
Semua peserta dengan cepat pergi setelah panitia memberikan aba-aba, sebelum pergi mereka masih sempat menengok kearah peserta yang lain.
Terlihat Lin Kiong memandang kearah Yin Feng dengan tatapan mengejek. "Hahaha.. Selamat tinggal anak lemah." Dalam hatinya sangat bahagia dapat memiliki denah rute paling cepat.
Tiga peserta sudah tak terlihat lagi jejak kepergiannya, kini giliran Yin Feng yang berangkat terakhir. Nampak santai ia menjalaninya walaupun denah rute miliknya adalah yang paling jauh.
Setelah mereka semua sudah memasuki hutan barulah siasat licik dari tuan rumah mulai dikerahkan, sengaja memang dalam rintangan ini tak ada satupun panitia yang mengawasi.
Agar rencana licik dari tuan rumah dapat berjalan mulus, Lin Kiong mengambil sebuah kertas dalam sakunya. "Haha.. Dengan ini semua jalur dapat aku kuasai."
Ternyata kertas itu adalah rute rahasia yang menghubungkan masing-masing jalan dari keempat peserta, agar Lin Kiong tak kesulitan untuk dapat menemukan peserta lainnya.
Dimulai dari yang paling dekat dengannya yaitu Dan Ren, walaupun kelihatannya mereka berdua akrab namun dalam perlombaan tak ada istilah teman, semuanya adalah musuh yang harus disingkirkan.
Dengan melalui rute rahasia Lin Kiong dapat dengan cepat menemukan Dan Ren yang sedang berlari menelusuri jalan. Lin Kiong bersembunyi dibalik pohon besar yang ternyata semua rute lawan telah banyak dipersiapkannya jebakan.
Beberapa bongkahan kayu yang diikat diatas pohon telah siap dijatuhkan hanya dengan memutus talinya. Saat Dan Ren melintasi dibawahnya Lin Kong dengan cepat memotong tali pengikat yang ada di pohon tempatnya bersembunyi.
Bongkahan kayu jatuh secara bersamaan tanpa Dan Ren sadari, sebisanya ia menghindari dari tiap-tiap bongkahan. Namun tetap saja beberapa bongkahan tepat mengenai punggung dan kakinya. "Uhuk.. Sial siapa yang telah memasang jebakan ini."
Dan Ren cukup terluka namun tidak begitu parah, untung saja dirinya sempat membawa pil penyembuh lalu diambilnya pil itu dan meminumnya.
Lin Kiong setelah memotong tali pengikat ia segera pergi menjauh agar tak diketahui, menurutnya bongkahan kayu itu cukup menghambat perjalanan Dan Ren untuk sampai Jurang Iblis.
Benar saja walaupun Dan Ren sudah meminum pil penyembuh, namun kakinya tetap sulit untuk berlari dengan cepat. "Sial.. Jika seperti ini bagaimana aku akan sampai lebih dulu."
Lin Kiong beralih kejalur tempat dimana Ying Yin berada, ternyata sebuah jebakan pun telah disiapkan yaitu berupa lubang yang kedalamannya hingga 10 meter.
Dengan banyaknya pepohonan serta dedaunan yang berguguran, membuat jebakan itu tak begitu terlihat oleh Ying Yin.
Setibanya Lin Kiong dilokasi dimana jebakan itu dipasang.
Ternyata Ying Yin sudah terperangkap di dalamnya. "Aakh.. Sial kakiku terkilir." Nampak suara teriakan kesakitan dari Ying Yin membuat Lin Kiong puas karena Ying Yin pun tak dapat melanjutkan perjalanannya.
"Yang terakhir tinggal anak dari dataran barat yang lemah itu, aku harap anak itu mati saat terperangkap jebakanku." Gumam Lin Kiong.
Sebuah jebakan yang dipersiapkan oleh Lin Kiong untuk Yin Feng ternyata beberapa bebatuan besar, yang telah disiapkan saat Yin Feng melintasi jalan antara dua tebing yang tinggi.
Rute jalan yang ditempuh Yin Feng memang berbeda dari yang lainnya, bila ketiga peserta banyak melewati hutan justru Yin Feng sedikit melewati hutan dan lebih banyak melewati jalan bertebing.
Semua telah dipersiapkan Lin Kiong untuk dapat menghambat perjalanan tiga peserta lain, saat Yin Feng mulai melewati jalan antara dua tebing ternyata Lin Kiong sudah berada diatas tebing tersebut.
__ADS_1
Nampak kali ini Lin Kiong tidak sendirian dirinya ditemani tiga orang dengan baju serta penutup wajah berwarna hitam. Lin Kiong mulai memberikan aba-aba untuk menjatuhkan bebatuan itu.
Secara bersamaan beberapa batu jatuh dari atas tebing, Yin Feng cepat menyadari akan bahaya yang datang dari atas dengan cepat ia menghindari satu persatu bebatuan itu.
Yin Feng berusaha untuk tetap tenang menghadapi rintangan batu itu, dengan melompat satu persatu keatas batu mengikuti ritme jatuhnya batu tersebut.
Saat Yin Feng mencoba melihat keatas ia mendapati seseorang sengaja menjatuhkan bebatuan itu, namun karena seseorang itu menutupi wajahnya membuat Yin Feng tak dapat mengenalinya.
"Nampaknya ada yang sengaja membuat jebakan ini !!" Gumam Yin Feng.
Ia mencoba terus naik keatas untuk memastikan siapa orang dengan penutup wajah itu, namun saat berhasil mencapai puncak tebing dirinya tak mendapati seorang pun disana. "Sepertinya ada yang tidak beres."
Yang tadinya Yin Feng mencoba melewati jalan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, kini terpaksa ia menggunakan ilmu terbang.
Dengan cepat ia melesat terbang mencoba menelusuri jejak dari orang itu, dalam benaknya tak mungkin bila orang dengan penutup wajah akan pergi ke jurang iblis.
Sehingga Yin Feng mengambil arah kekiri dimana disana terdapat rute jalan yang dilalui oleh Ying Yin, Lin Kiong nampak kesal karena jebakan yang dibuatnya tak mampu melukai Yin Feng.
Dalam pelarian menghindari kejaran Yin Feng, Lin Kiong hanya bisa mengumpat kesal. "Sialan.. Cepat juga reaksi anak dataran barat itu sepertinya ia masih mencoba mengikuti jejak kita, kalian bertiga cepat memencar jangan sampai dia menangkapmu."
Lin Kiong memilih untuk bersembunyi agar tak diketahui oleh Yin Feng, namun berbeda dengan salah satu rekannya yang dapat diketahui jejak kepergiannya oleh Yin Feng.
"Hahaha.. Kau tak perlu tahu, yang jelas karena kau sudah menemukanku jangan harap kau bisa lolos."
"Hahaha.. Justru sebaliknya jangan harap kau bisa pergi dengan selamat." Ujar Yin Feng.
Dengan cepat sang musuh maju menyerang menggunakan tangan kosong, nampak mudah bagi Yin Feng untuk membalas serangannya.
Hingga mereka pun sudah mulai bertukar serangan, dan ternyata letak tempat perkelahian tak jauh dari keberadaan Ying Yin yang jatuh di dasar lubang. "Seperti suara orang berkelahi."
Nampaknya kekuatan dari sang musuh masih dibawah Yin Feng, hingga begitu santainya Yin Feng membalas serangan demi serangan yang dilesatkan sang musuh.
Sebuah pukulan akhirnya mendarat ketubuh sang musuh yang membuatnya terpental mundur, tak mau mengulur-ulur waktu segera Yin Feng mengeluarkan jurus medan gravitasi miliknya.
Seketika sang musuh seperti tertimpa batu besar yang membuat terjatuh dan tak sanggup berdiri lagi. Yin Feng berjalan mendekati sang musuh dan membuka penutup wajahnya. "Siapa yang menyuruhmu?"
"Hahaha.. Walaupun kau membunuhku tak mungkin aku mengatakannya."
"Hemm.. Baiklah jika memang itu keputusanmu." Crass... Ditebasnya kepala sang musuh hingga tergelundung memisah dari badannya.
Sesaat Yin Feng hendak pergi tiba-tiba terdengar suara seseorang minta tolong.
__ADS_1
"Tolooong.. Tolong aku. " Yin Feng mencoba mendengarkan dengan jelas dan mencari darimana suara minta tolong itu berasal.
"Toloongg..."
"Sepertinya suara itu tidak jauh dari sini." Betul saja tak lama Yin Feng mencari ia pun kemudian menemukan sumber suara itu berasal dari dalam lubang. "Apa yang kau lakukakan disana?" Tanya Yin Feng.
"Kau kan.. Bukannya peserta dari dataran barat?" Tanya Ying Yin dari bawah lubang.
"Iya.. Dan sebenarnya apa yang terjadi denganmu?" Yin Feng merasa ada yang tidak beres dengan semua itu.
"Nanti akan aku jelaskan, sekarang bisakah kau menolongku? Kakiku terkilir." Ujar Ying Yin.
Yin Feng terdiam mencoba mencari solusi bagaimana cara menolong gadis itu, soalnya lubang yang ada tak membuatnya dapat leluasa bergerak untuk menolong.
Sebuah ide pun muncul. "Oh iya mengapa aku tak menggunakan elemen tanah saja." Segera Yin Feng menggunakan elemen tanah untuk dapat mengangkat Ying Yin dari dasar lubang.
"Terimakasih kau telah menolongku."
"Tak perlu berterimakasih sudah sepantasnya kita sesama manusia untuk saling tolong-menolong." Ucap Yin Feng.
"Oya.. Perkenalkan namaku Ying Yin." Ujar, Ying Yin sambil mengulurkan tangannya.
Yin Feng membalas uluran tangan Ying Yin. "Namaku Yin Feng, apakah kau dapat berjalan?"
"Sepertinya cukup susah buatku bisa berjalan dengan kaki yang terkilir seperti ini." Ujar Ying Yin.
"Lalu apakah kau masih tetap ingin melanjutkan rintangan ini?" Tanya Yin Feng.
"Sebenarnya... Aku sangat ingin dapat menyelesaikan rintangan ini." Ucap, Ying Yin sambil menundukan kepalanya.
Tanpa diduga Yin Feng duduk dan langsung memegang kaki Ying Yin yang terkilir. "Hey.. Apa yang ingin kau lakukan?" Teriak Ying Yin membentak apa yang Yin Feng perbuat. "Tenanglah.. Aku tidak mungkin menyakitimu."
Dengan sedikit sentuhan Yin Feng mencoba menyembuhkan kaki Ying Yin yang terkilir. "Sudah tidak apa-apa.. Sekarang cobalah untuk berdiri."
Dengan dibantu oleh Yin Feng Ying Yin mencoba untuk berdiri, sungguh tak terduga kaki Ying Ying yang terkilir dapat sembuh dengan seketika. "Apa?? Bagaimana bisa kakiku tak sakit lagi."
"Kalau begitu sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi." Dalam sekejap Yin Feng sudah terbang tinggi meninggalkan Ying Yin. "Tunggu.. Aku belum menceritakan apa yang terjadi."
Mendengar teriakan Ying Yin, Yin Feng hanya menoleh dan tersenyum kearahnya, lalu kembali melanjutkan perjalanannya yang tertunda.
.........
__ADS_1