Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Kasiat Lain Rumput Merah Darah


__ADS_3

Setelah sepulangnya Yin Feng dan Ying Yin dari jurang iblis, nampaknya kini Ying Yin sudah mulai akrab dengan Yin Feng.


Apalagi selama di perjalanan kembali ke tempat turnamen mereka berdua terlihat sudah terbiasa saling mengobrol, namun yang lebih mengejutkan kini nama Yin Feng sudah sangat terkenal.


Saat dirinya berhasil mengalahkan raja binatang iblis, Yin Feng pun mendapatkan peringkat pertama dengan nilai 500 poin kemenangan.


Saat ini Yin Feng termasuk kandidat peserta yang sangat diwaspadai oleh peserta lain, saat Ying Yin menemui gurunya ia pun menceritakan semua kejadian yang telah dialaminya.


Terutama kejadian Lin Kiong berbuat curang dengan memasang sebuah jebakan untuknya, guru Ying Yin termasuk salah satu tetua di perguruan Musim Gugur bernama Mu Ning Yu.


Mu Ning Yu adalah tetua wanita satu-satunya yang memiliki kemampuan hampir sama dengan tetua yang lainnya, dengan kemampuannya yaitu menciptakan ilusi.


Oleh sebab itu wajar saja bila Ying Yin menguasai jurus pedang ilusi, karena ia termasuk murid inti yang di didik langsung oleh tetua Mu Ning Yu.


"Apa?? Berani-beraninya mereka berbuat curang." Nampak guru Mu Ning Yu sangat marah, mendengar murid kesayangannya dicurangi.


"Sudahlah guru lagian juga sudah tidak apa-apa, untung saja ada Yin Feng yang menolongku." Ujar Ying Yin.


"Yin Feng.. Siapa dia?" Tanya Guru Mu Ning Yu ingin tahu.


"Dia adalah murid perwakilan dari dataran barat."


"Ohh.. Aku baru ingat, dia adalah murid yang sudah membunuh raja binatang iblis itu bukan." Guru Mu Ning Yu berdiri dan menatap kearah dimana Yin Feng berada.


**


Keesokan harinya di atas arena sang panitia mulai mengumumkan sekor dan peringkat sementara, yang dapat dilihat dibatu pengumuman.


Yin Feng sekor 500 Poin.


Lin Kiong sekor 250 Poin.


Ying Yin sekor 200 Poin.



Dan Ren sekor 150 Poin.


__ADS_1


Selanjutnya para peserta akan menjalani rintangan di Danau Merah, dijelaskan bahwa di dalam danau merah sangat cocok untuk bermeditasi.


Karena di dalam danau merah tersebut banyak mengandung unsur kekuatan jiwa, akan tetapi para peserta harus bisa keluar dari dunia ilusi terlebih dahulu jika ingin mendapatkan unsur kekuatan jiwa.


Dan di dalam danau tersebut selain para peserta bisa menguatkan kekuatan jiwa masing-masing, mereka juga bisa beruntung untuk mendapatkan rumput merah darah.


Kakek Xio Fang mendekati Yin Feng. "Feng er.. Ikut guru sebentar." Kakek Xio Fang mengajak Yin Feng ke tempat yang sepi agar dapat mengatakan sebuah rahasia yang belum diketahui Yin Feng.


Yin Feng menuruti perintah Kakek Xio Fang saat dirasa tempat yang mereka tuju sudah aman, barulah kakek Xio Fang memberitahu perihal rumput merah darah pada Yin Feng.


"Feng er.. Asal kau tahu selain dapat menambah umur seseorang, rumput merah darah juga dapat membuat tubuh kebal terhadap racun."


"Hah!! Benarkah itu guru?" Yin Feng sangat terkejut dengan mulut yang terbuka lebar. "Bukankah bila ingin memiliki tubuh kebal racun harus mencari 7 bahan terlebih dahulu."


"7 bahan.. Apa maksudmu Feng er?" Giliran kakek Xio Fang yang terkejut mendengar ucapan yang diucapkan Yin Feng.


Yin Feng mengambilkan kitab teratai api dari kalung ruang hampa miliknya, dia lupa bahwa di dalam kitab teratai api terdapat sesepuh Qiu Han yang sedang bersemayam.


Saat Yin Feng mulai membuka kitab teratai api sesepuh Qiu Han pun muncul. "Ada apa bocah? Mengapa kau membangunkan tidurku?"


Kakek Xio Fang dapat melihat jelas jika ada sebuah roh yang keluar dari dalam kitab tersebut, namun kakek Xio Fang berpura-pura tidak mengetahuinya.


"Aduh.. Mengapa aku bisa lupa sih, jika sesepuh Qiu Han ada di dalam kitab ini. Kira-kira guru tahu tidak ya keberadaan sesepuh." Yin Feng amat bingung dan takut bila kakek Xio Fang dapat mengetahui keberadaan sesepuh Qiu Han.


Kakek Xio Fang berpura-pura tidak melihat dengan memandang kearah langit sambil mengelus-elus jenggotnya, walaupun sesekali melirik kearah Yin Feng dan sesepuh Qiu Han.


"Jangan khawatir bocah, tidak akan ada yang bisa melihat diriku kecuali jika orang itu memiliki kemampuan yang tinggi." Ujar sesepuh Qiu Han.


"Tapi sesepuh.. Sebenarnya guru termasuk orang yang berkemampuan tinggi." Ujar Yin Feng.


"Apa??" Sesepuh Qiu Han nampak terkejut dan mulai memandang kearah kakek Xio Fang. "Ah.. Bagaimana aku bisa tidak merasakan kekuatan dari orang tua itu." Sesepuh Qiu Han hanya berguman dalam hati.


"Maaf senior sebenarnya dari awal aku sudah mengetahui keberadaanmu." Ujar kakek Xio Fang.


"Hemm.. Pantas saja kau terlihat seolah berpura-pura." Ujar sesepuh Qiu Han.


"Jadi guru sudah mengetahui akan keberadaan sesepuh Qiu Han??" Yin Feng nampak malu yang mencoba merahasiakan keberadaan sesepuh Qiu Han.


"Iya Feng er.. Maafkan junior bila sudah berbuat lancang." Kakek Xio Fang memberi hormat kepada sesepuh Qiu Han dengan membungkukkan badannya.

__ADS_1


"Hemm.. Kemampuanmu sangat tinggi, tidak salah jika bocah ini berguru padamu." Ujar sesepuh Qiu Han.


"Oya ini." Ying Feng menyodorkan kitab teratai api yang sudah dibuka dimana resep 7 bahan terdapat. "Guru bisa membacanya sendiri."


Kakek Xio Fang kemudian mencoba untuk membacanya. "Hemm." Sambil mangguk-mangguk dan mengelus-elus jenggotnya kakek Xio Fang hanya tersenyum. "Nampaknya ini bisa jadi alternatif kedua jika kau tidak berhasil mendapatkan rumput merah darah."


"Rumput merah darah?? Apakah aku tidak salah dengar." Sesepuh Qiu Han nampak tidak asing dengan tanaman tersebut.


"Iya sesepuh, di rintangan kedua ini para peserta diharuskan memasuki danau merah, dan bagi siapa yang beruntung akan mendapatkan rumput merah darah." Yin Feng mencoba memberitahu pada sesepuh Qiu Han.


"Ada apa senior? Apakah senior juga faham kasiat dari rumput merah darah?" Tanya kakek Xio Fang.


Sambil berpangku tangan sesepuh Qiu Han mencoba mengingat-ingat kembali. "Hemm.. Sepengetahuanku rumput merah darah dapat menambah usia seseorang."


"Benar senior, namun ada lagi kasiat selain itu yang dapat membuat tubuh kebal terhadap semua jenis racun." Ujar kakek Xio Fang.


"Hah.. Darimana kau bisa tahu jika rumput merah darah memiliki kasiat seperti itu?" Tanya sesepuh Qiu Han ingin tahu.


Tiba-tiba kakek Xio Fang mengeluarkan sebuah kitab dari ruang hampa. "Dalam kitab ini tertera bahwa rumput merah darah memiliki kasiat seperti itu."


Sesepuh Qiu Han sedikit terkejut saat melihat sampul utama dari kitab yang ditunjukkan kakek Xio Fang. "Kalau tidak salah bukankah itu kitab yang berisikan tentang macam-macam racun?"


"Hemm.. Kelihatannya senior sudah mengenali kitab yang junior pegang."


"Aku hanya pernah melihatnya tercatat di dalam kitab-kitab perpustakaan perguruanku dulu, tapi tak menyangka hari ini aku benar-benar dapat melihatnya. " Ujar sesepuh Qiu Han.


Kakek Xio Fang kembali menyimpan kitabnya di dalam ruang hampa. "Sekarang yang terpenting kau harus bisa melewati ilusi yang terpasang di dasar danau tersebut."


"Baik guru, murid akan mencoba yang terbaik." Ujar, Yin Feng dengan membungkukkan badan.


"Dan juga bila kau berhasil mendapatkan rumput merah darah, cobalah untuk berpura-pura tidak mendapatkannya."


"Memang kenapa guru?"


"Guru memiliki firasat buruk, jika sampai rumput merah darah ditemukan, pastinya nanti akan terjadi perkelahian merebutkan rumput tersebut."


"Hemm.. Murid faham apa yang guru maksud." Yin Feng segera kembali ke tempat diduknya, namun terhenti karena sesepuh Qiu Han belum masuk kembali kedalam kitab teratai api.


"Sesepuh.. Apakah anda tidak ingin tidur lagi?" Ujar, Yin Feng sambil menunjukkan kitab teratai api ditangannya.

__ADS_1


"Hahaha.. Itu sudah tidak perlu lagi, lebih baik sekarang aku bersemayam di dalam ruang jiwamu." Setelah berkata demikian sesepuh Qiu Han langsung masuk ketubuh Yin Feng.


........


__ADS_2