
Walaupun Walikota Tian Long dan Yin Feng tak dihiraukan, mereka berdua tetap mengikuti dari belakang untuk melihat sendiri bagaimana keadaan dari Hu Lilin.
Sesampinya di kamar Hu Lilin ternyata tabib keluarga tengah memeriksa keadaan putri kecil Hu Nan Liang tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada putriku tabib?" Hu Nan Liang sangat begitu khawatir akan kondisi putrinya.
Sedangkan sang istri terus berada didekat putrinya itu, tanpa henti-hentinya menangis. "Putriku.. Bagaimanapun caranya kau harus bisa menyembuhkan putriku! Sebab kau yang mengusulkan untuk meminumkan pil embun es pada putriku!"
Istri Hu Nan Liang yang bernama Su Lilian amat begitu marah pada tabib keluarga mereka, sebab sebelum putrinya Hu Lilin meminum pil embun es tidak terjadi apa-apa padanya.
Namun setelah Hu Lilin meminum pil tersebut sekarang tubuh putri Hu Nan Liang malah kejang-kejang.
"Tenang nyonya, saya akan berusaha semaksimal mungkin." Sang tabib keluarga begitu sangat gugup saat mengetahui bahwa pil embun es tak dapat menyembuhkan penyakit Hu Lilin, malah justru sebaliknya.
"Sebenarnya apa yang salah? Kenapa kasiat pil embun es tak dapat mengobati penyakit gadis ini?"
Sambil terus memeriksa dan mengobati tabib keluarga itu masih terus kebingungan, sebenarnya dia sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, tapi karena dia takut oleh sebab itu dia terus-terusan berusaha.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan tabib? Jika kau mengobatinya seperti itu justru itu malah akan memperburuk keadaannya."
Terdengar seseorang yang mengomentari tekhnik penyembuhan tabib keluarga Hu. "Siapa kau? Anak kecil tahu apa?" Sang tabib keluarga tak terima akan perkataan Yin Feng.
"Apa maksud dari ucapanmu itu anak muda? Apakah kau meragukan pengobatan tabib keluarga kami?" Hu Nan Liang terlihat begitu jengkel atas ucapan Yin Feng.
"Bukan begitu tuan Hu, justru jika tabib itu meneruskan pengobatannya pada putri anda aku khawatir justru keadaan putri anda akan semakin parah."
"Omong kosong!!" Tabib itu nampak tak terima bila dilecehkan oleh anak kecil. "Maaf tuan sebaiknya mereka berdua usir saja dari sini, agar pengobatanku tidak terganggu."
"Penjaga..! Cepat usir dua orang ini!" Hu Nan Liang langsung menuruti apa yang dikatakan tabib keluarganya.
"Tuan Hu aku harap kau jangan menyesal, aku dan paman Long datang kesini dengan bermaksud baik tapi kau malah mengusir kami! Tunggu saja nanti!"
"Hu Nan Liang! Aku harap kau tidak akan menyesal telah mengusir kami!" Walikota Tian Long memperingatkan pada Hu Nan Liang akan konsekuensi telah mengusir mereka berdua.
Tiba-tiba terdengar suara wanita menghentikan Walikota Tian Long dan Yin Feng. "Tunggu dulu tuan!"
Saat Walikota Tian Long dan Yin Feng berbalik ternyata sosok yang memanggilnya adalah istri dari Hu Nan Liang. "Maaf atas perilaku suami saya sebelumnya, namun bila tuan dapat menyembuhkan penyakit putri saya maka saya akan sangat berterimakasih."
"Istriku..!! Apa-apaan kamu?? Apa kamu mau menyerahkan nyawa putri kita pada anak kecil ini?"
"Apa salahnya! Lihat saja sedari tadi tabib yang telah kita percayai hanya memeriksa dan terus memeriksa, tapi mana hasilnya??"
Sang tabib seketika langsung terdiam seribu bahasa, saat Su Lilian menunjuk kearahnya. "Malah saya perhatikan putri kita jadi semakin parah."
__ADS_1
Hu Nan Liang tak dapat berkata-kata saat istrinya sudah tak tahan melihat kondisi putri tercintanya, dan ingin segera melihat putrinya itu sembuh.
Hu Nan Liang yang tadinya mengusir Walikota Tian Long dan Yin Feng, kini akhirnya ia memberikan kesempatan pada Yin Feng untuk mengobati putrinya.
"Hemm.. Baiklah, tapi kau harus ingat! Jika sampai putriku kenapa-napa maka nyawamu yang akan jadi taruhannya."
"Setelah perlakuanmu pada kami sebelumnya kau fikir aku akan langsung setuju! Jangan harap!"
Yin Feng dan Walikota Tian Long tetap ingin melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan kediaman keluarga Hu.
"Tunggu.. Tunggu dulu tuan."
Istri Hu Nan Liang seketika langsung berlari menghampiri Yin Feng dan Walikota Tian Long dengan berlutut dihadapan keduanya.
"Tolong selamatkan putri kami tuan, maaf atas perlakuan suami saya sebelumnya."
"Su Lilian! Apa yang kau lakukan!" Hu Nan Liang nampak marah melihat istrinya yang seketika langsung berlutut dihadapan Yin Feng dan Walikota Tian Long.
"Diam kau..! Jangan sampai karena kesombonganmu justru yang akan membahayakan nyawa putriku!"
Mata Su Lilian sudah memerah dan sangat marah melihat perlakuan Hu Nan Liang pada Yin Feng yang sengaja datang ingin membantu menyembuhkan Hu Lilin.
Melihat seorang ibu berlutut dihadapannya Yin Feng tak kuasa melihat bagaimana kesedihan Su Lilian.
"Apapaun akan aku lakukan asal nyawa putriku dapat diselamatkan!"
"Baiklah, karena kasih sayang seorang ibu juga aku pun bisa seperti ini, maka akan aku penuhi keinginanmu."
Yin Feng berjalan mendekat kearah Hu Lilin yang tengah terbaring, lalu mencoba mendeteksi menggunakan tangan kanannya apa yang sebenarnya sedang dialami oleh Hu Lilin.
Kitab syurgawi kemudian mulai mendeteksi apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh Hu Lilin. "Ternyata itu masalahnya!"
Yin Feng berhasil mendeteksi apa yang salah dengan tubuh Hu Lilin, ternyata Hu Lilin tidaklah sakit melainkan karena ada sosok roh jahat yang bersemayam didalam tubuhnya.
Sosok roh jahat itu ingin mengambil alih tubuh Hu Lilin, akan tetapi ada sesuatu tanda dalam tubuh Hu Lilin yang dapat menangkal roh jahat tersebut mengambil alih tubuhnya.
Merasa ada yang tidak beres dengan penyakit Hu Lilin, Yin Feng kemudian menanyakan pada Su Lilian dan Hu Nan Liang.
"Sebelum-sebelumnya apakah putri kalian pernah pepergian jauh?"
"Tidak pernah sama sekali, malah Hu Lilin terkenal gadis yang pendiam." Su Lilian menjawab pertanyaan Yin Feng.
"Hemm.. Lalu apakah ada seseorang yang dendam terhadap anak kalian?"
__ADS_1
Su Lilian lalu menegaskan. "Lilin er tak pernah sama sekali meninggalkan rumah, mana mungkin ada orang yang dendam padanya."
"Benar, memangnya apa yang sebenarnya terjadi pada putriku?" Hu Nan Liang nampak masih belum sepenuhnya percaya pada Yin Feng.
"Lalu apakah putri kalian pernah meminum sebuah ramuan asing?"
"Ramuan!! Maksudmu apa? Kau menuduhku yang mengakibatkan putri tuan Hu jadi seperti ini?" Sang tabib tiba-tiba langsung tersinggung akibat perkataan dari Yin Feng.
"Jangan main-main kau anak muda! Bisa-bisanya kau menuduh tabib keluarga kami yang sudah puluhan tahun mengabdi disini!"
"Jelas tuan Hu tidak akan langsung percaya dengan omonganku! Namun aku akan menunjukkan pada kalian semua apa yang sudah dilakukan tabib ini pada putri kalian."
Yin Feng menyatukan kedua telapak tangannya, lalu setelah itu dia menekan titik-titik dimana roh jahat sering bersemayam.
Seketika reaksi kuat ditunjukkan oleh tubuh Hu Lilin, yang mulai meronta-ronta hendak mengamuk.
Huaaa... Huaaa....
"Kau apakan adikku! Kenapa dia jadi seperti itu?" Hu Liang langsung memegang baju Yin Feng dengan tangan kanan yang sudah mengepal kuat, hendak dipukulkan pada Yin Feng.
Akan tetapi ibunya Su Lilian menghentikan prilaku anaknya tersebut." Hentikan Ling er!"
"Ukhh.. Awas saja jika sampai terjadi apa-apa pada adikku!" Hu Liang langsung menjauh dari dekat Yin Feng.
"Anak muda kau bukannya menyembuhkannya, malah membuatnya menjadi semakin parah!" Sang tabib tampak terlihat senang melihat tindakan Yin Feng justru malah membuat Hu Lilian menjadi mengamuk.
Akan tetapi saat tangan kanan Yin Feng menyentuh kepala Hu Lilian, saat itu seolah ada asap hitam pekat keluar dari mulut Hu Lilian.
"Hah!! Apa itu??"
Semua yang ada dibuat terkejut saat ada asap pekat keluar dari mulut Hu Lilian. "Hahaha.. Dasar manusia sialan! Berani-beraninya kau mengusik persemayamanku!"
Tanpa fikir panjang Yin Feng langsung menatap tajam kearah sosok roh jahat yang keluar tersebut.
"Aahh tidak.. Tidak.. Maafkan saya, saya hanya suruhan tabib itu." Sosok roh jahat mendadak ketakutan dengan tatapan tajam Yin Feng.
Setelah tatapan tajam Yin Feng membuat takut roh jahat, Yin Feng seketika langsung meleburkan sosok roh jahat tersebut dengan api murninya.
"Aaaaaahhh.."
"Selanjutnya giliranmu!" Yin Feng berbalik badan menatap kearah sang tabib, akan tetapi sang tabib sudah bersiap-siap hendak melarikan diri.
"Mau kemana kau!!" Hu Liang langsung menghentikan sang tabib yang hendak pergi melarikan diri.
__ADS_1
.......