Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Dunia Terlarang


__ADS_3

Monk Lie membawa Yin Feng bukan lagi di wilayah keempat dataran, melainkan dia membawa Yin Feng ke tempat dimana dia sangat hafal jelas seluk beluk disana.


"Ada dimana ini? Rasanya aku tidak pernah melihat ada hutan seperti ini?"


"Ini adalah hutannya para binatang iblis malam."


"Hutannya iblis malam! Maksudnya bagaimana?"


"Di hutan ini jika siang hari tak akan pernah ada sesosok binatang iblis, namun bila malam hari tiba semua bintang iblis yang ada akan muncul untuk mencari makan."


"Hemm.. Ternyata ada juga jenis binatang iblis yang seperti itu!"


"Disinilah tempat yang sangat jarang sekali dijamah manusia, sebab letak dan tempatnya cukup jauh dari duniamu."


"Cukup jauh dari duniaku! Lalu ada dimanakah hutan ini?"


"Hutan ini berada di dunia terlarang, yang bernama Cakrawala Malam."


"Cakrawala Malam!" Yin Feng semakin bingung mendengar perkataan dari Monk Lie.


"Ya, disini semuanya jika siang hari tak akan ada apapun, namun saat malam hari suasana sangatlah ramai seperti keramaian pada dunia manusia."


"Hah! Benarkah yang kau katakan itu? Jika memang benar aku harus melihatnya sendiri."


"Kau akan mengetahuinya saat malam tiba."


Namun sebelum itu Monk Lie menyuruh Yin Feng untuk memakai baju yang mirip sekali dengan binatang.


"Kenapa harus memakai baju seperti ini sih?"


"Suutt.. Sudah jangan banyak tanya! Kau akan mengetahunya nanti!"


Monk Lie yang sudah mengubah bentuk tubuhnya menjadi manusia kera, sedangkan Yin Feng memakai pakaian berbentuk harimau.


Benar saja saat malam tiba suasana hutan terasa sangat ramai dengan nyanyian longlongan srigala, langit pun seolah bersinar menyinari tempat tersebut.


Hutan yang tadinya sepi mendadak para binatang iblis mulai menampakkan dirinya masing-masing.


"Sudah jangan bengong! Sekarang kau ikuti aku." Monk Lie mengajak Yin Feng menyusuri hutan, alangkah tak menyangkanya Yin Feng ternyata diujung hutan terdapat sebuah desa yang sangat ramai penduduknya.


"Ini! Kenapa bisa ada sebuah desa disini?"


"Kan seblumnya sudah aku katakan, bila disini akan sangat ramai ketika malam hari. Ayo akan aku tunjukan padamu tempat yang menantang."


Ternyata Monk Lie membawa Yin Feng ke arena pertarungan bebas, Yin Feng sempat terkejut saat memasuki kawasan arena.


"Ternyata ditempat seperti ini banyak sekali yang menarik!"


"Ini baru satu tempat yang aku tunjukkan padamu, sedangkan disini ada beberapa tempat yang lebih menyenangkan lagi."

__ADS_1


Yin Feng terus memperhatikan pertarungan yang terjadi didalam gelanggang arena, dalam pertarungan tersebut terlihat sangat brutal seperti halnya pertarungan hewan buas.


Seorang petarung yang berkepala seperti badak terlihat sangat kejam, terus menerus menyiksa sang lawan yang sudah sangat lemah.


"Itu adalah Bo Dak, dia adalah salah satu petarung handal dan juga kejam. Sedangkan dua yang disana itu adalah Bo Ruang dan Go Ruela."


"Mereka bertiga dijuluki raja gelanggang, sebab sudah ratusan kali mereka bertiga memenangkan pertarungan tanpa kekalahan."


"Bukannya pemenang hanya satu petarung! Kenapa ini bisa ada tiga petarung?"


"Asal kau tahu saja ketiganya ini adalah bersaudara, jadi ikatan persaudaraan mereka lebih penting dari segalanya."


"Tak ku sangka jiwa persaudaraan mereka sangat kuat! Aku masih penasaran sebenarnya di Cakrawala Malam ini apakah semuanya terlihat seperti ini?"


"Maksudnya?"


"Iya kau bilang disini tempatnya binatang iblis malam, tapi kenapa semuanya terlihat seolah seperti manusia hanya saja bentuk kepala mereka yang berbeda."


"Hemm.. Di Cakrawala Malam ini memang bila siang hari mereka berbentuk binatang iblis, namun saat malam hari mereka secara otomatis akan berubah bentuk wujudnya menjadi seperti manusia, oleh sebab itu jika siang hari mereka lebih memilih untuk berdiam diri dalam persembunyiannya."


Yin Feng terlihat masih tak percaya bila ternyata ada sebuah dunia terlarang diantara keempat dataran, yang mana dunia terlarang ini tidak banyak diketahui oleh manusia.


Saat pertarungan selesai dengan kematian salah satu petarung, pemenang masih tetap sama dialah salah satu dari tiga bersaudara yaitu Bo Dak.


Yang bikin Yin Feng semakin terkejut adalah hadiah kemenangan dari arena pertarungan, selain mengambil mutiara yang ada didalam tubuh para binatang iblis, pemenang juga berhak mendapatkan barang taruhan.


Bila didunia manusia barang taruhan akan berupa koin emas, namun di dunia terlarang ini para binatang iblis bertaruh dengan menggunakan batu kristal.


"Disini tak ada yang mengenal emas, yang mereka gunakan untuk bertaruh adalah batu kristal."


"Batu kristal! Apakah benda semacam itu bisa dijadikan sebagai pertukaran?"


"Jangan salah! Karena kelangkaan batu kristal ini di dunia manusia, satu batu kristal dapat dihargai hingga 10.000 koin emas."


"Apa!! Apakah kau sedang bercanda?"


"Buat apa aku bercanda padamu, dikarenakan batu kristal hanya bisa ditemukan di dunia terlarang ini, maka sangat jarang sekali manusia bisa memilikinya."


"Waahh.. Jadi andai aku bisa memiliki 1000 batu kristal maka aku tidak perlu lagi khawatir tentang keuangan."


"Walaupun di dunia manusia satu batu kristal bisa dihargai 10.000 koin emas, akan tetapi untuk bisa mendapatkannya pun tidak akan mudah."


"Lah kenapa?"


"Karena kebijakan dari raja binatang iblis di dunia terlarang ini, yang tidak memperbolehkan menambang dalam jumlah banyak, sehingga kebanyakan mereka hanya mendapat jatah 20 batu kristal saja perhari."


"Hemm.. Pantas saja keberadaan dari batu kristal bisa sangat langka."


"Tapi ada satu kelebihan dari batu kristal tersebut yang tidak diketahui hal layak."

__ADS_1


"Satu kelebihan! Kelebihan apakah itu?"


"Aku tidak bisa mengatakannya disini, biar aku beritahukanmu nanti."


Tiba-tiba Monk Lie terlihat agak bingung seperti sedang mencari seseorang.


"Kau sedang mencari siapa teman?"


"Nanti kau akan tahu sendiri! Setelah menemukan keberadaan seseorang yang sedang dicarinya. "Sebaiknya kau tunggu disini sebentar."


Monk Lie berjalan menuju seseorang hendak membahas masalah yang cukup penting. "Permisi! Apakah kau yang bertanggung jawab di arena gelanggang ini?"


Penanggung jawab di arena gelanggang ternyata binatang iblis berbentuk buaya, dengan sebutan Bo You."Iya, lalu ada perlu apa?"


"Aku ingin mendaftar bertarung."


Sejenak Bo You memandang heran kearah Monk Lie. "Kau ingin mendaftar bertarung? Apa kau serius?"


"Iya aku ingin mendaftar bertarung tapi bukan untuk diriku, melainkan untuk temanku yang ada disebelah sana itu." Monk Lie menunjuk kearah Yin Feng.


"Si macan itu!"


"Iya, aku ingin mendaftarkannya. Apakah bisa?"


"Siapa namanya?"


"Namanya Mo Can."


"Hah! Aku tidak yakin dia akan bisa bertahan satu pukulan salah satu dari ketiga bersaudara itu."


"Kita tidak akan tahu dia bisa bertahan atau tidak kalau belum dicoba."


"Hah! Memangnya seberapa yakin kau dengan temanmu itu?"


"Seberapa yakinnya! Dengan ini semua!" Monk Lie mengeluarkan sepuluh batu kristal sebagai bentuk taruhan untuk Yin Feng.


"Haha.. Seyakin itukah kau dengan temanmu itu! Baiklah kita akan tentukan dengan taruhan, jagoan siapa yang akan menang."


Bo You meladeni taruhan Monk Lie dengan sama-sama mengeluarkan sepuluh batu kristal.


"Baik semuanya, kali ini kita akan melakukan pertarungan untuk ronde kedua. Dari sudut penantang dia adalah Mo Can."


Semua penonton terdiam dan seketika itu langsung memandang kearah Yin Feng.


"Ada apa ini? Kenapa semuanya melihat kearahku?" Yin Feng dibuat bingung dan tidak mengerti padahal dia saja tidak tahu siapa yang bernama Mo Can, tapi kenapa seseorang yang didalam arena menunjuk kearahnya.


"Sedangkan dari sudut yang ditantang adalah mereka bertiga." Bo You menunjuk kearah tiga bersaudara. "Bagaimana siapa diantara kalian yang akan meladeninya?"


"Biar aku saja yang akan meladeninya." Bo Ruang langsung berdiri hendak meladeni tantangan dari sang lawan.

__ADS_1


......


__ADS_2