Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Kunci Membinaskan Iblis Kegelapan


__ADS_3

Saat Yinfeng dan Monklie yang sedang bercakap-cakap melepas rindu karena sudah lama sekali tidak bertemu, iblis kegelapan sudah mengeluarkan bayangan makhluk selanjutnya.


Sebuah bayangan hitam berbentuk seperti manusia namun makhluk ini lebih terlihat ganas dengan taring yang runcing, mata merah dan makhluk tersebut adalah penghisap darah.


Bayangan itu kemudian berubah menjadi beribu binatang malam penghisap darah sebangsa kelelawar, beribu kelelawar itu langsung menyerang ke arah Yinfeng dan Monklie.


Yinfeng yang telah menyadari akan serangan dari para binatang itu, segera mengeluarkan beribu-ribu gelembung air kecil dari elemen airnya untuk dapat mengurung para binatang-binatang tersebut.


Ternyata usaha Yinfeng untuk menggunakan gelembung air sangatlah tepat, semua gelembung air mengenai binatang-bintang itu dan mengurungnya. Dengan cepat Yinfeng mengeluarkan elemen keduanya.


Elemen es ia keluarkan untuk membekukkan para binatang berbentuk seperti kelelawar yang berada dalam gelembung air, saat semua binatang sudah membeku didalam gelembung air. Barulah Yinfeng meledakkan mereka semua hanya dengan jentikan jari.


Duaaaarrrr... Duaaaarrrr... Duaaaarrrr...


Suara ledakan yang terdengar seperti bunyi petasan pada malam tahun baru yang saling bersahut-sahutan.


"Boleh juga kemampuanmu bocah cilik." Ucap iblis kegelapan.


Monklie mulai merubah bentuk tubuhnya menjadi lebih besar, dan maju menyerang iblis kegelapan dengan sebuah pukulan keras. Namun ternyata pukulan Monklie hanya menembus bayang-bayang yang menyerupai iblis kegelapan.


"Hahahaha.. Jangan harap kau dapat menyentuhku dengan mudah." Teriakan iblis kegelapan yang menggema disetiap sisi.


Monklie nampak kebingungan mencari sumber suara dari iblis kegelapan, Monklie kemudian melihat kearah Yinfeng namun tak disangka iblis kegelapan sudah muncul dibelakangnya.


Dengan sebuah cakar kegelapan dilesatkan ketubuh Monklie.


Crazzzzzz.....


Luka gores dari cakar kegelapan yang sedikit panjang dan dalam hingga darah mengalir deras dari luka tersebut.


"Monkliiiiieee...."


Teriak Yinfeng dengan cepat melesat maju membantu Monklie dengan mengayunkan jurus cakar harimau dari pedang harimau peraknya, yang mengarah kearah iblis kegelapan.


Dengan secara reflek iblis kegelapan menghindar dan menjauh dari Monklie segera mungkin Yinfeng melaju agar bisa menyelamatkan Monklie.


"Monklie apakah kau tidak apa-apa ?" Tanya Yinfeng sangat khawatir.


"Ukhuk.. Ukhuk.. Aku tidak apa-apa teman." Jawab Monklie dengan sedikit darah keluar dari mulutnya.


"Hahaha.. Peliharaanmu itu tidak akan bisa selamat setelah terkena cakar kegelapanku, karena dicakar itu ada racun yang sangat mematikan."

__ADS_1


"Kuarang ajar kau iblis !! Cepat berikan penawarnya." Bentak Yinfeng.


"Hahaha... Bocah cilik, jika kau menginginkan penawarnya relakanlah jiwamu untukku." Ujar iblis kegelapan.


"Jika kau tidak mau menyerahkan penawarnya, jangan salahkan aku jika hari ini kau akan binasa." Ucap, Yinfeng dengan nada keras sambil mengepalkan tangan.


"Hahaha.. Jangan sok kau bocah cilik, jika kau mampu coba lakukanlah." Ucap iblis kegelapan.


Sebelum Yinfeng mulai menyerang iblis kegelapan dirinya menatap Monklie. "Bersabarlah teman, akan aku ambilkan penawar itu untukmu."


"Kau harus berhati-hati teman, iblis ini sepertinya tidak akan mudah untuk dikalahkan."


"Kau tenang saja, aku pasti bisa mengalahkannya." Ucap Yinfeng.


Setelah berkata demikian Yinfeng mulai maju menyerang iblis kegelapan dan mengayunkan bertubi-tubi kilatan pedang yang dialirinya dengan elemen es.


Semua serangan Yinfeng mampu dengan mudah iblis kegelapan hindari tanpa ada satu pun serangannya yang mengenai iblis tersebut.


"Hahaha.. Percumah saja kau terus -menerus menyerangku, seranganmu itu tidak akan dapat mengenaiku."


Yinfeng tidak mau menyerah dengan cepat ia melesatkan jurus cakar harimau yang telah dikombinasi dengan elemen apinya, berpuluh-puluh cakar api melesat kearah iblis kegelapan dengan kecepatan tinggi.


Terlihat iblis kegelapan mengalami kesulitan saat menghindari cakar api yang Yinfeng keluarkan, hingga beberapa cakar api mampu mengenai tubuh iblis itu.


Sebuah cakar api milik Yinfeng mampu membuat iblis kegelapan mengalami luka pada tubuhnya yang terlihat menembus tubuh iblis tersebut.


Namun tanpa Yinfeng duga luka yang terlihat tembus itu dengan sangat cepatnya telah menutup dan kembali seperti sedia kala.


"Hah.. Bagaimana mungkin !!" Yinfeng merasa terkejut akan apa yang telah dilihatnya.


"Hahahaha.. Jangan terkejut begitu bocah cilik, ini belum seberapa." Ucap iblis kegelapan.


Monklie yang ikut menyaksikan sempat terkejut juga, sempat berfikir dan dia akhirnya teringat suatu kejadian yang pernah dirinya alami.


Saat sebuah bayangan hitam yang datang mengganggu di dunia dimensi tidak ada satupun dapat mengalahkannya, semua bentuk serangan tak dapat membuatnya terluka.


Setiap serangan yang mampu melukai dirinya akan sangat cepat untuk pulih kembali, hingga tak sengaja sebuah kejadian sepele saat bayangan hitam tersebut berhadapan dengan binatang yang terkenal lemah.


Seekor binatang yang sering dipandang rendah dan dipandang paling lemah, namun ternyata dapat membuat luka pada bayangan itu hingga tak dapat kembali lagi seperti semula. Binatang itu adalah seekor kelinci.


Di dunia dimensi kelinci terkenal karena binatang paling lemah dan tidak ada energi kekuatan besar yang tersimpan di dalam tubuhnya, namun siapa sangka seekor kelinci yang sering dianggap lemah oleh binatang-binatang lain.

__ADS_1


Justru mampu membuat bayangan hitam mengalami luka yang tak dapat dipulihkan, hanya karena sebuah lontaran bola cahaya putih yang dikeluarkan dari mulutnya, dapat mengenai dan membuat tubuh bayangan hitam terkoyak.


Saat itulah seluruh kelinci akhirnya melontarkan bola cahaya putih dari mulutnya dan melesatkannya kearah bayangan hitam, dalam sekejap bayangan hitam tak mampu menghindari beribu serangan tersebut.


Hingga mengakibatkan musnahnya bayangan hitam tersebut, karena rasa penasarannya akhirnya Monklie mencoba bertanya dengan satu kelinci yang telah berani menyerang bayangan hitam itu, akan tetapi .


Saat itulah seekor kelinci bercerita bahwa dirinya mengeluarkan bola cahaya putih tersebut dari ketenangan dan juga kesucian hati mereka, dengan kesungguhan seekor kelinci tersebut mampu menciptakkan serangan yang sangat mematikan.


Akhirnya Monklie menyadari bahwa untuk membinasakan iblis kegelapan hanya dengan hati yang tenang serta hati yang suci, jangan sampai melawan iblis kegelapan dengan hati yang dipenuhi dengan amarah dan kesombongan.


Monklie kemudian berbisik didalam hati untuk memberitahukan perihal tersebut pada Yinfeng, yang mana Yinfeng sekarang terlihat sangat kesulitan menghadapi iblis kegelapan.


"Teman.. Teman.. Apakah kau mendengarku." Ucap Monklie dalam hati.


"Iya Monklie, ada apa ?"


Walaupun dalam keadaan sedang bertarung namun Yinfeng masih dapat berkomunikasi dengan Monklie.


"Aku tau caranya untuk dapat membinasakan iblis kegelapan." Ucap Monklie.


"Apaa ??" Yinfeng langsung terkejut dan berucap dengan suara keras, membuat konsentrasinya sedikit terganggu sampai-sampai satu cakaran iblis kegelapan hampir mengenainya.


Namun Yinfeng segera kembali berkonsentrasi dan sejenak memukul mundur iblis kegelapan, saat iblis kegelapan lumayan menjauh darinya barulah Monklie meneruskan ucapannya.


Mata Yinfeng masih siaga untuk melihat gerak-gerik iblis kegelapan, walaupun dirinya sedang berkomunikasi dengan Monklie lewat hati masing-masing.


"Hanya dengan hati yang tenang dan suci iblis kegelapan dapat dimusnahkan." Ucap Monklie.


Sesaat Yinfeng termenung memikirkan apa yang diucapan Monklie perihal membinasakan iblis kegelapan, namun ternyata iblis kegelapan tidak membiarkan Yinfeng terus-terusan termenung.


Kembali iblis kegelapan menyerang Yinfeng dengan mengerahkan beberapa ekor ular hitam untuk mengganggu konsentrasi Yinfeng.


Saat ular-ular hitam tersebut sebentar lagi mendekati Yinfeng ternyata Monklie sudah selesai memberitahu kepada Yinfeng, sehingga dengan segera Yinfeng membuat lingkaran dari elemen api.


Namun ternyata ular-ular hitam itu mampu menerobos lingkaran api yang telah Yinfeng buat, secara cepat Yinfeng menebas masing-masing ular dengan pedang harimau peraknya.


Jurus Cakaran Harimau


Sontak dalam sekejap ular-ular hitam langsung menghilang saat cakaran harimau mengenai masing-masing ular hitam.


......

__ADS_1


__ADS_2