis dan semakin terkikis sampai akhirnya ia terbakar hingga menjadi abu.


END

__ADS_1


__ADS_2