Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Perkembangan Qin Xua


__ADS_3

Setelah Yin Feng paman Dou Han, Walikota Tian Long, serta Qin Xua memakan buah pir perak pemberian dari Monk Lie lonjakan peningkatan kekuatan mereka pun cukup cepat.


Paman Dou Han dan Walikota Tian Long yang tadinya di tingkat langit akhir tahap 5 secara cepat melonjak hingga dua tingkatan, yaitu ke tingkat langit akhir 7.


Sedangkan yang lebih mengejutkan lagi yaitu Qin Xua, semenjak perjalanan kembali ke kota Tian Jien dia tak henti-hentinya terus berusaha meningkatkan kekuatannya.


Dengan bantuan tubuh bintang keabadian tak dapat diragukan lagi bila kecepatan dalam berkultivasinya bisa sangat cepat dari rata-rata orang.


Bahkan Yin Feng pun kalah cepat oleh Qin Xua dalam berkultivasi, yang awalnya Qin Xua baru ditingkat dasar awal semenjak giatnya berlatih dalam seminggu dia bisa langsung menerobos 2 tingkatan sekaligus.


Mereka tak sadar bahwa waktu didalam dunia dimensi terasa sangat cepat, hanya Yin Feng saja yang sudah faham akan hal tersebut.


Yang dirasa mereka sudah manghabiskan waktu cukup lama di dunia dimensi, tapi justru diluar sana baru berjalan tiga bulan berlalu.


Qin Xua yang di dunia biasa bisa 2 kali melakukan penerobosan dalam seminggu, kali ini di dunia dimensi setelah memakan buah pir perak lonjakan kekuatannya sangat mengejutkan.


Dirinya melekukan penerobosan bisa 3 bahkan 4 kali penerobosan dalam seminggu, dan kini Qin Xua sudah berada pada tingkatan Raja tahap akhir 9 tinggal nunggu melakukan penerobosan selanjutnya dirinya bisa menembus tingkat bumi.


Namun yang cukup mengherankan adalah lonjakan dari Yin Feng, yang hanya dapat menerobos satu tingkatan saja dari tingkat langit akhir tahap 2 menjadi tingkat langit akhir tahap 3.


Namun pemahamannya akan kitab syurgawi semakin bertambah beberapa halaman,


Walikota yang melihat lonjakan kekuatan dari Qin Xua merasa sangat bangga padanya. "Paman bangga padamu Qin er, tak ku sangka perkembangan dalam kultivasimu sungguh sangat cepat."


"Terimakasih paman, ini semua juga berkat bantuan kak Yin Yin, paman dan juga yang lainnya." Qin Xua mencoba merendah tak ingin terlalu membanggakan dirinya.

__ADS_1


"Dimanakah kak Yin Yin paman, kenapa Qin er tak melihatnya?" Pandangan Qin Xua mencari ke segela arah tapi tidak mendapati keberadaan Yin Feng.


Walikota Tian Long pun baru sadar yang ternyata Yin Feng tak berada didekat mereka. "Ah.. Paman juga baru tahu jika Yin Feng tak ada didekat sini."


Tiba-tiba Monk Lie keluar dari goa dan memberitahukan pada semuanya. "Tak perlu khawatir mungkin sebentar lagi dirinya akan tiba disini."


Berbeda dari Walikota Tian Long, paman Dou Han serta Qin Xua yang memilih berkultivasi didekat goa milik Monk Lie, justru Yin Feng memilih sedikit menjauh mencari tempat yang cukup cocok dengannya.


Beberapa saat kemudian Yin Feng pun tiba. "Nah itu dia sudah kembali." Monk Lie yang melihat lebih dahulu kedatang Yin Feng memberitahukan pada semuanya.


"Kak Yin Yin!" Panggil Qin Xua dengan berlari menghampiri Yin Feng.


"Waaah, kamu sudah mencapai tingkat raja akhir tahap 9 !!" Yin Feng merasa sangat terkejut atas lonjakan peningkatan dari Qin Xua.


Qin Xua hanya tersenyum manis saat Yin Feng memuji dirinya. " Ini semua juga kan berkat kak Yin Yin."


"Benar sekali paman, inilah saatnya kita uji kekuatan kita pada para penjahat yang menduduki kota Tian Jien." Yin Feng menimpali perkataan dari Walikota Tian Long.


"Ayo kita rebut kembali kota kita." Teriak Qin Xua.


Sebelum mereka kembali kedunia mereka, tak lupa Yin Feng menyuruh Monk Lie agar merubah bentuk tubuhnya menjadi kecil, supaya terlihat seperti binatang pada umumnya.


Portal dimensi mulai diaktifkan dan mereka semua mulai kembali menuju kota Tian Jien, ternyata Yin Feng memilih titik tiba sedikit tidak jauh dari pintu masuk kota sekitar 200 meter.


Supaya tidak ada yang menyadari akan kedatangan mereka. "Mengapa kita malah memilih muncul disini? Bukannya lebih baik kita langsung saja muncul tepat dihadapan mereka?"

__ADS_1


Sepertinya paman Dou Han sudah sangat tidak sabar ingin sekali menghabisi para penjahat-penjahat itu. "Sabar kau Dau Han, kita tidak bisa asal muncul dihadapan mereka takutnya ada jebakan yang sudah jauh-jauh hari mereka persiapkan." Walikota Tian Long menenangkan dan memberitahu Dou Han agar dapat bersabar dan menahan gejolak amarahnya.


"Benar sekali apa yang dikatakan paman Long, kita tidak bisa asal muncul dihadapan mereka lagian juga bagaimana nanti nasib para penduduk yang kena dampak pertarungan. Takutnya akan ada korban yang tidak bersalah." Yin Feng menerangkan maksud dirinya memilih titik tiba tidak didalam kota.


"Benar paman aku pun sependapat dengan kak Yin Yin, terus bagaimana cara agar tidak ada korban dari pihak warga?" Qin Xua memang sutuju apa yang dikatakan Yin Feng, namun dirinya masih bingung bagaimana agar para warga tidak terkena imbasnya.


"Saya memiliki rencana." Yin Feng kemudian menerangkan apa rencana yang dia miliki pada semuanya.


Yaitu dengan pertama-tama menyuruh Monk Lie untuk menakut-nakuti para warga, setelah itu tugas yang lainnya meyakinkan para warga supaya mau meninggalkan kota untuk sementara.


"Lantas kemana para warga harus pergi? Mereka pasti akan enggan untuk meninggalkan rumah-rumah mereka?" Walikota Tian Long menceritakan kepeduliannya pada nasib para warganya selanjutnya.


" Tidak jauh dari kota kan terdapat tempat lapang, bagaimana jika kita ungsikan para warga ke tempat itu terlebih dahulu?" Ujar Yin Feng.


"Hemm.. Boleh juga, tapi apakah mereka akan dibiarkan disana tanpa tempat untuk berteduh." Walikota Tian Long sangat-sangat peduli akan warganya.


"Tugas itu serahkan saja padaku." Tugas seperti itu sudah terfikirkan dalam otak Yin Feng, sebelum Monk Lie mulai menakut-nakuti para warga Yin Feng dan Walikota Tian Long menelusuri tempat yang akan dijadikan untuk pengungsian warga.


Sesampainya Walikota Tian Long dan Yin Feng di tempat lapang, barulah Yin Feng menunjukkan apa yang telah terfikirkan di otaknya.


Yin Feng mengambil posisi jongkok dengan tangan menyentuh tanah, seketika tidak butuh waktu lama satu tempat berteduh terbuat dari tanah pun jadi.


"Waah.. Tak ku sangka kau juga dapat menjadikan tanah menjadi sebuah tempat berteduh." Walikota Tian Long yang cukup terkejut akan keahlian Yin Feng, dalam pengendalian elemen tanah.


Yin Feng menanggapinya hanya tersenyum hingga terlihat giginya, segera Yin Feng menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


Tak butuh waktu sampai setengah hari Yin Feng akhirnya menyelesaikan pembuatan tempat berteduh sementara, sekitar kurang lebih 500 tempat siap pakai.


........


__ADS_2