
Setelah Ying Yin mampu keluar dari jebakan ilusi dan mulai bermeditasi, dan saat Yin Feng telah pergi untuk mencari keberadaan rumput merah darah.
Lin Kiong dan Dan Ren baru berhasil keluar dari jebakan ilusi. "Lin Kiong.. Aku dengar di rintangan pertama kaulah dalang dibalik semua jebakan itu." Ujar Dan Ren.
"Hahaha.. Memang benar lalu kau mau apa?" Ujar, Lin Kiong dengan nada angkuhnya.
"Ternyata memang benar, kalau begitu aku menuntut balas atas perbuatanmu itu." Segera Dan Ren mengeluarkan senjatanya berbentuk tombak dengan warna hitam keemasan.
"Haha.. Menuntut balas! Apakah kau sadar jika jarak kekuatan diantara kita cukup jauh." Ucap Lin Kiong dengan berkacak pinggang.
"Jangan sombong kau.." Dan Ren mulai maju menyerang Lin Kiong menggunakan tombaknya, bagi Lin Kiong serangan yang dilesatkan Dan Ren hanyalah serangan biasa.
Dengan sangat mudahnya bagi Lin Kiong menghindari setiap serangan dari Dan Ren. "Sudahlah aku sedang tidak ingin bertarung." Lin Kiong tak berniat untuk melayani Dan Ren, hanya mencoba menghindari setiap serangannya saja.
"Apa kau tahu? Akibat dari jebakanmu itu aku hampir cidera berat." Ujar, Dan Ren yang masih dalam keadaan emosi.
"Kan hanya hampir, tidak beneran mengalami cidera berat." Jawab Lin Kiong dengan sangat santainya.
Dan Ren yang mendengar ucapan Lin Kiong makin emosi, dan segera mengeluarkan jurusnya. "Jurus Pusaran Api Magma." Di angkatlah tombaknya keatas, lalu mengarahkannya pada Lin Kiong.
Sebuah pusaran api seperti magma tiba-tiba muncul dari bawah kakinya Lin Kiong, dengan cepat ia melompat menjauhi pusaran api tersebu. "Hanya pusaran api seperti ini tak mungkin dapat melukaiku."
"Hah.. Jangan senang dulu, coba lihatlah kebawah." Tak dapat diduga oleh Lin Kiong bahwa pusaran api milik Dan Ren ternyata dapat membuatnya tersedot.
"Ah baiklah akan aku layani tantanganmu, lihatlah kemarahanku ini.." Lin Kiong mengeluarkan kekuatannya, pusaran api yang awalnya hendak menariknya kedalam.
Kini akibat kekuatan Lin Kiong pusaran api tersebut memudar. "Kau yang memaksaku maka terimalah ini." Lin Kiong melesat kearah Dan Ren menggunakan kecepatan penuh.
Walaupun keadaannya didalam air nyatanya mereka masih mampu untuk bertarung, bahkan jurus pusaran api milik Dan Ren tak berpengaruh saat didalam air.
Ying Yin yang sedang berkultivasi tidak jauh dari perkelahian mereka berdua merasa sedikit terganggu, namun tidak beberapa lama penyerapannya sudah selesai dan ia pun membuka matanya. "Ternyata mereka berdua, aku kira Yin Feng."
Ying Yin menengok kanan dan kiri tak mendapati Yin Feng ada disana. "Kemana Yin Feng? Apakah jangan-jangan dia sedang berusaha mencari rumput merah darah."
Ying Yin tak mau ikut campur urusan antara Lin Kiong dan Dan Ren, dirinya lebih memilih untuk pergi dan mencari keberadaan Yin Feng.
*
__ADS_1
Disatu sisi Yin Feng ternyata telah mencoba menggunakan kekuatan jiwanya, untuk dapat menemukan keberadaan rumput merah darah.
Tak disangka tepat dia berdiri terdapat sebuah genangan air tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. "Bagaimana mungkin ada air didalam air." Yin Feng nampak bingung dan mencoba mendekatinya.
Saat jaraknya semakin dekat barulah Yin Feng meraih genangan air tersebut menggunakan tangannya, namun tiba-tiba saat tangan Yin Feng menyentuh genangan air tersebut ia tertarik masuk kedalamnya.
Jeduaaakkk..
Yin Feng terjatuh seolah menabrak lantai. "Aduh sakit sekali." Yin Feng membuka matanya. "Ah dimana ini? Bukannya tadi aku didalam danau merah." Yin Feng semakin bingung.
Saat dirinya tertarik masuk kedalam genangan air, ternyata itu adalah sebuah pintu ruang yang akan membawa seseorang ketempat dimana rumput merah darah berada.
Yin Feng mengamati sekitar yang merasa aneh dengan tempat itu, tempat itu seperti sebuah ruang istana kerajaan lengkap dengan singgasana sang raja. "Mengapa ada sebuah istana di dalam sini?"
Disamping singgasana raja terdapat dua patung satunya berbentuk naga dan satunya lagi berbentuk burung poenik, sedangkan disudut kanan kiri terdapat patung dengan bentuk singa disebelah kanan dan harimau disebelah kiri.
Dan rumput merah darah ternyata ada diatas singgasana sang raja. "Itukah rumput merah darah??" Yin Feng ingin mencoba memastikan dengan mendekatinya.
Namun tiba-tiba dari samping kanan dan kiri patung singa dan harimau memancarkan sinar merah kearah Yin Feng, secara reflek Yin Feng menghindar kebelakang dan melihat akibat sinar merah tersebut tangga menuju singgasana sampai berlubang.
Belum reda akan keterkejutannya, kini giliran kemunculan dua roh dari masing-masing patung yang terletak di samping singgasana raja, yang kemudian membuat Yin Feng mengambil posisi waspada.
Kemunculan roh naga dan burung poenik membuat patung singa dan patung harimau ikut mengrluarkan rohnya. "Sanggupkah aku menghadapi mereka semua." Yin Feng nampak tak yakin bisa mengalahkan kelima roh binatang tersebut.
Seketika dari singgasa raja mengeluarkan aura kekuatan yang sangat kuat, sampai membuat Yin Feng tak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya. "Ada apa ini? Mengapa tiba-tiba tubuhku tak dapat digerakkan."
Dari bawah singgasana raja keluar sosok roh tua dengan pakaian serba hijau. "Akhirnya penantianku selama ribuan tahun tidak sia-sia."
"Ah sial.. Tubuhku tak dapat digerakkan sama sekali, bagaimana ini?" Yin Feng yang mematung dalam hatinya sangat gelisah, bila harus berakhir ditempat ini.
Sosok roh tua tersebut terbang mendekati Yin Feng lalu menyentuh kening Yin Feng dengan jari telunjuknya, tubuh Yin Feng kembali dapat digerakkan kembali.
Yin Feng segera mengambil posisi berlutut dengan mengepalkan tangan seraya memberi hormat. "Maafkan atas kelancanganku ini sesepuh."
"Hahaha.. Siapa namamu anak muda?" Tanya sosok roh tua.
"Nama saya Yin Feng sesepuh." Ucap Yin Feng.
__ADS_1
"Hemm.. Yin Feng bangunlah, apakah kau tau siapa diriku ini?"
"Saya tidak tahu wahai sesepuh." Ucap Yin Feng.
Sosok roh tua nampak menaikan alisnya. "Kau tidak mengetahui siapa diriku ini!! Memang darimana kau berasal?"
"Maaf sesepuh saya berasal dari dataran barat."
"Dataran barat??" Sosok roh tua sedikit terkejut dengan mengelus-elus jenggotnya, sambil menatap langit-langit.
"Hei bocah.. Sepertinya roh tua itu memang sudah lama menunggu seseorang yang bisa memasuki tempat ini." Sesepuh Qiu Han dari dalam pun sedang memperhatikan roh tua.
"Ternyata didalam dirimu terdapat sesosok roh juga." Ujar sosok roh tua.
Apa?? Bagaimana mungkin sesepuh ini mengetahu jika dalam ruang jiwaku ada roh sesepuh Qiu Han." Gumam Yin Feng.
"Tak perlu terkejut anak muda, aku pun dapat mengetahui apa yang sedang kau fikirkan." Sosok roh tua meletakkan kedua tangannya kebelakang tubuhnya. "Kau tak perlu takut aku tidak akan menyakitimu, justru kehadiranmu inilah yang telah aku nanti-nantikan."
Yin Feng menaikkan alisnya keatas merasa bingung dengan perkataan sosok roh tua itu. "Namaku adalah Han Yue, dahulu aku adalah seorang kaisar yang menguasai semua dataran."
"Kaisar Han Yue?? Bukankah kabarnya kerajaan dan dirinya tenggelam bersamaan musnahnya raja kegelapan, itu pun kejadiannya sudah puluhan ribu tahun." Sesepuh Qiu Han tak menyangka dapat melihat sang legenda.
Konon pada puluhan ribu tahun lalu kaisar Han Yue terkenal akan kebijaksanaannya para rakyatnya pun hidup makmur bahagia, selain sifat kebijaksanaannya sang kaisar Han Yue ternyata juga memiliki kesaktian yang sangat luar biasa.
Yang dapat membangkitkankan kembali seseorang yang telah mati, namun saat itu kelemahannya terletak di salah seorang permaisurinya.
Sang kaisar Han Yue saking cintanya pada salah seorang permaisurinya yang bernama Qio She, beliau tak menduga bahwa permaisuri Qio She adalah utusan yang sengaja dikirim oleh Kerajaan Kegelapan.
Pada saat itu permaisuri Qio She sengaja mencampurkan cairan pelemah jiwa, yang didapatkannya dari raja kegelapan.
Setelah sang kaisar meminumnya seketika itu langsung terjatuh tergeletak di lantai, permaisuri Qio She mengira kaisar Han Yue telah mati dan segera memberikan kabar pada raja kegelapan menggunakan telepati.
Yang ternyata itu semua memang sudah direncanakan dari awal oleh raja kegelapan, semua panglima dan prajurit kegelapan telah berkumpul di luar istana kerajaan kaisar Han Yue.
Saat menerima kabar bahwa kaisar Han Yue sudah mati barulah penyerangan terjadi tepat di malam hari, saat para panglima dan prajurit mulai tertidur hanya menyisahkan para prjurit penjaga.
.........
__ADS_1