Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Hari Di Mulainya Turnamen


__ADS_3

Yinfeng yang sedang meningkatkan kekuatan serta kualitas Tulangnya di dalam Dunia Dimensi, sedangkan di dalam Perguruan guru Liuking merasa khawatir.


Karena sudah mendekati Turnamen Kedewasaan Yinfeng belum juga kembali.


Sedangkan hari dimana akan di mulainya Turnamen tinggal satu hari lagi, sebab itu guru Liuking merasa cemas jika Yinfeng tidak berhasil keluar dari Dunia Dimensi.


Guru Liuking sudah mendaftarkan Yinfeng sebagai Muridnya, namun ternyata Yinfeng adalah satu-satunya Murid termuda yang mengikuti Turnamen Kedewasaan kali ini.


Saat guru Liuking tengah gelisah dan khawatir di dalam ruangannya, tiba-tiba ada suara pintu di ketuk.


Tokk.., Tokk..,


"Kakek guru...,"


Guru Liuking mendengar sebuah panggilan yang sangat dia kenali segera membuka pintu.


"Yinfeng.., Kau sudah kembali."


"Iya Kakek, Aku sudah berhasil mempelajari dan memahami Kitab Teratai Api."


"Hemm.., Ayahmu tidak salah jika menyerahkan Kitab itu kepadamu, karena memang sesungguhnya Kau lah yang berhak mendapatkannya." Ucap, guru Liuking sambil menepuk-nepuk pundak Yinfeng.

__ADS_1


"Oya.., Kakek Aku belum telatkan jika ingin mengikuti Turnamen Kedewasaan."


Belum Nak.., Kakek sudah mendaftarkanmu sebelumnya, hari ini adalah hari terakhir untuk persiapan.


Karena besok Turnamen Kedewasaan akan di mulai.


"Baik Kakek Aku ingin masuk ke ruanganku untuk berkultivasi, agar Aku siap menghadapi lawan-lawanku nanti." Ucap, Yinfeng sambil menundukan kepala kemudian masuk ke ruangannya untuk berkultivasi.


***


Keesokan harinya, seluruh guru dan murid Perguruan Macan Putih telah memenuhi kursi yang telah panitia sediakan, masing-masing guru membawa satu bahkan dua murid yang akan ikut dalam Turnamen.


Terlihat satu murid yang sangat terkenal kesombongannya dia adalah ponakan dari guru Kinluo yaitu Sounkin.


Namun ketika semua guru dan murid telah duduk di tempatnya masing-masing, ada satu guru dengan membawa seorang anak berumur 10 tahun datang telat berjalan dengan santainya kemudian mengantarkan anak itu ke tempat duduk yang telah di siapkan.


Semua mata memandang guru dan anak tersebut, karena sudah jelas banyak yang kenal dengan guru Liuking karena Beliau adalah Wakil Ketua Perguruan, namun belum banyak murid yang mengenali sosok anak bersama guru Liuking tersebut.


Kebanyakan hanya guru dan orang tua mereka yang mengetahuinya.


Banyak murid yang menanyakan akan anak tersebut ke guru masing-masing, namun sang guru hanya menceritakan bahwa anak itu adalah anak dari murid guru Liuking.

__ADS_1


Untuk selebihnya tak ada yang mengetahui tentang tingkat kekuatan Yinfeng, dan kemampuannya.


Guru Liuking menempati kursi khusus untuk Wakil Ketua, sedangkan Yinfeng duduk bersama para murid yang lain.


Yinfeng yang amat asing dengan semuanya, karena dirinya tidak pernah bergaul dengan murid yang lain sebab terpaut umur yang cukup jauh anatara Yinfeng dan mereka.


Ternyata Yinfeng duduk tidak jauh dari murid wanita yang terkenal kecantikannya,


Saat Yinfeng sibuk mengamati seklilingnya murid wanita yang bernama Lourin mengagetkannya.


"Hay.., perkenalkan Aku Lourin murid guru Xinyu." Ucap Lourin sambil mengulurkanntangan.


"Aaku.., Yinfeng murid guru Liuking..," Jawab Yinfeng.


Saat Lourin mendekati Yinfeng seketika mata seluruh murid memandang ke arah Yinfeng dengan tatapan yang tajam, seperti ingin menerkamnya.


"Kenapa semua murid pada memandang tajam ke arah diriku." Gumam, Yinfeng sambil memperhatikan sekelilingnya.


"Kenapa Kau terlihat was-was, apakah Kau takut melihat semua murid memandangi Kita." Ucap, Lourin sambil melihat satu persatu murid yang memandangi dirinya dan Yinfeng.


"Aku heran saja, mengapa mereka memandangku seperti seorang musuh..," Ucap Yinfeng.

__ADS_1


"Hehehe.., karena Aku termasuk murid wanita yang terkenal di Perguruan ini..," Ucap Lourin.


"Ooo.., Jadi seperti itu, pantas saja semua memandangku dengan tatapan tajam..," Ucap Yinfeng.


__ADS_2