Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Roh Pedang


__ADS_3

Setelah sesepuh Qiu Han memberikan dua pilihan pada Yin Feng, akhirnya Yin Feng telah memantabkan hatinya untuk memilih salah satunya.


Dia memilih untuk tetap mencoba pedang Pencabut Nyawa, karena keinginannya itu Yin Feng akan mengalami sebuah rintangan dan juga disitulah dirinya akan diuji, mampukah Yin Feng melawan roh didalam pedang Pencabut Nyawa ?


Ataukah justru tubuh Yin Feng lah yang akan diambil alih oleh roh pedang tersebut ?


"Baiklah jika itu pilihanmu aku tidak akan memaksamu, namun harus kau ingat bocah.. Didalam pedang Pencabut Nyawa ada roh yang bersemayam didalamnya." Ujar sesepuh Qiu Han.


Sesaat sesepuh Qiu Han menghentikan perkataannya, dan kembali menatap kearah mata Yin Feng.


"Hemm.. Jika ku lihat dari sorotan matamu, aku yakin kau akan dapat melaluinya bocah.. Jadi jangan sampai dia mengambil alih tubuhmu." Ucap Sesepuh Qiu Han.


Setelah dirasa cukup barulah sesepuh Qiu Han mulai mengeluarkan pedang Pencabut Nyawa dari ruang hampa miliknya.


Terlihat sebuah pedang pusaka yang amat mengerikan dengan aura membunuh yang sangat pekat, nampak dari aura yang muncul sepertinya sudah banyak nyawa yang telah menjadi mangsanya.


Yin Feng yang pertama kali menyaksikan dari jarak dekat sangat tertekan karena aura yang muncul dari pedang tersebut, berbeda dengan saat sesepuh Qiu Han mengeluarkannya untuk melawan iblis api.


Karena pada saat itu jarak antara Yin Feng dan sesepuh Qiu Han tergolong cukup jauh, oleh sebab itu Yin Feng tidak begitu merasakan tekanan kuat saat aura yang terpancar dari pedang Pencabut Nyawa.


Namun dirinya hanya merasakan tekanan kecil dari aura membunuhnya, jika dilihat panjang pedang Pencabut Nyawa setara dengan dada Yin Feng bila diukur.


"Apakah kau yakin bocah ?" Tanya sesepuh Qiu Han meyakinkan.


"Hemm.." Dengan memejamkan matanya sebentar serta menarik nafas perlahan, Yin Feng pun berkata dengan sangat mantabnya. "Aku yakin sesepuh."


"Baiklah kalau begitu, ambilah pedang ini."


Sesepuh Qiu Han mulai menyerahkan pedang Pencabut Nyawa pada Yin Feng dengan sangat hati-hati.


Seraya berpesan agar Yin Feng berhati-hati.


"Tetap usahakan hati sucimu selalu suci, jangan sampai hawa membunuh roh itu menggelapkan hati sucimu."


"Baik sesepuh." Ucap Yin Feng.

__ADS_1


Karena roh pedang sedang dalam keadaan tertidur, sehingga percakapan antara sesepuh Qiu Han dan Yin Feng tak dapat didengarnya.


Saat Yin Feng pertama kali memegangnya, dirinya sudah sangat keberatan karena tidak mempersiapkan tenaga dalam yang cukup untuk mengangkat pedang tersebut.


Segera Yin Feng mengambil posisi duduk bersila dan dipangkulah pedang Pencabut Nyawa tersebut. "Akan ku coba menakhlukan roh pedang ini terlebih dahulu."


Yin Feng mulai memejamkan mata dan memfokuskan fikirannya, ternyata ia ingin mencoba berbicara dengan roh pedang terlebih dahulu.


Sambil sedikit menarik pedang dari sarungnya mulailah Yin Feng merasakan tekanan hebat yang merasuki tubuhnya, ternyata roh pedang sudah terbangun saat pertama kali Yin Feng menerimanya.


Karena roh pedang merasakan perbedaan energi dan juga perbedaan suhu tubuh. "Manusia hina, berani sekali kau membangunkanku." Terdengar suara yang menggema dari alam bawah sadar Yin Feng.


"Namaku Yin Feng, aku hanya ingin mencoba berbicara denganmu." Ujar Yin Feng.


"Hahahaha.. Manusia hina sepertimu tak pantas berbicara denganku, lebih baik kau serahkan saja raga serta jiwamu itu padaku." Ujar roh pedang.


"Hemmm.. Kau menginginkan raga dan jiwaku ?? Kau fikir kau layak memilikinya ?" Ujar Yin Feng.


"Dasar manusia hina, lihat saja bagaimana aku akan mengambil alih ragamu itu."


Seketika roh pedang mulai merasuk kedalam hati Yin Feng, dia mengetahui bahwa titik lemah manusia adalah didalam hatinya.


Tak mampu merasuk kedalam hati Yin Feng, roh pedang berpindah haluan menyerang kedalam fikiran Yin Feng. Roh pedang mengacaukan alam fikiran Yin Feng.


Namun tiba-tiba dengan tak terduga, hasil dari roh pedang yang dapat merasuk kedalam alam fikiran Yin Feng, jiwa Yin Feng pun seketika dapat muncul dialam fikirannya sendiri.


Jiwa Yin Feng mulai muncul dengan secara tiba-tiba dibelakang roh pedang. "Jadi ini bentuk roh pedang Pencabut Nyawa."


Roh pedang membalikan badannya dan mendapati seorang manusia tengah berdiri dihadapannya. " Hahaha.. Apakah kau terkejut manusia hina ? Inilah bentuk asli tubuhku."


Ternyata bentuk asli roh pedang menyerupai manusia berwajah tampan namun dengan telinga yang sedikit panjang, serta terdapat ekor dibelakangnya.


"Andai kau bisa mengalahkanku, kau pun berhak menjadi tuanku selanjutnya. Namun jika kau kalah, maka persiapkanlah ragamu untuk ku kuasai."


Tentu Yin Feng akan sangat kesulitan menghadapi roh pedang tersebut, namun karena sifat yang pantang menyerah serta kegigihannya membuat ia memiliki kekuatan tersendiri.

__ADS_1


Yin Feng mencoba tetap tenang saat menyerangnya, dirinya tidak mau karena kecerobohan akhirnya membuat dirinya kalah.


Pertama kali Yin Feng maju menyerang ia mencoba menggunakan tangan kosong, sangat mudah dibaca oleh roh pedang gerakan Yin Feng.


Sehingga setiap serangannya mampu ditahan dan di hadang oleh roh pedang. "Hahaha.. Benar benar manusia hina, hanya seginikah kemampuanmu ?"


Yin Feng tak memperdulikan ocehan roh pedang, dia tetap fokus meju menyerang mencari titik lemah roh pedang tersebut.


Belasan kali pukulan Yin Feng beradu dengan pukulan roh pedang, namun roh pedang masih terlihat biasa-biasa saja. "Lebih baik kau relakan saja raga dan jiwamu untukku."


"Tidak akan aku biarkan kau mengambil alih tubuhku."


Yin Feng mengeluarkan elemen api untuk dapat membakar roh pedang tersebut, namun upayanya sangat sia-sia saja. Roh pedang tak mempan bila diserang menggunakan api.


Tentu saja tidak sampai disitu, Yin Feng kembali mengeluarkan elemen airnya dibentuk seperti gelembung yang sangat besar.


Tiga gelembung air telah Yin Feng buat dan mengarahkannya kearah roh pedang, dengan kelincahan roh pedang bergerak membuat gelembung pertama tidak dapat mengenainya.


Begitupun untuk gelembung kedua hanya sedikit menyerempet badan roh pedang, namun untuk gelembung ketiga yang dilemparkan tidak terlalu lama setelah gelembung kedua.


Membuat roh pedang terkena gelembung ketiga, hingga sekujur tubuhnya basah. "Kau..." Tatapan roh pedang semakin tajam kearah Yin Feng setelah dia terkena gelembung air ketiga.


Namun dengan cepat Yin Feng mengeluarkan elemen esnya untuk membekukan roh pedang, seketika roh pedang tak dapat bergerak.


Karena air yang membasahi tubuhnya perlahan mulai membekukan seluruh tubuhnya, membuatnya kini terlapisi oleh es yang sangat tebal.


Namun terlihat roh pedang masih menikmatinya, dengan menampakkan senyuman lebar yang terpancar dari mukanya. "Hehehe.."


Ternyata tidak sampai disitu saja, Yin Feng kembali mengeluarkan elemen tanahnya untuk mengurung roh pedang. Dalam hitungan detik roh pedang sudah tak terlihat.


Bergantikan gundukan tanah yang sangat besar dan tebal, dari dalam roh pedang mulai menampakkan keseriusannya hingga dalam sekejap gundukan tanah yang mengurungnya retak sedikit demi sedikit.


Gundukan tanah akhirnya hancur dan roh pedang mulai terlihat. "Cukup pintar kau manusia hina, akan tetapi jangan senang dulu aku justru baru ingin memulainya dengan serius."


Seketika tubuh roh pedang mengeluarkan cahaya hitam pekat, dan terlihat bayang-bayang arwah bergentayangan diatas kepalanya, serta sebuah aura membunuh yang sangat mengerikan.

__ADS_1


"Aku akan memberimu pelajaran manusia hina."


......


__ADS_2