
Ternyata acara yang dinanti-nantikan pun akhirnya tiba, semua kandidat dari masing-masing dataran telah tiba. Walaupun pada Turnamen kali ini hanya perwakilan dari setiap dataran.
Akan tetapi kemeriahan serta kemegahan acara ini adalah penentu dari setiap masing-masing dataran, sebab disinilah akan nampak jagoan manakah yang terbaik.
*
Dikediaman keluarga Qin ternyata Walikota Tian Long sudah berputus asa untuk tidak menghadiri turnamen tersebut, karena penantiannya selama ini belum ada tanda-tanda bahwa Yin Feng akan hadir.
Selama beliau di kediamana keluarga Qin, beliau sangat berharap bahwa Yin Feng akan muncul di desa tempat masa kecil Walikota Tian Long itu.
Sebab acara inilah yang akan membuat datarannya disegani kembali, padahal pada turnamen bergelar ini Walikota Tian Long sangat-sangat berharap bahwa Yin Feng akan memenangkannya.
Walaupun Walikota Tian Long sudah putus asa, namun dalam hati kecilnya mengharapkan sebuah keajaiban datang disaat-saat yang tak terduga.
Tidak berbeda dengan Walikota Tian Long ternyata Qin Xua pun sama, sedang dilanda kesediahan yang mendalam jika saat itu Yin Feng tak menolongnya mungkin dirinya sudah tak ada di dunia ini lagi.
Namun justru hati Qin Xua makin tak karuan dengan keadaannya saat ini, seolah menghilangnya Yin Feng itu semua disebabkan karena dirinya.
Tiba-tiba pintu kamar Qin Xua diketuk Tokk.. Tokk.. "Qin er.. Bolehkah paman masuk?" Tanya Walikota Tian Long dari luar kamar.
"Ohh.. Iya paman masuklah.. " Sahut Qin Xua dari dalam kamar mulai mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Apa kau baik-baik saja Qin er?"
"Aku baik-baik saja paman." Jawab Qin Xua pelan.
"Tapi kenapa kau menangis?"
"Ahh.. Aku sedang rindu dengan ayah dan ibu paman."
Walikota Tian Long mendekati Qin Xua dan duduk disamping tempat tidur, sambil tangannya yang mengusap kepala Qin Xua seraya berkata. "Tabahkanlah hatimu Qin er melepaskan yang telah pergi itu memang berat, akan tetapi jangan terus kau larut dalam kesedihan."
"Hemm.. Iya paman aku berjanji akan berlatih untuk menjadi kuat, agar dapat membalaskan kematian ayah dan ibu." Ujar Qin Xua dengan tekad yang kuat.
"Bagus Qin er.. Paman berjanji akan melatihmu sendiri untuk menjadi kuat." Ucap Walikota Tian Long.
Sesaat keduanya terdiam dan susana menjadi sedikit hening. "Lantas bagaimana dengan turnamennya paman?" Pertanyaan Qin Xua membuat Walikota Tian Long mengangkat kepalanya.
"Itulah yang membuat paman sedih, saat Yinfeng menghadapi Panglima Cobra kenapa paman tidak membantunya." Wajah Walikota Tian Long sedikit sedih dan tertunduk.
"Itu semua bukan salah paman, mungkin memang Yin Feng tak mau melihat orang disekitarnya terluka." Ujar Qin Xua mencoba menenangkan pamannya. "Tapi Qin er yakin bahwa Yin Feng masih hidup, dan akan menemui kita nanti."
"Paman harap juga bigitu, karena hanya Yin Feng lah satu-satunya harapan dari dataran barat."
**
__ADS_1
Dengan waktu yang terlalu singkat tentu belum cukup bagi Yin Feng untuk mempelajari tekhnik meracik dan penyulingan, namun walaupun hanya waktu yang singkat akan tetapi Yin Feng sudah berhasil mempelajari tekhnik-tekhnik dasar yang diberikan kakek Xio Fang.
Dan juga berkat kakek Xio Fang kini kekuatan Yin Feng telah pulih seperti semula, bahkan saat ini berkat ramuan dan pil yang diberikan oleh kakek Xio Fang.
Yin Feng mengalami peningkatan kekuatan walaupun tingkat kekuatannya yang masih ditahap langit, namun tulangnya kini sudah memasuki tulang emas.
Yin Feng mengepalkan tangan dan memberi hormat pada kakek Xio Fang. "Terimakasih guru.. Berkatmu aku kini dapat bertarung kembali."
"Hemm.. Itu tak jadi masalah, aku bangga memiliki murid sepertimu yang sangat gigih. Hanya beberapa hari saja kau sudah banyak mengerti tentang apa yang telah aku ajarkan."
"Guru.." Panggil Yin Feng. "Bolehkah aku pergi untuk mengikuti turnamen bergelar?" Yin Feng sedikit memelankan suaranya khawatir jika kakek Xio Fang akan marah padanya.
"Hemm.. Tentu saja Feng er.. Karena tujuan utamamu ke dataran ini untuk mengikuti turnaman itu kan?"
"Iya guru, aku khawatir jika semuanya telah menungguku." Ucap Yin Feng.
Kakek Xio Fang sedikit ragu pada Yin Feng. "Tapi apakah kau mengerti kemana arah tujuanmu?"
"Hehe.. Mohon petunjuknya guru."
"Hemm.. Tenang saja Feng er guru yang akan mengantarkanmu."
"Sungguh guru??"
Kakek Xio Fang hanya menganggukkan kepala sambil terus mengelus jenggotnya. "Persiapkan semuanya kita akan berangkat sekarang."
"Hemm.. Aku pernah mendengarnya, akan tetapi aku lupa apa nama desa tersebut." Kakek Xio Fang memejamkan matanya mencoba mengingat-ingat desa dengan mayoritas penduduknya pedagang tersebut.
"Ahh.. Aku lupa nama desanya, akan tetapi aku tau letak tempatnya."
"Kalau begitu kita menuju desa itu terlebih dahulu guru, aku ingin segera menemui kakek Liu." Ujar Yin Feng.
"Hemm.." Kakek Xio Fang menganggukkan kembali kepalanya. "Baiklah.. Sekarang cepat persiapkan semuanya."
Yin Feng segera menuruti perintah kakek Xio Fang, akan tetapi kembali dirinya terhenti dan bertanya. "Memang apa saja yang harus dipersiapkan guru, sedangkan aku saja tak memiliki barang apapun disini."
Kakek Xio Fang mendadak tertawa. "Hahahaha.. Dasar bocah, kalau begitu lebih baik kita berangkat sekarang."
Yin Feng menggaruk-garuk kepalanya terlihat bingung dengan sikap kakek Xio Fang. "Hahaha.." Kakek Xio Fang masih tertawa saat hendak keluar rumah.
Sebelum keduanya meninggalkan rumah kakek Xio Fang ternyata telah mempersiapkan segala sesuatunya, dengan sebuah mantra pelindung agar tak ada yang mengetahui keberadaan rumahnya.
Yin Feng hanya terdiam takjub melihat kakek Xio Fang ternyata selain pandai dalam meracik, beliau juga ternyata menguasai mantra pelindung.
"Ada apa Feng er?? Mengapa wajahmu seolah terkejut seperti itu?" Tanya, kakek Xio Fang saat telah selesai memantrai mantra pelindung pada rumahnya.
__ADS_1
"Bisakah guru ajarkan kepadaku mantra pelindung itu.." Ujar Yin Feng.
"Tenang Feng er.. Asal kau dapat memenangkan turnamen itu, aku akan ajarkan padamu semuanya."
"Semuanya guru??" Yin Feng tak mengerti apa yang dimaksud oleh kakek Xio Fang tentang semuanya.
"Iya semuanya, tentang apa yang telah aku kuasai." Ujar kakek Xio Fang.
"Sungguh itu guru.. " Terlihat dari wajah Yin Feng sebuah senyuman penuh arti, yang menandakan ia sangat bahagia.
Segera kakek Xio Fang menarik tangan Yin Feng dan bergegas pergi, menuju desa yang mayoritas para penduduknya pedagang. Tidak lain adalah desa tempat kelahiran Qin Xua yaitu desa Xie Zie.
Ternyata kakek Xio Fang membawa Yin Feng pergi menuju desa Xie Zie dengan melalu udara. "Apa?? Sebenarnya seberapa tinggi kekuatan dari guru Xio ini." Yin Feng kembali dibuat terkejut oleh kakek Xio Fang dan hanya bisa bergumam dalam hati.
Sungguh tak membutuhkan waktu lama bagi kakek Xio Fang untuk menuju desa Xie Zie, hanya sekali turun untuk beristirahat setelah itu kemudian melanjutkan lagi dengan ilmu meringankan tubuhnya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih sehari semalam, barulah mereka berdua sampai di pintu masuk desa Xie Zie. "Inikah desa tempat kelahiran Qin Xua??" Yin Feng bergumam dalam hatinya.
Sebuah pemandangan yang terlihat pertama kali saat memasuki desa Xie Zie yaitu, banyaknya para pedagang yang menjajakan dagangannya baik dari bebatuan mutiara, pakaian, dan lain sebagainya.
Yin Feng mencoba menemui salah seorang pedagang, untuk menanyakan dimana letak tempat kediamana keluarga Qin. "Permisi paman.. Kira-kira dimanakah tempat kediaman keluarga Qin?" Yin Feng mencoba bertanya pada paman pedagang batu mutiara.
Paman pedagang itu tidak langsung menjawab pertanyaan Yin Feng, justru malah memandangi Yin Feng dari bawah hingga keatas. "Maaf nak, apakah kau bukan berasal dari dataran ini?" Tanya paman pedagang.
"Bukan paman, aku berasal dari dataran barat." Ujar Yin Feng.
"Pantas saja kau tidak mengetahui bahwa kediaman keluarga Qin sudah tidak ditinggali."
"Hemm.. Jika itu saya sudah tau paman, namun dalam bulan ini adakah beberapa orang yang datang untuk meninggali kediamana keluarga Qin tersebut." Ujar Yin Feng.
Paman pedagang mencoba mengingat-ingat akan beberapa orang yang dalam bulan ini datang. "Ahh iya aku baru ingat, belum lama ada tiga orang datang dan salah satunya adalah anak perempuan dari Qin Wou Xue yang bernamaaa... "
Paman pedagang lupa nama dari anak perempuan Qin Wou Xue. "Apakah nama anak perempuan itu Qin Xua." Yin Feng mencoba memberitahunya.
"Ah iya itu, kalau begitu kamu tinggal lurus aja nanti ada sebuah rumah yang terlihat megah di kanan jalan nah itu dia kediaman keluarga Qin."
"Ohh.. Kalau begitu terimakasih paman." Yin Feng dan kakek Xio Fang segera bergegas untuk pergi menuju kediaman keluarga Qin, namun tiba-tiba ia dihentikan oleh suara yang memanggilnya. "Tunggu nak.."
Yin Feng menolehkan kepalanya dan mendapati paman pedagang yang menghentikannya. "Ada apa paman? Apakah ada sesuatu yang salah denganku."
"Ahh.. Tidak nak hanya saja kau belum memberikan tanda sebagai bentuk terimakasihmu." Ujar paman pedagang.
Segera Yin Feng mengetahui apa maksud dari paman pedagang itu, dengan mengambil dua keping emas dari sakunya. "Ini paman ambillah sebagai bentuk terimakasihku."
"Ahh.. Ini terlalu berlebihan nak." Ujar, paman pedagang yang langsung memasukkan dua keping emas ditangan kedalam sakunya. Yin Feng hanya menggelengkan kepalanya sebelum bergegas pergi.
__ADS_1
........