
Qin Xua nampak kencang sekali berpegangan yang sebelumnya ia memegang pakaian Yin Feng, kini berganti memegang tangan kiri Yin Feng.
Semua nampak disibukkan oleh ribuan ular yang tiba-tiba muncul, sedangkan Cou Lang dan Lou Pou memanfaatkan kesempatan dibalik itu semua. Dengan menyerang secara bersamaan kearah guru Liu King.
Walaupun guru Liu King sedang disibukkan oleh kawanan ular, namun kewaspadaannya tetap tinggi saat Cou Lang dan Lou Pou mulai mengayunkan pedangya secara bersamaan.
Dengan cepat guru Liu King dapat menghindarinya, Dou Han yang melihat guru Liu King mulai diserang kembali oleh Cou Lang dan Lou Pou, segera melompat dan mengarahkan pedangnya kearah Cou Lang dari arah belakang.
Cou Lang yang telat menyadari ternyata pedang milik Dou Han sudah membuat luka goresan dilengan kirinya, memaksa Cou Lang termundur beberapa langkah kebelakang.
"Heeh.. Dasar pengecut, beraninya menyerang dari belakang." Ujar Cou Lang sambil memegangi lengan kirinya.
Dou Han terlihat tak menanggapi ucapan Cou Lang dengan kembali mengarahkan pedangnya kearah Cou Lang, sambil menahan mengalirnya darah dilengan kiri yang terluka. Cou Lang secara cepat menyambut serangan pedang milik Dou Han.
Traang.. Traaang..
Terdengar suara dari benturan kedua pedang yang beradu, nampak keduanya berimbang walaupun Cou Lang terluka pada lengan kirinya.
***
Disisi lain terlihat sudah sangat banyak sekali ular yang terbakar oleh api milik Yin Feng, walaupun dibelakangnya Qin Xua tetap berpegangan erat pada tangan kirinya.
Namun tiba-tiba Yin Feng merasakan ada hawa kegelapan yang mulai mendekatinya dari arah samping kanan. "Aku lihat ilmumu tak semuda parasmu."
Yin Feng mengambil posisi waspada sambil tetap melindungi Qin Xua, kali ini Qin Xua lebih terlihat ketakutan saat seseorang dengan lengan kanan yang penuh dengan sisik tiba-tiba muncul.
"Hehe.. Sepertinya ini akan sangat menarik." Ujar seseorang yang dilengannya penuh akan sisik ular.
"Apakah kau dalang dibalik semua ini? " Yin Feng mencoba bertanya.
"Hehe.. Memang akulah dalang dari semua ini, lantas apa maumu ?" Seorang itu membalas bertanya.
__ADS_1
"Aku hanya tidak suka ada orang yang beraninya hanya dengan yang lemah." Ujar Yin Feng.
"Hahaha.. Kau salah, aku justru lebih suka dengan orang yang kuat, agar tenagaku tidak terbuang sia-sia."
"Hemm.. Hawa kegelapan dalam tubuhnya sudah sangat kental sekali, pasti dia sudah banyak melakukan kejahatan." Yin Feng bergumam dalam hati.
"Akan aku perkenalkan siapa diriku, agar kau nanti tidak mati penasaran. Hahaha.. Akulah Panglima Cobra sebagai Dewa kematian yang akan mencabut nyawamu."
"Hemm.. Benarkah?? Sebaiknya kita buktikan saja." Ujar Yin Feng.
Mendengar ucapan Yin Feng Panglima Cobra malah tertawa, sambil meregangkan tangan dan kakinya. "Aaah.. Aku beri kau waktu satu menit saja untuk dapat membuatku senang, setelah itu aku akan mengakhiri hidupmu."
Kekuatan dari Panglima Cobra tidak bisa dianggap remeh, selain dapat memunculkan ribuan ular ternyata juga dalam tubuh Panglima Cobra terdapat racun yang sangat mematikan.
Apabila sampai darah Panglima Cobra masuk kedalam tubuh lawannya, maka bisa dipastikan lawannya itu akan tewas dengan sangat mengenaskan.
Yin Feng mengeluarkan bola api dari tangan kanannya dan langsung melemparkan kearah Panglima Cobra, nampak Panglima Cobra hanya tersenyum saat bola api milik Yin Feng mengenai tubuhnya. "Hehehe.. Lumayan." Ujar Panglima Cobra dengan mengibaskan bekas api ditubuhnya.
Dilemparkannya bola es itu kearah Panglima Cobra, kembali serangan Yin Feng mengenai tubuh Panglima Cobra. Namun apa yang terjadi, nampak Panglima Cobra masih terlihat biasa saja. "Ahhh.. Apakah hanya seperti ini kemampuanmu."
Kembali Yin Feng dibikin terkejut setelah bola api tak mempan terhadap Panglima Cobra, kali ini bola es pun tak dapat membuat Panglima Cobra terluka. "Apakah masih ada lagi?" Tanya Panglima Cobra.
Kali ini Yin Feng mencoba menggunakan ilmu Medan Gravitasi, terlihat jelas Medan Gravitasi yang Yin Feng keluarkan mempengaruhi Panglima Cobra.
Panglima Cobra sedikit terkejut saat tiba-tiba tubuhnya soalah tertarik kebumi, sampai dalam posisi jongkok. Panglima Cobra mencoba untuk berdiri namun ternyata dirinya tak sanggup. "Cukup lumayan, hingga dapat membuatku seperti ini, tapi jangan senang dulu."
Panglima Cobra meningkatkan kekuatannya sampai dirinya sanggup berdiri kembali, kembali Yin Feng pun meningkatkan kekuatan Medan Gravitasinya.
Kembali Panglima Cobra merasa tertekan dan berat seluruh tubuhnya, seolah ada batu besar yang menimpanya. Namun wajah Panglima Cobra masih terlihat santai dengan ekspresi tertawa. "Hahaha.. Sepertinya aku mendapat lawan yang pantas, baiklah sudah cukup pemanasannya."
Panglima Cobra kali ini menampakkan kekuatan aslinya dengan sebuah teriakan keras, ia kemudian dapat lepas dari tekanan Medan Gravitasi milik Yin Feng.
__ADS_1
Dari tubuh Panglima Cobra keluar asap putih kehijau-hijauan, walaupun Yin Feng belum sepenuhnya faham akan racun namun firasatnya mengatakan bahwa asap kehijauan yang keluar dari tubuh Panglima Cobra adalah gas beracun.
Dengan cepat ia menjauh menghindari asap tersebut. "Sial.. Seandainya aku berhasil memiliki tubuh anti racun, pasti tak perlu menghindar seperti ini." Yin Feng bergumam dalam hati, merasa bingung.
"Hahaha.. Kenapa? Apa kau takut?" Panglima Cobra melangkah maju mendekati Yin Feng. "Inilah mengapa aku mengatakan sebagai dewa kematianmu, karena tak ada yang dapat selamat setelah terkena racunku."
Yin Feng sadar tubuhnya tak akan mampu bertahan lebih lama, andaikan terkena racun Panglima Cobra. Oleh sebab itu dia menggunakan ilmu menghilang untuk dapat mengecoh Panglima Cobra.
"Hahaha.. Percumah saja kau menghilang, aku pasti akan menemukanmu." Teriak Panglima Cobra.
Walikota Tian Long yang telah selesai membereskan anak buah dari Cou Lang maupun Lou Pou, sempat melihat kearah Yin Feng yang sangat tertekan oleh Panglima Cobra.
"Nampaknya Feng er mengalami kesulitan, menghadapi orang bersisik itu." Gumam Walikota Tian Long.
Walikota Tian Long segera berlari untuk membantu Yin Feng, namun belum sempat ia melangkahkan kakinya tiba-tiba dari telinga sebelah kiri terdengar ada yang membisikkan sesuatu. "Tuan Long.. Sebaiknya cepat selamatkan Qin er, dan bawalah ia pergi dari sini, jangan lupa beritahu kakek Liu dan juga paman Dou Han untuk segera pergi juga dari sini."
"Apa maksudmu Feng er.. Kami tidak akan pergi meninggalkanmu." Ucap Walikota Tian Long.
"Aku janji akan menyusul kalian, namun tidak ada waktu lagi karena Panglima Cobra yang disana memiliki racun mematikan." Bisik Yin Feng.
"Apaaa?? Racun mematikan !!" Walikota Tian Long nampak terkejut mendengar ucapan Yin Feng tentang racun mematikan.
"Cepatlah Tuan.. Kita tidak memiliki waktu lagi." Ucap Yin Feng yang mulai pergi dari samping Walikota Tian Long.
Namun ternyata Panglima Cobra mulai marah karena Yin Feng tak menampakkan diri, dalam sekejep ia melesat mendekati Qin Xua. Tetapi ternyata Yin Feng lebih dulu mendekati Qin Xua dan dengan cepat menyelamatkannya.
"Sialan.." Merasa kalah cepat dengan Yin Feng Panglima Cobra mulai emosi, dan kembali mengeluarkan asap beracun yang lebih pekat.
Segera Yin Feng menyerahkan Qin Xua pada Walikota Tian Long, dan menyuruh Walikota Tian Long untuk cepat pergi membawa Qin Xua, tidak lupa juga memberitahu pada guru Liu King dan juga Dou Han.
Panglima Cobra merasa ada yang tidak beres dengan cepat ia melesat maju hendak menyerang Walikota Tian Long, namun sebuah dinding tanah menghalanginya. "Mau kemana kau? Lawanmu ada disini." Bentak Yin Feng.
__ADS_1