
Peserta dengan nomer 11 pun segera menyusul Lourin menaiki Arena Turnamen, dengan saling memperkenalkan diri dan memberi hormat pada Ketua Perguruan.
Doooongg......
Suar Gong tanda di mulainya pertarungan.
Lourin tidak mau mengulur-ulur waktu dengan segera dia mengeluarkan kekuatannya, yang ternyata dirinya telah menguasai Elemen Angin.
Heyaaaaaa....
Dengan disertai teriakan yang keras dirinya membentuk pusaran angin yang membuat peserta dengan nomer urut 11 terserap masuk ke dalam pusaran angin milik Lourin.
Para murid serta guru yang menyaksikan kekuatan Lourin berdecak kagum, banyak murid laki-laki yang sangat tergila-gila setelah menyaksikan kekuatan Lourin.
Yinfeng yang menyaksikan kekuatan Lourin sempat terkejut karena Lourin menguasai Elemen Angin, dan sudah mahir dalam menggunakannya.
Memang karena usia Lourin lebih tua dari Yinfeng, namun Yinfeng tetap menjadikannya sebagai motivasi agar dirinya dapat lebih kuat lagi.
Peserta dengan nomer 11 akhirnya menyatakan menyerah setelah berkali-kali di buat terbang oleh Lourin dengan pusaran anginnya, yang membuat sang lawan mengalami muntah darah dan tidak sanggup lagi melanjutkan pertarungan.
Akhirnya Lourin menang tanpa perlawanan yang sengit.
Kemudian sang Wasit Xinhai mengumumkan peserta selanjutnya, yang akan menaiki Arena yaitu dengan nomer urut 17 melawan nomer urut 9.
Ternyata nomer urut 9 adalah Yinfeng melawan nomer urut 17 yaitu Zieming, yang mana Zieming adalah adik dari Zouming meraka kaka beradik yang belajar bela diri dengan guru yang sama.
Mereka berdua menaiki Arena pertarungan, Yinfeng lebih dulu memperkenalkan diri dan memberikan hormat kepada Ketua Perguruan dan juga kepada guru Liuking, disusul dengan Zieming melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Yinfeng.
__ADS_1
Dooong....
Bunyi Gong tanda dimulainya pertandingan.
Yinfeng yang terlihat tenang di atas Arena membuat Ketua Perguruan Wunghan sempat tersenyum dan bertanya kepada guru Liuking.
"Anak ini bukannya anak dari muridmu yang telah terbunuh itu."
"Iya Ketua, dia adalah Yinfeng anak dari murid hamba." Jawab guru Liuking.
*
Zieming memilih untuk maju menyerang terlebih dahulu dengan melesat cepat ingin mendaratkan pukulan ke arah Yinfeng, Yinfeng yang masih terlihat tenang walaupun lawan sudah mendekatinya.
Sontak semua penonton dibuat terkejut oleh Yinfeng, serangan yang di lesatkan oleh Zieming mampu Yinfeng tahan hanya menggunakan tangan kirinya.
Zieming merasa diremehkan oleh Yinfeng segera menyerang dengan berbakai pukulan, namun tetap saja Yinfeng mampu mengimbangi pukulan yang dilesatkan oleh Zieming.
Zieming yang menyaksikan sendiri serangannya tak ada yang mengenai Yinfeng, semuanya dapat Yinfeng hindari dan di tahan dengan tangannya.
Para guru dan murid dibuat terkejut sekali lagi oleh Yinfeng, tidak ada yang mengetahui kalau sebenarnya Yinfeng adalah anak yang masih berumur 10 tahun.
Hanya para guru Liuking dan panitia saja yang tahu.
"Anak ini walaupun sudah dewasa namun masih terlihat seperti anak-anak saja." Ucap Ketua Wunghan.
"Ketua salah, justru anak ini masih berusia 10 tahun." Ucap guru Liuking.
__ADS_1
"Apaa..., dia masih berumur 10 tahun.., anak ini tidak terlihat seperti anak 10 tahun, dia lebih terlihat seperti berusia 15 tahun." Ucap Ketua Wunghan.
"Hemm.., Aku suka dengan anak ini, nanti setelah selesai Turnamen ini Aku ingin bertemu dengannya." Ucap Ketua Wunghan.
Sedangkan di Arena pertarungan Yinfeng masih belum mengeluarkan kekuatannya, hanya lebih mengutamakan pertahanan diri.
Namun Zieming yang merasa kesal karena telah di permainkan, seketika mengeluarkan senjata berbentuk dua pedang kecil dari pinggangnya.
Diterbangkan dua pedang kecil tersebut menggunakan tenaga dalamnya,
Yinfeng yang menyadari tidak mungkin melawan senjata dengan tangan kosong segera mengeluarkan pedangnya dari kalung ruang hampa miliknya.
Berbagai penasaran muncul dari murid dan guru perguruan, darimana Yinfeng mendapatkan pedang itu, padahal Yinfeng tidak terlihat membawanya.
Namun bagi para guru yang sudah mengetahui dan tidak asing lagi, bahwasannya Yinfeng mengeluarkan senjatanya dari ruang hampa.
Seketika Zieming melesatkan dua pedang kecilnya ke arah Yinfeng dengan sangat cepat, namun kali ini Yinfeng sedikit serius sebab lawan menggunakan senjata.
Dengan mudah Yinfeng menghalau pedang kecil milik Zieming dengan pedang miliknya, hingga terdengar suara dari benturan senjata-senjata tersebut.
Traaaang..., Traaaang...,
Yinfeng merasa sedikit terpojok, karena tidak menggunakan tenaga dalam saat mengimbangi senjata milik Zieming. Yang mengakibatkan bahu kirinya terkena sayatan kecil dari pedang Zieming.
"Hahahaha..., bagaimana sekarang, apa kau masih bisa tenang." Ucap Zieming.
....
__ADS_1