Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Rembulan Malam


__ADS_3

Kemudian setelah itu Walikota Tian Long menyuruh Qin Xua untuk beristirahat, Walikota Tian Long dan Dou Han kemudian pergi dan membiarkan Qin Xua untuk beristrihat agar lebih tenang.


Saat setelah keduanya meninggalkan kamar Qin Xua Walikota Tian Long berpesan pada Dou Han pengawal pribadi Qin Xua.


"Dou Han.. Kau tetaplah jadi pengawal pribadi Nona Qin, masalah bayaran aku yang akan menanggung semuanya."


"Baik Tuan."


"Hemm.. Menurutmu apakah para perampok itu akan mengampuni nyawa kedua orang tuanya Qin Xua ?" Walikota Tian Long memiliki firasat buruk.


"Yang aku tau dari kelompok perampok berlambangkan kalajengking itu, terkenal dengan kekejamannya tidak segan-segan untuk membunuh tawanannya." Ujar Dou Han.


"Apa yang kau tahu tentang pimpinan perampok kalajengking itu ?"


"Sewaktu pemimpin perampok itu melawan para pengawal yang lain, dengan sangat cepat dirinya dapat membunuh dua sekaligus dalam sekali tebasan pedang."


"Dan sepertinya pedang yang digunakan pimpinan perampok itu telah mengandung racun yang snagat mematikan." Ujar Dou Han menimpali.


"Ternyata begitu, pantas saja mampu menewaskan para pengawal hanya seorang diri." Ucap Walikota Tian Long.


Setelah mereka berdua saling berbincang-bincang serius, Walikota Tian Long kemudian meminta Dou Han untuk tetap berjaga didepan kamar Qin Xua.


Walikota Tian Long terlihat sangat sedih atas tragedi yang menewaskan kakak angkatnya, beliau kemudian berjanji didalam hati setelah acara Turnamen Bergelar selesai dirinya akan mengajarkan Qin Xua.


Beliau kemudian mencoba menenangkan diri dengan mendatangi sebuah tempat, dibawah naungan pohon-pohon dengan suasana malam yang sangat tenang menambah rileknya suasana.


"Mungkin lebih baik aku bermeditasi." Gumam Walikota Tian Long.


**


Disisi lain..


Yin Feng terlihat sedang fokus berlatih, dia mencoba melatih ilmu dan jurus warisan dari ketua Wung Han.


Pertama kali yang Yin Feng ingin coba adalah ilmu menghilang, dengan meletakkan tangan kanan didada tiba-tiba tubuhnya sudah hilang dari pandangan.

__ADS_1


"Aku ingin mencoba melihat ruang lingkup kediaman Tuan Tian Long." Gumam Yin Feng.


Yin Feng pun menelusuri dengan cara terbang, agar semua terlihat. Saat pertama kali Yin Feng terbang dengan ketinggian yang cukup tinggi, membuatnya sangat terkejut akan pemandangan kota Tian Jien.


"Jika dari jarak sejauh ini bukan hanya kediaman Tuan Tian Long saja yang dapat terlihat jelas, namun juga kota Tian Jien."


Yin Feng kemudian menurunkan jarak terbangnya kejarak yang lebih rendah, saat Yin Feng mencoba berkeliling tak sengaja dia melihat sebuah cahay kuning keemasan dari arah dekat kediaman Walikota Tian Long.


Ternyata benar Walikota Tian Long tengah bermeditasi dibawah pohon besar dekat kediaman beliau, cahaya keemasan dari tubuhnya adalah sebuah energi yang timbul karena beliau tengah mempelajari ilmu Naga Emas.


Sebuah ilmu yang dahulu beliau hanya beberapa persen dapat menguasainya, kini hampir sempurna beliau dapat menguasainya.


Yin Feng yang penasaran mencoba untuk mendekatinya, tapi ternyata Walikota Tian Long merasakan kehadiran Yin Feng. Namun beliau tidak mengetahui bahwa yang sedang mengamatinya adalah Yin Feng.


"Siapa disana ?" Teriak Walikota Tian Long yang langsung membuka matanya.


Yin Feng yang menyadari keberadaannya mulai diketahui oleh Walikota Tian Long, mendadak langsung terbang menjauh.


"Sungguh tak kusangka Tuan Tian Long mampu merasakan keberadaanku."


Yin Feng hanya bisa memandangi Walikota Tian Long dari jauh, sebelum pergi untuk melihat situasi di kota Tian Jien. Yin Feng sangat menikmati pemandangan kota Tian Jien dari atas.


Dengan jarak terbang yang lumayan rendah membuat jarak pandang sangat jelas, sekilas saat Yin Feng melihat-lihat semua nampak biasa.


Namun tiba-tiba Yin Feng penasaran akan dua orang dengan pakaian seperti penduduk kota Tian Jien, mondar-mandir dan juga tengak-tengok seperti melihat situasi.


"Mencurigakan sekali dua orang ini." Gumam Yin Feng.


Terus diamati gerak-gerik dua orang itu oleh Yin Feng, hingga dua orang itu kemudian masuk kesebuah tempat mungkin sedikit asing bagi Yin Feng.


Sebuah tempat dengan diatas pintu masuk tertulis papan nama yaitu Rembulan Malam, Yin Feng sedikit bertanya-tanya akan tempat itu. "Rembulan Malam ?? Tempat apakah ini ?


Yin Feng mencoba hendak memasuki tempat itu, namun dirinya sadar tidak mungkin jika memasuki tempat itu dengan tanpa wujud. Akhirnya Yin Feng mencari sebuah tempat yang aman untuknya, agar ia dapat terlihat kembali.


"Sepertinya tempat ini tidak bisa dianggap remeh."

__ADS_1


Yin Feng mencoba untuk memasukinya, tapi tiba-tiba dirinya dihentikan oleh dua pelayan wanita penjaga tempat itu. "Selamat datang tuan, ada yang bisa kami bantu ?". Ujar salah satu pelayan wanita.


"Ah.. Aku hanya ingin tahu tempat apakah ini ?


"Ihihihi... Ah tuan pasti orang baru ya di kota ini ? Wajar saja jika tuan tidak tahu."


"Lantas tempat apakah ini ?" Tanya Yin Feng.


"Ini adalah tempat hiburan malam, tuan silahkan masuk dan lihat saja sendiri." Ujar salah satu pelayan wanita.


Yin Feng kemudian melangkahkan kakinya dan mulai memasuki pintu masuk tempat itu, saat pertama kali dia masuk matanya langsung terbuka lebar, dan mengetahui tempat apakah itu.


"Sudah ku duga, ternyata Rembulan Malam ini adalah tempat jajan para lelaki." Gumam Yin Feng.


Belum sempat Yin Feng melanjutkan untuk menyusuri setiap ruangan, dirinya sudah dihentikan oleh dua gadis yang cantik jelita dengan riasan wajah merah merona dipipinya. "Hay tuaaan.. Maukah kau menemaniku ?"


Seorang terlihat masih gadis namun terlihat dari kerutan didahinya, walaupun dia mencoba menutupinya dengan ketebalan bedaknya, namun tetap saja masih terlihat dan menandakan dia sudah bukan gadis lagi.


Yin Feng memang tidak pernah mengetahui tentang hal itu, tapi walaupun demikian dia tidak tertarik dengan hal-hal semacam itu. "Maaf apakah kau melihat dua orang lelaki dengan pakain coklat yang masuk kesini ?"


Bisik Yin Feng ditelinga salah satu gadis penghibur.


"Tuan.. Apakah tuan tidak melihat dibelakang saya ?" Ujar, sang gadis dengan mata yang mengisaratkan untuk melihat apa yang dibelakangnya.


Terlihat jelas ada beberapa lelaki dengan baju coklat yang disebutkan Yin Feng, akan tetapi bagi Yin Feng dua orang laki-laki yang dia amati tidak terdapat diantara mereka semua.


Lalu Yin Feng mengingat-ingat salah satu yang membedakan dua lelaki itu dengan mereka semua. "Ya.. Aku ingat dua lelaki itu ada tanda ditangannya sebuah tato berbentuk kelelawar." Gumam Yin Feng dalam hati.


Dirinya tidak menceritakan tanda kusus yang ditemukannya pada gadis penghibur, hanya ucapan terimakasih dan sedikit upah untuk sang gadis. "Ah.. Ini tidak bisa saya terima karena saya belum membuat tuan puas." Jawab sang gadis.


"Hemm.. Jadi seperti itu.. Baiklah antarkan aku keruanganmu." Pinta Yin Feng.


......


Maaf ya teman pembaca semua, kemarin Author habis melakukan perjalanan jauh yang membuat tidak bisa updet dan sekarang hanya bisa updet satu episode.

__ADS_1


Mohon dimaklumi.


__ADS_2