
Serangan dadakan Ling Tong dapat dihindari oleh panglima Laba-laba. "Hemm.. Ingin menyerang diam-diam, jangan harap bisa menyentuhku."
Keduanya pun mulai beradu serang, Ling Tong sengaja menyerang duluan agar dapat menyelamatkan Ling Wei yang sudah terbungkus jaring laba-laba.
Dalam keadaan masih beradu serang, panglima Laba-laba masih sanggup menyuarakan beberapa kata. "Kau fikir aku tidak tahu apa maksud dan tujuanmu menyerangku seperti ini!"
Panglima Laba-laba menahan setiap serangan pedang yang dilepaskan oleh Ling Tong menggunakan jaring laba-laba yang sudah membentuk tongkat.
"Hahaha.. Percumah saja kau melawan, pada akhirnya dia tak akan sanggup menahan kuatnya lilitan jaringku."
Ling Tong sedikit bingung apakah yang harus dilakukannya, saat dirinya masih dalam keadaan terdiam. Tiba-tiba sebuah belati melesat cepat memotong setiap lilitan yang melilit Ling Wei.
Panglima Laba-laba cukup terkejut akibat serangan dadakan yang melepaskan lilitan Ling Wei, saat dirinya menoleh asal dari belati tersebut.
Ternyata tidak lain belati itu berasal dari pendekar disamping raja Tang San, dialah Ling Yuan.
Saat panglima Laba-laba melihat kearah Ling Wei, ternyata Ling Tong sudah lebih dahulu membawanya pergi menuju kearah raja Tang San dan Ling Tian. "Cepat selamatkan dia terlebih dahulu, masalah laba-laba itu biar aku saja yang tangani."
Setelah menyerahkan Ling Wei pada Ling Tian, Ling Tong kembali meneruskan duelnya dengan panglima Laba-laba. "Sekarang kita bisa fokus dalam perkelahian."
"Tak ku sangka jaringku dapat dengan mudah dihancurkan, hanya menggunakan belati." Panglima Laba-laba terlihat masih terkejut, hanya menggunakan belati sudah bisa menghancurkan lilitan jaring miliknya. "Sepertinya belati itu adalah benda pusaka."
Saat panglima Laba-laba masih merenungkan tentang belati, Ling Tong secara cepat sudah melesat maju. "Dalam pertarungan masih sempatkah kau melamun!"
Pukulan keras mendarat pada wajah panglima Laba-laba hingga membuatnya terpental jauh manabrak dinding pagar. "Sialan kau.."
Panglima Laba-laba meludahkan sedikit darah yang ada didalam mulutnya, lalu mulai berdiri dan bersiap menghadapi serangan dari Ling Tong. "Berani-beraninya kau memukul wajahku!!"
Panglima Laba-laba mendadak menambah kekuatannya hingga mencapai kekuatan maksimal, terlihat pancaran cahaya kehitaman menyelimuti seluruh tubuhnya.
Tak berselang lama setelah cahaya hitam tersebut mulai memudar, sebuah lilitan jaring tiba-tiba melilit tubuhnya hingga menutupi seluruh tubuh panglima Laba-laba.
Panglima Laba-laba hendak melakukan evolusi dengan melilitkan jaringnya keseluruh tubuh, seperti kepompong.
Melihat hal demikian Ling Tong tak ingin hanya berdiam diri menyaksikan perubahan panglima Laba-laba, dia mulai maju menyerang dengan mengayunkan pedangnya.
__ADS_1
Saat pedang Ling Tong menyentuh lilitan jaring panglima Laba-laba, dia cukup terkejut karena pedang yang dirinya ayunkan memantul tak berefek sedikit pun.
"Apa!! Bagaimana bisa??" Rasa penasaran masih menyelimuti fikiran Ling Tong, membuatnya semakin terus-terusan menyerang pangliba Laba-laba.
Tak berefek sedikit pun serangan yang dilontarkan Ling Tong pada lilitan jaring panglima Laba-laba.
Tak berselang lama sebuah kilauan cahaya merah memancar dari dalam lilitan jaring, yang lama kelamaan membukanya celah sedikit demi sedikit lilitan tersebut.
Nampak sosok panglima Laba-laba yang berbeda dari sebelumnya, kali ini nampak dari kepala panglima laba-laba banyak ditumbuhi bulu-bulu hitam.
Dengan mata yang tadinya hanya dua kali ini berubah menjadi enam mata, sedangkan mulutnya memiliki dua taring yang tajam.
Dan juga perubahan pada bentuk tubuh terlihat jelas, sekarang panglima Laba-laba memiliki empat tangan dan empat kaki, persis halnya seekor laba-laba.
Panglima Laba-laba secara cepat menyerang Ling Tong menggunakan keempat tangan maupun kakinya yang sudah setajam pedang.
Terdengar benturan antara pedang Ling Tong dengan tangan panglima Laba-laba, hingga mereka saling beradu satu sama lain.
Kali ini pertarungan keduanya cukup menarik sama-sama keduanya dapat menahan serangan lawannya. "Tak ku sangka setelah dia berubah wujud akan jadi sekuat ini." Dalam hati Ling Tong sedikit merasakan tekanan lonjakan kekuatan dari panglima Laba-laba.
Sampai tak terasa stamina Ling Tong mulai melemah, akan tetapi justru stamina panglima Laba-laba masih terlihat biasa saja. "Hahaha.. Apakah hanya segini saja kemampunmu?" Panglima Laba-laba yang sekarang merasa diatas angin.
Sampai tak terasa serangan panglima Laba-laba dapat melukai tubuh Ling Tong, secara cepat Ling Tong mencoba menghindar dengan menjauh pergi.
Akan tetapi panglima Laba-laba tak membiarkannya untuk dapat pergi jauh-jauh dari hadapannya. "Mau mencoba melarikan diri!! Jangan harap aku memberi kesempatan untuk itu."
Panglima Laba-laba mengeluarkan serangan cepat baik serangan menggunakan tangan maupun kakinya, membuat Ling Tong tak sanggup menahan arah serangannya.
Kaki maupun tangan panglima Laba-laba beberapa kali dapat melukai tubuh maupun tangan Ling Tong, hingga cucuran darah tak dapat lagi dibendung mengalir deras.
"Kali ini kau harus mati." Panglima Laba-laba memutar-mutar tubuhnya semakin lama semakin cepat seolah seperti gangsing.
Ia melaju cepat menyerang Ling Tong, dengan tubuh yang sudah penuh akan luka Ling Tong tak dapat lagi membuat pertahanan diri, hanya dapat pasrah menerima ajalnya.
Ling Yuan yang mengetahui terdesaknya Ling Tong tak memikirkan lagi akan formasi batu jindan, ia segara melesat maju hendak menyelamatkan Ling Tong.
__ADS_1
Raja Tang San yang mencoba menghentikannya pun tak lagi didengarkan, ia tetap pergi untuk menyelamatkan Ling Tong.
Setelah formasi batu jindan melemah kedua panglima yang terkurung didalamnya tak menyia-nyiakan kesempatan, dengan segera menggunakan kekuatan yang ada untuk menghancurkan formasi tersebut.
Antara Ling Mo dan juga Ling Kaisan saat mengetahui bahwa formasi batu jindan melemah, tak dapat lagi mempertahankan kekokohan akan formasi tersebut.
Yang mengakibatkan mudahnya bagi panglima Elang dan juga panglima Kera untuk menghancurkan formasi tersebut.
Setelah hancurnya formasi kedua panglima memilih untuk menjauh terlebih dahulu, untuk memulihkan energi serta kekuatan mereka yang terkuras.
Namun Ling Mo dan juga Ling Kaisan tak membiarkan hal itu terjadi, mereka berdua segera mengejar kedua panglima kegelapan tersebut.
*
Saat sedikit lagi panglima Laba-laba hendak menghabisi Ling Tong, dari arah belakang Ling Yuan mengeluarkan dua belati yang secara cepat melesat menyerang panglima Laba-laba.
Ternyata belati milik Ling Yuan bukan sembarang belati itu adalah pusaka legendaris yang diwariskan oleh gurunya, dua belati mengeluarkan kilatan petir saat mengenai panglima Laba-laba.
Tak disangka setelah belati mengeluarkan kilatan petir, sebuah kilatan petir berukuran besar datang dari langit menyambar panglima Laba-laba.
Duaaaaarrrrrr....
Panglima Laba-laba terpental jauh dengan seluruh kaki maupun tangannya semuanya lepas dari tubuhnya.
"Aaaaa". Dia mengerang kesakitan tergelatak ditanah. "Kurang ajar, kekuatan serang yang sangat mengerikan."
Dua belati milik Ling Yuan masih melayang-layah diudara, saat tangan Ling Yuan mengintruksikan untuk kembali maju menyerang, keduanya melesat kembali dengan cepat kearah panglima Laba-laba.
Tak dapat diindahkan lagi kedua belati menembus tubuh panglima Laba-laba, berbarengan dengan tercabutnya nyawa panglima Laba-laba.
Setelah dua belati memebunuh panglima Laba-laba, ia kembali pada pemiliknya.
Ling Yuan segera mendekati Ling Tong yang sudah terluka sangat parah. "Pertahankan dirimu Tong er." Ling Yuan mencoba sekuat tenaga membantu dengan menyalurkan energi pada Ling Tong.
"Terimakasih kak Yuan, akan tetapi percumah saja mungkin memang ini adalah ajalku." Perkataan pasrah Ling Tong yang sudah tak memungkinkan lagi dirinya dapat selamat.
__ADS_1
Akibat dari banyaknya darah yang kelauar dari tubuh Ling Tong, membuatnya sangat lemah sekali. "Selamat tinggal kak Yuan." Seketika genggaman tangan Ling Tong terlepas dari tangan Ling Yuan, berbarengan dengan kematiannya.
..........