Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Arena Pertarungan 4


__ADS_3

3 Arena telah mengumumkan dua murid yang masuk kedalam delapan besar, namun berbeda di Arena 4 yang masih menyisahkan 3 pertarungan lagi.


Setelah Lourin dapat mengalahkan QuinZee dari kerajaan XienZue sekarang giliran Yinfeng memenuhi tantangannya yang kedua akan berhadapan dengan Xiowhu dari perguruan Macan Kumbang.


Di pertarungan pertama Yinfeng telah memenuhi tantangannya yang pertama berhadapan dengan Houlie, namun ternyata setelah kekalahan Houlie di pertarungan pertama membuat guru Liuntai menjadi geram dan menyiapkan siasat untuk pertarungan yang selanjutnya.


"Baik untuk pertarungan selanjutnya di Arena 4 Yinfeng dari perguruan Macan Putih akan berhadapan dengan Xiowhu dari perguruan Macan Kumbang."


Ternyata guru Liuntai sudah menyiapkan untuk Xiowhu sebuah pil kekebalan yang tidak akan mempan terkena jurus apapun, yang membuat Xiowhu menjadi lebih percaya diri saat menaiki Arena nanti.


Yinfeng yang terlihat santai ternyata sudah memikirkan cara menghadapi lawannya nanti, dirinya akan mencoba menggabungkan jurus-jurus Harimau Sejati dengan elemen-elemen yang dimilikinya.


Xiowhu sudah menaiki Arena disusul Yinfeng yang di belakangnya berjalan dengan sangat santainya, mereka berdu pun sudah berada di atas Arena dan siap untuk memulai pertarungan.


Doooooong...


Suara gong yang terdengar tanda dimulainya pertarungan.


"Aku tidak akan mengampunimu yang telah mencelakai adik seperguruanku." Bentak, Xoiwhu sambil mengacungkan jari telunjuk ke arah Yinfeng.


Melihat Xiowhu berkata denga penuh amarah dan kebencian, Yinfeng hanya membalasnya dengan senyuman dan sedikit menganggukkan kepala.


Dengan segera Xiowhu melesat maju hendak menyerang Yinfeng menggunakan sebuah tinjuan, namun secara cepat Yinfeng membalas tinjuan Xiowhu dengan sebuah tinjuan juga, hingga keduanya saling beradu tinjuan.


Mereka berdua beradu tinjuan sampai memutari Arena pertarungan, hingga akhirnya sebuah pukulan yang di lesatkan Xiowhu mampu mengenai dada Yinfeng, hingga membuat Yinfeng sedikit terdorong kebelakang.


"Cukup lumayan pukulanmu." Ucap Yinfeng.


"Tadi baru pemanasan, sekarang saatnya untuk serius." Ucap Xiowhu.


Xiowhu kembali maju menyerang dengan sangat cepat membuat Yinfeng sedikit terkejut, namun Yinfeng segera melesatkan sebuah pukulan keras pada dada Xiowhu.


"Haa !! Bagaimana mungkin pukulanku tidak berpengaruh padanya." Gumam, Yinfeng terkejut dengan memandangi genggaman tangannya.

__ADS_1


"Hahahaha... Kenapa ? Apakah kau terkejut !!" Ujar Xiowhu.


Yinfeng yang tidak mengerti Xiowhu menggunakan ilmu apa hingga tubuhnya tak merasakan pukulan keras Yinfeng.


"Ayo.. Pukul lagi." Teriak Xiowhu menantang.


Yinfeng mencoba melesatkan pukulannya kembali, namun tetap saja Xiowhu tidak bergeming dari pijakannya dan tidak merasakan sakit sedikit pun.


"Keluarkan semua jurusmu itu." Bentak Xiowhu.


Di sudut kiri pada bangku peserta terdapat Felixian dan guru Liuntai sedang menertawakan Yinfeng, guru Liuntai merasa bangga akan pil yang telah dirinya berikan pada Xiowhu sangat hebat, hingga tak dapat merasakan sakit atas setiap pukulan yang di lesatkan Yinfeng.


Yinfeng terdiam sejenak berfikir bagaimana dapat mengalahkan Xiowhu, namun dirinya lupa bahwa Xiowhu masih berada di depannya hingga dilesatkanlah sebuah pukulan keras ke dada Yinfeng.


Yang membuatnya merasakan sakit yang amat sangat pada dadanya hingga memuntahkan darah segar, namun Yinfeng tidak mengalami luka yang serius hanya terasa seperti benturan keras saja.


"Hahaha... Bagaimana apakah kau masih ingin merasakan pukulanku ini." Ujar Xiowhu.


Yinfeng hanya terdiam sejenak sambil dirinya memulihkan bekas serangan Xiowhu yang mengenai dadanya, namun Xiowhu tidak mau membiarkan Yinfeng terlalu lama berdiam diri.


Tapi ternyata Yinfeng sudah mempersiapkan itu semua dengan dirinya mengeluarkan butiran-butiran es bercampur dengan api yang hendak di lemparkan ke arah Xiowhu, dengan di ayunkan tangannya seketika butiran-butiran es bercampur api itu menyerah Xiowhu.


Mendadak Xiowhu menghentikan langkahnya dan segera membuat sebuah pertahanan dari lapisan api, sebuah butiran bercampur api mengenai pertahanan lapisan api milik Xiowhu hingga terjadi sebuah ledakan yang cukup kuat terjadi di atas Arena.


Duuuaaaarrrrr....


Xiowhu sempat terpental mundur akibat serangan butiran es dan api milik Yinfeng, namun tidak membuatnya terluka parah hanya sebuah luka bakar kecil yang terdapat di lengan dan badannya.


"Hahaha... Ini hanya seperti tergigit semut bagiku, ayo keluarkan pedang pusakamu itu." Ledek Xiowhu.


Yinfeng akhirnya mengeluarkan pedang Harimau Perak miliknya, dan segera merapal mantra untuk pemanggilan bayangan harimau putih.


Ketika bayangan harimau putih telah muncul di hadapan Yinfeng, barulah dirinya menyuruh bayangan tersebut untuk menyerang Xiowhu. Dengan melesat maju bayangan harimau terebut siap menerkam Xiowhu.

__ADS_1


Mendadak tubuh Xiowhu kaku dan tidak dapat di gerakkan sama sekali, saat itulah baru Yinfeng menggunakan sebuah jurus gabungan antara kilatan pedang yang telah dirinya satukan dengan elemen esnya dan sebuah jurus dari harimau sejati.


Dengan sedikit pedang diangkat ke atas Yinfeng kemudian meneriakkan sebuah jurus sambil di ayunkan.


JURUS CAKARAN KILAT HARIMAU


Sebuah cakaran bercampur kilatan pedang muncul dari ayunan pedang milik Yinfeng yang mengarah ke arah Xiowhu.


"Kurang ajar, ternyata dia sudah mempersiapkan ini semua." Gumam Xiowhu.


Namun apalah daya terkaman harimau milik Yinfeng berhasil membuat Xiowhu tak berkutik, hingga jurus Yinfeng yang kedua mampu membuat Xiowhu terpental jauh keluar Arena dengan luka cakaran serta kilatan pedang yang Yinfeng keluarkan.


Hingga Xiowhu mengalami luka yang cukup parah, dan banyak mengeluarkan darah.


Guru Liuntai yang menyaksikan muridnya Xiowhu terpental keluar Arena dan mengalami pendarahan hebat dengan segera membawanya masuk keruang perawatan.


Namun tiba-tiba Felixian melompat naik ke atas Arena dan hendak menyerang Yinfeng, tapi dengan cepat sang wasit menahan Felixian dan memperingatkan akan mendiskualifikasi dirinya jika tetap ngotot ingin menyerang Yinfeng.


"Felixian.., hentikan." Teriak guru Liuntai.


Akhirnya Felixian hanya memandangi Yinfeng dengan penuh amarah dan kebencian, namun seketika dirinya menunjuk ke arah Ning'er dan mencoba mengatakan sesuatu namun terhenti, karena sang wasit sudah menyuruhnya untuk turun dan meninggalkan Arena.


Tapi dari tatapan Felixian Yinfeng dapat menangkap bahwa Felixian akan menuntut balas perbuatan Yinfeng ke temannya Ning'er.


Hingga Yinfeng sangat khawatir akan keselamatan Ning'er dan segera turun untuk menemui Ning'er.


"Ning'er.., Aku percaya padamu, namun jika dirimu sudah tidak sanggup lebih baik menyerahlah." Ucap Yinfeng yang sangat khawatir akan keselamatan Ning'er.


"Tenang saja, Aku pasti bisa mengalahkan dirinya." Ucap, Ning'er dengan penuh percaya diri.


"Ning'er.., apakah kamu yakin ingin menghadapi Felixian ?" Tanya Lourin.


Ning'er memegang kedua pundak Lourin seraya mengatakan. "Tenang saja Lourin, Aku pasti akan baik-baik saja."

__ADS_1


Namun sebenarnya dalam hati Ning'er tersirat keraguan akan kemampuannya untuk bisa menghadapi Felixian, tapi karena dirinya tidak mau untuk menyerah setelah apa yang dirinya lakukan hingga dapat mengikuti Turnamen Bergensi ini.


.....


__ADS_2