
Go Ruela ternyata merapalkan mantra kembali dan seketika batu merah darah dalam genggamannya terbang keatas.
"Inilah saatnya bagi kalian untuk mempersembahkan darah kepada raja ini."
Batu merah darah memancarkan cahaya merah terang yang membuat semua manusia binatang lebih bringas dan saling membunuh.
"Ada apa ini? Mengapa mereka malah saling membunuh?" Monk Lie sedikit terkejut saat manusia binatang tak jadi memakan dirinya dan Mo Can, tapi malah saling membunuh sesamanya.
"Entah! Tapi mungkin akibat asap merah darah yang telah mereka hisap."
Dalam sekejap darah segar mulai membanjiri arena dan sekitarnya, semua manusia binatang mati hingga tak ada satupun yang tersisa.
"Haha.. Akhirnya penantian yang selama ini aku tunggu, sebentar lagi akan terwujudkan."
Darah yang membanjiri tempat tersebut dalam hitungan detik telah diserap oleh batu merah darah, dan kekuatannya pun seketika langsung ditransferkan kepada Go Ruela.
"Hahaha.. Kemarilah.. Kirimkan semua kekuatanmu padaku!" Go Ruela mendadak berubah bentuk tubuh serta kekuatannya.
Dirinya menjadi lebih besar dengan kekuatan yang menyamai tingkat langit akhir tahap 9, pancaran kekuatan dari tubuhnya pun membuat tekanan yang cukup terasa pada Monk Lie dan juga Mo Can.
"Tidak ku sangka lonjakan kekuatannya akan semengerikan ini." Monk Lie nampak sangat terkejut saat melihat perubahan wujud serta kekuatan yang ditunjukkan oleh Go Ruela.
"Hahaha.. Kini giliran darah kalian berdua yang akan menjadi pelengkap kekuatanku."
Tiba-tiba Go Ruela langsung menghilang dan muncul kembali tepat diantara Mo Can dan Monk Lie. "Terimalah ajalmu!"
Go Ruela mengayunkan pukulan kuat menggunakan kedua tangannya, tangan kiri memukul Monk Lie sedangkan tangan kanannya memukul Mo Can.
Kelengahan keduanya mengakibatkan pukulan Go Ruela dapat mementalkan Mo Can dan Monk Lie cukup jauh.
"Sial! Bagaimana dia bisa begitu saja muncul diantara kita!" Monk Lie tak percaya kecepatan Go Ruela dapat menglabuhi ketajaman matanya.
"Tadi akibat kita terlalu lengah, coba kita sekarang lebih serius dan memperhatikan gerak langkahnya."
Namun saat Monk Lie dan Mo Can ingin memulai untuk serius, tiba-tiba terdengar suara yang memperhitungkan perbuatan Go Ruela.
"Lancang!! Sudah sangat keterlaluan kau Go Ruela!"
Terlihat sosok manusia binatang berwujud singa yang sangat gagah. "Tindakanmu ini sudah melampau batas, beraninya kau menjadikan mereka semua ini budak persembahan darahmu!"
__ADS_1
"Hahaha.. Akhirnya kau muncul juga saudaraku."
Manusia singa tersebut adalah sosok dari raja di cakrawala malam ini, sosok yang sangat disegani para manusia binatang dengan memiliki sebutan sebagai Raja Iblis Malam.
Ternyata Go Ruela dan Raja Iblis Malam masih dalam lingkup saudara, konon dahulu antara Go Ruela, Bo Dak, Bo Ruang dan Raja Iblis Malam atau lebih tepatnya memiliki nama yaitu Lion Zo adalah sesumpahan sedarah.
Saat itu keempatnya yang masih dalam bentuk binatang iblis, tiba-tiba tersedot kedalam retakan ruang dimensi dan keempatnya terombang-ambing didalam ruang dimensi tersebut.
Hingga beberapa bulan mereka terombang-ambing didalam ruang dimensi, terjadi retakan kembali dan membawa keempatnya memasuki dunia terlarang yang lebih tepatnya cakrawala malam.
Keempatnya tak menyangka akan terbawa hingga ke dunia terlarang. Awal mereka tiba, di sana hanya dihuni oleh kawanan binatang iblis yang memakai hukum rimba siapa yang kuat akan menjadi pemimpinnya.
Dan juga fenomena dimana pada malam hari mereka bisa berubah ke bentuk setengah manusia itu pun belum terjadi.
Hingga tiba suatu ketika saat Go Ruela, Bo Dak serta Bo Ruang sedang bertarung sengit dengan raja binatang yang memiliki bentuk Harimau.
Langit pun berubah menjadi gelap gulita serta kilatan-kilatan cahaya dan juga Sambaran petir menghiasi layaknya sedang terjadi fenomena sakral.
Seketika perkelahian mereka pun terhenti sejenak, sambil melihat sikon dan kondisi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Namun benar saja terdengar suara seseorang yang menggema dipenjuru dunia terlarang tepatnya cakrawala malam. "Aku tidak akan mengganggu perkelahian kalian, namun aku sebagai dewa pemilik dunia ini berhak menetapkan siapa yang akan menjadi raja para binatang iblis disini."
Dalam sekejap hari pun langsung berganti menjadi malam, dan benar saja apa yang dikatakan sosok dewa misterius, para binatang iblis mendadak berubah wujudnya menjadi setengah manusia dan dapat berkata dengan mudah layaknya manusia.
"Dewa misterius sepertinya sudah menghilang, saatnya kita lanjutkan pertarungan kita."
Nampaknya Go Ruela masih sangat berambisi untuk menjadi raja di cakrawala malam, hingga dia memutuskan untuk tetap melanjutkan perkelahian yang tertunda.
Pertarungan merebutkan kekuasaan kembali terjadi, Go Ruela, Bo Dak dan Bo Ruang memilih untuk menyerang secara bersamaan.
Hingga cukup lama perkelahian mereka, dan terlihat Go Ruela, Bo Dak serta Bo Ruang mengalami kesulitan, walaupun ketiganya menyerang secara bersamaan, mereka bertiga masih saja bukan tandingan dari raja binatang.
"Bagaimana ini Go Ruela? Kita sudah menyerang bersamaan pun masih tidak dapat mengalahkannya." Bo Dak dan Bo Ruang terlihat sangat kelelahan.
"Iya Go Ruela, lebih baik kita meminta Lion Zo untuk bergabung dalam perkelahian ini." Bo Ruang mengusulkan agar Lion Zo diikut sertakan.
Namun karena sifat dari Go Ruela yang keras kepala dan sombong, dirinya pun menolak untuk meminta pertolongan pada Lion Zo.
"Tidak akan!! Memang siapa dia? Jelas-jelas aku lebih hebat darinya."
__ADS_1
"Memang kau lebih hebat, namun apa kau masih sanggup melawan raja binatang itu?" Bo Ruang mendesak Go Ruela agar mempertimbangkan usulannya.
"Kalian berdua terlalu lemah dan penakut! Jangan khawatir sebentar lagi kita akan dapat mengalahkannya."
"Tapi tenaga kita sudah banyak terkuras, bagaimana bisa kita meneruskan pertarungan."
"Ah coba kerahkan saja kemampuan terakhir kalian, kita berjuang bersama-sama." Go Ruela masih saja memaksakan keduanya untuk tetap membantunya melawan raja binatang.
Dengan terpaksa keduanya pun menuruti ajakan Go Ruela sebab jika Go Ruela berhasil menjadi raja binatang di cakrawala malam ini maka Bo Dak dan Bo Ruang akan mendapatkan jabatan yang tinggi.
Pertarungan kembali terjadi terus-terusan mereka melawan raja binatang berbentuk harimau, namun tetap saja ketiganya belum dapat membunuh raja binatang tersebut.
Walaupun sekujur tubuh sang raja sudah mengalami luka-luka, tapi dia masih sanggup menggagalkan ketiganya untuk membunuhnya.
"Percumah.. Sangat percumah! Tidak akan ada pilihan lain lagi, sebaiknya cepat kau turunkan kesombonganku itu lalu meminta lah bantuan pada Lion Zo."
Bo Dak dengan nafas yang terengah-engah kembali mengingatkan Go Ruela agar mau meminta bantuan pada Lion Zo.
"Cepat kau minta bantuan pada Lion Zo, sebelum nyawa kita melayang." Bo Ruang menegaskan kembali keadaan mereka saat ini.
Go Ruela tak berkata apapun dia terlihat masih enggan untuk meminta bantuan kepada Lion Zo.
"Apa yang sedang kau fikirkan? Jika kau tidak cepat raja binatang itu akan kembali pada kondisi primanya." Bo Dak memberitahukan akan kondisi raja binatang yang mulai berangsur membaik.
"Jika kau masih ragu, bagaimana kalau kita melakukan sumpah sedarah." Bo Ruang mengusulkan ide.
"Sumpah sedarah!! Apa keuntungan bagi kita dari sumpah sedarah tersebut?" Go Ruela mempertanyakan keuntungan.
"Sumpah sedarah dengan alih saat raja binatang dapat dibinasakan, yang berhak menjadi raja selanjutnya adalah dirimu."
"Tapi apakah Lion Zo akan setuju?" Bo Dak masih ragu akan sumpah sedarah tersebut dapat diterima oleh Lion Zo.
"Aku rasa dia tidak akan menolak, setelah Go Ruela berpura-pura akan menjadikan Lion Zo sebagai penasihat raja."
"Haha.. Kau benar! Idemu ini sungguh sangat cemerlang, tak ku sangka ide seperti ini akan muncul dari otakmu." Go Ruela nampak sangat setuju akan ide Bo Ruang.
"Suweek lah, gini gini otakku jauh dari kata sempurna." Bo Ruang mencoba membanggakan dirinya sendiri, walaupun salah kalimat.
......
__ADS_1